<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6819922398516650042</id><updated>2012-03-05T23:07:52.871-08:00</updated><category term='Memory'/><category term='Hikmah'/><category term='Edukasi'/><category term='Siroh'/><category term='Cerpen'/><category term='Taujih'/><category term='Coretan'/><category term='Inspirasi'/><title type='text'>Rumah Cinta</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://smartcerdas.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03589176621357999187</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-QA_JfNsAl34/TWi5gsV1D1I/AAAAAAAAAVc/lUCawG3zKbc/s220/P1210222.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>85</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6819922398516650042.post-162367454061692487</id><published>2012-02-22T19:09:00.002-08:00</published><updated>2012-02-22T19:12:29.522-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Coretan'/><title type='text'>Ketika Cinta Membuatmu Menangis</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/--7yo04X0CNY/T0WuR0-QAsI/AAAAAAAAAeo/dZQkZJwpmEI/s1600/ilustrasi-love-air.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 263px;" src="http://3.bp.blogspot.com/--7yo04X0CNY/T0WuR0-QAsI/AAAAAAAAAeo/dZQkZJwpmEI/s320/ilustrasi-love-air.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5712163323690091202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=”fullpost”&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Suatu ketika&lt;/span&gt; mungkin kita pernah jatuh hati, memendam rasa atau suka pada seseorang yang kita kagumi. Tiap hari bayang wajahnya selalu menghantui. Ada rasa rindu kala tak bertemu. Ada keinginan untuk memiliki. Ada getar jiwa kala berjumpa dengan dia yang kita kagumi. Terkadang dia-nya yang sering membuat kita melamun dengan tatapan kosong. Terbayang-bayang kalau kita bisa berjalan bersamanya, atau berada dalam dekapannya. Semuanya serba indah dan seakan begitu sempurna. Tapi hati ini tetap saja memandam rasa. Kadang pula malu untuk mengungkapkannya. &lt;br /&gt;Yah, cinta… Ia hadir tanpa disadari. Ia merupakan anugerah dari Ilahi. Dan rasa cinta pasti ada pada tiap diri manusia. Karenanya mencintai dan dicintai adalah bagian yang tak terpisahkan. Ibarat kopi dengan gula. Begitulah seharusnya, mencintai dan dicintai dua kata yang saling melengkapi. Mecintai seseorang menjadikan keindahan tersendiri dalam hidup kita. Wajar bila kita mengharapkan balasan hingga kita ingin di cintainya. &lt;br /&gt;Saudaraku tercinta…&lt;br /&gt;Wajar saja kalau kita punya rasa cinta, hingga rasa cinta itu kian menggelora. Dalam ayat-Nya Allah pun berfirman:&lt;span style="font-style:italic;"&gt; “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diinginkan, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah lading. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (Surga).” (Ali ‘Imran: 14)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Maka dari itulah manusia di beri-Nya kelebihan dibanding dengan makhluk Allah yang lain. Kelebihan itulah yang membuat kita mempunyai rasa cinta dan kasih sayang. Cinta yang memang kadang kita salah menempatkannya. Atau kasih sayang yang terkadang terlalu berlebihan. Sehingga kita ingin sekali untuk memiliki apa yang kita cintai dan harus bisa meraihnya? &lt;br /&gt;Tapi saudaraku… bagaimana jika dia-nya yang kita damba selama ini, yang kita cintai dan kita kagumi ternyata akan menjadi milik orang lain? Hancurlah hati kita. Seakan kita tidak dan tak akan pernah rela dia-nya menikah dengan orang lain. Kita cuma bisa memandangi undangan pernikahan yang kita terima. Kadang juga kita menyalahkan Allah Tuhan kita, “Ya Allah kenapa Engkau tidak mempertemukanku dengannya?” &lt;br /&gt;Seribu bahasa, seribu tanya boleh kita gunakan untuk mengadu kepada-Nya. Bahkan seribu air mata pun boleh kita kucurkan disetiap sujud kehadirat-Nya, kenapa Allah tidak mempertemukan dengan orang yang kita cinta. Karena Allah selalu mendengar tiap keluh dan kesah hamba-hamba-Nya. &lt;br /&gt;Saudaraku, cinta memang bisa membuat kita bahagia, hingga dunia menjadi begitu indah nan mempesona. Tapi cinta juga bisa membuat kita menangis dan menderita. Seakan kita ingin segera mengakhiri hidup ini. Karena itu saudaraku…&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ketika cinta membuatmu menangis…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Belajarlah ikhlas, melepaskan yang kita cintai menjadi milik orang lain. Meski kita menderita dan tak pernah rela. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ketika cinta membuatmu menangis…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bertanyalah pada diri sendiri. Apakah dia-nya yang selama ini kita damba bisa membahagiakan kita kelak dalam membangun rumah tangga? Apakah dia-nya yang selama ini kita cinta juga akan membalas cinta kita kepadanya dengan setulusnya? &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ketika cinta membuatmu menangis…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Maka tersenyumlah. Hapuslah airmatamu. Tataplah ke depan. Di depan sana ada cinta seseorang yang akan menyambut cintamu. Cinta suci yang akan membahagiakanmu, yang tak pernah terukur oleh jarak dan waktu. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6819922398516650042-162367454061692487?l=smartcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartcerdas.blogspot.com/feeds/162367454061692487/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2012/02/ketika-cinta-membuatmu-menangis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/162367454061692487'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/162367454061692487'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2012/02/ketika-cinta-membuatmu-menangis.html' title='Ketika Cinta Membuatmu Menangis'/><author><name>Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03589176621357999187</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-QA_JfNsAl34/TWi5gsV1D1I/AAAAAAAAAVc/lUCawG3zKbc/s220/P1210222.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/--7yo04X0CNY/T0WuR0-QAsI/AAAAAAAAAeo/dZQkZJwpmEI/s72-c/ilustrasi-love-air.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6819922398516650042.post-5926551416236956579</id><published>2012-02-10T18:06:00.000-08:00</published><updated>2012-02-13T04:47:49.649-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Edukasi'/><title type='text'>Modul dan Tutorial</title><content type='html'>&lt;span class=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;MODUL KKPI (KETERAMPILAN KOMPUTER DAN PENGELOLAAN INFORMASI)&lt;br /&gt;KELAS X,XI,XII&lt;br /&gt;&lt;a href="http://dl.dropbox.com/u/320852/kkpi/01.%20Modul%201%20-%20Mengetik%2010%20Jari.pdf"&gt;1. Modul 1. Mengetik 10 jari&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://dl.dropbox.com/u/320852/kkpi/02.%20Modul%202%20-%20Mengidentifikasi%20Komputer.pdf"&gt;2. Modul 2. Mengidentifkasi Komputer&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://dl.dropbox.com/u/320852/kkpi/02.%20Modul%202%20-%20Mengidentifikasi%20Komputer.pdf"&gt;3. Modul 3. Perifheral&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://dl.dropbox.com/u/320852/kkpi/04.%20Modul%204-Pengolah%20Kata.pdf"&gt;4. Modul 4. Program Pengolah Kata&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://dl.dropbox.com/u/320852/kkpi/05.%20Modul%205%20-%20Lembar-Sebar-Spreadsheet.pdf"&gt;5. Modul 5. Lembar-Sebar-Spreadsheet (excel)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://dl.dropbox.com/u/320852/kkpi/06.%20Modul%206%20-%20Presentasi.pdf"&gt;6. Modul6. Program Prestentasi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://dl.dropbox.com/u/320852/kkpi/07.%20Modul%207%20-%20Basis%20Data.pdf"&gt;7. Modul 7. Sistem Basis Data&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://dl.dropbox.com/u/320852/kkpi/10.%20Access.pdf"&gt;8. Modul 8. Microsoft Access-Pengolah Database&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://dl.dropbox.com/u/320852/kkpi/08.%20Modul%208%20-%20Koneksi%20Internet.pdf"&gt;9. Modul 9. Koneksi Internet (web design)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://dl.dropbox.com/u/320852/kkpi/09.%20Modul%209%20-%20Pengelolaan%20Informasi.pdf"&gt;10.Mdoul 10. Pengelolaan Informasi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/18574918/MODULKKPIXSmstergenap.doc.html"&gt;11. Modul 11. KKPI Kelas X Semester Genap&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/18574960/MODULKKPIXIISmstergenap.doc.html"&gt;12. Modul 12. KKPI Kelas XII Semester Genap&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MODUL MULOK KELAS X,XI&lt;br /&gt;&lt;a href="http://downloads.ziddu.com/downloadfile/18575070/Tutorialuleadvideostudio11.pdf.html"&gt;1. Modul 1. Ulead Video Studio 11&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://downloads.ziddu.com/downloadfile/18575185/TUTORIALDASARCORELDRAWX4DASAR.pdf.html"&gt;2. Modul 2. CorelDraw X4 Dasar&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://downloads.ziddu.com/downloadfile/18575124/ModulCorelDRAWX4.pdf.html"&gt;3. Modul 3. Pembelajaran CorelDraw X4&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://downloads.ziddu.com/downloadfile/18575027/MODUL-PSOPC3.pdf.html"&gt;4. Modul 4. Adobe Photoshop CS3&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6819922398516650042-5926551416236956579?l=smartcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartcerdas.blogspot.com/feeds/5926551416236956579/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2012/02/modul-dan-tutorial.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/5926551416236956579'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/5926551416236956579'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2012/02/modul-dan-tutorial.html' title='Modul dan Tutorial'/><author><name>Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03589176621357999187</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-QA_JfNsAl34/TWi5gsV1D1I/AAAAAAAAAVc/lUCawG3zKbc/s220/P1210222.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6819922398516650042.post-28738058870818978</id><published>2012-01-18T18:25:00.002-08:00</published><updated>2012-03-02T21:11:54.369-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Coretan'/><title type='text'>Karena Hanya Bunda yang Mau Mengerti</title><content type='html'>&lt;span class=”fullpost”&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Siang&lt;/span&gt;, kala hujan rintik-rintik, ku mencoba menembus setetes demi setetes air hujan yang turun ke bumi. Tak begitu lama hujan pun bertambah lebat, hingga membuatku harus memakai jas hujan. Saking lebatnya, aku mencoba untuk berhati-hati mengendarai kuda besiku, karena aku tak melihat jalan 50 meter ke depan. Tak hanya itu celana dan sepatuku pun kian mulai membasah. Kupaksakan untuk terus melaju menerjang tiap terpaan hujan yang kian cepat melaju ke bumi.&lt;br /&gt;Sekitar dua puluh menit perjalanan dari sekolah, akhirnya sampai juga aku di gubuk tercinta. Gubuk mungil yang memberiku banyak arti. Gubuk yang telah memberiku perlindungan dari sengatan panas dan derai hujan selama 18 tahun. Hingga kala diperantauan aku pun selalu mengingatinya. Mengenang semua cerita yang telah ku ukir bersama dengan orang-orang yang ada di dalamnya. Rumahku Syurgaku. Yah itulah julukan yang ingin aku berikan untuk gubuk itu. Meski mungil, bagiku gubuk itulah yang paling indah dibanding jutaan rumah yang ada di bumi ini. Betapa tidak, dari situlah saya menemukan kehidupan, cinta dan kasih sayang. Sebuah cinta yang tak ternilai harganya dan kasih sayang yang takkan pernah bisa terbalaskan. &lt;br /&gt;Setelah melepas jas hujan dan melapas sepatu, terlihat perempuan yang sudah cukup tua menghampiriku. Ia-nya mencoba merapikan dan melihat kamarku yang terlihat bocor, karena derasnya hujan. Kemudian ia menawariku makan. Aku pun bergegas mengambil piring dan nasi. Tiba-tiba mata ini pun berkaca-kaca kala melihat di meja makan ada lauk kesukaanku. Aku pun duduk dikursi menikmati makanan, sembari menyeka air mata yang mulai menetes. Dan perempuan itu pun menemaniku sambil menceritakan semua keadaan hari ini. Dengan nadanya yang lirih, ia bilang, “sesudah makan nanti langsung mandi dan tidur, biar badan terasa enak.” Aku pun kembali menyeka air mata ini. Perempuan itu benar-benar mengerti keadaanku, yang memang lelah, dan ingin segera istirahat. &lt;br /&gt;Yah, perempuan itu adalah ibuku. Karena hanya dialah yang bisa memahamiku. Ia-nya yang sering memasak, masakan kesukaanku kala aku di rumah. Meski aku seringkali mencaci dan memaki, kenapa makanannya hanya itu-itu saja. Ia-nya juga yang selalu sabar merawatku kala aku sakit, meski ketika aku sehat aku sering menyusahkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena hanya bunda yang mau mengerti….&lt;br /&gt;Ia yang selalu mendengar tiap ceritaku dan memahami tiap apa yang menjadi harapanku. Kadang ia yang selalu bangun disepertiga malam untuk mendoakanku, mendoakan saudara-saudaraku dan untuk keluargaku, meski aku jarang sekali mendoakan kebaikannya.&lt;br /&gt;Karena hanya bunda yang mau mengerti….&lt;br /&gt;Ia yang menitikkan air mata kala melepas kepergianku menuju kota perantauan. Ia-nya yang selalu merisaukan keadaanku, kala aku jarang pulang. Tapi tak jarang aku melupakannya, kala aku jauh darinya.&lt;br /&gt;Karena hanya bunda yang mau mengerti….&lt;br /&gt;Ia yang selalu mengingatiku untuk sholat kala aku disibukkan dengan tugas dan pekerjaan. Meski ia tak bisa baca tulis Al Qur’an, tapi ia ingin anak-anaknya menjadi anak yang shalih dan shalihah. &lt;br /&gt;Karena hanya bunda yang mau mengerti…&lt;br /&gt;Ia yang menerimaku apa adanya. Meski dari dulu sampai sekarang, masih saja aku menyusahkannya. Ia sama sekali tak mengeluh memiliki anak sepertiku. Bahkan ia selalu menyemangatiku untuk meraih apa yang aku cita-citakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-0On-jVsahD8/Txd_U0Z9y1I/AAAAAAAAAec/0HeqgtGJVrw/s1600/Emakku.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-0On-jVsahD8/Txd_U0Z9y1I/AAAAAAAAAec/0HeqgtGJVrw/s320/Emakku.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5699163849102314322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sesuatu hal yang ku pinta dari-Nya, Rabb penggenggam alam semesta…&lt;br /&gt;Semoga Dia selalu menyayanginya, kala sayangku tak bisa membuatnya tersenyum. &lt;br /&gt;Semoga Dia senantiasa memberikan cinta kepadanya, kala cintaku tak bisa membuatnya bahagia.&lt;br /&gt;Semoga Dia selalu menjaganya, kala aku jauh darinya hingga tak bisa membuatku tuk sering bersua.&lt;br /&gt;Semoga Dia selalu memberikan yang terbaik, atas semua pengorbanan ia lakukan untukku dan untuk keluargaku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6819922398516650042-28738058870818978?l=smartcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartcerdas.blogspot.com/feeds/28738058870818978/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2012/01/karena-hanya-bunda-yang-mau-mengerti.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/28738058870818978'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/28738058870818978'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2012/01/karena-hanya-bunda-yang-mau-mengerti.html' title='Karena Hanya Bunda yang Mau Mengerti'/><author><name>Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03589176621357999187</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-QA_JfNsAl34/TWi5gsV1D1I/AAAAAAAAAVc/lUCawG3zKbc/s220/P1210222.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-0On-jVsahD8/Txd_U0Z9y1I/AAAAAAAAAec/0HeqgtGJVrw/s72-c/Emakku.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6819922398516650042.post-4452979544877254501</id><published>2011-12-25T19:47:00.001-08:00</published><updated>2011-12-25T19:58:02.566-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Siroh'/><title type='text'>Kisah Cinta Khadijah dengan Rasulullah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-o3s4-RPFPHw/TvfunVcvqiI/AAAAAAAAAds/yS3LDc7ycOI/s1600/23486_1128676277412_1842374320_248603_2853206_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-o3s4-RPFPHw/TvfunVcvqiI/AAAAAAAAAds/yS3LDc7ycOI/s320/23486_1128676277412_1842374320_248603_2853206_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5690279013745928738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Makkah&lt;/span&gt;, sekitar 595 M. Suatu hari di tahun itu, perempuan bangsawan, kaya raya, cantik dan tekenal cerdas serta tegas duduk mendengarkan laporan seorang anak muda tentang perjalanan dan transaksi perdagangan yang dilakukannya di Syam (sebutan yang diberikan bagi kawasan yang membentang dari pegunungan Taurus, di sebelah utara, sampai ke Sinai, di sebelah selatan dan antara Laut Putih di sebelah barat dan hulu Sungai Eufrat dan Padang Pasir Arab di sebelah timur). Ternyata, transaksi itu sangat menguntungkan, karena anak muda itu dapat menjual barang dagangan yang dibawanya hampir dua kali lipat dari harga yang dibayarkan. Namun, bukan laporan itu yang memikat perempuan yang anggun nan cantik yang berusia sekitar 40 tahun itu. Entah mengapa perhatiannya kali ini lebih banyak tak terkendali dan kemudian terpusat pada anak muda itu sendiri. Bukan pada laporan yang dikemukakannya. &lt;br /&gt;Anak muda yang berusia sekitar 25 tahun itu memiliki sosok tubuh sedang, ramping, dengan bentuk kepala besar, punggung lebar, dan anggota tubuhnya yang sangat serasi. Kulitnya cerah, tidak teralalu putih dan tidak cokelat. Rambut dan janggut lebat dan hitam, tidak lurus dan tidak terlampau ikal. Rambutnya mencapai pertengahan antara daun telinga dan punggungnya. Panjang janggutnya serasi. Sementara dahinya lebar, matanya berbentuk oval lebar, dan alis matanya yang lebat tampak melengkung tetapi tidak bertaut. Walaupun janggutnya dibiarkan tumbuh, ketampanannya senantiasa berpendar. Yang menambah ketampanan alamiahnya adalah cahaya yang memancar di wajahnya dan pendar cahaya itu terutama tampak dahinya yang lebar dan matanya yang bening. &lt;br /&gt;Perempuan yang kelak mendapat gelar agung “Ibunda Pertama Orang-orang Beriman” itu benar-benar terpesona dan terpikat dengan anak muda itu. Menyadari dirinya masih cantik, tetapi 15 tahun lebih tua ketimbang anak muda itu, tiba-tiba membersit dalam benaknya “ide berani” : maukah anak muda itu menikah dengannya? Memang dia sudah banyak mengenal kehidupan, juga sudah mengenal pelbagai tipe pria. Dia pun telah melintas dua kali perkawinan dengan dua pria dari kalangan bangsawan. Dia juga sudah banyak memberi upah kepada sejumlah orang tua dan anak muda yang membawa barang dagangannya. Tapi, dalam hidupnya, dia belum pernah melihat atau mengenal pria yang sungguh istimewa seperti anak muda yang satu itu. &lt;br /&gt;Begitu anak muda itu memohon diri dan berlalu, hati perempuan nan cantik dan berkepribadian sangat matang itu sangat resah dan gelisah. Bayang-bayang anak muda nan tampan, santun, ramah dan berakhlak  mulia itu benar-benar “menyergap” dan menggelayuti benaknya. Dia pun tenggelam dalam pikirannya, membayangkan kembali nada-nada suara anak muda yang menggemakan kejujuran, keramahan, kesantunan dan ketegasan itu ketika menceritakan perjalanannya ke Syam. Dia tenggelam dalam perasaannya membayangkan kembali seraut wajah anak muda yang memancarkan keagungan dan kemudaan itu. Tiba-tiba, dia merasakan suara hatinya berputar-putar mengitari ruangan tempat dia bertemu dengan anak muda tersebut. Seketika hatinya bergetar dan tubuhnya gemetar. Dia kemudian bertanya kepada dirinya sendiri “Duh, mengapa hatiku bergetar dan tubuhku gemetar, sedangkan masa mudaku hampir atau malah sudah berlalu.”&lt;br /&gt;Apa yang sesungguhnya sedang terjadi?&lt;br /&gt;Ketika merasa telah menemukan jawabannya, perempuan anggun nan bangsawan itu tiba-tiba tertegun dan tercenung. Benar-benar bingung dan limbung. Dia tidak tahu bagaimana menghadapi dunia dengan membawa perasaan seperti itu. selepas sedemikian lama dia menutup hatinya dan telepas dari kehidupan pria. Dia pun tidak mengerti, bagaimana dia harus menghadapi keluarganya, selepas menolak lamaran para tokoh dan para hartawan terpandang dan terkemuka di kota kelahirannya. Tapi, mengapa pula pula dia sibuk memikirkan tanggapan kaumnya, sebelum mengetahui tanggapan anak muda itu tentang dirinya. Apakah anak muda itu akan menaruh hati kepada seorang perempuan berusia 40 tahun dan berstatus janda? &lt;br /&gt;Perempuan yang mendapat gelar Putri Quraisy (Amirah Quraisy) itupun merasa diterpa perasaan sangat malu. Dalam usianya yang telah cukup lanjut, jika dibandingkan dengan anak muda itu, tentu dia lebih layak menjadi ibunda bagi anak muda itu. Malah, seandainya ibunda anak muda itu masih hidup pun, usianya tentu belum melintasi empat puluh tahun perjalanan hidup anak manusia. Selain itu, dirinya saat itu adalah seorang Ibunda. Suami pertamanya memberinya seorang putrid yang hampir tiba saatnya memasuki mahligai perkawinan. Sementara suami keduanya telah memberinya seorang putra, seorang bocah yang masih kecil. &lt;br /&gt;Akhirnya, tak kuasa menanggung beban gelagak hati dan pikiran yang sangat berat dan menggelisahkan hati itu, dia pun mengundang sahabat karibnya yang bernama Nafisah binti Munabbih, untuk melepaskan beban yang hampir kuasa ditanggungnya itu. Ketika sang sahabat datang menemuinya, dia pun segera melontarkan gejolak dan gelagak hati dan pikirannya yang galau dan risau itu kepada sang sahabat. Setelah lama berbincang dan bertukar pikiran, akhirnya sang sahabat menawarkan diri untuk mendekati anak muda itu, dan jika perlu, mengatur pernikahan mereka berdua. &lt;br /&gt;Tak lama selepas meninggalkan rumah megah perempuan anggun nan bangsawan yang sedang diterpa “penyakit cinta” itu, Nafisah pun dengan bergegas segera datang kepada anak muda yang membuat galau dan risau sahabatnya itu. selepas bebagi sapa sejenak dengan anak muda nan tampan, santun, ramah dan berakhlak mulia tersebut, Nafisah kemudian “menyergap”-nya dengan sederet pertanyaan: apa sebabnya hingga saat itu dia belum juga berkeluarga; mengapa menghabiskan masa mudanya begitu saja; mengapa tidak menentramkan hati di samping seorang isteri yang menyayanginya dan meniadakan kesepian serta dapat menghiburnya?&lt;br /&gt;Mendengar sederet pertanyaan yang mengusik hatinya itu, anak muda yatim dan tak pernah mengenal wajah ayahnya semenjak lahir itu hampir tak kuasa menahan air matanya yang hampir tumpah. Seketiak dia teringat akan kesepian dan keperihan hidup yang dideritanya semenjak ditinggal wafat ibundanya sebagai bocah berusia enam tahunan. Dia pun memaksa dirinya untuk tersenyum seraya menjawab, “Aku belum menemukan siapa yang akan menjadi teman hidupku.”&lt;br /&gt; Seketika itu juga Nafisah binti Munabbih, “menyergap”-nya dengan jawaban, “Bagaimana kalau engkau ditawari seseorang yang memiliki harta, kecantikan, kemuliaan, dan kebangsawanan? Apakah engkau masih juga tidak menaruh perhatian?”&lt;br /&gt;Pertanyaan Nafisah sangat menyentuh hati anak muda itu yang tak lain adalah Muhammad bin ‘Abdullah yang kala itu belum lagi diangkat sebagai utusan Allah. Seketika itu pula dia mengerti, siapa yang dimaksudkan Nafisah. Dialah Khadijah binti Khuwailid. Siapa lagi, di kota Makkah kala itu, yang dapat menandingi Khadijah binti Khuwailid dalam hal kemuliaan, kebangsawanan dan kecantikan? Ya, andaikata benar yang ditawarkan Nafisah adalah Khadijah, tentu saja dia mau. Tapi, apakah memang Khadijah yang dimaksudkan Nafisah? &lt;br /&gt;“Bagaimana aku dapat menikahinya?” Tanya anak muda itu dengan perasaan ragu dan galau. &lt;br /&gt;“Serahkan hal itu kepadaku!” jawab Nafisah binti Munabbih lega dan gembira, karena anak muda itu tak menolak calon isteri yang ditawarkan kepadanya.&lt;br /&gt;Nafisah binti Munabbih segera memohon diri. Dia meninggalkan anak muda itu hanyut dalam lamunan, membayangkan kelemahlembutan Khadijah. Terbayang di pelupuk mata dan dalam pikirannya, masa depan nan indah penuh kemesraan dan kasih sayang. Tapi, dia segera menghentikan angan-angannya, agar tidak mengkhayal terlalu jauh. Sebab, dirinya tahu, Khadijah pernah beberapa kali menolak lamaran orang-orang Quraisy terkemuka dan terpandang. Untuk menenangkan diri, dia segera pergi menuju Ka’bah seraya berusaha mencoba bersikap realistis. &lt;br /&gt;Pada saat yang sama Nafisah segera menapakkan kaki menuju rumah Khadijah binti Khuwailid. Betapa gembira hati Khadijah selepas mendengarkan hasil perbincangan sahabatnya itu dengan anak muda itu. Khadijah kemudian meminta Nafisah memanggil anak muda itu agar datang kepadanya. Setalah dia datang, Khadijah pun berkata kepadanya, “Wahai putra pamanku! Aku mencintaimu karena kebaikanmu kepadaku. Juga, karena engkau senantiasa terlibat dalam segala urusan di tengah masyarakat dengan sikap nan bijak. Aku menyukaimu karena engkau dapat diandalkan, juga karena keluhuran akhlak dan kejujuran perkataanmu. &lt;br /&gt;Kemudian perempuan nan bersih dan suci (al-Thahirah) yang menurut beberapa sumber, lahir di Makkah sekitar 565 M dan putri pasangan suami-istri Khuwailid bin Asad bin ‘Abdul ‘Uzza bin Qushai dan Fatimah binti Zaidah bin Al ‘Asham dari Bani ‘Amir bin Lu’ayyi bin Ghalib itu menawarkan dirinya untuk dinikahi. Mereka pun sepakat agar masing-masing berbicara kepada pamannya. Khadijah berbicara kepada pamannya, ‘Amr bin Asad, karena Ayahandanya, Khuwailid bin Asad, berpulang menjelang peristiwa Perang Fijar. Pada kesempatan tersebut, Hamzah bin ‘Abdul Muththalibah, didampingi Abu Thalib bin ‘Abdul Muththalib dan beberapa orang lainnya, yang diutus Bani Hasyim untuk mewakili mereka. Meskipun relatif masih muda, Hamzah adalah yang paling dekat hubungannya dengan Bani Asad, karena saudara perempuan kandungnya, Shafiyyah binti ‘Abdul Muththalib, menikah dengan saudara lelaki Khadijah, Al-‘Awwam bin Khuwailid (suami keduanya). Maka, Hamzah membawa keponakannya menemui ‘Amr bin Asad dan melamar Khadijah. &lt;br /&gt;Kesepakatan dicapai di antara mereka bahwa Muhammad harus memberinya mahar dua puluh ekor unta betina. Dan, kemudian dilaksanakan pernikahan antara Muhammad bin ‘Abdullah dan Khadijah binti Khuwailid bin Asad yang berasal dari klan Bani Hasyim dari Suku Bani Asad. Dengan kata lain, diantara istri-istri beliau, Khadijah inilah yang paling dekat garis keturunannya dengan beliau.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Itulah kisah pertemuan dan perkawinan Rasulullah Saw. dan Istri teladan beliau, Khadijah. Pernikahan agung antara kedua manusia teladan itu, ternyata, kemudian tetap berlangsung hingga sang istri teladan itu wafat di usia sekitar 65 tahun. Selama sekitar 25 tahun itu, kehidupan suami-istri itu berlangsung penuh keserasian dan kebahagiaan. Semua putra-putri Rasulullah saw, adalah hasil pernikahan beliau dengan Khadijah, kecuali Ibrahim. Lima belas tahun selepas pernikahan beliau dengan Khadijah, beliau diangkat sebagai Rasul. Selama mendampingi beliau, peran istri teladan beliau ini sangat besar dalam upaya sang suami untuk menyeru dan mengajak umat manusia ke pangkuan agama tauhid dan meninggalkan agama berhala dan adat istiadat jahiliyah. Dengan penuh kesabaran, ketabahan dan ketegaran dia mendampingi sang suami tercinta di awal perjuangan berat menyebarkan Islam. Sebagai istri Rasulullah saw, dia banyak mengalami nestapa dan derita. Namun, dia tetap tabah dan setia. Dia tetap mendampingi sang suami tercinta ketika kaum musyrik Quraisy memboikot dan mengusir keluarga Bani Hasyim yang bersikeras menyebarkan Islam. Tak aneh jika beliau sangat kehilangan Ibunda Pertama Orang-orang beriman itu berpulang pada 10 atau 11 Ramadhan tahun ke 10 kenabian, di usia ke 65 tahun karena sakit demam. Ketika memakamkannya beliau meletakkan sendiri ke dalam liang lahad. Dan, tentang istrinya yang member beliau enam putra-putri: Al Qasim, ‘Abdullah, Zainab, Ruqayyah, Ummu Kultsum, dan Fatimah Az Zahra ini, sepeninggal Khadijah beliau memujinya, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Allah tidaklah menganugerahkan kepadaku seorang istri sebagai pengganti yang lebih baik daripada Khadijah. Dia beriman kepadaku ketika semua orang mengingkari kenabianku. Dia membenarkanku ketika semua orang mendustakanku. Dia mengorbankan hartanya ketika semua orang berupaya mempertahankannya. Dan, dari rahimnya Allah menganugerahkan anak-anak bagiku, bukan dari perempuan-perempuan lain."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terinspirasi dari sebuah buku: &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-_rihBkryeeY/TvfvBIdX1aI/AAAAAAAAAd4/M0zS1xq8J2g/s1600/Cover_MIZANIA_Rumah_Cinta_Rasullah.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 127px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-_rihBkryeeY/TvfvBIdX1aI/AAAAAAAAAd4/M0zS1xq8J2g/s200/Cover_MIZANIA_Rumah_Cinta_Rasullah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5690279456935499170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Rumah Cinta Rasulullah&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kisah-kisah Indah Seputar Kehidupan &lt;br /&gt;Rumah Tangga Rasulullah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Karya; ust. Ahmad Rofi' Usmani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Download Nasyid Inspirasi artikel ini:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/mp3/4E0EVtwS/Siti_Khadijah.html"&gt;Siti Khadijah _ Inteam&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6819922398516650042-4452979544877254501?l=smartcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartcerdas.blogspot.com/feeds/4452979544877254501/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2011/12/kisah-cinta-khadijah-dengan-rasulullah.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/4452979544877254501'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/4452979544877254501'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2011/12/kisah-cinta-khadijah-dengan-rasulullah.html' title='Kisah Cinta Khadijah dengan Rasulullah'/><author><name>Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03589176621357999187</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-QA_JfNsAl34/TWi5gsV1D1I/AAAAAAAAAVc/lUCawG3zKbc/s220/P1210222.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-o3s4-RPFPHw/TvfunVcvqiI/AAAAAAAAAds/yS3LDc7ycOI/s72-c/23486_1128676277412_1842374320_248603_2853206_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6819922398516650042.post-8343977470056021097</id><published>2011-12-19T04:32:00.000-08:00</published><updated>2012-02-10T22:24:46.857-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Coretan'/><title type='text'>Seperti Sang Pelangi Selepas Gerimis</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-zkcbGvnsIic/Tu8w8y06lrI/AAAAAAAAAdU/gL7uYPUAgOw/s1600/IMG_0268.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-zkcbGvnsIic/Tu8w8y06lrI/AAAAAAAAAdU/gL7uYPUAgOw/s320/IMG_0268.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5687818675386226354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di tengah gelapnya awan, ku berjalan menuju suatu tempat yang sudah kita janjikan. Tempat untuk bertemu, menyiram kembali nuansa ukhuwah kita yang mulai mengering. Di gubuk bambu, diantara persawahan itulah kita bersua, setelah beberapa hari kita dipisahkan oleh ruang dan waktu. Sudah setahun lebih silaturahim rutin ini kita agendakan untuk menyuburkan jiwa-jiwa kita yang hampa.