Tak kusadari rasa itu selalu menghantui.
Membisik hati yang ingin dicintai.
Hanya sekilas pandangan, kala kita berjumpa.
Bukan harta, bukan kedudukan, tapi santunmu memikat jiwaku yang hampa.
Hanya ada do’a disana sebagai wujud harapan.
Harapan yang menjadi obsesi untuk bisa mendapatkan apa yang manusia inginkan.
Karena manusia hanya bisa berharap, dan Dia-lah yang berhak menentukan.
…..
Dan waktu pun terus berlalu.
Kini kau semakin jauh dariku.
Jauh, jauh dan jauh….
Hingga tak memungkinkan kita bertemu.
Dan aku pun sempat mengadu,
“Ya Allah kenapa Kau berikan rasa cinta itu padaku, jika Kau tak mempertemukannya denganku.”
Lama kita tak bertemu, kau hadir lagi dalam mimpiku.
Dalam mimpi itu, kita cuma saling memandang tanpa kata.
Seakan ada kata yang sama-sama ingin kita ungkapkan.
Dan kuberanikan diri untuk menanyakan kabarmu.
Kau pun menjawab dengan senyummu.
Senyum yang menghias wajahmu
Tapi tak lama…
kau berlalu dariku…
Dan aku hanya bisa kembali mengadu…
“Ya Allah kenapa Kau hadirkan dia dalam mimpiku…”
…..

Kota Berseri, saat ujian dalam penantian.

Semoga uraian kata ini bisa menginspirasi saya, dan Anda sekalian. Ketika kita di uji dalam sebuah penantian. Menanti saat-saat terindah dalam hidup kita. Saya yakin, pasti ada cinta dalam hidup kita. Namun sebagaimana cinta yang saya rasakan, harus tertahan untuk menjaga kesucian cinta. Sampai suatu saat ketika kita dipertemukan dengan yang Allah pilihkan. Barulah kita bisa mengungkap cinta itu kepadanya. ‘Allahu’alam…

0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan tinggalkan komentar Anda:

 
Rumah Cinta © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top