&lt;br /&gt;Dan hujan pun akhirnya menemani cerita kita hari ini. Tapi kawan,… ada hal yang membuatku rindu. Rindu dengan orang-orang yang pernah bersama kita untuk bercerita. Kini mereka telah jauh dari kita. Tapi, Semoga mereka juga merindukan saat-saat bersama. Disaat polosnya kita. Disaat kita mulai menanam benih-benih ukhuwah. Yah, sudah 6 tahun ukhuwah ini kita bina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Seperti sang pelangi selepas gerimis,…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Indah warna karena berbeda. Bayangkan…. Andai pelangi warnanya sama. Merah saja, atau kuning saja, tentu bukan pelangi namanya. Tapi pelangi tersusun dari berbagai warna. Ada merah, kuning, hijau,… dan itulah ukhuwah kita. Seperti bunga-bunga di taman, indah dipandang mata. Siapa yang tak suka? Warna-warna bunga yang beraneka membuat kita senang menikmatinya. Sekali lagi itulah ukhuwah kita.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;Seperti sang pelangi selepas gerimis…&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Pelangi ada bukan saat mentari bersinar cerah. Bukan pula saat malam yang berhias rembulan dan bintang. Tapi sang pelangi hadir selepas gerimis. Setelah hujan membasahi bumi yang nampak gersang, mengalirkan air yang mulai mengering, menyirami tumbuh-tumbuhan yang nampak layu. Demikian pula dengan ukhuwah kita. Ia-nya menyuburkan jiwa-jiwa yang hampa akan cinta. Cinta saudara karena agama. Hingga kita sering mengungkapkan “ukhibukum fillah, cinta kepadamu karena Allah”. Tanpa cinta karena-Nya, tak mungkin kita saling berbagi. Tak mungkin tergerak untuk silaturahim. Sekali lagi, semuanya didasari karena kita bersaudara dalam agama. Seperti Firman-Nya “setiap muslim adalah bersaudara”. Karena hidup perlu kan cinta. Agar kita senantiasa menikmati kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Seperti sang pelangi selepas gerimis…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Selalu di rindu kehadirannya. Begitu dengan cinta kita, ia menjadi berharga bila ia sudah tiada. Hingga membuat kita rindu akan kehangatan cinta. Rindu akan indahnya ukhuwah kita. &lt;br /&gt;Seperti saat ini, rindu ini terus menyapa. Rindu kebersamaan dengan kalian. Rindu menikamati lagi canda dan tawa bersama. Ku berharap kalian demikian juga. Mari kita berdoa, agar kelak kita bersua lagi tuk menikmati ukhuwah kita, mencurahkan kasih sayang dan kerinduan yang ada di hati kita. &lt;br /&gt;Semoga,…&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Warna-warna cinta yang terlukis di hatimu&lt;br /&gt;Semat pada senyuman dan tangismu&lt;br /&gt;Agar mewarnai jiwamu yang tulus&lt;br /&gt;Seperti sang pelangi selepas gerimis…  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dalam naungan ukhuwah: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Wahyudi, Mas Iwan, Pak Agus Kapas, Agus Priyono, Esha Prabowo, Budi el Fajri, Mb. Putri, Mb.Miftah, Mb.Asri, Mb.Uyun, Listi, Nova Surya, Shin2 Dian Arshinta, Astu Marutu, Dzakiyah Ulfah,Dek Qois, Dek Rizki... dan yang akan lahir dikemudian hari...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6819922398516650042-8343977470056021097?l=smartcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartcerdas.blogspot.com/feeds/8343977470056021097/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2011/12/seperti-sang-pelangi-selepas-gerimis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/8343977470056021097'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/8343977470056021097'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2011/12/seperti-sang-pelangi-selepas-gerimis.html' title='Seperti Sang Pelangi Selepas Gerimis'/><author><name>Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03589176621357999187</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-QA_JfNsAl34/TWi5gsV1D1I/AAAAAAAAAVc/lUCawG3zKbc/s220/P1210222.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-zkcbGvnsIic/Tu8w8y06lrI/AAAAAAAAAdU/gL7uYPUAgOw/s72-c/IMG_0268.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6819922398516650042.post-6140833285196351234</id><published>2011-12-13T19:05:00.000-08:00</published><updated>2011-12-13T19:09:33.915-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Coretan'/><title type='text'>Hadirmu dalam Mimpi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-N4Diy0jZdLY/TugS2br_j7I/AAAAAAAAAdI/-y0j8jhEjOg/s1600/firwallb1024x768_002.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 242px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-N4Diy0jZdLY/TugS2br_j7I/AAAAAAAAAdI/-y0j8jhEjOg/s320/firwallb1024x768_002.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5685815255909765042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tak kusadari rasa itu selalu menghantui. &lt;br /&gt;Membisik hati yang ingin dicintai. &lt;br /&gt;Hanya sekilas pandangan, kala kita berjumpa. &lt;br /&gt;Bukan harta, bukan kedudukan, tapi santunmu memikat jiwaku yang hampa. &lt;br /&gt;Hanya ada do’a disana sebagai wujud harapan. &lt;br /&gt;Harapan yang menjadi obsesi untuk bisa mendapatkan apa yang manusia inginkan. &lt;br /&gt;Karena manusia hanya bisa berharap, dan Dia-lah yang berhak menentukan.&lt;br /&gt;…..&lt;br /&gt;Dan waktu pun terus berlalu. &lt;br /&gt;Kini kau semakin jauh dariku. &lt;br /&gt;Jauh, jauh dan jauh…. &lt;br /&gt;Hingga tak memungkinkan kita bertemu. &lt;br /&gt;Dan aku pun sempat mengadu, &lt;br /&gt;“Ya Allah kenapa Kau berikan rasa cinta itu padaku, jika Kau tak mempertemukannya denganku.” &lt;br /&gt;Lama kita tak bertemu, kau hadir lagi dalam mimpiku. &lt;br /&gt;Dalam mimpi itu, kita cuma saling memandang tanpa kata. &lt;br /&gt;Seakan ada kata yang sama-sama ingin kita ungkapkan. &lt;br /&gt;Dan kuberanikan diri untuk menanyakan kabarmu. &lt;br /&gt;Kau pun menjawab dengan senyummu.&lt;br /&gt;Senyum yang menghias wajahmu&lt;br /&gt;Tapi tak lama… &lt;br /&gt;kau berlalu dariku…&lt;br /&gt;Dan aku hanya bisa kembali mengadu…&lt;br /&gt;“Ya Allah kenapa Kau hadirkan dia dalam mimpiku…”&lt;br /&gt;…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota Berseri, saat ujian dalam penantian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Semoga uraian kata ini bisa menginspirasi saya, dan Anda sekalian. Ketika kita di uji dalam sebuah penantian. Menanti saat-saat terindah dalam hidup kita. Saya yakin, pasti ada cinta dalam hidup kita. Namun sebagaimana cinta yang saya rasakan, harus tertahan untuk menjaga kesucian cinta. Sampai suatu saat ketika kita dipertemukan dengan yang Allah pilihkan. Barulah kita bisa mengungkap cinta itu kepadanya. ‘Allahu’alam…&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6819922398516650042-6140833285196351234?l=smartcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartcerdas.blogspot.com/feeds/6140833285196351234/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2011/12/hadirmu-dalam-mimpi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/6140833285196351234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/6140833285196351234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2011/12/hadirmu-dalam-mimpi.html' title='Hadirmu dalam Mimpi'/><author><name>Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03589176621357999187</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-QA_JfNsAl34/TWi5gsV1D1I/AAAAAAAAAVc/lUCawG3zKbc/s220/P1210222.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-N4Diy0jZdLY/TugS2br_j7I/AAAAAAAAAdI/-y0j8jhEjOg/s72-c/firwallb1024x768_002.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6819922398516650042.post-1338215123000821527</id><published>2011-12-06T07:54:00.000-08:00</published><updated>2011-12-06T08:06:18.708-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Edukasi'/><title type='text'>Remidi Animasi Mulok XI TKJ</title><content type='html'>&lt;span class=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Untuk anak-anakku Kelas XI TKJ SMK Slamet Riyadi, yang nilainya belum memenuhi KKM Animasi Mulok (70),&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-Kre5RnHYQeQ/Tt47yeD6hlI/AAAAAAAAAcA/x8aTtBJup1s/s1600/DAFTAR%2BREMIDI.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 194px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-Kre5RnHYQeQ/Tt47yeD6hlI/AAAAAAAAAcA/x8aTtBJup1s/s320/DAFTAR%2BREMIDI.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5683045518037124690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Silahkan mengerjakan desain kaos seperti,gambar yang tertera di bawah melalui program CorelDraw, dan disimpan dalam bentuk (cdr.)/bukan JPEG. File dikumpulkan paling lambat hari Jum'at, 8 Desember 2011 pukul 12.00 WIB, Boleh via flasdisk atau CD. Terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silahkan desain kaos ini:&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-vrcWBnGTMo4/Tt483f366RI/AAAAAAAAAcM/uV0HUcyle6o/s1600/kaos%2Btkj%2Bslamet%2Briyadi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 272px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-vrcWBnGTMo4/Tt483f366RI/AAAAAAAAAcM/uV0HUcyle6o/s320/kaos%2Btkj%2Bslamet%2Briyadi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5683046703934662930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gemolong, 6 Desember 2011&lt;br /&gt;Guru Mata Pelajaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Wahyudi, A.Md.Kom&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6819922398516650042-1338215123000821527?l=smartcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartcerdas.blogspot.com/feeds/1338215123000821527/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2011/12/remidi-animasi-mulok-xi-tkj.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/1338215123000821527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/1338215123000821527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2011/12/remidi-animasi-mulok-xi-tkj.html' title='Remidi Animasi Mulok XI TKJ'/><author><name>Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03589176621357999187</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-QA_JfNsAl34/TWi5gsV1D1I/AAAAAAAAAVc/lUCawG3zKbc/s220/P1210222.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-Kre5RnHYQeQ/Tt47yeD6hlI/AAAAAAAAAcA/x8aTtBJup1s/s72-c/DAFTAR%2BREMIDI.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6819922398516650042.post-1085541405916315218</id><published>2011-11-25T17:15:00.000-08:00</published><updated>2011-12-06T08:06:41.420-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Memory'/><title type='text'>Senandung Rindu Ukhuwah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-5mdkgh7WoVE/TtBA_SIEP4I/AAAAAAAAAbo/6kWQyMxY2MQ/s1600/2573538-2-sunrise-dicky-beach1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 211px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-5mdkgh7WoVE/TtBA_SIEP4I/AAAAAAAAAbo/6kWQyMxY2MQ/s320/2573538-2-sunrise-dicky-beach1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5679110586055802754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Diawal kita bersua, mencoba untuk saling memahami&lt;br /&gt;Keping-keping di hati, terajut dengan indah&lt;br /&gt;Rasakan persaudaraan kita…&lt;br /&gt;(Sigma_senandung ukhuwah)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulihat malam ini… rembulan nampak sipit dikelilingi bintang berkedip. Tapi malam memang terlihat indah nan cerah, hingga kecerahannya sampai di hati. Apalagi, malam ini malam yang selalu ku nanti. Bertemu dengan orang-orang yang selalu menyemangati diri, dalam sebuah lingkaran kecil… Ku yakin suatu saat nanti dari lingkaran-lingkaran kecil inilah yang akan melingkari dunia. Kami bertemu kadang sepekan cuma sekali, hingga inilah yang selalu menempatkan kerinduan di hati. Rindu akan nasihat-nasihat persaudaraan dan keimanan. Rindu akan kehangatan kekeluargaan, meski kita tak ada hubungan darah sekalipun. &lt;br /&gt;Yah… lingkaran itu bernama “ukhuwah”. Kita bertemu karena-Nya. Karena mengharap ridho-Nya, seperti apa yang dititahkan sang teladan kita, Rasulullah Saw. “tidaklah sempurna iman seseorang hingga ia mampu mencintai saudaranya seperti ia mencintai akan dirinya sendiri.” &lt;br /&gt;Begitulah, karena dalam kebersamaan itu, kita kan bermesra menggapai asa dan cita-cita, mengukir cinta karena-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dan masa pun silih berganti, ukhuwah dan amanah tertunaikan&lt;br /&gt;Berpeluh suka dan duka, kita jalani bersama&lt;br /&gt;Semata-mata harapkan ridho-Nya.&lt;br /&gt;(sigma_senandung ukhuwah)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemesraan kita dalam lingkaran ini pun terus terbina. Tak saling menyalahkan, tapi saling menyempurnakan menuju cinta-Nya. Dan amanah pun mulai kita pikul bersama dalam membangun peradaban. Agenda demi agenda kita rancang bersama untuk lebih menguatkan ikatan kita dan kemesraan kita dengan saudara-saudara kita yang lain. &lt;br /&gt;Suatu hari, ditengah langit yang mendung, kita bersama pergi untuk rihlah. Barangkali tak sekedar rihlah, tapi berkunjung ke saudara kita yang sedang dikarunia amanah seorang putra. Deru hujan badai tak jadi persoalan. Tapi ukhuwah kitalah yang menguatkan niatan. Dalam mobil yang mungil, meski agak berdesakan, kita melaju. Di mobil itu kita saling bercerita, bercengkerama tentang ukhuwah kita. Tapi memang tak lama hujan menemani laju kita, hingga kita bisa kembali menikmati pemandangan di sepanjang jalan. Dan tibalah kita di rumah saudara kita. Meski cuaca membuat dingin badan kita, tapi pertemuan kita telah menghangatkan suasana. Seakan kita seperti keluarga. &lt;br /&gt;Yah, kita memang berkeluarga yang dilahirkan dari ikatan cinta. Ikatan yang tak bisa dibeli oleh kekayaan yang ada dimuka bumi. “dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang beriman) meskipun engkau membelanjakan semua (kekayaan) yang ada di muka bumi, niscaya engkau tidak dapat mempersatukannya, akan tetapi Allah-lah yang telah mempersatukan hati mereka.” (Al Anfal: 63)&lt;br /&gt;Dan waktu pun terus berlalu, amanah-amanah baru telah menanti kita. Amanah untuk membesarkan organisasi yang telah mempertemukan kita. &lt;br /&gt;Siang, malam, sepertinya tak membedakan kita untuk bekerja. Bekerja untuk turut menata batu bata peradaban dunia. Karena kita yakin semua punya peran di sana, dalam membangun batu bata itu. Seperti ikrar cinta kita: &lt;br /&gt;“jika ada seribu orang yang mencintaimu dijalan Allah, salah satunya adalah aku&lt;br /&gt;jika ada seratus orang yang mencintaimu dijalan Allah, salah satunya adalah aku&lt;br /&gt;jika ada sepuluh orang yang mencintaimu dijalan Allah, salah satunya adalah aku&lt;br /&gt;jika hanya ada satu orang yang mencintaimu dijalan Allah, maka itu adalah aku&lt;br /&gt;jika sudah tidak ada lagi orang yang mencintaimu dijalan Allah, maka saksikanlah aku sudah syahid menemuiNya…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah ikrar yang pernah terucap bersama. Ikrar ukhuwah diantara kita, yang tak semua orang mampu mengucapkannya. Hingga ikrar inilah yang menguatkan semangat kerja kita. Semuanya tak untuk kepentingan pribadi, tapi kemaslahatan bersama. Kadang kita harus menginap di markas dakwah agar semua program terkoordinasi dengan baik. Dan semua kerja terasa ringan, karena kita saling bantu membantu dan memahami. Canda dan tawa pun menghias nuansa ukhuwah kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sahabat tibalah masanya, bersua pasti ada berpisah&lt;br /&gt;Bila nanti kita, jauh berpisah&lt;br /&gt;Jadikan rabithah pengikatnya, jadikan doa ekspresi rindu&lt;br /&gt;Semoga kita bersua di surga…&lt;br /&gt;(Sigma_Senandung Ukhuwah) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menikmati kemesraan bersama di jalan ini, serasa dunia begitu indah. Ada senyum saudara pengobat luka. Ada do’a-do’a kebaikan yang saling bersautan. Ada janji yang menguatkan ikatan. &lt;br /&gt;Dan masa pun silih berganti. Beberapa diantara kita mulai pergi mengemban amanah yang berbeda. Sedih, berat… ketika harus melepaskannya. Tapi memang begitulah hakikatnya, “bertemu dan berpisah adalah kehendak-Nya”. Meski sekarang jarak dan waktu memisahkan kita, tapi kita di dekatkan dengan rabithah yang mengalun disetiap lingkaran kita. Doaku semoga kalian senantiasa dalam bimbingan, kasih sayang dan keridhoan-Nya. Aku rindu kebersamaan dengan kalian. Jika tak bisa ditemukan di dunia, semoga kita kan bersua di surga…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenang dalam hangatnya kebersamaan: &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Didik Hermawan, Agung SB., Ahmad Arif, Nendy, Aziz Mundarso, Warno, Arya, Mustakim, Prawidiono, Candra Yogianto.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-h_HSozB4DE0/TtA-tF-xsTI/AAAAAAAAAbc/2-qcHl1HMoA/s1600/DSCN2154.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-h_HSozB4DE0/TtA-tF-xsTI/AAAAAAAAAbc/2-qcHl1HMoA/s320/DSCN2154.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5679108074534711602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Download Nasyid Terkait:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/GW3NWMXD/SENANDUNG_UKHUWAH-SIGMA.html"&gt;SENANDUNG UKHUWAH - SIGMA&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6819922398516650042-1085541405916315218?l=smartcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartcerdas.blogspot.com/feeds/1085541405916315218/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2011/11/senandung-rindu-ukhuwah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/1085541405916315218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/1085541405916315218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2011/11/senandung-rindu-ukhuwah.html' title='Senandung Rindu Ukhuwah'/><author><name>Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03589176621357999187</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-QA_JfNsAl34/TWi5gsV1D1I/AAAAAAAAAVc/lUCawG3zKbc/s220/P1210222.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-5mdkgh7WoVE/TtBA_SIEP4I/AAAAAAAAAbo/6kWQyMxY2MQ/s72-c/2573538-2-sunrise-dicky-beach1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6819922398516650042.post-1270044592168554383</id><published>2011-11-11T17:20:00.000-08:00</published><updated>2011-11-11T17:25:13.725-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Siroh'/><title type='text'>Tidak Dikenal Di Bumi, Tapi Sangat Terkenal Di Langit</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-EdteBM3N7K8/Tr3K3PedWFI/AAAAAAAAAbQ/ZIHcxnwZimM/s1600/dzikir.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 306px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-EdteBM3N7K8/Tr3K3PedWFI/AAAAAAAAAbQ/ZIHcxnwZimM/s320/dzikir.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5673914155952592978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada masa Rasulullah Saw, di Yaman hidup pemuda miskin bernama Uwais al Qarni. Ia yatim dan tak punya sanak family kecuali ibunya yang telah renta, lumpuh, dan buta. Untuk mencukupi hidup sehari-hari, Uwais bekerja menggembala kambing. Bila ada tambahan rizki, ia gunakan untuk membantu tetangganya yang juga serba kekurangan. Meski sibuk bekerja dan merawat ibunya, ia selalu gigih beribadah, berpuasa di siang hari dan bermunajat di malam harinya. &lt;br /&gt;Uwais memeluk Islam pada awal negerinya mendengar seruan Muhammad. Banyak tetangganya, pergi ke Madinah untuk mendengarkan ajaran Rasulullah Saw secara langsung. Dan kembali dengan memperbarui rumah tangga mareka dengan cara Islami. &lt;br /&gt;Setiap melihat orang datang dari Madinah (Bertemu Rasulullah Saw), hati Uwais merasa sedih, karena rasa cinta dan rindu pada Rasulullah Saw yang belum pernah sekalipun ia jumpai. Tapi apa daya, ia tak punya cukup bekal kerena kemiskinannya, dan berat meninggalkan sang ibu yang telah renta. &lt;br /&gt;Kerinduan, membuat hasrat untuk bertemu tak dapat diredam. Akhirnya, pada suatu hari Uwais mengeluarkan isi hati dan memohon izin agar diperkenankan mengunjungi Rasulullah Saw kepada Ibunya. &lt;br /&gt;Sang ibu, yang terharu mendengar permohonan anaknya dan memaklumi perasaan Uwais akhirnya mengijinkan. Dengan gembira Uwais berkemas. Tak lupa ia menyiapkan keperluan ibunya serta berpesan kepada tetangganya agar dapat menemani ibunya selama ia pergi. &lt;br /&gt;Setibanya Uwais di Madinah, ia segera ke rumah Rasulullah Saw. Namun ternyata Rasulullah tidak berada di rumah tetapi berada di medan perang. &lt;br /&gt;Kecewa hati Uwais. Ingin sekali ia menunggu Rasulullah Saw. Tapi ia teringat pesan ibunya, agar segera pulang. Uwais pun pulang, dengan terlebih dulu menitipkan salam untuk Rasulullah Saw. &lt;br /&gt;Sepulang dari perang, Rasulullah Saw menanyakan perihal Uwais kepada Aisyah ra. Rasulullah berkata bahwa Uwais adalah anak yang taat kepada Ibunya. Ia tidak dikenal. &lt;br /&gt;Penduduk bumi tapi sangat dikenal penduduk langit. &lt;br /&gt;Rasulullah Saw bersabda kepada shahabat Ali ra dan Umar ra, “Ia mempunyai tanda putih di tengah telapak tangannya, apabila kalian bertemu dengannya, mintalah doa dan istighfarnya, dia adalah penghuni langit, bukan penghuni bumi.”&lt;br /&gt;Tahun terus berjalan, Rasulullah Saw wafat, hingga masa kekhalifahan Umar ra. Umar ra teringat sabda Rasulullah Saw tentang Uwais al Qarni, sang penghuni langit. Bersama Ali ra, ia pun mencarinya. Sewaktu bertemu dan bersalaman, Khalifah Umar membalikkan tangan Uwais, untuk membuktikan sabda Rasulullah Saw. Lalu khalifah Umar ra dan Ali ra memohon agar Uwais berkenan mendoakan mereka. Uwais enggan dan berkata, “Sayalah yang harus meminta doa kepada kalian”. Karena desakan kedua sahabat ini, Uwais akhirnya mengangkat kedua tangannya, berdoa dan membacakan istighfar. &lt;br /&gt;Khalifah Umar pun hendak menyumbangkan uang dari Baitul Mal kepada Uwais, untuk jaminan hidupnya, namun ditolak oleh Uwais, “Hamba mohon, hari ini saja saya diketahui orang. Selanjutnya biarlah saya yang fakir ini tidak diketahui orang lagi.”&lt;br /&gt;Beberapa waktu kemudian, tersiar kabar meninggalnya Uwais. Anehnya, banyak hal mengherankan di setiap proses menjelang pemakaman (Memandikan, mengkafani, menyolatkan, penggali kubur, pengusungan jenazah), hingga pemakamannya. Selalu ada orang-orang yang telah siap melaksanakan setiap prosesnya. Orang –luar biasa banyak- dan tak dikenal oleh para penduduk Yaman berebut mengurus jenazah dan pemakamannya, padahal Uwais adalah seorang fakir yang tak dihiraukan orang. Meninggalnya Uwais al Qarni menggemparkan masyarakat Yaman, hingga para penduduk saling bertanya-tanya, “Siapa sebenarnya engkau wahai Uwais al Qarni?”&lt;br /&gt;Agaknya mereka adalah para malaikat yang diturunkan ke bumi, untuk mengurus jenazah dan pemakamannya. Ia sangat mencintai Rasulullah Saw, meneladaninya, taat dan berbakti kepada sang Ibu, dan ahli sedekah meski kesempitan. Dialah, Uwais al Qarni. Tak dikenal di bumi tapi sangat terkenal di langit.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(Sumber: MajalaHadila)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6819922398516650042-1270044592168554383?l=smartcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartcerdas.blogspot.com/feeds/1270044592168554383/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2011/11/tidak-dikenal-di-bumi-tapi-sangat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/1270044592168554383'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/1270044592168554383'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2011/11/tidak-dikenal-di-bumi-tapi-sangat.html' title='Tidak Dikenal Di Bumi, Tapi Sangat Terkenal Di Langit'/><author><name>Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03589176621357999187</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-QA_JfNsAl34/TWi5gsV1D1I/AAAAAAAAAVc/lUCawG3zKbc/s220/P1210222.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-EdteBM3N7K8/Tr3K3PedWFI/AAAAAAAAAbQ/ZIHcxnwZimM/s72-c/dzikir.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6819922398516650042.post-1448114064633030396</id><published>2011-11-07T23:26:00.000-08:00</published><updated>2011-11-08T01:29:36.917-08:00</updated><title type='text'>Pernak-pernik Download</title><content type='html'>&lt;span class=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Assalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh...&lt;br /&gt;Silahkan bagi bapak/ibu/sdr/i, kakek-nenek, tua-muda, anak2 juga boleh mendownload artikel-artikel dibawah ini. Artikel-artikel tersebut kumpulan dari beberapa milist. Semoga kehadirannya bisa memberi manfaat untuk materi halaqah atau untuk materi kajian. Terima kasih kepada saudara/i saya yang sudah mengirimkan artikel-artikel ini. Semoga kian menambah amal kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR DOWNLOAD:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://downloads.ziddu.com/downloadfile/17220887/IbnulQayyim-KunciKebahagiaan.zip.html"&gt;Kunci-kunci Kebahagiaan-Ibnul Qayyim&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://downloads.ziddu.com/downloadfile/17220858/HimpunanRisalahHasanal-Bannaindo.pdf.html"&gt;Himpunan Risalah Hasan al Banna&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://downloads.ziddu.com/downloadfile/17220779/HaditsArbainAn-Nawawi1.CHM.html"&gt;Hadits Arba'in - Imam Nawawi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://downloads.ziddu.com/downloadfile/17220716/sejarahteksalquran.chm.html"&gt;Sejarah Teks Al Qur'an&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://downloads.ziddu.com/downloadfile/17220675/AlQuranRahasiaAngka2.chm.html"&gt;Al Qur'an dan Rahasia Angka&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://downloads.ziddu.com/downloadfile/17220663/Sirah_Nabawiyah_Mustafa_Sibaie.pdf.html"&gt;Sirah Nabawiyah - Mustafa Sibaie&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://downloads.ziddu.com/downloadfile/17220643/FiqhAl-Sirah1-MuhammadSaidRamadanAl-Buti.pdf.html"&gt;Fiqh - Muhammad Said Ramadan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://downloads.ziddu.com/downloadfile/17220593/NASIHATDIRI.doc.html"&gt;Nasihat Diri (sebuah Perenungan untuk ikhwah)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://downloads.ziddu.com/downloadfile/17220432/PESANAHLISURGA.docx.html"&gt;Pesan-pesan Ahli Surga&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://downloads.ziddu.com/downloadfile/17220400/KETIKAHALAQAHTAKLAGIDIRINDUI.docx.html"&gt;Ketika Halaqah Tak Lagi Dirindui&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://downloads.ziddu.com/downloadfile/17220358/SifatSholatNabi.chm.html"&gt;Sifat-sifat Shalat Nabi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://downloads.ziddu.com/downloadfile/17220294/KIATMENJADISUAMISHOLIH.doc.html"&gt;Kiat Menjadi Suami Shalih&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/17220276/74WASIATutkpemuda.doc.html"&gt;74 Wasiat untuk para kawula muda&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/17220252/2-SEANDAINYAQURANBISABERBICARA.pps.html"&gt;Seandainya Al Qur'an bisa Bicara&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/17220237/menyusunkebahagiaansendiri.doc.html"&gt;Menyusun Kebahagiaan Sendiri&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/ieV1lCD1/1001_KISAH_TELADAN.html"&gt;1001 Kisah Teladan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/PlwJF5yk/Bunga_Rampai_4.html"&gt;BUNGA RAMPAI KE 4&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/ZXu384Tb/Bunga_Rampai_5.html"&gt;BUNGA RAMPAI KE 5&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/ciNRE9kk/Bunga_Rampai_6.html"&gt;BUNGA RAMPAI KE 6&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/X3043qEa/Bunga_Rampai_7.html"&gt;BUNGA RAMPAI KE 7&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/ksOxQ9fn/Bunga_Rampai_8.html"&gt;BUNGA RAMPAI KE 8&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/document/Bm1GXlOU/CARA_KHITBAH_DALAM_ISLAM.html"&gt;Cara Khitbah dalam Islam&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/document/4rMQeTQd/Count_Our_Blessings_ast.html"&gt;Count Or Blessings - Kita manusia yang berbahagia&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/document/ZbWhv6Hx/Jika_ada_yang_bertanya.html"&gt;Jika Ada yang Bertanya&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/document/05NkyVIO/Kasih_ibu.html"&gt;Kasih Ibunda - Perenungan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/document/kAccECW5/KENIKMATAN_BERJAMAAH.html"&gt;Kenikmatan Berjamaah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/document/OgfPRuA9/MATEMATIKA_SHOLAT.html"&gt;Matematika Sholat&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/document/Syg2BEnz/u_re_my_friend.html"&gt;Ure My Friend - Jadilah Sahabat Sejati&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6819922398516650042-1448114064633030396?l=smartcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartcerdas.blogspot.com/feeds/1448114064633030396/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2011/11/pernak-pernik-download.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/1448114064633030396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/1448114064633030396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2011/11/pernak-pernik-download.html' title='Pernak-pernik Download'/><author><name>Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03589176621357999187</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-QA_JfNsAl34/TWi5gsV1D1I/AAAAAAAAAVc/lUCawG3zKbc/s220/P1210222.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6819922398516650042.post-2176444584776268351</id><published>2011-11-06T17:29:00.000-08:00</published><updated>2011-11-06T18:23:51.810-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Coretan'/><title type='text'>Biar Kukembalikan Cinta ini Kepada-Nya</title><content type='html'>&lt;span class=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Teruntukku, teruntukmu yang sedang jatuh hati…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Lautan kematian ombak&lt;br /&gt;Dengan pantai tiada terusik&lt;br /&gt;Begitu kasih hatiku sejak kehadiranmu&lt;br /&gt;Betapa aku hargai anugerah surga di dunia....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tak ku sadari bayangmu selalu hadir di hatiku. Kejernihan wajahmu seakan sempurna dari pandanganku. Kesederhanaanmu seakan mengejar kekayaan dunia. Dan ketakawaan dirimu bak permata yang selalu membisikan nuraniku. Kadang diriku bertanya, apakah aku sendang ‘jatuh cinta?’ &lt;br /&gt;Saat sendiri, kadang bayangmu selalu menghantui. Saat bertemu, hati ini tak bisa menipu. Dan ku ingin mengadu, ‘ya Allah kenapa aku jatuh hati?’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kuharap kau coba memahami&lt;br /&gt;Luahan hati ini yang ingin dicintai&lt;br /&gt;Kuharap kau dapat menghayati&lt;br /&gt;Sentuhan jiwa ini yang ingin disayangi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak tahu, apakah sama yang kau rasa. Seakan diri ini ingin segara menyapa ‘aku jatuh cinta’. Seakan ada harapan ku ingin kita berlayar mengarungi samudera dunia. Menyelamatkan cintaku yang sedang bersemayam di hati. Dan ku ingin kau bisa memahami.&lt;br /&gt;Semakin lama rindu ini semakin menjelma. Rasa cinta pun kian menggelora. Sedikit demi sedikit ku mencoba menginstal nyali untuk menjemputmu menjadi bidadari. Bidadari yang akan menemani hidupku dalam suka, dalam duka, dalam meniti Ridho-Nya. Hingga tak lupa kupanjatkan do’a sebagai wujud istikharah cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sebut namamu terukir merdu&lt;br /&gt;Tertulis dalam sajadah cinta&lt;br /&gt;Tetapkan pilihan sebagai teman&lt;br /&gt;Kekal abadi hingga akhir zaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku terus memohon petunjuk-Nya. Agar Dia segara menetapkan pilihan dalam sebuah penantian. Hingga akhirnya Allah memang menentukan pilihan yang terbaik buatmu dan mudah-mudahan juga buatku. Tak lama lagi engkau akan menjadi pengantin dari orang yang telah Allah pilihkan buatmu. &lt;br /&gt;Kini pupus sudah harapan itu. Meski air mataku menitik, meski hati ini terus terusik, aku harus segera mengakhiri. Karena ku tahu semua itu salahku yang mudah menaruh rasa cinta dalam jiwa. Cinta semu yang belum pasti mempertemukan kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Terimalah sebaris do’a&lt;br /&gt;Semoga engkau bahagia&lt;br /&gt;Dan kunyanyikan lagu ini&lt;br /&gt;Pesembahan cinta suci…&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebentar lagi hari-hari yang kau nanti akan segera menghampiri. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Barakallahulaka wa baraka’alalika waja’abainakuma fi khair…&lt;/span&gt;. Semoga barakah itu memberikan senyuman kepadamu, meski air mata menitik-nitik. Semoga barakah itu menyergap rindu di tengah kejengkelan. Dan semoga barakah itu memberikan rengkuhan di saat dadamu terasa sesak oleh masalah. Kini baru kusadari, sakit rasanya ketika ‘jatuh cinta’. Biar kukembalikan cinta ini kepada-Nya. Kepada yang Maha Mencintai, yang tiada pernah terputus cintanya. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;Disini pernah ada rasa simpati&lt;br /&gt;Disini pernah ada rasa mengagumi&lt;br /&gt;Rasa ingin memilikimu &lt;br /&gt;Memasukkanmu ke dalam hati ini &lt;br /&gt;Menjadi penghuni&lt;br /&gt;Mencoba berlindung dibalik fitrahnya hati&lt;br /&gt;Untuk mencari pembenaran diri&lt;br /&gt;Namun ternyata semua&lt;br /&gt;Hanya mainan nafsu&lt;br /&gt;Untuk memburu cinta yang semu&lt;br /&gt;Aku tertipu…&lt;br /&gt;Tuhanku berikan ku cinta&lt;br /&gt;Yang kau titipkan bukan cinta yang pernah ku tanam&lt;br /&gt;Aku ingin rasa cinta ini&lt;br /&gt;Masih menjadi cinta perawan&lt;br /&gt;Cinta yang hanya aku berikan&lt;br /&gt;Saat ijab qabul telah tertunaikan&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasyid Inpirasi: &lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/BaiSRYFD/ALIEF_-_MAHARKU_UNTUKMU.html"&gt;Alif - Maharku untukmu&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/2-lINoDC/Jangan_jatuh_cinta.html"&gt;Almaydani - Jangan Jatuh cinta&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6819922398516650042-2176444584776268351?l=smartcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartcerdas.blogspot.com/feeds/2176444584776268351/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2011/11/biarkan-kukembalikan-cinta-ini-kepada.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/2176444584776268351'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/2176444584776268351'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2011/11/biarkan-kukembalikan-cinta-ini-kepada.html' title='Biar Kukembalikan Cinta ini Kepada-Nya'/><author><name>Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03589176621357999187</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-QA_JfNsAl34/TWi5gsV1D1I/AAAAAAAAAVc/lUCawG3zKbc/s220/P1210222.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6819922398516650042.post-5517700641236060151</id><published>2011-11-04T19:16:00.000-07:00</published><updated>2011-11-04T19:55:14.859-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Coretan'/><title type='text'>Misteri Jodoh</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-q4OVr8uc_18/TrSecRJRmVI/AAAAAAAAAa4/R3PdcBz0NtM/s1600/cinta1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 241px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-q4OVr8uc_18/TrSecRJRmVI/AAAAAAAAAa4/R3PdcBz0NtM/s320/cinta1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5671332039242127698" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Suatu har&lt;/span&gt;i kakak saya sms, “teman-teman sebaya kakak di kampung sudah pada nikah. Cuma kakak sendiri yang belum. Emak juga terus resah punya perawan tua yang belum dinikahi orang.”&lt;br /&gt;Sejenak saya termenung menerima sms itu. Memang sudah sewajarnya seorang perempuan jika umurnya lebih dari 25 tahun mulai resah memikirkan pasangan hidupnya. &lt;br /&gt;Tak begitu lama saya jawab sms kakak saya, “yang sabar mbak. Insyaallah jika memang sudah saatnya Allah pasti akan mempertemukanmu dengan pendamping hidupmu.” &lt;br /&gt;Kakak saya pun membalasnya lagi, “mungkin kamu punya teman yang bisa dikenalkan ke kakak.” &lt;br /&gt;Kemudian saya jadi berpikir, mau saya kenalkan dengan siapa. Sementara selama 2 tahun tinggal di kota Berseri, saya belum banyak menengal orang kecuali para pendengar salah satu Radio Islam di kota itu. Keluh dan kesah kakak kepada saya menjadikan saya harus ikut andil. Selama saya mengenal tarbiyah, saya sering menasihatinya untuk tidak pacaran, memakai jilbab, dan memakai baju yang tidak ketat. Barangkali ia mengeluh jodohnya tak kunjung datang karena itu. Tak sedikit memang, teman-teman sebaya kakak saya yang (maaf), punya pacar. Cuma saya saja yang menekan kakak saya agar tak berhubungan special dengan laki-laki yang bukan muhrimnya. &lt;br /&gt;Hari-haripun terus berlalu. Tak henti tiap malam saya juga mencoba memanjatkan doa kehadirat-Nya, agar Allah segera mempertemukan kakak saya dengan pendamping hidupnya. Begitu juga dengan kakak saya, semakin hari keresahan untuk segera menikah pun kian menghantui. Hingga saat kami di rumah, dia terus meminta saya untuk mencarikannya. Kemudian saya pun memintanya untuk menuliskan biodata. Dengan bekal “bismillah” saya bawa biodata itu ke kota Berseri, siapa tau saya menemukan orang yang bersedia berta’aruf dan meminang kakak saya. Saat di bus saya mencoba-coba lihat biodata itu, sembari berdoa, hingga tak terasa mata inipun basah. Inginku menyenandungkan syair yang pernah di dendang oleh Suara Persaudaraan:&lt;br /&gt;“sabarlah kakakku sayang,&lt;br /&gt;Pertolongan Allah pasti kan datang&lt;br /&gt;Dari arah yang tak terkirakan&lt;br /&gt;Sabar dalam penantian.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di kota Berseri, saya pun mulai me-list orang-orang yang nantinya mau saya kasihkan biodata ini. Saya pun bersilaturahim ke beberapa teman saya di kota itu. Tapi apa daya, saya tak berani menyampaikannya. Seakan tangan ini tertahan untuk mengulurkan biodata yang saya bawa. &lt;br /&gt;Malam itu selesai isya’, ada sms dari kakak saya, “Jodoh seperti apa yang menurutmu baik bagi kakak?”&lt;br /&gt;Saya pun segera membalasnya, “yang terpenting dia bisa menjaga sholat dan bisa ngaji”&lt;br /&gt;“Ni ada orang yang suka dengan kakak, saya minta pendapatmu?”&lt;br /&gt;Saya mulai berpikir, jangan-jangan kakak saya mulai pacaran karena tidak betah kondisinya. &lt;br /&gt;“siapa orangnya?” Tanya saya kepadanya.&lt;br /&gt;Kemudian kakak saya menjawab, kalau orangnya mantan ustadz saya di TPA. &lt;br /&gt;Subhanallah, hati saya pun gembira mendengarnya. Lantas saya pun meminta kakak saya agar dia segera mengkhitbah kakak saya. Kalau di kampung saya, diistilahkan dengan “melamar”. &lt;br /&gt;Selang beberapa minggu akhirnya dia benar-benar meminang kakak saya. &lt;br /&gt;Tiga hal yang menjadi misteri dalam hidup ini adalah, rizki, jodoh dan maut yang sudah ditetapkan-Nya. Tapi tak seorang mengetahuinya. Boleh saja kita meresahkan kenapa jua jodoh kita tak kunjung dating. Padahal kita sudah berikhtiar dan bermunajat di sepertiga malam kepada-Nya. &lt;br /&gt;Yakinlah, jika memang sudah tiba saatnya pasti Allah akan menjawab misteri itu. Dan kita mesti yakin dengan misteri itu, karena tiap helai daun yang gugur telah tercatat sebagai takdir-Nya. Barangkali memang Allah sedang menguji keimanan dan kesabaran kita. Maka mempersiapkan diri jauh lebih baik daripada menunggu takdir itu. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘Allahu’alam&lt;/span&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-fIxqelTVdP4/TrSfVi5DtyI/AAAAAAAAAbE/KJLDqyTuKfU/s1600/familiy.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-fIxqelTVdP4/TrSfVi5DtyI/AAAAAAAAAbE/KJLDqyTuKfU/s320/familiy.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5671333023258490658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Semoga bisa menjadi keluarga sakinah, mawadah warahmah. Dikekalkan cintanya hingga sampai ke surga. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6819922398516650042-5517700641236060151?l=smartcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartcerdas.blogspot.com/feeds/5517700641236060151/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2011/11/misteri-jodoh.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/5517700641236060151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/5517700641236060151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2011/11/misteri-jodoh.html' title='Misteri Jodoh'/><author><name>Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03589176621357999187</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-QA_JfNsAl34/TWi5gsV1D1I/AAAAAAAAAVc/lUCawG3zKbc/s220/P1210222.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-q4OVr8uc_18/TrSecRJRmVI/AAAAAAAAAa4/R3PdcBz0NtM/s72-c/cinta1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6819922398516650042.post-5713089737970595568</id><published>2011-10-31T00:33:00.000-07:00</published><updated>2011-10-31T00:51:31.181-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Coretan'/><title type='text'>Nyanyian Rinduku (Part 3)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-osZFEIvgJCI/Tq5QUulYYrI/AAAAAAAAAaI/NpIKqLA99F4/s1600/Ukhuwah2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-osZFEIvgJCI/Tq5QUulYYrI/AAAAAAAAAaI/NpIKqLA99F4/s320/Ukhuwah2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5669557297938457266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Malam kian larut. Selepas melingkar dalam sebuah pertemuan, saya kembali membuka laptop mungil yang sering menjadi tumpuan kenangan demi kenangan. Tapi malam memang tak mengijinkan saya untuk berlama-lama di depan layar monitor, hingga saya pun tertidur. Tak tau berapa lama saya tertidur, sepertinya baru sesaat, adzan subuh pun sudah mulai bersautan dari luar. Segera saya bangunkan tubuh ini untuk berwudhu, meski nampak lelah. Selesai tilawah, saya buka lagi list-list yang tersimpan dalam benak saya. (Karena saya malas nyatat ^_^). Beberapa agenda hari ini, dari pagi sampai sore yang mesti saya jalani. Mulai dari training, walimahan, talk show dan rapat. Pagi ini sudah menjadi agenda rutin, sarapan bersama dengan teman-teman satu atap. Menimbang antara ikut training dan ke walimahan, akhirnya saya memutuskan pergi ke pernikahan salah satu teman saya di forspent. Beberapa SMS masuk ke inbox HP saya menanyakan terkait tingkah anak-anak forspent, sampai-sampai saya nggak begitu tersadar ternyata bukan sekedar SMS, tapi lebih ke curhat. Mungkin karena saya yang di tua-kan di organisasi itu, sehingga tak sedikit teman-teman saya baik laki-laki atau perempuan seringkali jika ada apa-apa curhat-nya ke saya. (hmmm…. Saya kayak orang tua saja ya.. ^_^ ). &lt;br /&gt;Nampaknya SMS-nya tak cukup berhenti disitu. Selesai talk show, saya langsung tergeletak di kamar. Entah kenapa tiba-tiba langsung saja terlelap tidur, hingga bangun-bangun sudah jam 17.30. Saya pun tak jadi mengikuti rapat yang sudah saya agendakan. (Maafkan kawan-kawanku, bukan maksud saya tak hadir… he2). Saya ambil HP, ada SMS yang masuk masih saja terkait dengan Forspent. Dalam SMS-nya dia menceritakan kalau dia lagi nangis mengingat masa-masa kebersamaannya di forspent. &lt;br /&gt;Sebenarnya ada apa sih di Forspent? Kenapa ada orang yang menitikkan air mata kala mengingat-ingat kebersamaanya di Forspent? Langsung saja ke TKP.&gt;&gt;&lt;a href="http://forspent.blogspot.com/2009/02/aku-dan-malam-pertamaku.html"&gt;Baca tentang Forspent..&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ARTIKEL TERKAIT:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2011/10/nyanyian-rinduku-part-1.html"&gt;Nyanyian Rinduku (Part 1)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2011/10/nyanyian-rinduku-part-2.html"&gt;Nyanyian Rinduku (Part 2)&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6819922398516650042-5713089737970595568?l=smartcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartcerdas.blogspot.com/feeds/5713089737970595568/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2011/10/nyanyian-rinduku-part-3.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/5713089737970595568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/5713089737970595568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2011/10/nyanyian-rinduku-part-3.html' title='Nyanyian Rinduku (Part 3)'/><author><name>Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03589176621357999187</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-QA_JfNsAl34/TWi5gsV1D1I/AAAAAAAAAVc/lUCawG3zKbc/s220/P1210222.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-osZFEIvgJCI/Tq5QUulYYrI/AAAAAAAAAaI/NpIKqLA99F4/s72-c/Ukhuwah2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6819922398516650042.post-2367696137065632997</id><published>2011-10-29T03:11:00.001-07:00</published><updated>2011-11-02T00:46:51.208-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Coretan'/><title type='text'>Re-Fresh Oktober</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-NFRGXQLhgeo/TrDvWAiKOOI/AAAAAAAAAag/VHORqi8kSTQ/s1600/headerumahcinta2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 53px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-NFRGXQLhgeo/TrDvWAiKOOI/AAAAAAAAAag/VHORqi8kSTQ/s320/headerumahcinta2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5670295092238891234" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Assalamu'alaikum Warahmatullah Wabarakatuh. &lt;br /&gt;Di tengah panasnya cuaca kota, sejenak ku berteduh di kamar yang banyak memberiku inspirasi. Kutata beberapa kertas yang sempat berserakan di meja mungil. Gemuruh petir mulai terdengar dari kejauhan. Ku mulai melepaskan segala penat dan lelah, berbaring diatas kasur busa yang menemaniku tiap kali tidur. Bukan hanya tidur, bahkan ketika aku mulai merangkai kata demi kata hingga ku susun untuk sebuah artikel. Sesekali ku hirup udara yang memang tak sesejuk udara pegunungan dan pesawahan. Hingga memang tak bisa aku menikmat istiharat hari ini. Kubuka kembali laptop lamaku. Laptop yang sering menjadi tempat curahan hatiku, baik kala duka maupun bahagia. Dan sudah 4 tahun ia-nya menemaniku, baik dikala aku sendiri maupun kala banyak orang-orang yang menemaniku. &lt;br /&gt;Air dari langit pun setetes demi setetes mulai turun ke bumi, hingga suaranya nampak terdengar dari dalam kamar. Semilir angin pun mulai ku rasakan, hingga menembus di setiap sendi. Sejenak ku baca-baca beberapa artikel di internet yang kemudian membawaku dalam sebuah keinginan. Yah, keinginan untuk memperbaharui Blog yang sudah aku buat sekitar 6 tahun yang lalu. Meski banyak orang berkata, bukan bermaksud membanggakan diri, "blognya bagus". Entah dari tampilan atau artikel yang ada di blogku. Tapi mudah-mudahan dengan bergantinya template di Bulan Oktober 2011 ini tidak menyurutkan para pengunjung untuk singgah di blog RUMAH CINTA. Karena aku juga tidak menyangka ketika statistik di blogku semakin hari semakin menaik. Mudah-mudahan blog saya bisa membawa manfaat. Tapi aku akan lebih senang jika bisa saling tukar link antar para pecinta blog, agar ada jalinan diantara kita meski tak sempat bersua. Hmm.. barangkali ada yang ingin bertanya kenapa Blog ini aku namakan "Rumah Cinta". Insyaallah akan aku ceritakan di artikel yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-Om4TG1OZnME/TrD1XVtXcNI/AAAAAAAAAas/beynjbK6D4c/s1600/header%2Brumah%2Bcinta.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 174px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-Om4TG1OZnME/TrD1XVtXcNI/AAAAAAAAAas/beynjbK6D4c/s320/header%2Brumah%2Bcinta.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5670301712172675282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6819922398516650042-2367696137065632997?l=smartcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartcerdas.blogspot.com/feeds/2367696137065632997/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2011/10/selamat-datang-di-rumah-cinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/2367696137065632997'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/2367696137065632997'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2011/10/selamat-datang-di-rumah-cinta.html' title='Re-Fresh Oktober'/><author><name>Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03589176621357999187</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-QA_JfNsAl34/TWi5gsV1D1I/AAAAAAAAAVc/lUCawG3zKbc/s220/P1210222.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-NFRGXQLhgeo/TrDvWAiKOOI/AAAAAAAAAag/VHORqi8kSTQ/s72-c/headerumahcinta2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6819922398516650042.post-6007325857722493677</id><published>2011-10-29T00:35:00.000-07:00</published><updated>2011-10-30T18:11:03.732-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><title type='text'>Karena Hidup adalah Amanah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-VRx96hOJIOw/Tq30XQJWWOI/AAAAAAAAAZk/a8qNE2SfSnE/s1600/pasukan-dakwah.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-VRx96hOJIOw/Tq30XQJWWOI/AAAAAAAAAZk/a8qNE2SfSnE/s320/pasukan-dakwah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5669456186237671650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sejenak mari kita hayati firman-Nya dalam surah Al Hajj (22) ayat 5:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian  dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur- angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.&lt;/span&gt;&lt;span class=”fullpost”&gt;&lt;br /&gt;“Dari segumpal darah kita dicipta”. Sungguh semua atas karunia-Nya, atas kemahabesaran-Nya. Dan semuanya telah Allah catat dalam lauhul mahfudz. Bayangkan ketika kita lahir, Allah menitipkan kepada kita bentuk yang sangat berharga. Tubuh, panca indera, semuanya telah didesain yang tiada tandingannya.&lt;span style="font-style:italic;"&gt; “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”&lt;/span&gt; begitulah Allah berfirman dalam QS. At Tiin: 4.&lt;br /&gt;Saudaraku, tentu jika kita memahami hakikat penciptaan kita, kitapun seharusnya bersyukur. Tanpa ragu-ragu Allah menjadikan kita dan terlahir ke dunia. Lantas apa yang Allah harapkan dari kita? &lt;br /&gt;Mari kembali kita renungi firman-Nya: &lt;br /&gt;“Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (Ad Dzariyat: 56)&lt;br /&gt;Melalui ayat ini sudah jelas, Allah meminta makhluknya untuk taat kepada-Nya. Karena itulah “hidup adalah amanah”. Semua yang Allah berikan kepada kita adalah titipan yang kelak akan dimintai pertanggung jawaban. Semua nikmat yang melekat pada kita merupakan anugerah yang terindah yang Allah beri untuk kita. Dan sudah sepantasnya Allah meminta pertanggung jawaban kepada manusia. Seperti halnya dalam hidup ini, adalah imbal balik. Kita akan diberi gaji ketika kita bekerja. Sama seperti halnya Allah menjadikan kita, sudah sepantasnya kita beribadah kepada-Nya sebagai sarana kerja kita.&lt;br /&gt;Untuk itulah mari kita kerahkan potensi yang ada pada diri kita untuk beribadah dan mensyiarkan Islam sebagai wujud syukur kita atas apa yang Allah berikan kepada kita. Bukankah Allah juga akan memberikan balasan yang begitu menjanjikan terhadap orang-orang yang mau mengabdi dan memberikan kontribusi apa saja untuk agama ini. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Allahu'alam bis showah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6819922398516650042-6007325857722493677?l=smartcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartcerdas.blogspot.com/feeds/6007325857722493677/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2011/10/karena-hidup-adalah-amanah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/6007325857722493677'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/6007325857722493677'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2011/10/karena-hidup-adalah-amanah.html' title='Karena Hidup adalah Amanah'/><author><name>Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03589176621357999187</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-QA_JfNsAl34/TWi5gsV1D1I/AAAAAAAAAVc/lUCawG3zKbc/s220/P1210222.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-VRx96hOJIOw/Tq30XQJWWOI/AAAAAAAAAZk/a8qNE2SfSnE/s72-c/pasukan-dakwah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6819922398516650042.post-727569079547924180</id><published>2011-10-25T18:47:00.000-07:00</published><updated>2011-10-25T23:58:15.577-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Nasihat Luqman Al Hakim</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-86b_6PoGIlM/Tqdnt5t43xI/AAAAAAAAAXw/58dcdIq4fEk/s1600/munajat.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 225px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-86b_6PoGIlM/Tqdnt5t43xI/AAAAAAAAAXw/58dcdIq4fEk/s320/munajat.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5667612694354124562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Luqman berwasiat: “wahai putraku!, sungguh manusia terbagi menjadi tiga bagian; sepertiga untuk Allah, sepertiga untuk dirimnya, dan sepertiga untuk ulat.  Yang menjadi milik Allah adalah ruhnya, yang menjadi miliknya sendiri adalah amalnya, sedangkan yang menjadi milik ulat adalah jasadnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai putraku!, “kuasailah marahmu dengan kelembutanmu (kesabaran), keterburuanmu dengan ketenanganmu, hawa nafsumu dengan takwamu, keraguanmu dengan keyakinanmu, kebatilanmu dengan kebenaranmu, kekikiranmu dengan kedermawananmu, jadilah orang yang tenang dalam musibah, orang yang waspada dalam kemakruhan, bersyukur dalam kelapangan rizki, khusu’ dalam shalat, cepat dalam bersedekah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luqman berkata: “wahai putraku!, jadilah orang yang sopan, dekat dengan kebaikan, banyak berpikir, sedikit bicara kecuali dalam kebaikan, banyak menangis, sedikit tertawa.  Jangan banyak bergurau, jangan banyak membuat gaduh, jangan suka mendebat.  Jika kamu diam maka diamlah dalam berfikir, dan jika kamu berbicara maka berbicaralah dengan hikmah”&lt;span class=”fullpost”&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Al Jauzi meriwayatkan dari Wahab bin Munabbih bahwa Luqman berkata kepada putranya: “wahai putraku!, berpikirlah karena Allah swt, sungguh orang yang paling banyak berpikir karena Allah adalah yang paling baik amalnya. Sungguh setan pasti lari dari orang yang banyak berpikir dan setan tidak mampu menipunya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasehatnya Lukman al Hakim untuk putranya; “wahai putraku!, sungguh dunia adalah lautan yang dalam yang banyak manusia tenggelam di dalamnya, maka jadikanlah takwallah sebagai kapalmu, isilah dengan iman, dan jadikanlah tawakkal kepada Allah sebagai layarmu, semoga engkau selamat!, dan aku tidak melihatmu bisa selamat dengan mudah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luqman berwasiat kepada putranya: “jangan tertawa tanpa ada sesuatu yang mengherankan, jangan berjalan tanpa ada tujuan, jangan bertanya untuk sesuatu yang tidak bermanfaat bagimu, jangan menyia-nyiakan hartamu dengan memperbaiki harta orang lain, karena sungguh hartamu adalah apa yang engkau dermakan dan harta orang lain adalah apa yang engkau wariskan.  Wahai putraku!, sungguh orang yang belas kasihan akan dikasihani, orang yang diam akan selamat, orang yang mengucapkan kebaikan akan beruntung, orang yang berbicara buruk akan berdosa, dan orang yang tidak mengendalikan lisannya akan menyesal.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luqman berwasiat kepada putranya: “wahai putraku!, emas murni diuji dengan api, hamba yang shaleh diuji dengan musibah, dan jika Allah mencintai kaum maka Allah akan menguji mereka, maka orang yang ridlo akan mendapat ridlo Allah dan orang yang benci akan mendapat murka Allah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luqman berwasiat: “wahai putraku!, jika engkau ragu pada kematian maka jangan tidur, karena seperti halnya engkau tidur sepeti itu pula engkau akan mati.  Jika engkau ragu pada hari kebangkitan maka jangan bangun, karena seperti halnya engkau bangun setelah tidur engkau juga akan dibangkitkan setelah kematianmu,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luqman berwasiat: “wahai putraku!, jangan terlalu cinta dunia, jangan terlalu menyibukkan hatimu dengan urusan dunia, karena engkau tidak diciptakan untuk dunia, dan Allah tidak menciptakan makhluq yang lebih hina dari dunia.  Allah tidak menjadikan kenikmatan dunia sebagai pahala bagi orang-orang yang taat, dan tidak pula menjadikan musibah dunia sebagai hukuman untuk orang-orang yang bermaksiat.” &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6819922398516650042-727569079547924180?l=smartcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartcerdas.blogspot.com/feeds/727569079547924180/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2011/10/nasihat-luqman-al-hakim.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/727569079547924180'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/727569079547924180'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2011/10/nasihat-luqman-al-hakim.html' title='Nasihat Luqman Al Hakim'/><author><name>Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03589176621357999187</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-QA_JfNsAl34/TWi5gsV1D1I/AAAAAAAAAVc/lUCawG3zKbc/s220/P1210222.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-86b_6PoGIlM/Tqdnt5t43xI/AAAAAAAAAXw/58dcdIq4fEk/s72-c/munajat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6819922398516650042.post-8506236482923138964</id><published>2011-10-25T18:43:00.000-07:00</published><updated>2011-11-01T22:41:34.372-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Coretan'/><title type='text'>Nyanyian Rinduku (Part 2)</title><content type='html'>&lt;span class=”fullpost”&gt;&lt;br /&gt;Kebahagiaan sebenarnya adalah ketika kita bisa mempersembahkan yang terbaik. Dan disamping kelemahan setiap orang memiliki kelebihan tersendiri. Sejak kecil memang saya agak sulit menghafal al Qur’an dibanding teman-teman yang lain seusia saya. Apalagi menghafal, sekedar baca al Qur’an agar bener saja, saya memang terkesan sulit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, ketika saya diijinkan orang tua untuk ikut ngaji, ba’da sholat subuh saya dan teman-teman sudah beraksi mengambil sepeda di rumah masing-masing untuk lebih dulu tiba di “mushola”. Yah, siapa yang cepat, pasti dapat. Sekitar 15 orang yang ikut ngaji, bersama seorang guru yang cukup tua. Ada ciri khas ketika beliau mengajar, “SABAR”. Beliau memang orang yang begituuu sabar. (U-nya sebenarnya nggak cuma 3, biar ngirit saja ^_^ ). Saya dan salah satu teman saya, “Amin” lebih memilih jalan kaki supaya lebih sehat, meski nanti ngajinya diurutan yang terakhir, tapi nggak masalah. Ternyata lama kelamaan ada yang ikut jalan kaki juga. Dan semakin lama semakin banyak yang jalan kaki. Hmm… ternyata nggak cuma nyepeda saja untuk beradu mencari tempat duduk di depan. Jalan kaki pun juga. 20 meter dari mushola, kami ber-delapan sudah cari posisi untuk lari cepat-cepatan cari tempat duduk. Sempat heran juga kenapa teman-teman saya saling beradu tempat duduk. Ternyata setelah selidik demi selidik, pertama memang ingin berjajar dengan cucunya sang guru yang cantik nan jelita, yang juga ikut ngaji. Kedua, setelah ngaji punya banyak kesempatan untuk ngobrol dengan teman-teman sekaligus nongkrong di samping mushola, sembari lihat-lihat orang yang jalan. Tapi dari dulu saya memang kebagian tempat yang terbelakang.&lt;br /&gt;Pernah suatu ketika, saat pelajaran tajwid, saya salah-salah terus ngucapnya, hingga tiba-tiba tanpa terasa saya menitikkan air mata, (waduh cengeng) karena guru saya agak marah. Tapi marahnya marah dengan kesabaran (nhu bagaimana coba?). Teman-teman saya pun sudah berteriak-teriak dari luar mushola, “Cepatan… kok lama sekali. Sudah siang.” Memang kalau sudah jam 6.30 teman-teman sudah pada ribut untuk segera mandi. Akhirnya guru saya pun mengakhiri pelajarannya sembari berpesan kepada saya, “diulang-ulangi lagi pelajarannya. Ilmu itu adalah mengulang.”&lt;br /&gt;Pulang sekolah, biasanya saya dan Amin (teman semeja SD), pergi ke sendang (tempat pamandian umum). Kalau ke sendang biasanya kami sering ketemu dengan guru kami, Pak Mashur. Beliau kesehariannya bekerja menggarap kebunnya yang begitu luas. Kadang kami sering diberi nasihat-nasihat, kala bertemu dengan beliau dikebunnya. Tapi saya lebih sering bertemu dengan beliau saat saya mandi sendirian di sendang, dan kebetulan beliau pas pulang dari kebunnya. Beliau banyak memberikan nasihat kepada saya, “Nak, tuntutlah ilmu setinggi-tingginya. Tapi antara ilmu pengetahuan dan agama harus kamu imbangkan. Agama tanpa ilmu pengetahuan berarti buta. Dan pengetahuan tanpa agama berarti pincang. Kamu tidak ingin buta atau pincang kan?”  Yah itulah Pak Mashur, sosok guru yang saya anggap bijak dan sabar. &lt;br /&gt;Hari-hari pun terus berlalu. Dan usiaku semakin muda. Tak lama lagi saya menyelesaikan S3 alias (SMA). Di usia inilah saya dikenalkan salah satu organisasi islam oleh tetangga, Ahmad, yang kebetulan adik kelas saya. Sebagai ketua Remaja Masjid (Risma), saya diajak sharing dengannya bagaimana agar bisa memajukan Risma. Terutama bagaimana agar anggota Risma mempunyai semangat dalam menuntut ilmu. Selama ini memang Risma terkesan lebih senang bersholawatan alias rebana, tapi semangat ngajinya berkurang. Kemudian kami membuat program “bina remaja”, dengan materi fiqih, pasholatan, taklim dan tajwid. Barangkali memang seusia saya dan teman-teman waktu itu lagi senang-senangnya begadang dan kluyuran. Ternyata program itu cuma direspon beberapa anggota Risma. Hingga Alhamdulillah bisa terbentuk madrasah tersendiri dengan menempati gedung TPA. Selang beberapa bulan program itu tak berjalan dengan lancar, kemudian teman saya Ahmad mengusulkan untuk membuat program “mentoring”. Ah… apa artinya mentoring saya juga belum tau. Asal baik saya iya-kan saja. Dan beberapa orang Alhamdulillah mau mengikutinya. Disitu kami dikenalkan dengan materi ma’rifatullah dan tematik lainnya. Cuma dua bulanan program ini berjalan, karena saya harus hijrah ke kota Berseri untuk menimba ilmu. Secara formal maka kepengurusan dan program Risma ada yang dirubah. &lt;br /&gt;Di akhir tahun 2004,…&lt;br /&gt;Suka dan derita telah melingkupi sekolah saya. Tepatnya di bulan Juli, hasil kelulusan diumumkan dengan nilai min 4,5. Sebuah nilai yang sebenarnya masih cukup rendah. Tapi dari target kelulusan itu masih ada yang dinyatakan belum lulus. Tapi Alhamdulillah, saya kala itu salah satu orang yang ingin melepaskan status saya. Status sebagai anak sekolah. Saat-saat saya mulai melepaskan seragam “putih abu-abu”. Barangkali tak mudah untuk meninggalkan semua kenangan dan pengalaman yang ku kecam selama 3 tahun dengan seragam itu. &lt;br /&gt;Jika ingin mengenang kelas 1, … saya terkenang dengan salah satu perempuan yang dengan diam-diam mengambil buku catatan matematika saya, hingga saya bingung kepalangan. Baru sebulan ia mengatakan kalau mengambil buku catatan saya di sebuah bus. Wajahnya yang nampak manis perlahan ia mengucapkan; “Hei,… maaf ya, saya sudah ngambil bukumu diam-diam.” Sesekali kulemparkan pandangan saya ke arah yang lain. Pengin marah, tapi apalah daya saya nggak tega, apalagi dengan perempuan. “Kamu mau bunga ini?” ia mengulurkan setangkai bunga. Ah, tapi saya nggak tau itu bunga apa. Kubalikkan lagi pandangan saya kearah perempuan yang memang begitu cantik. Tapi saya Cuma bisa membalas dengan “senyuman” tanpa menerima bunga itu. Dan tiba-tiba para penumpang mulai banyak yang duduk di kursi bus, hingga saya bener-bener tak jadi menerimanya. (Duh,… sial, kenapa saya ga terima bunganya? Padahal dia mempunyai paras yang cantik… Duh ya Allah sampai segitunya saya).  Saya memang belum mau menerima bunganya, karena dia adalah wanita yang disukai sahabat saya satu kelas. Kalau saya terima bunganya bisa-bisa kami akan putus persahabatan. Meski saya sendiri dalam hati juga suka. Tapi nggak apalah, yang penting persahabatan. Bagi saya sahabat adalah sebuah anugerah yang terindah. Kala itu saya dan kawan-kawan menamai persahabatan dengan sebutan “Jlager”. Apa itu kepanjangannya? (rahasia dunk ^_^). Boleh disebut juga “kami bersahabat” karena kami satu baris meja, depan sampai belakang. Jika ada PR, maka kami harus bisa kerjasama, tergantung kompetensi masing-masing. Sering kami juga berbagi jajanan, kadang main bersama…. (hmm… sulit untuk diungkapkan…he2). Itulah saat-saat kelas 1 saya di salah satu Madrasah Aliyah Sragen. &lt;br /&gt;Kalau mengenang kelas 2,… hmm, inilah masa-masa yang menyedihkan. Sekolah serasa sebagai tempat penyiksaan. Ketemu dengan teman-teman yang “nakal”, para geng-geng yang mau menang sendiri. Pokoknya kelas saya di juluki kelas “the genk”, karena banyak yang ikut pencak silat. Suatu hari, karena postur tubuh saya yang nggak begitu besar, saya di suruh nyatetkan tugas salah satu geng di kelas saya. Dan saya pun menolaknya. “Enaknya sekolah nggak mau nulis. Emang sekolahnya simbahmu apa?” begitu pikir saya dalam hati. Dia pun marah dengan saya, sampai ngajak berantem di luar. Karena waktu itu sudah bel istirahat, akhirnya saya segera ke masjid sekolah untuk melaksanakan sholat dzuhur. (Dia memang anak yang nakal, maka dia se-geng lebih memilih jajan keluar dari pada sholat). Tapi sebelum dia keluar kelas dia bilang ke saya “nanti kamu akan saya buat opname”. Dalam hati ada rasa takut jika masuk kelas saya langsung dikeroyok sama geng-nya. Dikelas itu saya belum punya sahabat, karena di kelas dua kami dipisahkan dari teman-teman sewaktu kelas satu. Selasai dzuhur, kupanjatkan doa kehadirat-Nya. Dia-lah yang menciptakan kehidupan dan kematian. Semoga Dia selalu menolong hamba-Nya yang berserah diri. Bel masuk pun berbunyi. Rasa takut masuk kelas pun semakin menghantui. Ternyata benar baru saja duduk di kursi dia langsung mukul dada saya dengan sangat keras. Tapi allahu’alam, saya tidak merasakan apa-apa dari pukulan itu. Bahkan sedikit pun sakit tidak saya rasakan. Teman-teman saya sekelas cuma diam melihat kejadian itu. (hmmm… ternyata Allah memang benar-benar menolong saya). Sampai suatu ketika saat kelas sedang kosong, dia meminta maaf kepada saya dan ingin bersahabat dengan saya. Yah, itulah kenangan di kelas 2, yang menjadikan saya tidak bisa menikmati sekolah selayaknya kelas 1 dulu. Meski saya di juluki “murid kesayangan” beberapa guru mapel, tapi kalau tinggal bersama geng-geng, serasa sekolah sebagai tempat yang menyebalkan. &lt;br /&gt;Tibalah saya naik di kelas 3,…. Masa-masa yang beda lagi dikelas 1 dan 2. 80 % di kelas adalah anak pondok, yang kelihatan shalih. (Maklum, kala itu di sekolah saya banyak yang luar daerah, dan lebih suka tinggal di pondok pesantren). Kadang sepekan, saya sempatkan 1 atau 2 hari berkunjung di salah satu pondok teman saya. Terkadang juga saya nginap di masjid. Tapi sebelum berangkat sekolah saya harus ijin dulu ke orang tua. Kalau nggak ijin, bakal gempar saya dimarahi. Maklum, kala itu saya belum pegang yang namanya HP bin handphone. Terkenang saya di saat-saat liburan, Ahmad, pencetus program mentoring Risma, ngajak saya ke kajian. Mumpung liburan, saya terima ajakan itu. Barangkali bukan sekedar kajian, tapi lebih pada sosialisasi sebuah parpol. Dalam hati pun bertanya, kenapa teman saya bisa ngajak saya kesini? Sesekali saya lihat ruangan kajian itu. Dibelakang saya ternyata ada pembatas antara putra dan putri. Ada pesan dari seorang ustadz yang menggetarkan hati saya, “usia kalian sudah dibilang pantas. Dan kalian sudah mempunyai hak pilih. Maka pakailah hak kalian untuk memikirkan bangsa ini. Kalian adalah generasi yang dinanti, yang ditunggu bangsa ini.” Sejenak  saya terpaku, memang selama ini nggak pernah sama sekali terbesit untuk memikirkan bangsa ini. Bangsa ini kayak apa keadaanya saya juga nggak ngerti. Selama ini saya cuma sekolah, dan belajar. (mm… barangkali nilai nasionalisme saya masih minim). Pagi hari saat berangkat sekolah, seperti biasa turun dari bus, saya lebih memilih jalan kaki sekitar 2 kilometer untuk bisa nyampe di sekolah. Disamping sehat, bisa dipakai untuk ngobrol sambil menyapa orang-orang disekitar. Saat kebetulan saya lagi jalan sendirian, tiba-tiba disamping saya ada seorang perempuan yang menyapa saya “assalamu’alaikum”. &lt;br /&gt;Segera saya alihkan padangan saya ke arahnya seraya menjawab “wa’alaikumsalam.” &lt;br /&gt;Dia pun segera berkata “mas yang kemarin ikut pertemuan di aula itu ya?” &lt;br /&gt;Kontan saya jawab “Iya. Kok tau?”.&lt;br /&gt; “Kemarin sempat lihat saja. Saya juga ikut di acara itu kok” selanya kepada saya. “Oh ya, ini ada stiker. Mas mau nggak?” Dia mengeluarkan beberapa stiker parpol yang saya nilai memang kreatif (Cocok bagi anak muda gitu). Apalagi saya memang orang yang suka desain bin seni. Belum lama saya lihat-lihat stiker itu dia menyela lagi “kalau mas mau, ambil saja semuanya. Itu yang ngasih kakak saya yang ada Solo.” Hmm… yah, namanya pemberian seseorang sekecil apapun sudah selayaknya saya terima sebagai bentuk “menghargai” pemberian tersebut. Dan tak lupa saya mengucapkan “terima kasih” kepadanya. Kemudian kami saling berkenalan. Ternyata dia masih kelas 2 di salah satu SMA Islam Swasta dekat sekolah saya. Meski arah sekolah kami sama, tapi selama 2 tahun kami belum saling mengenal. &lt;br /&gt;(Itu kenangan saat-saat duduk di SMA. Sebenarnya masih banyak lagi, mulai dari yang senang, sedih, manis, pahit_kayak buah saja_he..he..).&lt;br /&gt;Ketika detik-detik pengumuman telah selesai, saya langsung diajak Ayah saya ke Solo untuk mendaftarkan diri di salah satu universitas ternama di Kota Berseri. Nampaknya memang bukan jodoh saya untuk bisa kuliah di universitas yang banyak diminati. Dan kemudian saya pun mendaftarkan ke sebuah Lembaga Pendidikan Multi Profesi 1 tahun, yang dulu lebih disebut Diploma 1, yang juga berada di kawasan kota Berseri. Di kampus ini saya memang pantas bersyukur. Kampus yang bernuansa Islam menjadikan saya lebih nyaman untuk bergaul dengan siapa saja. &lt;br /&gt;Pikir-pikir ketika beberapa bulan menikmati kuliah, saya kangen dengan namanya “mentoring” yang sempat saya ikuti sewaktu di Risma. Akhirnya saya sempatkan tiap sore untuk silaturahim ke salah satu kantor organisasi politik yang Alhamdulillah letaknya juga nggak terlalu jauh dari kampus saya. Ketika tiba disana saya disambut begitu hangat, serasa seperti sudah saling mengenal. Kemudian saya utarakan maksud dan tujuan saya (kayak melamar pekerjaan saja, he2), dan saya di suruh nunggu satu minggu untuk dicarikan “mentor”. Satu minggu saya datang lagi ke kantor itu, tapi Cuma di kasih jawaban “Maaf ternyata belum ketemu.” Kemudian saya di suruh nunggu lagi selama satu minggu. Seminggu pun tiba, dan saya masih dikasih jawaban “maaf, ternyata belum ketemu”. Kemudian saya dimintai nomer HP, jika sewaktu-waktu sudah ada saya akan dikabari. Tapi, apa boleh buat, waktu itu saya belum pegang yang namanya HP. Dan saya di suruh datang beberapa hari lagi. Perasaan kesal? Pasti ada lah. Tapi kekesalan itu saya lampiaskan untuk memenuhi ajakan teman saya ikut kajian di salah satu tempat. Disana banyak orang yang berduyun-duyun, ada yang jalan kaki, bersepeda dan motoran. Mereka datang dari berbagai daerah, hanya untuk mengikuti ceramah salah satu guru yang boleh di sebut dengan “syeikh”. Hati saya pun merasa tenteram melihat pemandangan-pemandangan itu. Pertama, memang yang saya datangi adalah sebuah “pondok pesantren”, (keinginan saya dari kecil yang belum terwujud adalah menimba ilmu di pondok pesantren). Kedua, semangat yang begitu membara untuk bisa saling ketemu. Dalam hati saya hanya bisa mengucap “subhanallah”. Tapi di sisi lain saya paling telihat aneh sendiri, karena orang-orang yang datang ke situ pakai jubah semua, termasuk teman saya. Cuma saya yang pakai celana panjang dan baju koko yang bisa dikatakan sudah kekecilan. Apalagi ketika perlahan saya jalan bareng teman saya, sembari menunduk ke bawah, tiba-tiba di depan saya ada 3 orang perempuan dengan pakaian serba hitam, jilbabnya besar, hanya kelihatan mata saja. Kontan saya kaget dan mengucap “astaghfirullahal ‘azdim”. Teman saya pun sedikit tertawa dengan sikap saya. (Yah, dari lahir nyampe usia saat itu, baru pertama kali saya melihat perempuan bercadar…. Ndeso, ndeso tenan saya). Kemudian teman saya dengan gaya khasnya yang penyabar menerangkan saya tentang pakaian wanita yang benar menurut syariat Islam. Saya pun Cuma manggut-manggut, dan insyaallah lebih paham. &lt;br /&gt;Sebulan lebih berlalu, nampaknya kerinduan untuk bisa ikut mentoring hadir kembali. Saya pun kemudian pergi ke kantor itu lagi. Dan Alhamdulillah ternyata jawabannya sudah beda dari yang sebelumnya. Di sana saya langsung di suruh ikut mentoring malam Rabu. &lt;br /&gt;Malam Rabu pun datang, meski gerimis mengundang (ngutip judul lagunya Iklim ^_^), tak mengurangi sedikit pun niatan untuk bisa ikut mentoring meski harus jalan kaki. Tibalah saya dikantor itu. Kali ini bukan sekedar silaturahim, tapi saya ingin menikmati saat-saat mentoring di Risma dulu. Acara pun dimulai. Wajah yang masih muda-muda, menjadikan saya merasa berada di sebuah sketsa kehidupan. Karena muda-muda semua, sayapun belum tau yang jadi mentor saya yang mana. Kemudian sebelum dilanjutkan ke materi, adalah saat berkenalan. Yah, karena ada tambahan orang baru yang akan bersama mereka. Salah seorang mereka berkata kepada saya “Mas, mau bergabung di halaqah ini?” Alis saya sedikit menggerut, tanda saya sedikit kaget, “maaf sebenarnya saya ingin ikut mentoring, bukan halaqah” jawabku kepadanya. Kemudian dia tersenyum sembari perlahan memahamkan saya, “Mentoring atau halaqah atau liqo sama saja. Cuma sebutannya yang berbeda.” Hmmm…. Saya pun kemudian tersenyum malu, bahkan teman-teman yang saat itu melingkar bersama saya juga tersenyum-senyum. (Jan,jan saya ini gimana sih? wkwkwk). Setelah beberapa kali saya aktif “liqo” yang sekarang saya sebut, saya mulai memahami kata-kata akhy, ukhty, antum, afwan, dan belajar bagaimana bergaul sesama muslim, berakhlak yang baik, dsb. Tak hanya itu, saya merasakan nikmatnya berukhuwah dalam lingkaran yg bernama halaqah, terkadang rasa cinta saya kepada mereka melebihi saudara kandung saya sendiri. Hingga akhirnya, suatu hari salah satu teman saya yang pernah ngajak saya kajian di pondok, sempat marah atas aktivitas saya. Tapi saya kira, marahnya karena cinta. Yah, karena saya sudah tidak lagi ikut kajian dengannya, barangkali membuat teman saya kecewa. (Maafkan saya ya kawan). Mungkin inilah jalan saya. &lt;br /&gt;Setelah sekitar 7 tahun tinggal di Kota Berseri, ketika pulang ke kampung halaman serasa saya menjadi orang asing dimata tetangga dan teman-teman sebaya saya. Barangkali karena celana saya yang terkesan cingkrang, atau jenggot tipis yang menghiasi wajah saya, atau yang lainnya yang memang bagi mereka aneh. Ada beberapa tetangga saya yang bilang kalau saya ikut aliran ini dan itu. Tapi Alhamdulillah lama kelamaan mereka mulai memahami. Tak lepas dari hal itu, masih ada yang menggeleyut di hati saya, ketika teman-teman sebaya saya malah jauh sifat dan karakter mereka sewaktu kecil. Yah, karakter madrasah dan pesantren yang pandai ngaji, kini semakin lama semakin memudar. Apalagi ada beberapa yang melakukan hubungan di luar nikah. HIngga ketika kita bertemu, sudah tak semesra lagi seperti dulu. Entah mengapa, semua ini terjadi. Apa mungkin karena kita lama tidak ketemu, hingga malu untuk saling bertanya kabar? Atau mungkin perubahan-perubahan yang berbeda diantara kita.&lt;br /&gt;Maka kawan-kawanku… &lt;br /&gt;Ku dendangkan syair ini untuk mengenang kebersamaan kita sewaktu kecil. Saat-saat indahnya kita mengaji bersama, bermain bersama….&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Termenung diri ini semalam&lt;br /&gt;Dalam sujudku di hadapan-Mu&lt;br /&gt;Terkenang masa  kecil dahulu&lt;br /&gt;Berbalut cinta kasih dan sayang&lt;br /&gt;Seakan dunia tiada berduka&lt;br /&gt;Menemani hari hatiku ini&lt;br /&gt;Namun semua kini telah berlalu&lt;br /&gt;Kan terbungkus selalu dalam kenangku…&lt;br /&gt;Indah suasana di waktu itu&lt;br /&gt;Kala bersama dalam ukhuwah&lt;br /&gt;Merajut cinta yang lama terpisah&lt;br /&gt;Dalam sentuhan hati yang belum ternoda….&lt;br /&gt;Ingin kurasakan manisnya iman&lt;br /&gt;Saat jiwa ini bersama denganmu&lt;br /&gt;Ingin kurasakan indahnya ukhuwah&lt;br /&gt;Saat diri ini bertemu denganmu&lt;br /&gt;Jangan pernah lupakan masa kecil dulu&lt;br /&gt;Jadikanlah kenangan di dalam hidupmu…&lt;br /&gt;(Renungan Sunyi – Al Maidany)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-sIJIqT9RZVA/TrDX5nQLKeI/AAAAAAAAAaU/AgInCdpw5mQ/s1600/Risma%2BAl%2BMuslimun.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 242px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-sIJIqT9RZVA/TrDX5nQLKeI/AAAAAAAAAaU/AgInCdpw5mQ/s320/Risma%2BAl%2BMuslimun.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5670269315648793058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6819922398516650042-8506236482923138964?l=smartcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartcerdas.blogspot.com/feeds/8506236482923138964/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2011/10/nyanyian-rinduku-part-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/8506236482923138964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/8506236482923138964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2011/10/nyanyian-rinduku-part-2.html' title='Nyanyian Rinduku (Part 2)'/><author><name>Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03589176621357999187</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-QA_JfNsAl34/TWi5gsV1D1I/AAAAAAAAAVc/lUCawG3zKbc/s220/P1210222.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-sIJIqT9RZVA/TrDX5nQLKeI/AAAAAAAAAaU/AgInCdpw5mQ/s72-c/Risma%2BAl%2BMuslimun.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6819922398516650042.post-8455483618249765133</id><published>2011-10-19T19:10:00.000-07:00</published><updated>2011-10-24T02:44:32.860-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Coretan'/><title type='text'>Nyanyian Rinduku (Part 1)</title><content type='html'>&lt;span class=”fullpost”&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Termenung diri ini semalam&lt;br /&gt;Dalam sujudku dihadapan-MU&lt;br /&gt;Terkanang masa kecil dahulu&lt;br /&gt;Berbalut cinta kasih dan sayang…&lt;br /&gt;(al Maidany – Renungan Sunyi)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah hampir empat bulan ini, tiap hari senin dan selasa saya gunakan untuk pulang ke rumah orang tua di Sragen. Kota kelahiran yang menyimpan banyak memori indah. Tapi beberapa minggu ini, kadang saya cuma sempat sekali saja dalam seminggu bisa berteduh di rumah yang bagiku indah, bahkan kadang tidak sama sekali karena beberapa agenda yang harus saya ikuti. Sekitar delapan tahun tinggal di kota Berseri, nampaknya membawa saya dipercaya untuk memegang 5 amanah di beberapa organisasi. (Wah, kira-kira sedikit atau banyak ya?). Bagi saya “amanah tidak perlu dicari-cari, tapi ketika diberi amanah hendaklah serius dalam menjalani” begitulah kata guru saya. Yah, dengan semakin banyaknya amanah, berarti semakin besar peluang saya untuk beramal, meski kadang harus mengesampingkan kuliah. Terkadang orang tua bertanya “kapan kamu lulus?”, tapi itu tak sering terlontar. Yang sering terlontar justru “kenapa jarang pulang?”. Biasanya seminggu pulang dua kali, pasti kalau tidak pulang ditanyai. Hmm, nampaknya sejak saya pindah profesi menjadi guru, terlebih jaraknya tidak begitu jauh dengan rumah orang tua (sekitar 20 menitan lah perjalanannya) nampaknya ibu pengin tiap pekan sekali saya bisa pulang ke rumah.&lt;br /&gt;Hari ini, selesai mengawasi MID semester, saya sudah berniat untuk singgah di gubuk orang tua. Meski tak semegah istana, bagiku rumah mungil ini melahirkan besarnya cinta. Beruntung saya dilahirkan dari keluarga, yang menurut saya baik. Meski kehidupan cukup sederhana, tapi dari kesederhanaan inilah saya merasa ada berjuta makna. Kasih sayang ibunda, gelak tawa ayahanda, senyuman saudara-saudara saya, yang membuat saya selalu rindu kala saya jauh dari mereka. Menangis… yah, kalau sedang mengingat-ingat keluarga di rumah, suadara-saudara saya, kenangan-kenangan bersama mereka saya bisa nangis, meski saya seorang rijal. Apalagi kalau pas sendiri di kost, saya lebih senang merenung, mengenang memori-memori silam. (astaghfirullah, kenapa ya bisa begitu? Bukankah yang berlalu biar berlalu?...hmmmm).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Panas mentari yang menyengat, menemani lajuku menuju gubuk orang tua. Perjalanan dari Gemolong ke Tanon tak seramai perjalanan Gemolong ke Solo. Kunikmati perjalanan ini sembari menghayati alam. (waduh, mungkin itulah karakter yang tidak bisa hilang dari saya. Senang menghayati alam dan tiap kejadian. Orang bilang saya tipe “melankolis”). Sehingga perjalanan pulang serasa begitu terlihat cepat. &lt;br /&gt;Tiba di gubuk tercinta, rasanya ingin segera merebahkan diri untuk istirahat di kamar. Tapi, kalau sudah ada keponakan saya, hmm… bisa jadi capek hilang. Melihat lucu-lucunya ia mulai berjalan, membuat saya senang menemaninya. Tak lupa saya keluarkan jurus jitu agar ia segera mau bermain dengan saya. Yah, membawakannya oleh-oleh, meski cuma sekedar jelly dan coklat. Hingga adik saya yang paling kecil menjadi iri, karena dulu saya sering membelikan dia jajanan, tapi sekarang cuma keponakan saya yang saya belikan. Saya ingin menanamkan cinta kepada keluarga saya termasuk keponakan, sebagai wujud terima kasih saya atas jerih payah dan cinta kakak saya yang sudah beliau berikan ke keluarga, termasuk saya. Mengingat kakak saya, jadi mengingat semua pengorbanan besarnya untuk keluarga. Meski dulu sewaktu kami menginjak usia remaja, kami sering bertengkar, dan kadang berantem. &lt;br /&gt;Sore pun menjelang, adzan ashar pun berkumandang…&lt;br /&gt;Kulihat di depan rumah, anak-anak kecil mulai berduyun-duyun memasuki gedung TPA. Saya duduk di kursi teras rumah sembari melihat-lihat gedung TPA yang dulu pernah ku tempati. Di situ saya pernah menuntut ilmu. Disitu pula saya pernah menjadi guru. Kini saya Cuma bisa menikmati pemandangan belajar mengajar TPA.  Jadi terkenang masa 15 tahun yang lalu. Lima belas tahun yang lalu, gedung itu belum ada. Saya dan teman-teman sebaya belajar mengaji di TPA memakai serambi masjid. Sekitar 50 santri memadati serambi masjid. Untuk mengatur kelas, karena tidak adanya ruang, para ustadz dan ustadzah cuma memisahkan bagian utara, tengah, dan selatan serambi masjid untuk kelas. &lt;br /&gt;Suatu hari untuk memperingati Milad TPA, para ustadz dan ustadzah bekerjasama dengan ta’mir masjid mengadakan pengajian Akbar dengan 2 mubaligh. Satu mubaligh dari luar, dan 1 mubaligh kecil dari kalangan TPA. Berdebar hati kala salah satu ustadz menunjuk saya dan temen saya untuk mengikuti seleksi menjadi mubaligh kecil yang akan mengisi pengajian Akbar di masjid kami nanti. Kami berdua diberi selembar kertas konsep pidato. Kami diminta untuk mempelajarinya. Beberapa hari saya pelajari materi pidato itu. Tapi, nampaknya hati kecil saya berkata “biarlah teman saya yang ngisi pengajian akbarnya nanti. Saya malu kalau disuruh berdiri didepan umum”, hingga saya berhenti mempelajari selebar materi itu. &lt;br /&gt;Tapi ustadz berkata lain, “kamu yang saya tunjuk mengisi pengajian akbar besok malam?” &lt;br /&gt;“Apa?” kata saya keheranan kepada ustadz. “Saya tidak mempelajari materinya?” &lt;br /&gt;“Kamu kan sudah dua kali meraih juara 1 lomba pidato di TPA ini.” Sangga ustadz saya.&lt;br /&gt;Saya tak bisa berkata apa-apa selain memenuhi keinginannya. Karena di dalam TPA, kami di ikrarkan untuk “taat kepada guru”. Diusiaku yang masih dikatakan kenak-kanakan, terlalu sulit jika harus menghafal naskah pidato itu. &lt;br /&gt;Pengajian pun dimulai. Hatiku semakin berdebar-debar, ketika harus memberikan pidato dihadapan ratusan orang. Ku bawa teks pidato, dan kubaca teks itu untuk memecahkan keteganganku. Paling ustadz akan memarahi, kenapa pidatonya bawa teks. (Maapin aye tadz..). Kalau nama saya di panggil terus nggak naik panggung, wah bisa berabe. Ternyata ustadz tidak demikian marahnya. Beliau malah mensupport saya, “Alhamdulillah jamaah senang mendengar pidatomu. Mereka bangga ada santri TPA yang sudah bisa berpidato dengan baik di hadapan ratusan orang meski baca. (wah, ternyata saya jadi kagum pada diri saya sendiri. Astaghfirullah, bukankah itu nggak boleh).&lt;br /&gt;Haripun terus berlalu, hingga saya naik di kelas 4, boleh di bilang kelas teratas di TPA-saya. Ada pengumuman dari ustadz saya, “dua minggu lagi akan ada lomba antar TPA se-Kecamatan. Ada 4 lomba yang akan di selenggarakan, lomba qiroah, CCQ, hafalan dan pidato.” Kembali ustadz saya menawarkan agar saya mengikut lomba pidato. Sejenak saya berpikir. Se-Kecamatan, berarti akan ada sekitar 40 peserta yang akan mengikuti lomba. Dengan mengucapkan “Bismillah” saya terima tawaran ustadz untuk mendaftarkan saya di lomba pidato. Belajar dari pengalaman saya mengisi pengajian akbar, saya harus yakin bahwa saya pasti bisa. &lt;br /&gt;Pagi itu, kala suasana masih terlihat sepi, saya sudah bangun. Kulihat jam tangan disamping saya, menunjukkan jam 04.15. Sebentar lagi adzan subuh akan berkumandang. Segera saya berjanjak dari tempat tidur. Berisap diri untuk adzan di masjid yang letaknya cuma 10-an langkah dari depan rumahku.&lt;br /&gt;Terlihat anak-anak se-usiaku masih terlelap di serambi masjid. Yah, kebiasaan anak-anak seusiaku, sehabis ngaji di madrasah pasti tidur di masjid. Cuma saya yang waktu itu tidak diizinkan orang tua ngaji di madrasah, karena orang tua takut kalau saya ngaji di madrasah akan ganggu pelajaran sekolah. Hmm… apa boleh buat, harapan orang tua harus saya turuti sebagai bentuk birrul walidain. Pernah suatu kali saya nekat ikut ngaji, eh…. malah dicari-cari ibu saya. Kadang saya berpikir, “apa ibu nggak seneng kalau anaknya baik dan pinter ngaji?”. &lt;br /&gt;Tak lama, sang mentari terbit dengan senyumannya, seolah ia mengucapkan selamat pagi kepada bumi pertiwi. Saya sambut hari ini dengan penuh keyakinan untuk menghadapi segala sesuatu. Hari ini saya akan mengikuti lomba, memperjuangkan nama TPA. Semua santri sudah berkumpul didepan rumah saya untuk persiapan berangkat menuju tempat perlombaan. &lt;br /&gt;“Ayo, kita buktikan siapa diantara kita nanti yang bisa membawa nama baik TPA kita,” ucap lelucon salah satu teman saya. &lt;br /&gt;“Hmm… saya ngalah saja lah. Biar tim CCQ yang bisa membawa nama baik TPA,” balas canda saya kepadanya. Sontak teman-teman yang lain ikut tertawa. &lt;br /&gt;“Ah, kayaknya kita nggak mungkin akan menang. TPA-TPA yang lain pinter-pinter. Lah kita??” kata-kata  pesimis yang selalu saja terlontar dari mulut teman-teman saya. &lt;br /&gt;Tiba-tiba ustadz dan ustadzah TPA kami datang, “ayo kita segera berangkat, mobilnya sudah kemari.”&lt;br /&gt;Tiba di ruang lomba, para peserta diperkenalkan para dewan juri. Salah satu juri lomba pidato adalah perwakilan dari Kantor Depag Kota Sragen. Rasa grogi pun mulai merayapi tubuh saya. Beberapa peserta sudah tampil, dengan gaya khasnya yang unik dan menarik. Apalagi saya lihat para dewan juri “manggut-manggu” seperti kagum dengan pidato mereka. Pikir-pikir, saya nggak punya ciri khas dalam berpidato. &lt;br /&gt;Tak lama kemudian nama saya dipanggil. Dengan mengucapkan “Bismillah” saya memulai lomba itu. Saya sampaikan apa yang saya bisa. Tapi sejenak melihat para peserta yang lain dan dewan juri biasa-biasa saja, seperti tidak ada respon dari pidato saya. Uhgf… saya pasrahkan semua hasil kepada-Nya. Saya sudah memulai pidato ini dengan “bismillah”, saya yakin menang atau kalah pasti itu yang terbaik yang Allah beri. &lt;br /&gt;Dua minggu kemudian, semua TPA se-Kecamatan dikumpulkan lagi. Kali ini para TPA dikumpulkan untuk menikmati alam, boleh dikatakan “tadzabur alam”, menghayati semua ciptaan Tuhan. Dikawasan tempat penyimpanan fosil manusia purba. (sudah ngerti kan?!  ). Tak sekedar melihat-lihat macam-macam fosil, tapi juga sebagai acara pengumuman lomba. Satu persatu lomba dan pemenangnya dibacakan. Mulai dari CCQ, qiroah, hafalan. Sorak-sorak terdengar riang para santri TPA yang memenangkan lomba. Hanya TPA saya saja yang terlihat agak murung karena 3 lomba tak ada satu pun yang bisa kami menangkan. Kini giliran diumumkan pemenang lomba pidato, mulai dari juara 3 dan 2. Semua terdiam, ketika seorang MC akan mengumumkan juara 1 lomba pidato. Tersebutlah nama saya. Kontan teman-teman saya bersorak dengan keras “Yeeeeee!!!”…. Sesekali saya membalas sorak mereka dengan senyum saya. Wah, senangnya saya. Dan inilah sebuah piagam yang masih sempat saya abadikan.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-rYGgnYL6MBE/Tp-ctiY2pnI/AAAAAAAAAXk/45MtOQQXjNU/s1600/Piagam%2BSetifikat.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 221px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-rYGgnYL6MBE/Tp-ctiY2pnI/AAAAAAAAAXk/45MtOQQXjNU/s320/Piagam%2BSetifikat.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5665419162394470002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6819922398516650042-8455483618249765133?l=smartcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartcerdas.blogspot.com/feeds/8455483618249765133/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2011/10/nyanyian-rinduku-part-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/8455483618249765133'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/8455483618249765133'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2011/10/nyanyian-rinduku-part-1.html' title='Nyanyian Rinduku (Part 1)'/><author><name>Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03589176621357999187</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-QA_JfNsAl34/TWi5gsV1D1I/AAAAAAAAAVc/lUCawG3zKbc/s220/P1210222.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-rYGgnYL6MBE/Tp-ctiY2pnI/AAAAAAAAAXk/45MtOQQXjNU/s72-c/Piagam%2BSetifikat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6819922398516650042.post-3409513585042766096</id><published>2011-10-03T23:44:00.000-07:00</published><updated>2011-10-03T23:52:29.433-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Edukasi'/><title type='text'>Latihan Kls EKTRA tkj XI</title><content type='html'>&lt;span class=”fullpost”&gt;&lt;br /&gt;SILAHKAN DOWNLOAD GAMBAR DI BAWAH INI:&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-6mwpzuz4Y8E/ToqrmaoGmkI/AAAAAAAAAXc/GTZ3blXoa-c/s1600/latihan%2Bdesain_4%2Bokt%2B2011.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 256px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-6mwpzuz4Y8E/ToqrmaoGmkI/AAAAAAAAAXc/GTZ3blXoa-c/s400/latihan%2Bdesain_4%2Bokt%2B2011.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5659524558215354946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah itu kerjakan sesuai dengan perintah yang tercantum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matur Tengkyu:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Wahyudi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6819922398516650042-3409513585042766096?l=smartcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartcerdas.blogspot.com/feeds/3409513585042766096/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2011/10/latihan-kls-ektra-tkj-xi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/3409513585042766096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/3409513585042766096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2011/10/latihan-kls-ektra-tkj-xi.html' title='Latihan Kls EKTRA tkj XI'/><author><name>Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03589176621357999187</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-QA_JfNsAl34/TWi5gsV1D1I/AAAAAAAAAVc/lUCawG3zKbc/s220/P1210222.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-6mwpzuz4Y8E/ToqrmaoGmkI/AAAAAAAAAXc/GTZ3blXoa-c/s72-c/latihan%2Bdesain_4%2Bokt%2B2011.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6819922398516650042.post-2236363794889699965</id><published>2011-09-18T03:23:00.000-07:00</published><updated>2011-09-20T19:35:24.701-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Untaian Nasihat Ke-2</title><content type='html'>&lt;span class=”fullpost”&gt;&lt;br /&gt;(Berikut ini saya lampirkan nasihat-nasihat teman-teman saya yang dikirim fia SMS. Barangkali akan lebih bermanfaat jika saya share di blog saya. Terima kasih saya haturkan kepada temen-temen tercinta semua...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup tidak selamanya berjalan mulus, butuh batu kerikil supaya kita hati-hati, butuh semak berduri supaya kita waspada, butu persimpangan supaya kita bijaksana memilih, butuh petunjuk jalan supaya kita punya harapan tentang adanya masa depan…&lt;br /&gt;Hidup butuh masalah supaya kita tahu bahwa kita punya kekuatan, butuh pengorbanan supaya kita tahu cara bekerja keras, butuh air mata supaya kita tahu merendahkan hati, butuh dicela supaya kita tahu bagaimana cara menghargai, butuh tertawa supaya kita tahu mengucapkan syukur, butuh senyum supaya kita tahu kita punya cinta, butuh orang lain (saudara seiman) supaya kita tahu kita tak sendiri..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;Tahukah kenapa Allah menciptakan gelapnya malam?&lt;br /&gt;Agar kita mampu menyadari hangatnya mentari esok hari…&lt;br /&gt;Tahukah kenapa Allah menggugurkan dedaunan yang kering?&lt;br /&gt;Agar tunas muda dapat tumbuh kembali…&lt;br /&gt;Tahukah kenapa Allah mempertemukan kita dengan orang yang salah?&lt;br /&gt;Agar kelak kita bertemu dengan ‘dia’ yang terbaik yang Allah simpan untuk kita dan kita akan jauh mensyukurinya…&lt;br /&gt;Dan tahukah kenapa semua itu terjadi?&lt;br /&gt;Agar kita bias bersabar disaat tertimpa sesuatu yang tidak kita inginkan,&lt;br /&gt;Dan kita bisa bersyukur saat diberi kenikmatan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;Dalam bahagia Allah menyisipkan duka, agar kita tahu bahwa ada hikmah dibalik sekaan air mata…&lt;br /&gt;Dalam harap Allah menyelipkan resah, agar kita sadar untuk mengiringinya do’a dengan segenap pasrah&lt;br /&gt;Dalam juangpun Allah meletakkan lelah, agar kita ingat betapa mahalnya harga istiqomah…&lt;br /&gt;Tiada Allah ciptakan sesuatu dengan sia-sia…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;Saudaraku….&lt;br /&gt;Memiliki cita-cita dan harapan masa depan memang tidak mutlak akan memberi jaminan dapat diwujudkan. &lt;br /&gt;Tetapi dengan memilikinya akan membuat kita terus-menerus terdorong untuk mencapainya. Dorongan inilah yang seringkali membuat seseorang sampai ditempat tertentu yang nilainya sama, atau wujudnya sama atau lebih baik dari cita-cita dan harapannya, apalagi cita-cita bagi kebahagiaan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;Uang … bisa beli jam, tapi nggak bisa beli waktu, bisa beli ranjang tapi nggak bisa beli tidur, bisa beli buku tapi nggak bisa beli ilmu, bisa beli obat tapi nggak bisa sehat, bisa beli rumah tapi nggak bisa beli keluarga, bisa beli hati tapi tak bisa beli cinta, bisa beli cincin nikah tapi nggak bisa beli kesetiaan, dan bisa beli darah tapi nggak bisa beli hidup. &lt;br /&gt;Sebab itu kawan, hargailah apapun yang kita miliki saat ini. Karena jika hilang, tidak bisa dibeli dengan uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;5 keutamaan waktu:&lt;br /&gt;Bila subuh utuh, pagi tumbuh hati teduh, pribadi tidak angkuh,keluarga tidak keruh, maka damai akan berlabuh. &lt;br /&gt;Bila dzuhur teratur, dari pribadi yang jujur, hati tidak kufur, rasa selalu syukur, amal tidak udzur, keluarga selalu akur, maka pribadi jadi makmur…&lt;br /&gt;Bila ashar kelar, jiwa jadi sabar, raga jadi tegar, senyum menyebar, maka rizki insyaallah lancar…&lt;br /&gt;Bila magrib tertib, ngaji jadi wajib, wirid jadi karib, jauh dari aib, maka syafaat tak pernah raib…&lt;br /&gt;Bila isya terjaga, malampun bercahaya, gelap tak terasa, insyaallah hidup ini bahagia sejahtera dan kekal di surge bersama orang-orang tercinta dan kekasih Allah lainnya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----&lt;br /&gt;FIRDAUS REGENCY:&lt;br /&gt;Hunian nyaman tak terbayangkan! &lt;br /&gt;Type: jannatun na’im, jannatul ma’wa (ready stock)&lt;br /&gt;Fasilitas: sungai susu salsabila, view tak terbatas, akses masuk 7 pintu, taman jutaan hektar, dengan buah segar, ranum, nikmat dan siap santap.&lt;br /&gt;Tesedia : kavling EKSKLUSIF bagi Mujahid da’wah.&lt;br /&gt;Syarat pemesanan : Bertaubat dan kembali kepada jalan Allah, memegang teguh agama Allah, menjadi muslim yang shalih dan mukhlis.&lt;br /&gt;Kantor: Jl. Fisabilillah, bumi Allah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;Ukhuwah tidak mengenal kesudahan, mengiringimu dalam hidup sebagai penyejuk, menyapamu dalam kesendirian yang melelahkan dan menjagamu tetap dalam senyum….&lt;br /&gt;Ukhuwah adalah persaudaraan yang kekal, yang tiada mengenal kejenuhan, &lt;br /&gt;Ukhuwah selalu punya sesuatu untuk dibagi, meskipun hanya sebuah nasihat atau sebait do’a yang tak Nampak…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;Jadilah pribadi sejati yang selalu tampak santai dalam kesibukan, tesenyum dalam kesedihan, tenang dibawah tekanan, tabah dalam kesulitan dan optimis menghadapi tantanga. Itulah konsep hidup yang sebenarnya, saling memahami dan mengisi kekurangan diantara sesame tanpa ada yang merasa saling pintar, paling baik dan paling sempurna. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;Hidup yang tercapai adalah anugerah, buah cinta dan juga pengorbanan tulus keluarga. Tak ada yang sempurna tapi saling menyempurnakan. Satu kata yang kadang terlupa atau terkesampingkan, “keluarga”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;Ketika hasrat ibadah terasa lemah, saat taat dirasa berat, tatkala syahwat makin menguat, dan kala hati terkubur dalam future, MAKA JAWABLAH! “Relakah Anda mati dalam keadaan seperti ini?”&lt;br /&gt;Jika tidak, maka BANGKITLAH! Karena tak ada jaminan berumur panjang, tiada pula peluang ketaatan jika telah datang kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;Hidup manusia ibarat sebuah buku tulis. Cover depan adalah tanggal lahir,cover belakang adalah tanggal meninggal. Tiap lembarny adalah hari-hari dalam hidup kita, ada buku yang tebal ada pula buku yang tipis. Dan seburuk apapun halaman sebelumnya selalu tersiap halaman selanjutnya yang putih bersih, siap untuk coretan pena berikutnya. Begitupun hidup, seburuk apapun hari kemarin, Allah selalu menyediakan hari yang baru untuk kita. Kesempatan yang baru untuk bisa melakukan sesuatu yang benar, meninggalkan yang salah dan melanjutkan alur cerita yang sudah ditetapkan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6819922398516650042-2236363794889699965?l=smartcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartcerdas.blogspot.com/feeds/2236363794889699965/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2011/09/untaian-nasihat-ke-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/2236363794889699965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/2236363794889699965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2011/09/untaian-nasihat-ke-2.html' title='Untaian Nasihat Ke-2'/><author><name>Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03589176621357999187</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-QA_JfNsAl34/TWi5gsV1D1I/AAAAAAAAAVc/lUCawG3zKbc/s220/P1210222.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6819922398516650042.post-4465542911515955686</id><published>2011-04-18T06:46:00.000-07:00</published><updated>2011-09-20T19:30:38.061-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Taujih'/><title type='text'>TARBIYAH DAN AKTIVITAS LILIN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/--tBuHBXoEfc/TaxBlH_RJLI/AAAAAAAAAWs/OAHiLLjADiU/s1600/tarbiyah.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 239px;" src="http://4.bp.blogspot.com/--tBuHBXoEfc/TaxBlH_RJLI/AAAAAAAAAWs/OAHiLLjADiU/s320/tarbiyah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5596920542970062002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dinamis dalam dakwah, performa sempurna, dan membangun kesan produktif. Dikenal sebagai aktivis dakwah. Tapi benarkah ini proses membangun? Ataukah tabir di balik kelemahan? Yang memberi cahaya tapi menghabiskan potensi dan nilai diri? Membakar habis ruh yang bergerak dalam jasad yang ragu, seperti lilin…?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebenarnya umat Islam tidak kekurangan kuantitas, tetapi telah kehilangan kualitas. Kita telah kehilangan bentuk dan keteladanan manusia muslim yang kuat imannya, yang membulatkan dirinya untuk dakwah, yang rela berkorban di jalan dakwah dan jihad fii sabilillah, dan yang senantiasa istiqomah sampai akhir hayatnya. Maka marilah kita beriltizam dengan tarbiyah dan janganlah kita ridha menukarnya dengan cara-cara yang lain.” Demikian taujihat yang disampaikan oleh Syaikh Musthafa Masyhur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah arahan yang mengajarkan kita tentang tujuan dari sebuah kerisauan. Satu perasaan yang yang senantiasa kita butuhkan untuk memantapkan satu kata dalam konsep diri kita…kedewasaan. Kerisauan inilah yang harus kita tempatkan di atas rel yang benar. Kepada umat dan kader dakwah ini, risau karena kualitas, dan bukan sekedar pada kuantitas. Risau kepada diri kita, kepada keluarga, dan kepada seluruh manusia yang telah dan akan membangun interaksinya dengan kita. Interaksi spesifik, interaksi ketaatan, interaksi dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambaran tersebut diwakili oleh Fulan, seorang aktivis dakwah kampus. Perenungan mengantarkannya pada diskusi dalam sebuah majelis yang diikutinya. “Ustadz, ini menjadi masalah besar dalam diri ane. Ane mencermati perilaku dan keluhan aktivis dakwah. Gambarannya begini. Ketika seorang hamba memiliki kuantitas ibadah yang bertambah, maka seharusnya berkorelasi positif dengan kualitas keimanan hamba tersebut. Dalam perspektif dakwah pun seharusnya berlaku hal yang sama. Seorang aktivis, ketika frekuensi aktivitas dakwahnya makin padat maka seharusnya ia juga memiliki kualitas keimanan yang juga meningkat. Akan tetapi kenyataan di lapangan terlihat agak berbeda. Seringkali aktivitas dakwah yang padat justru menggerus dan menyerap habis kesabaran, tabungan empati, dan kedewasaan seorang da’i. Kami menjadi lebih emosional, kehilangan nuansa ukhuwah, dan yang parah adalah melihat amanah dakwah sebagai seuatu beban. Kami merasa terjebak dalam ‘sekedar’ aktivitas formal keorganisasian, sekedar menjadi robot-robot pelaksana proker. Bahwa amalan tersebut tidak berbeda dari amalan mahasiswa lain yang menggelar konser musik kampus dan yang sejenisnya. Parahnya lagi, mereka terlihat lebih ‘hidup’ dengan dinamika aktivitasnya dibandingkan dengan nuansa yang kami miliki dalam mengemban amanah dakwah ini.. Bahkan kadang-kadang setan datang dan memberikan was-was. Muncul pertanyaan-pertanyaan, susah amat sih menjadi selalu baik di hadapan orang. Atau ungkapan bahwa ane merasa memiliki kepribadian ganda, di depan orang lain selalu dituntut baik, tapi sebenarnya lemah ketika sendirian, dan seterusnya. Bagaimana hal tersebut bisa terjadi?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;AKTIVITAS LILIN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambaran kondisi aktivis dakwah yang diwakili Fulan adalah gambaran aktivis lilin. Tampil sebagai da’I yang memberikan pencerahan kepada masyarakat kampus, akan tetapi secara sadar membakar habis potensi keimanan yang dimiliki. Penyebabnya adalah pemahaman yang memandang agenda dakwah berbingkai kegiatan organisasi selalu lebih utama dari agenda pembinaan. Perilaku turunannya adalah tidak jarang aktivis dakwah meminta izin dari jadwal tarbiyah karena ada syura dakwah. Pada saat itulah potensi keimanan sang aktivis tidak ter- up grade. Padahal itulah bekalan yang harus selalu tersedia dalam agenda dakwah, sekecil apapun. Dari pemahaman yang keliru tadi, aktivitas dakwah sang aktivis ‘membakar’ habis potensi dirinya. Mejadi futur adalah konsekuensi logis yang pasti terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa kita sadari seringkali kita terjebak di dalam konteks tersebut. Semangat yang kita miliki dalam dakwah sangat kondisional. Tidak didukung oleh agenda persiapan yang berkesinambungan. Ketika lingkungan kondusif untuk dakwah, maka kita akan tampil optimal.akan tetapi ketika lingkungan melemah dan amanah dakwah hanya tersampir di pundak segelintir ikhwah, maka kita pun melemah. Tidak mustahil akhirnya semangat dakwah kita kian melemah, meleleh, dan akhirnya padam, layaknya sebatang lilin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;SUBSTANSI DAN KEDUDUKAN TARBIYAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tarbiyah tidak penting, tidak mungkin Syaikh Musthafa Masyhur menegaskan, “Marilah kita beriltizam dengan tarbiyah dan janganlah kita ridha menukarnya dengan cara-cara yang lain.” Sebab tarbiyah adalah wadah dimana kita melengkapi pemahaman dan bekalan dakwah. Modal yang menjelma menjadi cirri dan karakter kita dalam menegakkan amanah kebaikan dan menyerukan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimanakah kiranya kita bias dapatkan tempat yang menempa kita menjadi seorang mujahid? Sosok yang memiliki tingkat pemahaman yang tinggi kepada agamanya, pemahaman yang menyeluruh, lengkap, dan orisinal terhadap Kitabullah dan Sunnaturrasul. Dan ia harus memiliki keikhlasan yang besar untuk menjadi laskar dakwah dan aqidah. Bukan sekedar laskar organisasi kampus apalagi laskar lainnya yang hanya mengejar keuntungan dan tujuan materi semata. Bukan pula laskar yang semata-mata mengejar kepentingan diri sendiri dan popularitas. Menjadi sosok yang mengutamakan kerja daripada hanya sekedar berbicara. Yang seimbang perkataan dengan perbuatan. Yang mengenal dengan pasti jalan yang dilaluinya dan mengikhlaskan niatnya karena Allah semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosok yang bertekad untuk dakwah dan membebaskan dirinya dari segala prinsip selain Islam dan dari manusia yang tidak menyetujui dakwah Islam. Kemudian ia menyiapkan dan menyediakan dirinya untuk berjihad di jalan Allah demi meninggikan Kalamullah dengan mengorbankan segala yang dimilikinya, jiwa, harta, waktu, dan usaha. Sosok yang oleh Allah ditawar tinggi dengan tebusan kemuliaan, “Sesungguhnya Allah telah membeli dari diri orang-orang yang beriman dari diri dan harta mereka dengan memberikan surga kepada mereka.” (QS.At Taubah: 111). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimanakah kiranya sosok itu dibentuk selain dari sebuah wadah pembinaan yang berkesinambungan. Pembinaan yang terukur dan sarat dengan proses implementasi nilai. Wadah yang menghimpun komitmen dan keinginan sekaligus membakar kelemahan dan tujuan yang menyimpang. Lingkungan yang memungkinkan kita memaksa diri untuk ikhlas menaati ketetapan Allah, penuh rasa ukhuwah, dan saling taushiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka marilah kita renungkan, sekuat apakah kita akan bertahan dalam dinamika yang secara paksa merenggut semua peluang keimanan kita. Apalagi kalau kita berpikir masih dapat berpartisipasi melawan hegemoni kemaksiatan dan kemusyrikan serta budaya hidup yang melenakan. Kecuali dengan pengkondisian yang terstruktur dan terpantau, bersama orang-orang yang memiliki komitmen yang sama, serta saling menguatkan, melengkapi pemahaman dan bekalan yang dibutuhkan, hidup dalam tarbiyah. Maka dengan itulah kita mampu bertahan dalam pertarungan besar ini. Jika tidak, maka kita hanya akan mengulang kisah sedih para aktivis lilin yang tertipu oleh kekuatan dirinya, yang berakhir tidak bersisa kecuali menjadi debu yang tidak bermakna. Na’udzubillahi min dzalika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;EPILOG&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kembalilah kepada tarbiyah sebagai langkah awal memulai kehidupan dakwah kita. Sebagai lingkungan membangun karakter mujahid diri kita. Karena dakwah ini tidak hanya menuliskan kisah-kisah keberhasilan dan kejayaan, melainkan juga penderitaan dan kesedihan, kisah pengorbanan yang menuntut pembuktian. Bukankah Allah telah mengingatkan kita, “Adakah manusia menyangka mereka akan dibiarkan berkata,’Kami telah beriman.’ Padahal mereka belum diuji dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, supaya Kami mengetahui orang-orang yang benar dan orang-orang yang dusta.” (QS.Al Ankabut: 2-3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tarbiyah marilah kita berhimpun dalam barisan aktivis dakwah, bukan aktivis lilin. Karena tarbiyah adalah wujud langsung komitmen kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW. Proses pembinaan diri mengarahkan kita untuk taat pada ketetapan Allah dan Rasul-Nya. Hal ini menuntut komitmen dan memaksa kelemahan kita, yang juga berarti menyiapkan kita untuk dapat bertahan dalam berbagai ujian dan beban yang semakin berat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) oleh orang-orang sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan, dan diguncang (dengan berbagai cobaan), sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata,”Kapankah datang pertolongan Allah?” Ingatlah sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat. (QS.. Al Baqarah: 214) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masihkah kita bisa merasa tidak merugi ketika mengurangi dan tidak mengoptimalkan kesempatan dalam berbagai agenda tarbiyah kita? Belum tibakah saatnya memaksa kelemahan diri untuk patuh pada semangat kebangkitan yang sering kita cita-citakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Disadur dengan beberapa perubahan dari:&lt;br /&gt;Al Izzah no.6/th.4/Juli 2004&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6819922398516650042-4465542911515955686?l=smartcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartcerdas.blogspot.com/feeds/4465542911515955686/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2011/04/tarbiyah-dan-aktivitas-lilin.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/4465542911515955686'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/4465542911515955686'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2011/04/tarbiyah-dan-aktivitas-lilin.html' title='TARBIYAH DAN AKTIVITAS LILIN'/><author><name>Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03589176621357999187</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-QA_JfNsAl34/TWi5gsV1D1I/AAAAAAAAAVc/lUCawG3zKbc/s220/P1210222.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/--tBuHBXoEfc/TaxBlH_RJLI/AAAAAAAAAWs/OAHiLLjADiU/s72-c/tarbiyah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6819922398516650042.post-5892119993890462397</id><published>2011-03-30T08:07:00.000-07:00</published><updated>2011-04-01T06:09:33.471-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><title type='text'>POHON UKHUWAH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-GAjRZ5vPxbE/TZNKMa6TQMI/AAAAAAAAAWk/PVvwujCQU-Y/s1600/ezytreev.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 278px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-GAjRZ5vPxbE/TZNKMa6TQMI/AAAAAAAAAWk/PVvwujCQU-Y/s320/ezytreev.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5589893139739656386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya antara muslim satu dengan yang lainnya adalah sebuah bangunan dimana bagian yang satu dengan yang lainnya saling menguatkan"&lt;br /&gt;Sahabat,pernahkah kita berfikir dan bertanya,"Gimana sih ukhuwah itu bisa terjalin??".&lt;br /&gt;Coba Kita renungkan kalo ukhuwah itu bisa terjalin seperti sebatang POHON. Trus kita beri nama saja itu sebagai "Pohon Ukhuwah". &lt;br /&gt;Nah tau nggak apa saja "part"nya???&lt;br /&gt;Yah, pohon ukhuwah itu tumbuh dari TUNAS ta`aruf. Ia berAKAR taqwa, tumbuh dalam naungan Robbul Izzati, Allah ‘Azza wa Jalla. Dengan SINARAN kasih sayang,Ia pun berdiri kokoh, ditopang BATANG kepercayaan dan akan terus berkembang sampai muncul CABANG pengertian sebagai tempat bergantungnya RANTING-RANTING harapan. Dengan AIR keikhlasan,ia akan dipersejuk dengan DAUN-DAUN keharmonisan yang merimbun  rasa saling memiliki, menyatu menyejukkan setiap jiwa yang berteduh dibawahnya. Dan jangan lupa beri ia PUPUK senyum,agar BUNGA-BUNGA kebahagiaan merekah, menghiasi ukhuwah yang telah dibina hingga ia berBUAH kebaikan.&lt;br /&gt;Nahh,,, kalau kita ingin persahabatan itu langgeng alias bisa membawa kita sampai ke Jannah, niatkan dulu karena Allah SWT.Jadikan ukhuwah sebagai jalan untuk menyempurnakan iman Kita.&lt;br /&gt;Dari Anas ra, Rosullulloh SAW bersabda,"Tidaklah sempurna iman seorang muslim diantara kalian sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri". (hadits)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ukhuwah adalah telaga bagi batin yang rindu cinta sejati, tempat jiwa berlabuh untuk saling menguatkan, memberi, dan berbagi. Di dalamnya ada lantunan syahdu ketulusan doa untuk saudaranya "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Seorang Muslim berperan sebagai cahaya jika alam ini gelap. Seorang Muslim adalah mata air sejuk, pelepas dahaga orang yang kehausan. Seorang Muslim adalah pelindung bagi orang yang ingin dilindungi dalam urusan akidah dan amalnya." &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(Yusuf Qardhawi)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ARTIKEL TERKAIT:&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2011/03/potret-keluarga-muslim.html"&gt;Potret Keluarga Muslim&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2011/03/dialah-ibumu.html"&gt;Dialah Ibumu&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6819922398516650042-5892119993890462397?l=smartcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartcerdas.blogspot.com/feeds/5892119993890462397/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2011/03/pohon-ukhuwah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/5892119993890462397'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/5892119993890462397'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2011/03/pohon-ukhuwah.html' title='POHON UKHUWAH'/><author><name>Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03589176621357999187</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-QA_JfNsAl34/TWi5gsV1D1I/AAAAAAAAAVc/lUCawG3zKbc/s220/P1210222.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-GAjRZ5vPxbE/TZNKMa6TQMI/AAAAAAAAAWk/PVvwujCQU-Y/s72-c/ezytreev.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6819922398516650042.post-7463755661286234997</id><published>2011-03-24T02:14:00.000-07:00</published><updated>2011-04-01T06:11:31.966-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><title type='text'>POTRET KELUARGA MUSLIM</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-_JrbD6PRIek/TYsL4FMOcXI/AAAAAAAAAWc/Z9oCbqLr3NU/s1600/images.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 209px; height: 215px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-_JrbD6PRIek/TYsL4FMOcXI/AAAAAAAAAWc/Z9oCbqLr3NU/s320/images.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5587572820777267570" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;1. KETIKA AKAN MENIKAH&lt;br /&gt;Janganlah mencari isteri, tapi carilah ibu bagi anak-anak kitaJanganlah mencari suami, tapi carilah ayah bagi anak-anak kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. KETIKA MELAMAR&lt;br /&gt;Anda bukan sedang meminta kepada orang tua/wali si gadis, tetapi meminta kepada Allah melalui orang tua/ wali si gadis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. KETIKA AKAD NIKAH&lt;br /&gt;Anda berdua bukan menikah di hadapan penghulu, tetapi menikah dihadapan Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. KETIKA RESEPSI PERNIKAHAN&lt;br /&gt;Catat dan hitung semua tamu yang datang untuk mendo’kan anda, karena anda harus berfikir untuk mengundang mereka semua dan meminta maaf apabila anda berfikir untuk bercerai karena menyia-nyiakan do’a mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. SEJAK MALAM PERTAMA&lt;br /&gt;Bersyukur dan bersabarlah.Anda adalah sepasang anak manusia dan bukan sepasang malaikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. SELAMA MENEMPUH HIDUP BERKELUARGA&lt;br /&gt;Sadarilah bahwa jalan yang akan dilalui tidak melalui jalan bertabur bunga, tapi juga semak belukar yang penuh onak dan duri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. KETIKA BIDUK RUMAH TANGGA OLENG&lt;br /&gt;Jangan saling berlepas tangan, tapi sebaliknya justeru semakin erat berpegang tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8 .KETIKA BELUM MEMILIKI ANAK.&lt;br /&gt;Cintailah isteri atau suami anda 100%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. KETIKA TELAH MEMILIKI ANAK.&lt;br /&gt;Jangan bagi cinta anda kepada (suami) isteri dan anak anda, tetapi cintailah isteri atau suami anda 100% dan cintai anak-anak anda masing-masing 100%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.KETIKA EKONOMI KELUARGA BELUM MEMBAIK.&lt;br /&gt;Yakinlah bahwa pintu rizki akan terbuka lebar berbanding lurus dengan tingkat ketaatan suami dan isteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11.KETIKA EKONOMI MEMBAIK&lt;br /&gt;Jangan lupa akan jasa pasangan hidup yang setia mendampingi kita semasa menderita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12.KETIKA ANDA ADALAH SUAMI&lt;br /&gt;Boleh bermanja-manja kepada isteri tetapi jangan lupa untuk bangkit secara bertanggungjawab apabila isteri membutuhkan pertolongan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13.KETIKA ANDA ADALAH ISTERI&lt;br /&gt;Tetaplah berjalan dengan gemulai dan lemah lembut, tetapi selalu berhasil menyelesaikan semua pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14.KETIKA MENDIDIK ANAK&lt;br /&gt;Jangan pernah berpikir bahwa orang tua yang baik adalah orang tua yang tidak pernah marah kepada anak, karena orang tua yang baik adalah orang tua yang jujur kepada anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15.KETIKA ANAK BERMASALAH&lt;br /&gt;Yakinilah bahwa tidak ada seorang anakpun yang tidak mau bekerjasama dengan orangtua, yang ada adalah anak yang merasa tidak didengar oleh orang tuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16.KETIKA ADA PIL(Pria Idaman Lain).&lt;br /&gt;Jangan diminum, cukuplah suami sebagai obat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17.KETIKA ADA WIL (Wanita Idaman Lain)&lt;br /&gt;Jangan dituruti, cukuplah isteri sebagai pelabuhan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18.KETIKA MEMILIH POTRET KELUARGA&lt;br /&gt;Pilihlah potret keluarga sekolah yang berada dalam proses pertumbuhan menuju potret keluarga masjid..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19.KETIKA INGIN LANGGENG DAN HARMONIS&lt;br /&gt;Gunakanlah formula 6 K&lt;br /&gt;l. Ketaqwaan&lt;br /&gt;2. Kasih sayang&lt;br /&gt;3. Kesetiaan&lt;br /&gt;4. Komunikasi dialogis&lt;br /&gt;5. Keterbukaan&lt;br /&gt;6. Kejujuran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Semoga bisa menjadi hikmah bagi Saya, Anda dan Antum semua)&lt;br /&gt;&lt;span class=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6819922398516650042-7463755661286234997?l=smartcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartcerdas.blogspot.com/feeds/7463755661286234997/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2011/03/potret-keluarga-muslim.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/7463755661286234997'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/7463755661286234997'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2011/03/potret-keluarga-muslim.html' title='POTRET KELUARGA MUSLIM'/><author><name>Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03589176621357999187</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-QA_JfNsAl34/TWi5gsV1D1I/AAAAAAAAAVc/lUCawG3zKbc/s220/P1210222.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-_JrbD6PRIek/TYsL4FMOcXI/AAAAAAAAAWc/Z9oCbqLr3NU/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6819922398516650042.post-6483459608509358341</id><published>2011-03-02T02:00:00.000-08:00</published><updated>2011-03-04T05:13:36.726-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><title type='text'>DIALAH IBUMU</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-fhreChdpdVw/TW4bnJ0sykI/AAAAAAAAAWM/wFgV59QfFk0/s1600/kasih-ibu.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-fhreChdpdVw/TW4bnJ0sykI/AAAAAAAAAWM/wFgV59QfFk0/s200/kasih-ibu.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5579427347824429634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Suatu ketika&lt;/span&gt; seorang bayi siap untuk dilahirkan ke dunia&lt;br /&gt;Menjelang diturunkan dia bertanya kepada Tuhan,&lt;br /&gt;“Para malaikat di sini mengatakan bahwa besok engkau akan mengirimku ke dunia. Tetapi bagaimana cara saya hidup di sana, saya begitu kecil dan lemah.” Kata si bayi.&lt;br /&gt;Tuhan menjawab, “Aku telah memiliki satu malaikat untukmu. Ia akan menjaga dan mengasihimu.”&lt;br /&gt;“Tapi di surga apa yang saya lakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa, ini cukup bagi saya untuk bahagia.” Demikian kata si bayi. &lt;br /&gt;Tuhan pun menjawab, “Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari, dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan jadi lebih berbahagia.”&lt;br /&gt;Si bayi pun bertanya kembali, “Dan apa yang dapat saya lakukan saat saya ingin berbicara kepada-MU?”&lt;br /&gt;Sekali lagi Tuhan menjawab, “Malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara kamu berdo’a.”&lt;br /&gt;Si bayi pun masih belum puas, ia pun bertanya lagi, “Saya mendengar bahwa di bumi banyak orang jahat, siapa yang akan melindungi saya?”&lt;br /&gt;Dengan penuh kesabaran Tuhan pun menjawab, &lt;br /&gt;“Malaikatmu akan melindungimu dengan taruhan jiwanya sekalipun.”&lt;br /&gt;Si bayi pun tetap belum puas dan melanjutkan pertanyaannya,&lt;br /&gt;“Tapi saya akan bersedih karena tidak melihat Engkau lagi.”&lt;br /&gt;Dan Tuhan pun menjawab, “Malaikatmu akan menceritakan kepadamu tentang Aku, dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepada-Ku, walaupun sesungguhnya Aku selalu berada di sisimu.”&lt;br /&gt;Saat itu Surga begitu tenangnya, sehingga suara dari bumi terdengar dan sang anak dengan suara lirih bertanya, “Tuhan…. jika saya harus pergi sekarang, bisakah engkau memberitahuku siapa nama malaikat di rumahku nanti?”&lt;br /&gt;Tuhan pun menjawab, “Kamu dapat memanggil malaikatmu… IBU…”&lt;br /&gt;###&lt;br /&gt;KENANGLAH ibu yang menyayangimu&lt;br /&gt;Untuk ibu yang selalu meneteskan air mata ketika kau pergi…&lt;br /&gt;Ingatkah engkau ketika ibu rela tidur tanpa selimut demi melihatmu tidur nyenyak dengan dua selimut membalut tubuhmu&lt;br /&gt;Ingatkah engkau ketika jemari ibu mengusap lembut kepalamu… &lt;br /&gt;Dan ingatkah engkau ketika air mata menetes dari mata ibumu ketika ia melihatmu terbaring sakit&lt;br /&gt;Sesekali jenguklah ibumu yang selalu menanti kepulanganmu di rumah tempat kau dilahirkan&lt;br /&gt;Kembalilah memohon maaf pada ibumu yang selalu rindu akan senyumanmu&lt;br /&gt;Jangan biarkan engkau kehilangan saat-saat yang akan kau rindukan di masa datang, &lt;br /&gt;ketika ibu telah tiada…..&lt;br /&gt;Tak ada lagi yang berdiri di depan pintu menyambut kita&lt;br /&gt;Tak ada lagi senyuman indah… tanda bahagia,….&lt;br /&gt;Yang ada hanyalah kamar yang kosong tiada penghuninya,&lt;br /&gt;Yang ada hanyalah baju yang digantung di lemari kamarnya&lt;br /&gt;Tak ada lagi, dan tak akan ada lagi yang meneteskan air mata &lt;br /&gt;mendo’akanmu disetiap hembusan nafasnya…&lt;br /&gt;kembalilah segera… peluklah ibumu yang selalu menyayangimu…&lt;br /&gt;ciumlah kaki ibu yang selalu merindukanmu &lt;br /&gt;dan berikanlah yang terbaik diakhir hayatnya&lt;br /&gt;Kenanglah semua cinta dan kasih sayangnya…&lt;br /&gt;Ibu maafkan aku… sampai kapanpun jasamu tak akan terbalas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;DOWNLOAD NASYID TERKAIT:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/uBKtMIXH/MamaBunda-the_cs_ann.html"&gt;Mama, Bunda, Ummi - the cs&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6819922398516650042-6483459608509358341?l=smartcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartcerdas.blogspot.com/feeds/6483459608509358341/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2011/03/dialah-ibumu.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/6483459608509358341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/6483459608509358341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2011/03/dialah-ibumu.html' title='DIALAH IBUMU'/><author><name>Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03589176621357999187</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-QA_JfNsAl34/TWi5gsV1D1I/AAAAAAAAAVc/lUCawG3zKbc/s220/P1210222.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-fhreChdpdVw/TW4bnJ0sykI/AAAAAAAAAWM/wFgV59QfFk0/s72-c/kasih-ibu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6819922398516650042.post-4333714523635304982</id><published>2011-02-22T02:30:00.000-08:00</published><updated>2011-02-22T04:54:13.525-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Memory'/><title type='text'>DI SAAT KITA BERSAMA_GEN'LAWEYAN</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;AHAD, 20 Februari 2011,&lt;/span&gt; pagi-pagi buta..(lho pagi kok buta??.. Menurut majas personifikasi pagi-pagi kala masih terasa gelap emang buta..he..he..). Tak seperti biasanya pagi itu, Gen'Laweyan kumpul 'ngonthel' bareng neng cengklik. Ya memang tak seperti biasanya, karna biasanya Gen'Laweyan kemana pergi mesti banyak pake motor, ni malah pake onthel... pinjam lagi..he..he.. &lt;br /&gt;Kala mentari mulai menyengat, kami jalan baris-berbaris seakan seperti pasukan tempur yang siap melawan musuh. (Musuhnya kesel bin capek...wkwkwk)&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-s4Fq3aragH0/TWOR7qfZTAI/AAAAAAAAAUk/tkUs8GFQ48g/s1600/PICT0031.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-s4Fq3aragH0/TWOR7qfZTAI/AAAAAAAAAUk/tkUs8GFQ48g/s320/PICT0031.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5576461217819085826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jalan demi jalan kami lewati dan kami nikmati... (kayak makan. berati makan jalan)... matahari yang mulai menyengat (kayak tawon kok menyengat)... tiada peduli. Rintangan demi rintangan tlah kami lalui hingga akhirnya kami sampai juga di Waduk Cengklik. &lt;br /&gt;Tibanya Gen'Laweyan di sana, disambut mesra oleh para penjual dan pemilik warung. Kontan sambutan itu kami terima jua dengan mesra. Kami mulai duduk di tikar, kemudian penjual menghidangkan kami teh manis gula batu... (wah bener-bener segerrrr). Tau aja penjual keadaan kami yang sedang capek, penjual menawarkan kami 'kue jawa' alias banggreng dan pisang godhog. Seketika kue dan pisang habis dalam waktu 1 menit... (wkwkwkwk)....&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-G-tsEUHb8cI/TWOUtT5mH8I/AAAAAAAAAUs/EG51KqnK-CQ/s1600/PICT0036.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-G-tsEUHb8cI/TWOUtT5mH8I/AAAAAAAAAUs/EG51KqnK-CQ/s320/PICT0036.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5576464269771677634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Nampaknya siang yang mulai menyapa membuat kami mulai 'ngoyot' (jowo) untuk beranjak dari tempat itu. Yah akhirnya kami gunakan untuk bercengkerama, untuk mengutarakan masalah dan bercerita.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-_eauGY567RI/TWOWYdPSiEI/AAAAAAAAAU0/Dd9GmwTDWWg/s1600/PICT0039.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-_eauGY567RI/TWOWYdPSiEI/AAAAAAAAAU0/Dd9GmwTDWWg/s320/PICT0039.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5576466110524590146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-c6eZvreXNOc/TWOXR9eengI/AAAAAAAAAU8/qVnooatPr6Y/s1600/PICT0043.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-c6eZvreXNOc/TWOXR9eengI/AAAAAAAAAU8/qVnooatPr6Y/s320/PICT0043.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5576467098430774786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-cvZNQaKkg0I/TWOYqkAerrI/AAAAAAAAAVE/M8MusEJxF30/s1600/PICT0045.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-cvZNQaKkg0I/TWOYqkAerrI/AAAAAAAAAVE/M8MusEJxF30/s320/PICT0045.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5576468620602420914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hingga akhirnya waktu pun tak mengijinkan kami untuk berlama-lama di sana. Gen'Laweyan segera beranjak dan mengambil satu persatu, dan dua perdua sepeda pinjaman. Hingga inilah gaya kami waktu meninggalkan arena saat itu: &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-HSyNJt9b_H8/TWOZyHtLWkI/AAAAAAAAAVM/5YG40lJOOfU/s1600/PICT0048.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-HSyNJt9b_H8/TWOZyHtLWkI/AAAAAAAAAVM/5YG40lJOOfU/s320/PICT0048.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5576469849955850818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dan kami pun ingin terus mengingatnya.. meski jarak dan waktu kemudian memisahkan kami.. semoga ukhuwah dan kekeluargaan yang telah terbina kan menjadi bagian hidup kita.&lt;br /&gt;GEN'LAWEYAN_turut bekerja menuju laweyan sejahtera &lt;br /&gt;(Pokoknya Kita Senang)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;(Oleh : Wahyudi berseri)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ARTIKEL TERKAIT:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2010/10/solo-in-action.html"&gt;Solo in Action&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2010/10/berbagi-ceria-bersama.html"&gt;Berbagi ceria Bersama&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6819922398516650042-4333714523635304982?l=smartcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartcerdas.blogspot.com/feeds/4333714523635304982/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2011/02/di-saat-kita-bersamagenlaweyan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/4333714523635304982'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/4333714523635304982'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2011/02/di-saat-kita-bersamagenlaweyan.html' title='DI SAAT KITA BERSAMA_GEN&apos;LAWEYAN'/><author><name>Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03589176621357999187</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-QA_JfNsAl34/TWi5gsV1D1I/AAAAAAAAAVc/lUCawG3zKbc/s220/P1210222.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-s4Fq3aragH0/TWOR7qfZTAI/AAAAAAAAAUk/tkUs8GFQ48g/s72-c/PICT0031.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6819922398516650042.post-8223642159914157487</id><published>2011-02-11T02:16:00.000-08:00</published><updated>2011-02-11T02:20:53.799-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>Menyamuderakan Cinta Si Pecinta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-PXesMk3MQaA/TVUNLwluL4I/AAAAAAAAAUc/dre4ftcchZc/s1600/ilustrasi-love-air.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 164px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-PXesMk3MQaA/TVUNLwluL4I/AAAAAAAAAUc/dre4ftcchZc/s200/ilustrasi-love-air.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5572374609613696898" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Malam semakin larut, angin berbisik sayup-sayup terdengar di balik jendela yang sedikit terbuka. Menyelisik hati bersama hawa dingin yang diam-diam mengalir masuk. Dinginnya mampu menggigilkan tubuh perempuan yang mengintip rembulan dari sebalik gorden kamarnya. Ah, rembulan perak pun enggan memurnama. Padahal tinggal seselaput tipis untuk menjadikannya bulat seutuhnya. Laksana dekatnya bilangan hari yang akan menyampaikannya pada purnama agamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andaikan waktu itu benar-benar bisa dihentikan, ia berharap waktu itu terhenti saat sunyi ini. Menyendiri dalam ruang hampa waktu. Sejenak meninggalkan segala gundah galau yang selama ini membuat hatinya menceracau. Atau jika tidak, tak bisakah hari-hari itu mengurai dalam bilangan detik yang lebih panjang? Agar ia punya kesempatan bernafas lebih lepas. Membuang segala sesak yang telah lama menyeruak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini tidak ada airmata yang menetes. Entah kenapa. Padahal ia ingin sekali membuang segala gundah bersama bulir-bulir permata indah itu. Biar jatuh. Biar luluh. Biar tidak selalu menggelayut dalam langit hatinya yang semakin rapuh. Atau mungkin airmata itu telah kering. Dalam bilangan bulan malam-malam yang telah berlalu. Entah berapa purnama yang telah ia lewati dengan isakan di setiap penghujung malamnya. Bukankah sangat wajar, jika airmata itu telah kering tanpa menyisa setitis embunnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang perempuan biasa. Ia sedang terluka dalam sebuah episode bernama cinta. Yah, cinta yang tidak mempertemukannya dengan kekasihnya. Cinta yang mengajarinya tentang hakikat ‘menerima’. Cinta yang membuatnya sadar akan dirinya. Bahwa sungguh, hatinya ternyata tidak berada dalam genggamannya. Ia tidak bisa meminta hatinya untuk merasakan apa yang dipikirkan oleh akalnya. Sebanyak apapun doktrin dan pelegalan yang disusupkan oleh akalnya, ternyata begitu saja dimentahkan oleh hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Wahai hati, kenapa engkau tega membuatku terpuruk dalam derita luka ini?’ rintihnya malam ini bersama belaian mesra bayu segara, kering tanpa cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laksana perempuan lainnya, ia ingin mengabdikan diri dan hatinya seutuhnya untuk suaminya nanti. Tapi bayang-bayang lelaki dari masa lalu itu, selalu saja mengusik tidurnya. Kenapa ia yang selalu harus hadir dalam setiap mimpi dan lamunannya? Setiap kali ia hadir, setiap kali itu pula ia menghalaunya. Menggantinya dengan bayang lelaki yang dalam hitungan hari akan menjadi suaminya. Tapi sepersekian detik saja bayang itupun telah pudar. Wajah itu berganti dengan ia yang tak diingini.&lt;br /&gt;Perempuan itu lelah. Sangat lelah. Hampir putus asa. Merasa dirinya benar-benar tidak berguna. Apakah surga masih diizinkan untuknya? Ia takut kelak akan mengkhianati suaminya. Karena rasa cinta yang tidak mampu ia berikan seutuhnya, separuhnya. Rasa khianat itu mulai menunas di hati dan jiwanya, perih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sendu, perempuan itu bermunajat syahdu. Ada getar-getar pilu dalam sunyi kata merdu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Rabb,, sungguh Engkau tahu betapa besar cintaku padaMu. Yang dengannya menjadikan aku begitu mencintai kedua ibu bapakku. Aku hanya ingin menjadi anak yang bisa berterimakasih kepada mereka. Dengan caraku. Yang tidak sehebat pengorbanan penghuni gua, yang mendahulukan orang tuanya di atas dirinya, istri, dan anak-anaknya. Tak seindah kisah Uwais Al Qarni yang baktinya kepada ibunya mampu membuat jenazahnya diperebutkan oleh malaikat untuk memandikan, mengafani, dan menguburkannya. Yang membuat doanya tidak akan pernah tertolak oleh RabbNya. Yang membuat namanya tidak terkemuka di bumi namun begitu dikenal di langitNya.&lt;br /&gt;Lalu apakah aku akan lebih mementingkan rasa cintaku kepada manusia yang tidak seharusnya kulabuhkan cintaku kepadanya? Dan mencampakkan baktiku kepada kedua orang tuaku di bawah telapak kaki cinta? Bukankah jika begitu berarti aku juga telah mencampakkan surga yang berada di bawah telapak kakinya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matanya mulai berembun. Tak kuasa ia menahan sesak dadanya, perih luka, dan pedih jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak, Ya Rabb.. Aku mencintaiMu.. Dan dengannya aku mencintai Bapak Ibuku.. Dan untuk mendapatkan Ridha keduanya. Ya Rahman, aku rela jika sepanjang usiaku aku harus hidup dalam kesakitan. Jalan inilah yang aku pilih untuk membuktikan besarnya cintaku padaMu. Aku tidak akan menyerahkan diriku untuk menghamba pada cinta yang selain atasMu. Ya Rabbiy Mudahkan.. Kuatkan.. Teguhkan.. Kokohkan.. Hati dan kaki ini untuk meretas cinta di atas jalanMu, sebagaimana para pejuang cinta terdahulu, yang tidak sedikit pun mengubah janjinya hingga datang kepastian itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membanjir juga air matanya, meleleh bersama dingin malam. Dalam dekapan gulita yang semakin mendekati akhirnya. Kesadaran itu menjalari hatinya. Dan membuka kait-kaitnya yang selama ini tertutup, terkunci atas pemasungan kesadaran yang diatasnamakan cinta. ia tau ia salah, memberi harapan akan sesuatu yang belum pasti dapat ia berikan. Lelaki itu salah, keegoisan cintanya membuatnya merasa benar atas semua tindakannya. Mereka berdualah yang salah. Dan tidak sepantasnya mengambinghitamkan pihak atau hal lain untuk mendapatkan pembenaran. Tidak pula cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena cinta itu tidak salah. Tidak pernah salah! Dan tidak akan salah! Perasaan sayangnya itu adalah tetap sebuah anugerah, yang dititipkan Allah agar ia merasainya. Agar hatinya peka dengannya. Agar ia bisa melihat, mendengar, meraba tanpa mata, telinga, dan tangannya. Agar ia bisa melihat, mendengar, dan meraba dengan hatinya, dengan jiwanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, cinta mereka tidaklah salah. Tapi ‘ekspektasi memiliki’ yang tanpa sengaja mereka tumbuhkan dan akhirnya mengakar dengan begitu kuatnya itulah yang salah. Bukanlah cinta yang menyebabkan mereka merasai sakit seperti saat ini. Tapi ekspektasi memiliki yang tidak sampai itulah yang dengan sebegitu dahsyatnya telah memporakporandakan hati. Karena bukankah cinta itu membebaskan, mencerahkan, dan menenangkan? Sedangkan ekspektasi memiliki itu membelenggu, meredupkan, dan meresahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba muncul pertanyaan dalam hatinya. Benarkah lelaki itu mencintainya dengan setulusnya? Bukankah mencintai itu berarti berjuang untuk memberikan kebahagiaan kepada kekasih yang dicintainya? Mencintai apa yang menjadi kecintaannya? Lalu mengapa selama ini lelaki itu masih tidak bisa terima dengan keputusannya? Keputusan yang ia ambil dengan sadar jaga. Keputusan yang menyakitkan. Namun, keputusan itulah yang paling menenangkan hatinya. Keputusan yang ia anggap paling baik untuk semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak tahukah lelaki itu, selama ia masih menggugat keputusan itu dan mencari-cari pihak untuk disalahkan, sungguh sebenarnya ia telah menyakiti hati perempuan itu lebih dalam. Semakin lelaki itu tidak terima, semakin dalam dan sakit pulalah goresan yang ia ukirkan di hati perempuan yang katanya ia cintai dengan segenap jiwa. Atau apakah memang lelaki itu mengharapkan agar ia merasai sakit itu? Sakit yang mencerabut ketenangan dan kebahagiaan dalam hatinya. Sakit yang jauh lebih pedih dari goresan pisau yang diiriskan di jarinya. Perih. Pedih. Sakit. Sakit sekali..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa tambahan rasa sakit karena laku lelaki itu, sungguh ia pun telah merasakan kepedihan yang sangat. Kepedihan karena tidak bisa bersanding dengan seseorang yang dicintainya. Seseorang yang telah ia bayangkan dipertemukan dalam singgasana cinta. Seseorang yang dalam mimpinya akan menjadi ayah dari anak-anaknya dan imam dalam kehidupannya. Kesakitan itupun masih harus ditambah pula, ketika ia harus merelakan dirinya hidup bersama dengan seseorang yang hingga saat ini belum bisa ia berikan sedikit saja cintanya. Tidak cukupkah segala kepedihan yang ia rasakan sekarang sebagai penebus dosa masa lalunya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai lelaki yang kucintai, tidak cukupkah rasa pedih yang kutanggung saat ini? Rasa pedih yang mungkin jauh.. jauh.. lebih pedih dari kepedihan yang kau tanggung karena janji yang tak terjawantah? Tapi jika kau memang merasa ini semua belum cukup, maka silakan lakukan apa yang kau anggap benar untuk dilakukan. Teruslah kau sayatkan luka-luka itu di hatiku. Sedalam-dalamnya. Aku ikhlas menerima. Jika itu membuatmu bahagia. Tancapkanlah terus. Hingga aku tak mampu merasai rasa sakit lagi. Hingga aku mati dari rasa sakit yang kau sayatkan bertubi-tubi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andaikan lelaki itu mau sedikit saja menurunkan keegoisan dalam cintanya, maka itu akan sangat berarti untuknya. Itu akan menggugurkan separuh lebih beban berat dan rasa sakit yang selama berbulan-bulan ini ditanggungnya. Mereka akan bersama-sama belajar untuk menyamuderakan cinta yang ada di hatinya dan melepas rantai-rantai belenggu ketakutan yang bisa jadi merupakan tipu daya syaitan yang akan menjauhkan mereka dari surga, ridha, dan cintaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun ia tahu itu sangatlah sulit, tapi ia yakin. Jika keimanannya benar, hal itu bukanlah hal yang mustahil untuk diwujudkan. Jika niat dan tujuannya hanya untukNya, maka ia yakin Allah pasti akan memudahkan jalannya sampai ke sana. Sebanyak apapun hambatannya.&lt;br /&gt;Selama ini, mungkin cintanya baru sebesar dan sepanjang Nil, dan sudah begitu saja habis diberikan kepada lelaki yang dicintainya itu. Untuk mengurangi bagian cinta itu, ia tidak mampu. Lalu apa yang nanti akan diberikan untuk suaminya? Maka, sudah sewajarnya jika ia mulai belajar untuk menyamuderakan cintanya. Sehingga cinta itu tidak akan habis jika pun harus dibagi-bagikan kepada semua makhluk di penjuru mata dunia. Tanpa mengurangi porsi masing-masingnya. Tanpa zhalim kepada seorang di antaranya. Cintanya untuk lelaki itu dalam hatinya masih akan sebesar dan sepanjang sungai Nil atau bahkan bertambah lebih dari itu. Namun, ketika cintanya sudah menyamudera, maka ia tidak perlu bingung seberapa besar ia membagi cinta kepada suaminya. Karena ia bisa memberikan suaminya cinta seluas samudera segala segara. Cinta yang lebih besar dari cintanya kepada lelaki itu. Cinta yang sesuai dengan porsinya, tanpa harus mengurangi hak salah satunya. Lalu bisakah ia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyamuderakan cinta. Tak hanya itu. Mereka berdua pun perlu belajar untuk melepaskan belenggu-belenggu ketakutan yang dibisikkan syaitan padanya. Menghindari prasangka-prasangka yang membuat mereka pesimis menghadapi masa depan. Syaitan telah menakut-nakuti mereka dengan ketakutan yang belum tentu akan mereka dapatkan. Menakuti mereka bahwa mereka akan mati jika tidak bisa saling membersamai. Mereka tidak akan pernah bahagia jika tidak bersanding di singgasana cinta. Tidak akan bisa mencintai suami atau istrinya kelak tanpa bayang-bayang cinta masa lalunya. Begitukah? Tidakkah itu hanya prasangka-prasangka yang dihembuskan syaitan untuk menghilangkan makna syukur, sabar, dan tawakal dalam hati mereka? Jika mereka punya niat yang benar, maka bisa saja dalam hitungan detik setelah melihat istri atau suaminya kelak, maka cinta yang begitu meluap dianugerahkan Allah untuknya? Sungguh, siapa yang tahu? Namun, Allah Maha Tahu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan itu tersenyum. Bersama semburat merah fajar di kaki langit, pertanda hari telah berada dalam bilangan yang berbeda, ia tahu apa yang harus ia lakukan. Ia akan membuang semua ketakutan-ketakutan itu. Dan ia akan menjalani apa yang telah ia putuskan dengan rasa sabar, syukur, dan tawakal. Walaupun sekarang rasa cinta itu masih menjadi milik lelaki itu seutuhnya, namun ia akan membuka hatinya selebar-lebarnya untuk suaminya. Ia akan belajar mencintai lelaki itu. Bagaimanapun sulitnya. Ia yakin akan janji Allah, bahwa ia akan menunjukkan jalan bagi orang-orang yang berjalan menujuNya. Ia yakin itu. Ia pegang janji itu. Harapnya, lelaki itupun begitu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dengan asma Allah, Ya Rabb, inilah atsar-atsar yang akan kuukirkan sebagai pembuktian cintaku padaMu.. Dan semoga aku tidak akan berbelok sedikit pun dari janjiku.. Sampai kaki ini menapak lelah di jannahMu…” &lt;br /&gt;(sebuah karya dari: Shabra Shatilla_Semoga bisa menginspirasi)&lt;br /&gt;&lt;span class=”fullpost”&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6819922398516650042-8223642159914157487?l=smartcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartcerdas.blogspot.com/feeds/8223642159914157487/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2011/02/malam-semakin-larut-angin-berbisik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/8223642159914157487'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/8223642159914157487'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2011/02/malam-semakin-larut-angin-berbisik.html' title='Menyamuderakan Cinta Si Pecinta'/><author><name>Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03589176621357999187</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-QA_JfNsAl34/TWi5gsV1D1I/AAAAAAAAAVc/lUCawG3zKbc/s220/P1210222.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-PXesMk3MQaA/TVUNLwluL4I/AAAAAAAAAUc/dre4ftcchZc/s72-c/ilustrasi-love-air.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6819922398516650042.post-4371464428376281271</id><published>2011-01-18T21:17:00.000-08:00</published><updated>2011-01-18T21:25:26.070-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>WAJAH LELAKI AKHERAT</title><content type='html'>Brigade al-Qassam sangat ditakuti israel. Tak mudah memang menjadi anggota brigade ini, benar-benar mujahid pilihan. Tangguh, skill tempur yang tinggi, mental membaja, tekad yang kuat, dan semangat jihad yang senantiasa menggelora, bergemuruh di jiwa mereka, tak pernah padam, dilandasi keimanan yang kokoh dan keikhlasan dalam berjuang. Jika belum hafizh al-Qur’an (30 juz), tak bisa masuk dalam pasukan elit ini. Wajar jika israel gentar nyalinya, meski dipersenjatai dengan tank baja, senjata mutakhir dan pesawat tempur canggih pasokan amerika serikat. Tentara langit tentu berbeda dengan tentara bumi. Lelaki akhirat pasti berbeda dengan lelaki bumi. Prajurit fikroh dan aqidah pasti berbeda dengan prajurit dengan ambisi duniawi dan polutannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika seorang ikhwah diizinkan masuk ke terowongan bawah tanah milik Hamas. Disitu ia bertemu dengan satu katibah al-Qassam. Semua memakai penutup wajah, sehingga ikhwah ini tak bisa melihat wajah dan tak kenal siapa lelaki-lelaki akhirat ini. Berkali-kali ia membujuk agar diizinkan melihat wajah pasukan khusus ini, tak seorangpun yang membukanya. Melihat keinginan kuatnya, akhirnya satu persatu mujahid membuka penutup wajahnya, semuanya, kecuali satu orang. Ikhwah ini kembali membujuk, hingga menyebut nama Allah, barulah ia mau menampakkan wajahnya. Betapa terkejutnya ikhwah ini, termasuk sebagian mujahidin al-Qassam, karena lelaki terakhir yang membuka penutup wajah itu, yang tak ingin orang-orang mengenalnya, yang sering terjun langsung berjihad melalui terowongan bawah tanah itu, yang menggentarkan tentara israel la’natullah, ternyata adalah orang nomor satu di Pemerintahan Palestina, pejabat tertinggi negara, perdana menteri, Ustadz Ismail Hanniyah. Allaahu Akbar…Allaahu Akbar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwah fillah, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya banyak kisah menakjubkan dari mujahid-mujahid ikhwan yang patut menjadi contoh dan penumbuh semangat kita untuk bergerak di jalan dakwah ini. Beliau yang di satu sisi berpenampilan rapi, berjas berdasi, memimpin rapat-rapat kenegaraan bersama menteri-menteri, menerima tamu-tamu negara, tapi di saat lain ia al-hafizh berada di dalam terowongan bersama lelaki-lelaki akhirat, ia adalah anggota brigade super khusus yang siap menggempur israel la’natullah. Begitu sulit merangkai kata menjelaskannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwah fillah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara kita disini merangkai amal demi amal, berharap dengan amal yang sedikit ini mampu membuat kita dipilih oleh Allah menjadi lelaki dan wanita akhirat, lelaki dan wanita surga. Maka kita malu jika lalai dalam ibadah, malu jika lalai menghadiri usroh dan liqo-liqo apapun termasuk atas keterlambatan hadir, malu jika amanah dakwah tidak sempurna kita tunaikan, malu jika tidak memiliki semangat dalam harokah ini, malu untuk menyusun kata atas seringnya udzur, malu jika masih memiliki prasangka negatif kepada ikhwah, qiyadah dan jamaah ini, malu jika kita masih memiliki lintasan harapan keduniaaan dalam dakwah ini, berupa ambisi jabatan, popularitas, maupun kepentingan-kepentingan pribadi. Lindungi kami ya Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwah fillah, yakinilah bahwa setiap apapun yang kita lakukan untuk dakwah ini, perjalanan kita menghadiri liqo di siang dan malam hari, ataupun rapat, aksi, silaturahim, maupun program dakwah lainnya, pasti dicatat oleh Allah SWT. Bahkan atsar atau bekas-bekas amal yang kita tinggalkan pun akan dikumpulkan Allah dalam Kitab-Nya. Ilmu dan nasihat yang kita sampaikan dalam halaqoh, ide-ide hasanah yang kita sampaikan dalam rapat-rapat…semua amal dan bekas-bekasnya itu, akan dikumpulkan lagi oleh Allah SWT. Allaahu Akbar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang yang telah mati dan Kami mencatat apa-apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab yang nyata (QS Yasin:12)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu ikhwah fillah, berikan yang terbaik dalam setiap amal kita, berikan yang terbaik dalam setiap liqo’ kita, landasi setiap amal dan pembicaraan dengan keikhlashan, pasti Allah mencatat itu semua.&lt;span class=”fullpost”&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6819922398516650042-4371464428376281271?l=smartcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartcerdas.blogspot.com/feeds/4371464428376281271/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2011/01/wajah-lelaki-akherat.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/4371464428376281271'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/4371464428376281271'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2011/01/wajah-lelaki-akherat.html' title='WAJAH LELAKI AKHERAT'/><author><name>Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03589176621357999187</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-QA_JfNsAl34/TWi5gsV1D1I/AAAAAAAAAVc/lUCawG3zKbc/s220/P1210222.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6819922398516650042.post-3414969686489772725</id><published>2011-01-14T00:29:00.000-08:00</published><updated>2011-02-02T23:50:12.165-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Memory'/><title type='text'>BELAJAR MENJADI MUROBBI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TTAOYB23ngI/AAAAAAAAAUQ/jsasojKwin4/s1600/166150_1626194346971_1599902386_31467253_1422810_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TTAOYB23ngI/AAAAAAAAAUQ/jsasojKwin4/s320/166150_1626194346971_1599902386_31467253_1422810_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5561961345780784642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;JUM'AT, 24 Desember 2010...&lt;br /&gt;Orang-orang banya yang mempersiapkan diri untuk menikmati libur panjang. Langit yang mulai gelap, barangkali akan menambah kebahagiaan mereka untuk menikmati malam-malam yang bebas. Tentu banyak cara untuk menikmati malam liburan. &lt;br /&gt;Dan malam itulah saya dan adik-adik binaan membuat acara Malam Bina Iman dan Taqwa atau yang lebih sering kita sebut Mabit di Masjid Nurul Huda UNS. Acara Mabit sudah saya agendakan bersama adik-adik satu minggu sebelumnya. &lt;br /&gt;Ada salah satu harapan bagi saya ketika mengadakan acara ini, yaitu untuk melatih ruhiyah adik-adik agar selalu dekat dengannya. &lt;br /&gt;Tapi dari sinilah ada sebuah pelajaran yang amat berharga...&lt;br /&gt;Dahulu kala awal-awal saya membina membina, saya takut bila saya belum bisa memberi contoh yang terbaik buat mereka. Karena sosok Murobbi adalah sosok Orang tua, kadang harus bisa jadi teman, kadang juga bisa jadi kakak, tergantung situasi bagaimana kita berada. Dan seribu satu pertanyaan mulai muncul dalam diri saya "apakah saya bisa". Pertanyaan-pertanyaan itu sering kali muncul secara tiba-tiba, hingga kadang saya mulai pesimis untuk membina. &lt;br /&gt;Apalagi ketika pertama kali menghadapi mereka. Banyak hal-hal yang harus saya pelajari. Mereka hadir di liqo saja sungguh sudah luar biasa, apalagi mereka bersedia ikut mabit dengan naik sepeda "onthel" dari daerah Pajang sampai dengan UNS (barangkali kalau diukur ada 20 km) untuk sampai kesana. &lt;br /&gt;Yah, optimis mereka meski harus belajar sabar menghadapinya yang kadang membuat saya serasa menjadi orang yang berharga di mata mereka. Dan seakan ada nuansa kekeluargaan tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;span class=”fullpost”&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ARTIKEL TERKAIT:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2010/10/aadw-voice.html"&gt;AADW Voice_nasyid minimalis&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2010/10/solo-in-action.html"&gt;Solo in Action&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2010/10/berbagi-ceria-bersama.html"&gt;Berbagi Ceria Bersama&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6819922398516650042-3414969686489772725?l=smartcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartcerdas.blogspot.com/feeds/3414969686489772725/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2011/01/belajar-menjadi-murobbi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/3414969686489772725'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/3414969686489772725'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2011/01/belajar-menjadi-murobbi.html' title='BELAJAR MENJADI MUROBBI'/><author><name>Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03589176621357999187</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-QA_JfNsAl34/TWi5gsV1D1I/AAAAAAAAAVc/lUCawG3zKbc/s220/P1210222.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TTAOYB23ngI/AAAAAAAAAUQ/jsasojKwin4/s72-c/166150_1626194346971_1599902386_31467253_1422810_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6819922398516650042.post-1443248132146485918</id><published>2010-12-11T07:39:00.000-08:00</published><updated>2011-01-14T01:01:22.958-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>BERBUKA PUASA BERSAMA BIDADARI</title><content type='html'>Hisyam bin Yahya al-Kinaniy berkata, “Kami berperang melawan bangsa Romawi pada tahun 38 H yang dipimpin oleh Maslamah bin Abdul Malik. Dalam pertempuran itu ada di antara kami seorang lelaki yang bernama Sa’id bin Harits yang terkenal banyak beribadah, berpuasa di siang hari, dan shalat di malam hari.&lt;br /&gt;Saya melihat orang itu adalah orang yang sangat bersungguh-sungguh dalam beribadah, baik siang maupun malam hari. Jika dia tidak sedang melakukan shalat atau ketika kami berjalan-jalan bersama, saya lihat dia tidak pernah lepas dari berdzikir kepada Allah dan membaca Al-Qur’an.&lt;span class=”fullpost”&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu malam ketika kami melakukan pergantian jaga (saat mengepung benteng Romawi), sungguh saat itu kami dibuat bingung olehnya. Saat itu saya katakan kepadanya, ‘Tidurlah sebentar karena kamu tidak tahu apa yang akan terjadi pada musuh. Jika terjadi sesuatu agar nantinya kamu dalam keadaan siaga.’&lt;br /&gt;Lalu dia tidur di sebelah tenda sedangkan saya berdiri di tempatku berjaga. Di saat itu saya mendengar Said berbicara dan tertawa, lalu mengulurkan tangan kanannya seolah-olah mengambil sesuatu kemudian mengembalikan tangannya sambil tertawa. Kemudian ia berkata, ‘Semalam.’ Setelah berkata seperti itu tiba-tiba ia melompat dari tidurnya dan terbangun  dan bergegaslah dia bertahlil, bertakbir, dan bertahmid.&lt;br /&gt;Lalu saya bertanya kepadanya, ‘Bagus sekali, wahai Abul Walid (panggilan Sa’id), sungguh saya telah melihat keanehan pada malam ini. Ceritakanlah apa yang kau lihat dalam tidurmu.’&lt;br /&gt;Dia berkata, ‘Aku melihat ada dua orang yang belum pernah aku lihat kesempurnaan sebelumnya pada selain diri mereka berdua. Mereka berkata kepadaku, ‘Wahai Sa’id, berbahagialah, sesungguhnya Allah swt. telah mengampuni dosa-dosamu, memberkati usahamu, menerima amalmu, dan mengabulkan doamu. Pergilah bersama kami agar kami menunjukkan kepadamu kenikmatan-kenikmatan apa yang telah dijanjikan oleh Allah kepadamu.’&lt;br /&gt;Tak henti-hentinya Sa’id menceritakan apa-apa yang dilihatnya, mulai dari istana-istana, para bidadari, hingga tempat tidur yang di atasnya ada seorang bidadari yang tubuhnya bagaikan mutiara yang tersimpan di dalamnya. Bidadari itu berkata kepadanya, “Sudah lama kami menunggu kehadiranmu.” Lalu aku berkata kepadanya, “Di mana aku?” Dia menjawab, “Di surga Ma’wa.” Aku bertanya lagi, “Siapa kamu?” Dia menjawab, “Aku adalah istrimu untuk selamanya.”&lt;br /&gt;Sa’id melanjutkan ceritanya. “Kemudian aku ulurkan tanganku untuk menyentuhnya. Akan tetapi dia menolak dengan lembut sambil berkata, ‘Untuk saat ini jangan dulu, karena engkau akan kembali ke dunia.’ Aku berkata kepadanya, “Aku tidak mau kembali.” Lalu dia berkata, “Hal itu adalah keharusan, kamu akan tinggal di sana selama tiga hari, lalu kamu akan berbuka puasa bersama kami pada malam ketiga, insya Allah.”&lt;br /&gt;Lalu aku berkata, “Semalam, semalam.” Dia menjawab, “Hal itu adalah sebuah kepastian.” Kemudian aku bangkit dari hadapannya, dan aku melompat karena dia berdiri, dan saya terbangun.&lt;br /&gt;Hisyam berkata, “Bersyukurlah kepada Allah, wahai saudaraku, karena Dia telah memperlihatkan pahala dari amalmu.” Lalu dia berkata, “Apakah ada orang lain yang bermimpi seperti mimpiku itu?” Saya menjawab, “Tidak ada.” Dia berakta, “Dengan nama Allah, aku meminta kepadamu untuk merahasiakan hal ini selama aku masih hidup.” Saya katakan kepadanya, “Baiklah.”&lt;br /&gt;Lalu Sa’id keluar di siang hari untuk berperang sambil berpuasa, dan di malam hari ia melakukan shalat malam sambil menangis. Sampai tiba saatnya, dan sampailah malam ketiga. Dia masih saja berperang melawan musuh, dia membabat musuh-musuhnya tanpa sekalipun terluka. Sedangkan saya mengawasinya dari kejauhan karena saya tidak mampu mendekatinya. Sampai pada saat matahari menjelang terbenam, seorang lelaki melemparkan panahnya dari atas benteng dan tepat mengenai tenggorokannya. Kemudian dia jatuh tersungkur, lalu dengan segera aku mendekati dia dan berkata kepadanya, “Selamat atas buka malammu, seandainya aku bisa bersamamu, seandainya….”&lt;br /&gt;Lalu ia menggigit bibir bawahnya sambil memberi isyarat kepadaku dengan tersenyum. Seolah-olah dia berharap ‘Rahasiakanlah ceritaku itu hingga aku meninggal’. Kemudian dari bibirnya keluar kata-kata, “Segala puji bagi Allah yang telah menepati janji-Nya kepada kami.” Maka demi Allah, dia tidak berucap kata-kata selain itu sampai dia meninggal.&lt;br /&gt;Kemudian saya berteriak dengan suaraku yang paling keras, “Wahai hamba-hamba Allah, hendaklah kalian semua melakukan amalan untuk hal seperti ini,” dan aku ceritakan tentang kejadian tersebut. Dan orang-orang membicarakan tentang kisah itu dan mereka satu sama lain saling memberikan teguran dan nasihat. Lalu pada pagi harinya mereka bergegas menuju benteng dengan niat yang tulus dan dengan hati yang penuh kerinduan kepada Allah swt. Dan sebelum berlalunya waktu Dhuha benteng sudah bisa dikuasai berkat seorang lelaki shaleh itu, yaitu Sa’id bin Harits. Allahu a’lam. &lt;br /&gt;(Sumber Dakwatuna).&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6819922398516650042-1443248132146485918?l=smartcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartcerdas.blogspot.com/feeds/1443248132146485918/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2010/12/berbuka-puasa-bersama-bidadari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/1443248132146485918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/1443248132146485918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2010/12/berbuka-puasa-bersama-bidadari.html' title='BERBUKA PUASA BERSAMA BIDADARI'/><author><name>Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03589176621357999187</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-QA_JfNsAl34/TWi5gsV1D1I/AAAAAAAAAVc/lUCawG3zKbc/s220/P1210222.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6819922398516650042.post-2722001616307996414</id><published>2010-12-11T07:22:00.000-08:00</published><updated>2011-01-14T01:04:22.679-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Memory'/><title type='text'>HANGATNYA KEBERSMAAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TQOYe9ZDASI/AAAAAAAAATw/bb9b_8G2rcU/s1600/PICT0040.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TQOYe9ZDASI/AAAAAAAAATw/bb9b_8G2rcU/s320/PICT0040.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5549446823493697826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sebuah Perjalanan Recovery Pasca Bencana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Di tengah&lt;/span&gt; siang yang agak mendung, langit yang nampak gelap, ku nikmati waktu-waktu istirahat kantor duduk di ruang tamu sambil baca buku. Tiba-tiba HP ku berdering. Panggilang dari salah satu komandan kepanduan. “Assalamu’alaikum… akh hari ini kita ada tugas ke Magelang. Nanti berangkat jam 17.00 WIB, antum bisa ikut? Afwan kalau infonya mendadak.” Sesaat aku berfikir antara bisa ikut dan tidak. “Insya Allah ana usahakan.” Begitulah jawaban yang ku berikan, meski sebenarnya sudah ada agenda lain yang aku rencanakan. Tapi inilah jalan yang harus aku sadari, ketika amanah dakwah memanggil, sebisa mungkin akan aku jalankan. Bagiku dakwah adalah nafas kehidupan yang merasuk ke tiap sendi-sendi dan bermuara kepada keyakinan akan perubahan. &lt;br /&gt;Langit yang tadi Nampak gelap, akhirnya perlahan membawa air hujan turun ke bumi. Rencana berangkat ke Magelang kemudian di panding sampai jam 21.00 WIB. Kami bersepuluh yang akan berangkat saling koordinasi di kantor DPD PKS Surakarta untuk cek up peralatan. Sejam kemudian kami mulai berangkat menuju Magelang dengan mobil APV.&lt;span class=”fullpost”&gt; &lt;br /&gt;Malam kian larut, kian pekat, perjalanan pun jadi lancar, tak seperti perjalanan di siang hari. Semuanya tertidur lumayan pulas, kecuali sopir kami. Barangkalai begitulah nasib sang sopir, harus siaga. Apalagi sebagai kepanduan juga harus sadar dengan jargonnya “Bersiap Siagalah.” Ya begitulah. Apapun yang terjadi kita harus bersiap siaga. &lt;br /&gt;Jam 00.30 kami tiba di kantor DPD PKS Kota Magelang. Tapi di sana kami cuma singgah sebentar sambil menunggu teman-teman kami dari Kudus, karena harus berpindah tempat untuk istirahat malam. Dan tak lama kemudian saudara-saudara kami dari Kudus sudah tiba di DPD PKS Kota Magelang kami diarahkan ke sebuah sekolah tempat istirahat, tidur malam itu juga. Ternyata di sekolah sudah ada para ikhwah dari beberapa daerah yang terlelap tidur. &lt;br /&gt;Rasanya aku pun sudah tak kuat ngantuk. Sesegara aku ambil posisi untuk tidur meski harus berdesak-desakan dengan ikhwah yang lain. Tapi inilah kondisi yang membawa kami pada nilai ukhuwah. Tak tau berapa lama aku tertidur, adzan subuh sudah berkumandang. Aku beranjak ambil antrian untuk ke kemar kecil dan mengambil air wudhu. &lt;br /&gt;Selesai shalat subuh, kami mulai cari posisi duduk untuk membaca al-matsurat, kemudian setelah itu kami ngobrol-ngobrol, dan sesekali kenalan. Kini kami dipertemukan dari beberapa daerah se Jawa Tengah dalam rangka mensukseskan program recovery gempa. Serasa hangatnya kekeluarga tengah kami nikmati. Karena kami sadari kesempatan seperti ini jarang kami temui. &lt;br /&gt;Disaat matahari mulai Nampak dari ufuk timur, kami mulai diberangkatkan ke posko. Diposko “Rumah Sejahtera” yang akan kami launchingkan saat itu juga. Di sana kami disambut mesra oleh ketua RT, kemudian kami diarahkan untuk membantu membersihkan debu-debu yang masih membanjiri jalan-jalan dan gang-gang, memperbaiki mushola dan menebang pohon-pohon yang tumbang. &lt;br /&gt;Terik matahari yang amat menyengat rasanya tak membuat para ikhwah mengeluh. Terlihat senyuman mereka menandakan kerja ikhlasnya yang mereka berikan untuk masyarakat. Banyak masyarakat yang menyambut kami dengan baik. Sesekali kami juga berbincang-bincang, barangkali bisa melepaskan segala dukanya yang masyarakat hadapi. Sesaat kemudian ada komando untuk istirahat dan berkumpul. Disana beberapa perwakilan dari DPD Jawa Barat, dan jajaran pengurus DPW PKS Jawa Tengah sudah hadir untuk menyemarakkan launching Rumah Sejahtera. Tak hanya itu masyarakat pun juga berduyun-duyun menyaksikan acara launching Rumah Sejahtera. Dan sampai anak-anak kecil seolah-olah tak ingin meninggalkan acara itu. &lt;br /&gt;Sejenak ku lihat senyuman masyarakat ketika para kader PKS memberikan bantuan mereka, nampaknya senyuman itulah tanda bahagianya untuk kader-kader PKS yang telah sudi membantu, yang telah memikirkan nasibnya di tengah-tengah yang lain belum bisa melakukannya. &lt;br /&gt;Setelah acara launching Rumah Sejahtera kami kembali bertebaran untuk membantu masyarakat, membersihkan jalan, membangun mushola dan masjid, membangun sekolah dan membesihkan lumpur-lumpur yang membanjir. Kami dibagi menjadi 4 kelompok, dan aku saat itu mendapat bagian untuk membantu membersihkan jalan.  Tapi meskipun panas menyengat, masih ada tawa dan canda para ikhwah yang membuat suasana terasa sejuk. Selesai membersihkan jalan banyak warga yang menawarkan agar kami agar singgah sejenak untuk menikmati minuman. Tapi ada suatu permasalahan yang membuatku tersenyum. Ada warga yang berucap: “Terima kasih untuk semuanya yang telah sudi membantu kami. Dari kemarin yang bantu-bantu di tempat ini hanya seperti mas-mas-nya, pake seragam pramuka.”  Barangkali bukan aku saja yang akan tersenyum mendengar ini, tapi teman-temanku juga pada tersenyum. Seragam kepanduan kami memang Nampak seperti seragam pramuka. Wajar bagi masyarakat awam, apalagi yang belum mengenal kami, Partai Keadilan Sejahtera. Maka untuk itulah kami terjun agar kami juga berta’aruf, berkenalan, dengan masyarakat. Mengenalkan siapa sebenarnya kami, agar ke depan masyarakat pun juga bisa mengenalkan kami, PKS, kepada yang lain. Karena yang mesti ku sadari, bahwa kerja kita hari ini adalah untuk perubahan di masa yang akan datang.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6819922398516650042-2722001616307996414?l=smartcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartcerdas.blogspot.com/feeds/2722001616307996414/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2010/12/hangatnya-kebersmaan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/2722001616307996414'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/2722001616307996414'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2010/12/hangatnya-kebersmaan.html' title='HANGATNYA KEBERSMAAN'/><author><name>Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03589176621357999187</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-QA_JfNsAl34/TWi5gsV1D1I/AAAAAAAAAVc/lUCawG3zKbc/s220/P1210222.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TQOYe9ZDASI/AAAAAAAAATw/bb9b_8G2rcU/s72-c/PICT0040.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6819922398516650042.post-3848510063281316734</id><published>2010-11-25T00:37:00.000-08:00</published><updated>2011-10-29T00:31:24.695-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>MENJEMPUT BIDADARI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TO4hYf_8NwI/AAAAAAAAATg/RDc81O69llY/s1600/15016_1213969837583_1478919426_30486000_7776413_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 166px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TO4hYf_8NwI/AAAAAAAAATg/RDc81O69llY/s200/15016_1213969837583_1478919426_30486000_7776413_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5543404896129922818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(SABAR DALAM PENANTIAN - BAGIAN AKHIR)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Bila yakin tlah tiba, teguh di dalam jiwa&lt;br /&gt;Kesabaran menjadi bunga….&lt;br /&gt;Sementara waktu beralalu, panantian tak berarti sia-sia&lt;br /&gt;Saat perjalanan adalah pencarian diri….”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(Menjemput Bidadari – epicentrum)&lt;br /&gt;Suasana pagi ini masih terlihat sepi. Di ufuk timur, goresan fajar kian membentang, menyambut pagi yang cerah. Kupersiapkan hati ini, agar keberkahan dihari ini benar-benar bisa kurasakan. Sebentar lagi hari-hari yang telah lama ku nanti-nanti akan segera menyapaku. Saat-saat aku merindukan seseorang untuk menemaniku dalam suka, dalam duka, dan dalam meniti ridho-Nya. Dan tak lama lagi aku akan melepas baju keperawananku. Cinta yang kami pendam selama bertahun-tahun kini akan terurai dalam bingkai pernikahan. Barangkali selama ini Allah memang telah menguji sejauh mana kesabaranku untuk menunggu sebuah hari yang bahagia ini. Tapi, ternyata apa yang Rasulullah titahkan jauh lebih indah jika memang telah tiba saatnya. Saat menyempurnakan setengah dien menjadi sunnahnya, maka aku rasakan keindahan itu menjadi sebuah realita. &lt;br /&gt;Satu jam lagi akad nikah akan dimulai. Hatiku semakin berdebar-debar. Terlihat, kak Wisnu sekeluarga sudah hadir bersama naib yang akan menuntun ikrar suci kami. Tamu-tamu pun mulai berdatangan seakan ingin menjadi saksi atas pernikahan kami. Disekeliling, orang-orang pun tengah mempersiapkan segalanya untuk hari ini. Meski sederhana, tapi setidaknya aku ingin mengamalkan sunnahnya dengan menyelenggarakan walimahan walau cuma ala kadarnya. Setelah semua terlihat beres, sejenak kemudian akad itu terucap &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“saya terima nikahnya Rina Alfianti binti Junaidi (Alm) dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan cincin emas senilai 2 gr”&lt;/span&gt; Sah! &lt;br /&gt;Seketika yang hadir mengucapkan, bersama mendoakan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Barakallahu laka wabaraka ‘alika wajama’abainakuma fikhair…” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Perlahan butiran-butiran kristal ini menetes, setetes demi setetes membasahi gaun pengantinku. Kini keberkahan itu benar-benar memberiku senyuman meski air mata menitik-nitik. Sesaat ku peluk ibuku yang berada disampingku. Tiadalah yang meliputi kebahagiaanku sekeluarga hari ini kecuali karena bait-bait doa yang beliau ucapkan disetiap sepertiga malam. Kumengharap restu dari beliau, bersimpuh agar beliau mendoakan untuk perjalanan rumah tanggaku nanti. &lt;br /&gt;“Selamat ya Rin….”&lt;br /&gt;“Barakallah ya Rin….” Satu persatu para tamu menyapa dan mendoakanku. &lt;br /&gt;Tiada terasa…. senja semakin merona. Hari ini serasa begitu cepat berlalu. Andai waktu ini bisa berputar, aku ingin saat-saat ini kan lebih lama lagi. Tapi sepertinya waktu terus berjalan, berlalu dengan apa yang telah terjadi hingga perlahan malam pun kini singgah kembali. &lt;br /&gt;Malam ini langit nampak cerah, menjadi saksi atas bahagianya hatiku di hari ini. Di atas singgasana bintang-bintang berkedip seoalah tersenyum bersama rembulan yang terlihat sipit. Dan malam ini pun kusiapkan minyak wangi misk yang dulu sering dipakai kak Wisnu sewaktu masih sekolah. Sesekali ku tata kamarku agar terlihat rapi. Meski kamar ini cukup sederhana, tapi inilah ruang yang nyaman bagiku kala aku menengadahkan tangan dan khusyu’ bermunajat kehadirat-Nya. Dan tempat ini pula yang menjadi saksi atas bulir-bulir permata yang keluar dari pelupuk mata ini mengharapkan seorang teman hidup. Dan kini, ketika aku bahagia telah menemukannya, ku ingin tempat ini juga menjadi saksi atas kebahagiaan itu. &lt;br /&gt;“tok… tok…tok… assalamu’alaikum….”&lt;br /&gt;Suara kak Wisnu. Ternyata beliau sudah mau memasuki kamar ini.&lt;br /&gt;“Wa’alaikumsalam…” &lt;br /&gt;Perlahan ku berjalan membuka pintu. Tapi entah kenapa tiba-tiba hatiku terasa berdebar-debar. Ku buka pintu kamarku. Di depanku…, semburat wajah manis tersenyum kepadaku. Wajah yang terlihat putih dihias jenggot yang tipis, seakan aku tak percaya kalau dia adalah suamiku. Begitu tampan. Baru kali ini aku benar-benar menatap wajahnya dengan tatapan kasih sayang. Tapi sepertinya mulut ini sulit sekali untuk berucap menyambutnya memasuki kamar. &lt;br /&gt;“Boleh saya masuk….” Ucapan kak Wisnu seakan membuka hati kami berdua. &lt;br /&gt;“Ahlan wa sahlan duhai suamiku…” sambil tersenyum ku ajak suamiku memasuki kamar.&lt;br /&gt;“Rin… yuk kita sholat dulu…” &lt;br /&gt;Sesegera aku mengikuti shalat dua rekaat dibelakang Kak Wisnu. Sungguh aku bersyukur ternyata Allah memberi pendamping yang tepat untukku. Sejak SMA aku lihat Kak Wisnu memang orang yang shalih. Aku langsung bisa menerimanya ketika ia meminangku karena aku berharap dia bisa membimbingku untuk selalu di jalan-Nya. &lt;br /&gt;Selesai sholat ku cium tangannya, dan kemudian dia pun mencium ubun-ubunku seraya berdoa: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Ya Allah sesungguhnya aku memohon  kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan wataknya. Dan aku mohon perlindungan-Mu dari kejahatannya dan kejahatan wataknya.” &lt;/span&gt;Kemudian kami duduk bersama bercengkerama dengan ungkapan-ungkapan mesra. Serasa dunia ini milik berdua. Begitulah kata para pujangga. &lt;br /&gt;“Rin…. Boleh tutup mata dulu? Ada sesuatu yang ingin lewat…” Seketika aku pejamkan mataku. Sejenak setelah kubuka kembali…. Didepanku ada bingkisan cantik berwarna merah maron, diikat dengan pita pink. &lt;br /&gt;“Rin… ini untukmu…” &lt;br /&gt;Hadiah dari Kak Wisnu. Perlahan aku mencoba membukanya. Baju gamis muslimah yang ada di salah satu kios pasar Bestari. Tapi dulu tidak jadi aku beli karena uangku yang mepet. Tak taunya kini Kak Wisnu memberikannya di hari pertama pernikahan kami. Sungguh aku tak menyangka, kalau bukan karena perhatiannya Kak Wisnu kepadaku dari dulu, pasti gamis ini sekarang belum aku pegang hari ini. &lt;br /&gt;Sesekali aku tersenyum mengucapkan terima kasih kepada Kak Wisnu yang kini menjadi bagian dalam hidupku. Sesaat… kubaca suratnya yang mengiringi di dalam bingkisan itu: &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Duhai adikku mari bersama kita arungi perjalanan hidup ini &lt;br /&gt;Demi menggapai kemuliaan di dalam perjuangan ini… &lt;br /&gt;Hidup ini adalah perjuangan yang penuh dengan pengorbanan&lt;br /&gt;Temanilah daku duhai adikku….”&lt;br /&gt;(Kutipan Almaidany – Cinta dalam Cinta)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aku pun jadi terharu membaca suratnya. Yah, kini aku akan memasuki dunia baru, berlayar mengarungi samudera kehidupan dalam bahtera rumah tangga bersamanya. Jika terhempas dilautan duka, ku ingin tetap bersabar dan tegar serta tawakal kepada-Nya. Namun jika ku berlayar di suka cita aku juga tak ingin lupa tuk selalu bersyukur pada-Nya. Aku ingin menjadi seperti Khadijah yang selalu setia menemani dakwah Rasulullah. Ketika badan Rasulullah menggiggil menerima wahyu dari Allah, sang isteri tercinta ini kemudian mendekap dan memeluknya. Dalam pelukan dan dekapannya itulah Rasulullah merasakan kehagatan kasih sayang dan tulusnya cinta beliau. Khadijah adalah wanita mulia, srikandi pertama kala Islam bermula. Begitu tulusnya cinta yang beliau berikan kepada Rasulullah, sampai-sampai Rasulullah sangat kehilangan ketika ditinggal olehnya. &lt;br /&gt;Itulah Khadijah isteri Rasulullah. Aku pun ingin sepertinya, menjadi wanita mulia karena akhlak dan taat pada suaminya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;By: Akhukum Wahyudi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Kisah ini terinspirasi dari kisah teman-teman saya dalam masa-masa penantiannya. Tapi karena kesabaran, keyakinan dan tawakalnya akhirnya Allah mempertemukan dengan seseorang yang mereka idamkan dalam ikatan suci, dalam ketulusan cinta karena-Nya. Semoga kisah ini juga menginspirasi kita semua. Mohon maaf bila ternyata ada kesamaan nama dan latar belakang)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;ARTIKEL TERKAIT:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2010/08/sabar-dalam-penantian.html"&gt;Sabar Dalam Penantian (Bagian 1)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2010/09/sabar-dalam-penantian-bagian-2.html"&gt;Sabar Dalam Penantian (Bagian 2)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2010/10/sabar-dalam-penantian-bagian-3.html"&gt;Sabar Dalam Penantian (Bagian 3)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2010/10/sabar-dalam-penantian-bagian-4.html"&gt;Sabar Dalam Penantian (Bagian 4)&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6819922398516650042-3848510063281316734?l=smartcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartcerdas.blogspot.com/feeds/3848510063281316734/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2010/11/menjemput-bidadari.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/3848510063281316734'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/3848510063281316734'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2010/11/menjemput-bidadari.html' title='MENJEMPUT BIDADARI'/><author><name>Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03589176621357999187</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-QA_JfNsAl34/TWi5gsV1D1I/AAAAAAAAAVc/lUCawG3zKbc/s220/P1210222.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TO4hYf_8NwI/AAAAAAAAATg/RDc81O69llY/s72-c/15016_1213969837583_1478919426_30486000_7776413_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6819922398516650042.post-2056053739323133827</id><published>2010-11-24T01:04:00.000-08:00</published><updated>2011-01-24T05:53:38.534-08:00</updated><title type='text'>DOWNLOAD NASYID SPECIAL MOMENT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TOzemA1Q8oI/AAAAAAAAATY/tS7M3uCQgKg/s1600/romantic_flowers-12615.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 235px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TOzemA1Q8oI/AAAAAAAAATY/tS7M3uCQgKg/s320/romantic_flowers-12615.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5543049986026041986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Rumah Cinta&lt;/span&gt;,- silahkan teruntuk Anda yang ingin mendowonload nasyid-nasyid Special moment bisa Anda klik sesuai pilihan Anda dengan bebas. Semoga hadirnya koleksi nasyid ini bisa menjadikan nuansa-nuansa romantis Anda lebih bermakna. Saya sengaja menghadirkan dalam tiga versi: &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pra Nikah, Pernikahan &lt;/span&gt;dan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Episode Perjalanan&lt;/span&gt;, Harapannya kita bisa belajar untuk bersikap terbaik -bagi Anda yang sudah mempunyai pasangan hidup-, karena sejatinya memberikan moment amat dibutuhkan untuk keberlangsungan dalam berlayar mengarungi kehidupan rumah tangga. Seperti halnya Rasulullah, sang teladan kita, Beliaupun ketika memanggil istrinya dengan panggilan yang romantis,panggilan yang beliau khususkan teruntuk isterinya tercinta, bukan yang lain. &lt;br /&gt;Dan nasyid pun (semoga) bisa menjadi salah satu andil tuk menjadi bagian romantisme kehidupan Anda.Salam Romantis buat Anda semua, jadikan hari-hari Anda penuh cinta....&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PRA NIKAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/-wENFNXY/DansPenantian.html"&gt;PENANTIAN - DANS&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/V2YDfdlR/Impian_Kasih.html"&gt;IMPIAN KASIH - INTEAM&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/wQlgBeLa/kasih_kekasih.html"&gt;KASIH KEKASIH – INTEAM&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/Wa2_CGsb/Menunggu_disayup_rindu_-_Al_Ma.html"&gt;MENUNGGU DI SAYUP RINDU – AL MAIDANY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/atbtvvip/06_Kuharap_Cinta.html"&gt;KUHARAP CINTA – DEHEARTY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/aEPPymxa/Permata_Yang_Dicari.html"&gt;PERMATA YANG DICARI – DEHEARTY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/gXfNp1Rn/Nasyid-Unic-Hanya_Tuhan_Yang_T.html"&gt;HANYA TUHAN YANG TAHU - UNIC&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://"&gt;DOA SEORANG KEKASIH – INTEAM&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/M3X_gGv7/unic_insan_bernama_kekasih.html"&gt;INSAN BERNAMA KEKASIH – UNIC&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/ajIUymX_/050Bisikan_Nurani.html"&gt;BISIKAN NURANI – INTEAM&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/N8xI38Xh/faliq-debaran.html"&gt;DEBARAN – FALIQ&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/Ab8jXdg2/Ujung_Penantian-_Ina_Suby_Cipt.html"&gt;DIUJUNG PENANTIAN - SULBY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PERNIKAHAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/w3NFTto1/01_Adalah_Engkau.html"&gt;ADALAH ENGKAU (MUSIC) – SEISMIC&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/wTzKe99k/A2Cinta_dalam_Cinta.html"&gt;CINTA DALAM CINTA – AL MAIDANY&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/jf8eThe1/Syukur.html"&gt;SYUKUR – SEISMIC&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/An7xxJPV/8Suara_Persaudaraan_-_Bahtera_.html"&gt;BAHTERA CINTA – SUARA PERSAUDARAAN&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/UOCEXjlw/Menjemput_Bidadari.html"&gt;MENJEMPUT BIDADARI - EPICENTRUM&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/buavJ2OI/DOA_BUAT_PENGANTIN.html"&gt;DOA BUAT PENGANTIN – SALSABILA RAFLESIA&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/bsKmQcyK/Kupinang_Engkau_Dengan_Al-Qura.html"&gt;KUPINANG ENGKAU DENGAN AL QUR’AN – GRADASI&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/KMM2CmXa/alief_maharku_untukmu.html"&gt;MAHARKU UNTUKMU – ALIEF&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/0enHtiR-/Ibu_Doakanlah.html"&gt;IBU DO’AKANLAH – SEISMIC&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;EPISODE PERJALANAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/NJKskJxS/06_Syukurku_-Seismic.html"&gt;SYUKURKU (EPISODE PERJALANAN) – SEISMIC&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/uQlOiK97/Senandung_Rindu.html"&gt;SENANDUNG RINDU – ALBIR&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/ubVKdcUA/Mahligai_Hati.html"&gt;MAHLIGAI HATI – VAERUS&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/skooKN1Y/MENGUKIR_CINTA_DI_BELAHAN_JIWA.html"&gt;MENGUKIR CINTA DI BELAHAN JIWA - Al Maidany&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/-iutUOxf/04_Dinda.html"&gt;DINDA – GETARAN RELIGIUS&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/4IhnW22L/INTEAM_-_Kasihku_Abadi.html"&gt;KASIHKU ABADI - INTEAM&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/UHqHv0l_/01_Rindu_Aku_-_Seismic.html"&gt;RINDU AKU – SEISMIC&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/teJ_pCL9/hijaz-jalan_bahagia.html"&gt;PERMAISURI HATIKU – HIJJAZ&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/NrFbTndv/Rembulan_Dilangit_Hatiku-.html"&gt;REMBULAN DILANGIT HATIKU – SEISMIC&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/y9ctxvOp/selamat_datang_bunga.html"&gt;SELAMAT DATANG BUNGA – EPICENTRUM&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/gjLwnIiD/Rumahku_Syurgaku.html"&gt;RUMAHKU SURGAKU – SEISMIC&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/TE2HJHQs/Bidadari_Hidupku.html"&gt;BIDADARI HIDUPKU&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/Zmm362FO/rumah_taqwaku.html"&gt;RUMAH TAQWAKU - SEISMIC&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teriring ucapan terima kasih untuk semuanya. Saran dan kritik selalu saya nantikan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6819922398516650042-2056053739323133827?l=smartcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartcerdas.blogspot.com/feeds/2056053739323133827/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2010/11/download-nasyid-romantis.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/2056053739323133827'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/2056053739323133827'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2010/11/download-nasyid-romantis.html' title='DOWNLOAD NASYID SPECIAL MOMENT'/><author><name>Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03589176621357999187</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-QA_JfNsAl34/TWi5gsV1D1I/AAAAAAAAAVc/lUCawG3zKbc/s220/P1210222.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TOzemA1Q8oI/AAAAAAAAATY/tS7M3uCQgKg/s72-c/romantic_flowers-12615.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6819922398516650042.post-7931439206638791442</id><published>2010-10-21T22:49:00.000-07:00</published><updated>2011-01-14T01:16:22.074-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>SABAR DALAM PENANTIAN (Bagian 4)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TMEmhTve_YI/AAAAAAAAATQ/OUJB12VOrmY/s1600/biru-akhwat%5B1%5D.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TMEmhTve_YI/AAAAAAAAATQ/OUJB12VOrmY/s200/biru-akhwat%5B1%5D.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5530744171064655234" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hari demi hari tak terasa sudah sebulan lebih telah kulalui. Kuingin membuka lembaran baruku, membuang jauh hari-hari yang telah berlalu, menata kembali tiap serpihan hatiku yang retak tersakiti karena sikapku sendiri. Aku harus yakin bahwa Allah telah menyedikan jodoh untukku. Kalaupun Allah tidak mempertemukan kami di dunia semoga di akhirat kelak kami bisa dipertemukan. &lt;br /&gt;Ku jalani rutinitas hari ini dengan penuh kehangatan dan kebahagiaan. Serasa ku menemukan dunia baru. Ada juga kejutan yang kuterima dari Bu Aminah, salah satu orang tua murid privatku. Beliau memberiku sepasang pakaian muslimah, dan tambahan uang saku, karena putranya mendapatkan peringkat satu. &lt;br /&gt;Sesampainya di rumah aku ingin memberikan surprize juga buat adikku. Sudah lama adikku ingin dibelikan sepatu baru. Alhamdulillah, hari ini ternyata aku bisa membelikannya. Sesekali aku juga ingin mengajaknya lagi malam ini ke pasar Malam Minggu. &lt;br /&gt;Kali ini ku ajak adikku menikmat nasi goreng spesial. &lt;br /&gt;Disela-sela kami berdua sedang menikmati nasi goreng, tiba-tiba dari sampingku ada seoarang laki-laki duduk dan kemudian menyapaku, &lt;br /&gt;“Maaf, …. Mbak Rina Alfianti ya?”&lt;br /&gt;“Iya benar… Maaf Anda siapa?”&lt;br /&gt;“Masih ingat dengan saya,…. saya Wisnu Wardana yang ikut di Rohis SMA kita dulu.”&lt;br /&gt;Sejenak ku pandang dia, terhenyak tak menyangka dia masih mengingatku. Sementara aku hampir lupa. &lt;br /&gt;“Oh… iya.. maaf Kak. Hampir lupa. Kesini sama siapa kak?”&lt;br /&gt;“Sendiri, emang mau sama siapa?. Cuma ingin cari suasana untuk menenangkan pikiran.”&lt;br /&gt;“Ternyata Rin masih seperti yang dulu ya. Kalem, bicaranya lembut dan masih setia dengan jilbab juga.” Ucapan kak Wisnu tiba-tiba membuatku tersenyum sipu malu. Pernah waktu SMA dulu Kak Wisnu mengungkapkan perasaannya kepadaku, tapi aku belum bisa menerimanya di hatiku. Walau sebenarnya hati ini pun juga menaruh cinta untuknya. Bukan maksudku melukai hati seseorang, karena waktu itu aku ingin menjadi wanita yang baik, dan aku ingin bisa berprestasi. Aku memang tahu Kak Wisnu sering dapat rangking di kelasnya. Maka dari itu aku tak ingin prestasinya menurun Cuma gara-gara terkena virus merah jambu. Hingga akhirnya aku sering menjaga jarak dengannya.&lt;br /&gt;Entah kenapa kali ini dia hadir kembali dihadapanku. Mungkinkah perasaannya yang dulu pernah ia utarakan kepadaku, akan ia utarakan kembali. Sebenarnya itu pun juga harapanku yang selama ini menanti hadirnya seorang kekasih yang akan menemani hari-hariku. Meski begitu aku juga harus bisa menjaga hati ini. Ku tak ingin hati ini tersakiti lagi untuk yang kedua kalinya. &lt;br /&gt;Selesai makan nasi goreng, kami bertiga jalan-jalan mengelilingi pasar Malam Minggu. Tapi malam memang tak mengijinkan kami untuk berlama-lama menikmati pasar Malam Minggu. Langit yang tadinya nampak mendung, akhirnya kini setetes demi setetes air turun ke bumi. Saat itulah kami berpisah, karena daerah kami berbeda dan tak sejalan. Tapi sepertinya hati ini tak rela bila kami cepat berpisah. Seakan-akan ada ungkapan yang masih terpendam yang coba ingin kami utarakan. Hanya tatapan mata, itu pun dengan malu-malu tuk kami saling memandang. Hingga… &lt;br /&gt;“Rin, bolehkah besok Sabtu sore saya berkunjung ke rumahmu bersama orang tua saya?”&lt;br /&gt;Ucapan itu seolah menjawab ungkapan-ungkapan kami yang masih terpendam. Dan aku tahu ucapan itu adalah sebentuk harapannya untuk meminangku. &lt;br /&gt;“Kalau Kak Wisnu sudah mantap dan mengharapkan, silahkan…” sambil tersenyum kuberikan ucapan itu sebagai bentuk pengaharapanku jua. &lt;br /&gt;Ku bersyukur, hari ini memang hari yang penuh berkah. Ku kembalikan semua ini kepada sang pemilik cinta. &lt;br /&gt;Sesampai di rumah sesegera ku temui ibu yang sedang istirahat sambil menjahit baju. &lt;br /&gt;“Bu… maaf kalau Rin ganggu. Besok Sabtu sore Kak Wisnu yang dulu teman sekolah Rin di SMA mau silaturahim ke sini bersama orang tuanya.”&lt;br /&gt;“Ya silahkan… kalau ada orang mau silaturahim ke rumah. Semoga saja mendatangkan berkah.” Jawab ibu ku yang kelihatan lelah. &lt;br /&gt;“Tapi kedatangan kak Wisnu sepertinya mau meminang Rin bu?” &lt;br /&gt;Sesaat ibu mengalihkan pandangannya kepadaku. Mugkin ibu belum mempercayainya, kenapa tiba-tiba ada lelaki yang langsung ingin meminangku. &lt;br /&gt;“Rin…. Apa Rin gak pikirkan matang-matang dulu? Ibu Cuma tidak ingin apa yang menimpa Rin dulu akan terjadi lagi.” &lt;br /&gt;“Insya Allah Rin sudah siap bu. Rin tahu kok siapa kak Wisnu.” Jawabku sambil membela diri. Tapi memang itulah harapanku dulu yang ingin mendapat cinta kak Wisnu.&lt;br /&gt;“Ya sudah. Ibu Cuma bisa berharap Rin cepat mendapatkan yang terbaik. Yang penting jangan lupa untuk istikharah dulu. Mohonlah bimbingan-Nya. Karena Dialah yang Maha Terbaik pembeiriannya.”  &lt;br /&gt;Malam ini ku mencoba untuk berikhtiar, jika kak Wisnu adalah yang Allah berikan untukku, semoga dialah yang terbaik buatku. Kuberharap malam inilah malam semua harapan-harapan dan do’aku selama ini terkabulkan. Dalam sujud panjangku ku mohon kehadirat-Nya:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Oh Tuhan, seandainya telah kau catatkan&lt;br /&gt;Dia milikku tercipta untuk diriku&lt;br /&gt;Satukanlah hatinya dengan hatiku&lt;br /&gt;Titipkanlah kebahagiaan….&lt;br /&gt;Ya Allah kumohon apa yang telah Kau takdirkan&lt;br /&gt;Kuharap dia adalah yang terbaik buatku&lt;br /&gt;Kerana Engkau tahu segala isi hatiku…”&lt;br /&gt;(Inteam-Do’a seorang kekasih)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini Sabtu pun hadir. Saatnya aku menata hati ini, agar niatan ini tak salah lagi. Ternyata benar, Kak Wisnu datang bersama keluarganya. Ibu dan pak RT kemudian menyambutnya. Tapi hati ini sepertinya masih berdebar-debar. Bila selama ini ku merasa sedih dalam penantian, mungkinkah hari ini adalah jawaban atas semua kesedihan itu. Setelah proses maksud keluarga selesai, sesegara ku ikut duduk di ruang tamu. Kulihat Kak Wisnu seperti tegang, seolah ia benar-benar sedang menanti jawabanku. Dengan terbata-bata dan keyakinan hati “aku terima”. Tanpa terasa butir-butir kristal ini akhirnya jatuh karena kebahagiaan. Ternyata kini Allah menjawab semua do’a-do’aku dan ibuku selama ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Sejujurnya aku menghitung hari&lt;br /&gt;Disertai debaran dihati&lt;br /&gt;Karena ini kan jadi satu episode baru dalam hidupku&lt;br /&gt;Terus terang aku menginginkan niat ini tak mau tertahan&lt;br /&gt;Semoga dia kan selami jiwa bahwa hidupnya denganku.”&lt;br /&gt;(Faliq – Debaran)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disudut lain,… hati Wisnu kini semakin berdebar-debar menunggu hari-hari yang ditentukan nanti. Saat-saat yang indah, yang setelah sekian lama ia nanti. Kini cintanya yang ia pendam sejak SMA telah terbalas. Tak sekedar cinta semu, tapi cinta yang akan mengikatnya dalam ikatan suci. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Artikel ke depan "Menjemput Bidadari" sebagai kelanjutan dari artikel yang keempat ini... insya Allah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ARTIKEL TERKAIT:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2010/08/sabar-dalam-penantian.html"&gt;SABAR DALAM PENANTIAN (Bagian 1)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2010/09/sabar-dalam-penantian-bagian-2.html"&gt;SABAR DALAM PENANTIAN (Bagian 2)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2010/10/sabar-dalam-penantian-bagian-3.html"&gt;SABAR DALAM PENANTIAN (Bagian 3)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;DOWNLOAD NASYID TERKAIT: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/2a4Mqfdo/Inteam-Doa_Seorang_Kekasih.html"&gt;Inteam-do'a Seorang kekasih&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/N8xI38Xh/faliq-debaran.html"&gt;Faliq-Debaran&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6819922398516650042-7931439206638791442?l=smartcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartcerdas.blogspot.com/feeds/7931439206638791442/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2010/10/sabar-dalam-penantian-bagian-4.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/7931439206638791442'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/7931439206638791442'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2010/10/sabar-dalam-penantian-bagian-4.html' title='SABAR DALAM PENANTIAN (Bagian 4)'/><author><name>Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03589176621357999187</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-QA_JfNsAl34/TWi5gsV1D1I/AAAAAAAAAVc/lUCawG3zKbc/s220/P1210222.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TMEmhTve_YI/AAAAAAAAATQ/OUJB12VOrmY/s72-c/biru-akhwat%5B1%5D.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6819922398516650042.post-1121491849620787182</id><published>2010-10-15T01:13:00.000-07:00</published><updated>2010-10-15T01:24:57.756-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TLgPp-_NyAI/AAAAAAAAATI/-5auFBJ1DEc/s1600/PICT0057.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TLgPp-_NyAI/AAAAAAAAATI/-5auFBJ1DEc/s200/PICT0057.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5528185756554479618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu yang lalu aku menyempatkan diri untuk SMS ke beberapa temen-temenku yang aku anggap dekat denganku. Dalam SMS tu ku minta pendapat mereka tentang diriku. Hal ini sebagai sarana untuk perbaikan diri, dan juga untuk jadi program materi Who Am I dengan adik-adik binaan. Mungkin ini juga sebagai sebagian dari profileku. Meski sebenarnya jauh dariku untuk menjadi manusia sempurna, karna kesempurnaan hanyalah Milik-Nya semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah pertanyaan yang ku aujukan:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Seberapa Kenal Kamu dengan “Wahyudi”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namaku &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;M. AMIN&lt;/span&gt;, aku adalah Sahabatnya Wahyudi. &lt;br /&gt;Aku kenal Wahyudi sudah 3 tahun. Aku suka kalau Wahyudi lagi mimpin acara. &lt;br /&gt;Tapi aku ga suka kalau Wahyudi lagi (..)&lt;br /&gt;Hal yang paling berkesan tentang Wahyudi adalah mudah bersahabat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namaku &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ALYA&lt;/span&gt;, aku adalah Sahabatnya Wahyudi. &lt;br /&gt;Aku kenal Wahyudi sudah sekitar 1 tahun. &lt;br /&gt;Aku suka kalau Wahyudi lagi Serius, bercanda, semangat berdakwah. &lt;br /&gt;Tapi aku ga suka kalau Wahyudi lagi bercanda berlebihan saat rapat.&lt;br /&gt;Hal yang paling berkesan tentang Wahyudi adalah humoris. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namaku &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;MIMI&lt;/span&gt;, aku adalah Saudara sesama muslimnya Wahyudi. &lt;br /&gt;Aku kenal Wahyudi sudah 1.5 tahun. &lt;br /&gt;Aku suka kalau Wahyudi lagi tersenyum ceria. &lt;br /&gt;Tapi aku ga suka kalau Wahyudi lagi bete, manyun.&lt;br /&gt;Hal yang paling berkesan tentang Wahyudi adalah orangnya kecil, tapi perannya besar banget terutama di Forspent. Mempunyai jiwa kepemimpinan, tanggung jawab, solidaritas yang oke, bisa jadi rujukan (jalan keluar) bila ada something trouble. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namaku &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ANDIKA MANIEZ&lt;/span&gt;, aku adalah temennya Wahyudi. &lt;br /&gt;Aku kenal Wahyudi sudah 5 tahun. &lt;br /&gt;Aku suka kalau Wahyudi lagi bantuin garap blog, hi..hi…. &lt;br /&gt;Tapi aku ga suka kalau Wahyudi lagi nyeramahin :P.&lt;br /&gt;Hal yang paling berkesan tentang Wahyudi adalah orang yang aktif banget ‘n low profile. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namaku &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SUTARTO&lt;/span&gt;, aku adalah saudara seiman dan sahabatnya Wahyudi. &lt;br /&gt;Aku kenal Wahyudi sudah sekitar 4 tahun. &lt;br /&gt;Aku suka kalau Wahyudi lagi ceria dengan senyumannya. &lt;br /&gt;Tapi aku ga suka kalau Wahyudi lagi murung dengan tatapan mata kosong.&lt;br /&gt;Hal yang paling berkesan tentang Wahyudi adalah senyuman semangatnya, ide-ide kreatifnya, smart… selebihnya hanya Allah yang tau apa yang dihati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namaku &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;TINI&lt;/span&gt;, aku adalah temannya Wahyudi. &lt;br /&gt;Aku kenal Wahyudi sudah sekitar 4 tahun. &lt;br /&gt;Aku suka kalau Wahyudi lagi saat ketemu dengan teman selalu terlihat ceria. &lt;br /&gt;Tapi aku ga suka kalau Wahyudi lagi serius dalam acara kayak ga bisa ketawa…he…he...&lt;br /&gt;Hal yang paling berkesan tentang Wahyudi adalah diawal ta’aruf kayak ga bisa akrab, tapi ternyata mengasikkan, bisa beradaptasi dengan sikond. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namaku &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;AMY&lt;/span&gt;, aku adalah Saudara muslimnya Wahyudi. &lt;br /&gt;Aku kenal Wahyudi sudah sekitar 1 tahun 3 bulan. &lt;br /&gt;Aku suka kalau Wahyudi lagi senyum. &lt;br /&gt;Tapi aku ga suka kalau Wahyudi lagi cengengesan.&lt;br /&gt;Hal yang paling berkesan tentang Wahyudi adalah produktif, proaktif, kreatif, inovatif, progresif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namaku &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;DARU alias DP&lt;/span&gt;, aku adalah Sahabatnya Wahyudi. &lt;br /&gt;Aku kenal Wahyudi sudah sekitar 2 tahun. &lt;br /&gt;Aku suka kalau Wahyudi lagi bersemangat dalam organisasi dan traktir pastie. &lt;br /&gt;Tapi aku ga suka kalau Wahyudi lagi sinis bicarane, kadang kl bercanda tidak memikirkan perasaan lawane.&lt;br /&gt;Hal yang paling berkesan tentang Wahyudi adalah banyak banget, salah satunya memberi tempat untuk tinggal di masjid dalam keadaan ana lagi bener-2 kanker. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namaku &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;FAJAR&lt;/span&gt;, aku adalah Sahabatnya Wahyudi. &lt;br /&gt;Aku kenal Wahyudi sudah sekitar 2 tahun. &lt;br /&gt;Aku suka kalau Wahyudi lagi melakukan tugas dalam kegiatan. &lt;br /&gt;Tapi aku ga suka kalau Wahyudi lagi berbicara/ngobrol dengan teman kesayangannya, sampai-2 temennya yang lain ndak di gubris.&lt;br /&gt;Hal yang paling berkesan tentang Wahyudi adalah saling bantu membantu dengan sahabatnya yang susah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namaku &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;IZZAH&lt;/span&gt;, aku adalah temannya Wahyudi. &lt;br /&gt;Aku kenal Wahyudi sudah 3 tahun. &lt;br /&gt;Aku suka kalau Wahyudi lagi aktif sesuai target. &lt;br /&gt;Tapi aku ga suka kalau Wahyudi lagi buat target tapi tidak dilakukan.&lt;br /&gt;Hal yang paling berkesan tentang Wahyudi adalah mampu aktif di banyak organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namaku &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ASRI&lt;/span&gt;, aku adalah temannya Wahyudi. &lt;br /&gt;Aku kenal Wahyudi sudah 6 tahun. &lt;br /&gt;Aku suka kalau Wahyudi lagi tersenyum. &lt;br /&gt;Tapi aku ga suka kalau Wahyudi lagi ngaret alias molor.&lt;br /&gt;Hal yang paling berkesan tentang Wahyudi adalah senyumannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namaku &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;MUH. FATHUR&lt;/span&gt;, aku adalah teman baiknya Wahyudi. &lt;br /&gt;Aku kenal Wahyudi sudah 5 tahun. &lt;br /&gt;Aku suka kalau Wahyudi lagi ta’lim menuntut ilmu agama-Nya. &lt;br /&gt;Tapi aku ga suka kalau Wahyudi lagi sendirian.&lt;br /&gt;Hal yang paling berkesan tentang Wahyudi adalah ketekunannya belajar, keuletannya berprestasi dan kecerdasannya berkarya bersama sahabat-sahabatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namaku &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;UMAR SYARIF&lt;/span&gt;, aku adalah sahabat sekaligus saudaranya Wahyudi. &lt;br /&gt;Aku kenal Wahyudi sudah 4 tahun. &lt;br /&gt;Aku suka kalau Wahyudi lagi senyum dan serius dalam memimpin kegiatan dan dakwah. &lt;br /&gt;Tapi aku ga suka kalau Wahyudi lagi nonton film coz tertawanya mengganggu orang sekitar (karena dia seringnya nonton film humor, hee..he…).&lt;br /&gt;Hal yang paling berkesan tentang Wahyudi adalah orangnya baik, perhatian dan kadang juga suka nraktir. Tp aku juga sebel karna dia orangnya pelupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(Semoga ini bisa menjadi jalan bagiku untuk memperbaiki kualitas diri beradaptasi dan bergaul dengan temen-2 semua. Terima kasih atas ukhuwahnya selama ini.Ana ukhibbukum fillah)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6819922398516650042-1121491849620787182?l=smartcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartcerdas.blogspot.com/feeds/1121491849620787182/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2010/10/beberapa-waktu-yang-lalu-aku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/1121491849620787182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/1121491849620787182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2010/10/beberapa-waktu-yang-lalu-aku.html' title=''/><author><name>Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03589176621357999187</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-QA_JfNsAl34/TWi5gsV1D1I/AAAAAAAAAVc/lUCawG3zKbc/s220/P1210222.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TLgPp-_NyAI/AAAAAAAAATI/-5auFBJ1DEc/s72-c/PICT0057.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6819922398516650042.post-6295187983904610728</id><published>2010-10-08T01:21:00.000-07:00</published><updated>2011-01-14T01:19:16.642-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>SABAR DALAM PENANTIAN (Bagian 3)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TK7WTioY2uI/AAAAAAAAATA/-SBv8wG4UUA/s1600/060924_muslim.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TK7WTioY2uI/AAAAAAAAATA/-SBv8wG4UUA/s200/060924_muslim.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525589424032242402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Untaian bintang berkedip benderang, Menghias angkasa yang gulita &lt;br /&gt;Coba aruingi malam yang sunyi, Dalam dzikirku hatiku pada-Nya.....&lt;br /&gt;Ya Allah kini malam-Mu tlah singga, Di dalam hati hamba-Mu yang resah…”&lt;br /&gt;(Muhasabah – Alginat)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Malam ini… aku duduk di depan rumah. Memandangi langit yang nampak begitu cerah, bintang-bintang berkedip-kedip menambah indahnya malam yang gulita. Aku termenung,… bayang-bayang ikhwan yang datang di kios ibu sore tadi masih saja memenuhi pikiranku. Seakan-akan diri ini ingin sekali dialah yang akan menjadi pendamping hidupku. Tapi… apakah dia mau menerimaku, yang sebenarnya usiaku juga sudah lumayan tua, selain itu kehidupanku juga cukup sederhana. Sementara dia kelihatannya masih begitu muda, anak tokoh masyarakat pula. Ah… jodoh kan tak memandang status maupun usia. Tapi, memang tak bisa kupungkiri… baru pertama kali aku melihatnya aku sudah jatuh hati. &lt;br /&gt;Hatiku semakin resah dan gelisah. Menanti hari esok. Esok aku akan datang ke rumahnya untuk mengembalikan sisa uang pembelian gula. Apa lebih baik aku akan mengungkapkan perasaanku langsung kepadanya? Bukankah dulu juga pernah ada wanita yang datang kepada Rasulullah ingin mengutarakan perasaan hatinya kepada seorang laki-laki?! “Ya Allah yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku untuk selalu di jalan-Mu.”&lt;br /&gt;“Rin…. Sudah malam, kok masih duduk-duduk di depan rumah?” &lt;br /&gt;“Sebentar lagi bu…”&lt;br /&gt;Panggilan ibu membuyarkan kegelisahanku. Sesegara ku masuk ke rumah. Ku dekati ibu yang masih sibuk memilah-milah sayuran yang tersisa. Ku ingin ceritakan kegelisahanku ini kepada beliau. Ibulah yang selama ini dapat memberiku solusi disetiap masalah yang kuhadapi. Perlahan ku dekati beliau sambil bantu  memilah-milah sayuran….&lt;br /&gt;“Bu… tadi sore putranya pak Salamun yang ambil pesanan gulanya. Tapi Rin ga sempat tanya namanya siapa.”&lt;br /&gt;“Lha trus kenapa?” tanya ibuku.&lt;br /&gt;“Sekilas Rin lihat, dia orangnya baik kok bu. Orangnya tampan, putih, jenggotnya tipis, kata-katanya santun, kalem dan pakai pakaian muslim lagi bu.”&lt;br /&gt;“Hmm..hmm..hmm….” ibuku tersenyum mendengar ucapanku.&lt;br /&gt;“Emang, baik buruknya orang bisa dinilai dari pakaiannya ya?!” &lt;br /&gt;“Ibu baru tahu nih, Rin menawarkan diri ngantar sisa kembalian ingin bertemu dengan putranya pak Salamun kan?!” Canda ibu padaku.&lt;br /&gt;“Ya, tapi itu gak pokok kok bu. Yang paling pokok kan mengembalikan uang yang bukan hak kita?! He..he..he...?” jawabku sambil meledek ibu.&lt;br /&gt;“Ibu sih gak masalah, Rin mau mengembalikan uang atau ingin ketemu anaknya Pak Salamun. Yah… semoga saja kalau itu yang Rin harapkan jadi pendamping hidup, semoga itu yang terbaik buat Rin.”&lt;br /&gt;“Amiin…” jawabku. &lt;br /&gt;“Kebetulan besok di rumah bu Warsi ada acara syukuran, ibu ikut bantu-bantu dulu disana, jadi pulangnya mungkin malam.”&lt;br /&gt;“Ya bu. Ya sudah bu, Rin mau tidur dulu, sudah malam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Anginpun menari mencari arti, Adakah ini fitrah ataukah hiasan nafsu.&lt;br /&gt;Di dalam sunyi ia selalu hadir, didalam sendiri ia selalu menyindir.&lt;br /&gt;Kadang meronta bersama air mata, seolah tak kuasa menahan duka…”&lt;br /&gt;(Menunggu Disayup Rindu – Al Maidany)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi aku tak bisa tidur. Masih saja dihantui oleh bayang-bayang ikhwan itu. Hatiku semakin resah, bagaimana besok aku harus mengungkapkan perasaanku padanya? Sepertinya kalau aku langsung mengungkapkan perasaanku, itu namanya tidak sopan. Aku kan seorang akhwat, harus bisa jaga “image”. &lt;br /&gt;Malam pun berlalu, dan pagi pun kembali menyapa. Selesai sarapan aku pun berangkat kerja sambil ngantar adikku ke sekolah. Tak lupa semua keperluan aku cek terlebih dahulu, termasuk uang kembalian buat pak Salamun. Ku kayuh sepeda mini tua peninggalan ayahanda bersama adikku. Rasanya aku bahagia sekali hari ini. Sambil berjalan, Aku membayangkan “bila saja aku diboncengkan ikhwan itu naik sepeda mini ini” duuh… alangkah indahnya, serasa dunia akan jadi milik kami berdua. Kini getar-getar cinta itu ternyata mulai memenuhi ruangan hatiku. Membuat aku tak konsentrasi kerja melayani para pembeli. Aku juga jadi sering melihat jam dinding di Tokoku. Seakan kuhitung detik demi detik yang telah terlewat. &lt;br /&gt;Jam 16.00, saatnya aku diganti dengan teman-temanku yang masuk sift ke dua. Sesegara aku mengambil sepeda miniku, kukayuh sepada itu menuju rumah Pak Salamun. Bayang-bayang ikhwan itu masih saja mengusik dalam perjalananku. &lt;br /&gt;Dalam kelelahan itu ku coba menanyakan kepada warga RW. 04 dimana rumah Pak Salamun. Ternyata rumahnya sudah pindah satu kilo dari rumah beliau tempati dulu. Dan akhirnya tiba juga aku di sebuah rumah yang cukup mewah. Di samping rumah itu juga ada taman yang begitu indah. Hatiku semakin berdebar-debar saat aku mulai membunyikan bel yang ada di depan pintu. Tak lama kemudian keluar seorang bapak yang rambut dan jenggotnya sudah memutih dengan memakai kaos oblong dan sarung. &lt;br /&gt;“Assalamu’alaikum…” kuucapkan salamku kepada beliau.&lt;br /&gt;“Wa’alaikumsalam…” jawab beliau dengan nadanya yang begitu lirih. &lt;br /&gt;“Maaf, apa benar ini rumahnya Pak Salamun?”&lt;br /&gt;“Benar.”&lt;br /&gt;“Saya Rina pak, putrinya bu Mirah yang punya kios di Pasar Bestari. Boleh saya ketemu dengan putra Bapak yang kemarin ambil pesanan gulanya Bapak?” &lt;br /&gt;“Ohh… ya silahkan masuk nak… silahkan masuk. Duduk dulu, bapak panggilkan Dzaki.”&lt;br /&gt;Entah mengapa keringatku tiba-tiba keluar. Degup-degup jantungku juga semakin kencang. Sesekali kutarik nafas dalam-dalam, dan kukeluarkan perlahan-lahan untuk mengurangi keteganganku. &lt;br /&gt;“Assalamu’alaikum…”&lt;br /&gt;Tak lama kemudian dari depanku hadir seorang ikhwan menyapaku. Seorang ikhwan yang pernah singgah ke kios ibu mengambil pesanan gula. Sesegera kutersenyum menyambut salamnya… “Wa’alaikumsalam…”&lt;br /&gt;“Mbak yang jaga kiosnya bu Mirah ya?” &lt;br /&gt;“Iya, … disamping jaga, saya juga putrinya bu Mirah?!”&lt;br /&gt;Ternyata kata-kata itulah yang akhirnya membuka hati kami untuk saling bicara dan setidaknya aku juga bisa sedikit bercanda.&lt;br /&gt;“Maaf mas Dzaki, kedatangan saya kesini untuk mengembalikan uang sisa pembelian gula. Kemarin uangnya kelebihan. Jadi hari ini saya disuruh ibu untuk mengembalikannya.” &lt;br /&gt;“Owh… jadi merepotkan. Kok mbak tau kalau nama saya Dzaki?”&lt;br /&gt;“Hhmm…. Tadi bapak mas yang manggil dengan nama Dzaki. Kalau sama pelanggan atau pembeli kan kita juga harus bisa saling mengenalnya biar lebih enak melayaninya. ”&lt;br /&gt;“Oh… Mbaknya bisa saja.”&lt;br /&gt;Tapi… suasana kemudian jadi sedikit hening kembali, tanpa kata, tanpa suara. Hanya detak-detak jarum jam yang terdengar meski tidak begitu keras.&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;“Yah… Ayah….”&lt;br /&gt;Tiba-tiba dari balik ruangan ada anak kecil seusia 3 tahun berjalan-jalan cepat sambil memegang handphone menghampiri kami di ruang tamu. &lt;br /&gt;“Yah, ayah… ada telpon dari Ummi.”&lt;br /&gt;“Oh ya, mana sayang… “ &lt;br /&gt;“Maaf mbak saya tinggal nerima telpon dulu ya.”&lt;br /&gt;“Oh ya silahkan….” &lt;br /&gt;Mendengar itu, bumi serasa menjadi gempar. Hatiku semakin menyelisik bersama dalam dekapan kehampaan, terdiam menerima sebuah realita. Kini harapan itu telah pudar. Harapan agar bisa memilikinya untuk menjadi pendamping hidup dan ayah dari anak-anakku nanti. Meski hatiku tak mengizinkan, tapi inilah kenyataan yang harus aku terima. Ingin sekali ku membuang kenyataan ini bersama bulir-bulir permata. Biar air mata ini jatuh sebagai saksi atas rapuhnya harapanku. Tapi sekuat mungkin ku tahan segala bulir-bulir permata itu agar tak luluh. Karena memang bukanlah dia yang salah. Tapi ini salahku yang mudah berharap pada seseorang yang singgah dalam hatiku. &lt;br /&gt;“Maaf mbak, kalau saya tinggal menerima telpon. Istri cuma kasih kabar kalau pulangnya agak telat karena ada acara pengajian.” &lt;br /&gt;“Oh… tidak apa-apa… hmmmm”&lt;br /&gt;Kupaksakan diriku untuk tersenyum meski terasa berat. &lt;br /&gt;“Maaf, saya langsung pamit. Sudah sore, takut kemalaman.”&lt;br /&gt;“Oh ya silahkan. Terima kasih ya. Salam buat bu Mirah.” &lt;br /&gt;“Hmmm…. Insya Allah.”&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Biarlah semua mengalir, &lt;br /&gt;berikanlah kepada ikhtiar&lt;br /&gt;Dan sabar untuk mengejar…”&lt;br /&gt;(Al Maidany – Menunggu di Sayup Rindu)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ku kayuh sepeda miniku bersama genangan air mata yang memang tak bisa aku tahan. &lt;br /&gt;Langitpun mulai nampak gelap, seakan-akan ia menjadi tanda gelapnya hatiku saat ini. &lt;br /&gt;Sampai dirumah aku langsung ke kamar. Ingin ku teriak sekencang-kencangnya. Ingin ku mengadu kembali kehadirat-Nya. &lt;br /&gt;Malam ini ku ingin mencoba mengapus segala gundah dan luka hati yang terjadi hari ini. Atas cinta yang tak mempertemukanku dengannya dalam ikatan suci. Cinta yang mengajariku untuk menerima apa yang telah terjadi. &lt;br /&gt;“Rin…”&lt;br /&gt;“Eh… ibu sudah pulang ya?”&lt;br /&gt;“Gimana tadi uangnya sudah dikembalikan sama Pak Salamun. Ketemu dengan,… siapa… Putranya pak Salamun yang tampan itu?” &lt;br /&gt;“Hngg… sudah bu.”&lt;br /&gt;“Lho kok Rin gak seneng?! Kan habis ketemu sama yang Rin idam-idamkan?! Kenapa mata Rin kelihatan bengap begitu?”&lt;br /&gt;Ibu mendekatiku, kemudian duduk disampingku dan mendekapku. Dalam dekapannya aku benar-benar merasakan kehangatan kasih sayangnya. &lt;br /&gt;“Kenapa Rin sedih lagi, ceritakan sama ibu.”&lt;br /&gt;“Mungkin dia belum jodoh Rin bu. Dia sudah punya istri dan anak.”&lt;br /&gt;Tanpa terasa bulir-bulir permata indah itu menetes lagi. Kini butiran itu menitik dalam dekapan ibu atas kedukaan yang kuhadapi. &lt;br /&gt;“Sabar ya Rin… Allah pasti akan memberikan yang terbaik buat Rin. Dia pasti akan datang disaat yang tepat.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Sabarlah menunggu janji Allah kan pasti&lt;br /&gt;Hadir tuk datang menjemput hatimu&lt;br /&gt;Sabarlah menanti usahlah ragu&lt;br /&gt;Kekasih kan datang sesuai dengan iman di hati.” ((Al Maidany)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata ibu membuat aku merasa mempunyai harapan lagi. Memang aku harus bersabar atas apa yang terjadi. Aku juga harus yakin bahwa saat aku lahir Allah sudah menentukan “Rizki, ajal dan jodohku”. Barangkali Allah masih merahasiakannya untuk mengujiku.  ………… (bersambung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ARTIKEL TERKAIT: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2010/08/sabar-dalam-penantian.html"&gt;SABAR DALAM PENANTIAN (Bagian 1)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2010/09/sabar-dalam-penantian-bagian-2.html"&gt;SABAR DALAM PENANTIAN (Bagian 2)&lt;/a&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2010/10/sabar-dalam-penantian-bagian-4.html"&gt;&lt;br /&gt;SABAR DALAM PENANTIAN (Bagian 4)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;DOWNLOAD NASYID TERKAIT:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/Wa2_CGsb/Menunggu_disayup_rindu_-_Al_Ma.html"&gt;Menunggu Disayup Rindu-al Maidany&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6819922398516650042-6295187983904610728?l=smartcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartcerdas.blogspot.com/feeds/6295187983904610728/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2010/10/sabar-dalam-penantian-bagian-3.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/6295187983904610728'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/6295187983904610728'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2010/10/sabar-dalam-penantian-bagian-3.html' title='SABAR DALAM PENANTIAN (Bagian 3)'/><author><name>Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03589176621357999187</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-QA_JfNsAl34/TWi5gsV1D1I/AAAAAAAAAVc/lUCawG3zKbc/s220/P1210222.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TK7WTioY2uI/AAAAAAAAATA/-SBv8wG4UUA/s72-c/060924_muslim.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6819922398516650042.post-1460659015212929431</id><published>2010-10-06T22:24:00.000-07:00</published><updated>2011-01-15T06:31:33.773-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Memory'/><title type='text'>AADW Voice</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;TIM NASYID MINIMALIS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TK1aFZLL-cI/AAAAAAAAASQ/uq0uZqwHDUM/s1600/logo+aadw+voice.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 174px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TK1aFZLL-cI/AAAAAAAAASQ/uq0uZqwHDUM/s320/logo+aadw+voice.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525171366557120962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;AADW Voice&lt;/span&gt;, namanya mungkin kelihatan lucu. Nama ini diambil dari huruf depan nama kami berempat (Alif, Amin, Daru, Wahyudi). Lahir baru beberap bulan, tepatnya waktu mau ada event Pesantren Remaja DPRa Jajar. Malam itu kami berempat latihan nasyid untuk bisa memasyarakatkan seni islam remaja di Jajar khususnya. Malam itu juga, menggulirkan lagu andalan "Sejuta Harapan" yang awalnya dinyanyikan oleh Da'i Nada. Itulah nasyid yang membawa inspirasi bagi kami. &lt;br /&gt;Disebut minimalis Nasyid karna memang alat kami cuma sederhana; gitar dan jimbe (yang pakai galon). Luarbiasa bukan. Inilah alat yang dipakai para pengamen. Makanya kami gunakan untuk berkarya lewat nasyid. &lt;br /&gt;Mengenai logo sendiri... tentu Anda sudah bisa nebak. Logo ini juga terkait inspirasi dari sebuah film "Ada Apa dengan cinta". Bukan berarti kami memuja/memuji film itu. Tapi dari segi seni memang kami sukai film itu hingga membuat inspirasi dari logo kami sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TK1cKo6bv-I/AAAAAAAAASY/4FL6eaGfc0Y/s1600/IMG_5387.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TK1cKo6bv-I/AAAAAAAAASY/4FL6eaGfc0Y/s320/IMG_5387.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525173655704420322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TK1dNfrpMII/AAAAAAAAASg/g-AUoXOdu6U/s1600/IMG_5393.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TK1dNfrpMII/AAAAAAAAASg/g-AUoXOdu6U/s320/IMG_5393.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525174804277702786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TK1ei9J9soI/AAAAAAAAASo/s8G9eGRS0ro/s1600/IMG_5324.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TK1ei9J9soI/AAAAAAAAASo/s8G9eGRS0ro/s320/IMG_5324.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525176272478384770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah wajah-wajah personel kami. Jujur, meski suara saya bukan semerdu Afgan, dll, tapi karna temen2ku hobi nasyid, jadi nasyidnya ikut lumayan bagus.... he..he... Saat pertama kali tampil di pesantren remaja,banyak para peserta yang memberikan tepuk tangan dari nasyid yang kami bawakan. Itulah yang membuat kami akan melanjutkan seni ini (insyaAllah) meski kalau cuma mau ada event doang... ha..ha..ha... maklum karena kesibukan kami berempat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;MEMORY TERKAIT:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2010/10/solo-in-action.html"&gt;Solo in Action&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2010/10/berbagi-ceria-bersama.html"&gt;Berbagi Ceria bersama&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6819922398516650042-1460659015212929431?l=smartcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartcerdas.blogspot.com/feeds/1460659015212929431/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2010/10/aadw-voice.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/1460659015212929431'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/1460659015212929431'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2010/10/aadw-voice.html' title='AADW Voice'/><author><name>Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03589176621357999187</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-QA_JfNsAl34/TWi5gsV1D1I/AAAAAAAAAVc/lUCawG3zKbc/s220/P1210222.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TK1aFZLL-cI/AAAAAAAAASQ/uq0uZqwHDUM/s72-c/logo+aadw+voice.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6819922398516650042.post-1210217418098638206</id><published>2010-10-06T02:31:00.001-07:00</published><updated>2011-01-15T06:34:19.769-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Memory'/><title type='text'>SOLO IN ACTION</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TK1izzGd8mI/AAAAAAAAAS4/kvpscrE_p_M/s1600/DSCN2154.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TK1izzGd8mI/AAAAAAAAAS4/kvpscrE_p_M/s320/DSCN2154.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525180959883653730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TK1iK-imo5I/AAAAAAAAASw/6vLnH6mBUzw/s1600/PICT0017.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TK1iK-imo5I/AAAAAAAAASw/6vLnH6mBUzw/s320/PICT0017.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525180258579817362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TKxF8VFZpTI/AAAAAAAAARY/0WzbdczS8_Y/s1600/DSCN8235.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TKxF8VFZpTI/AAAAAAAAARY/0WzbdczS8_Y/s320/DSCN8235.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5524867745631020338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TKxD7CAxPuI/AAAAAAAAARA/pyH_kpZ7OA4/s1600/DSCN8198.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TKxD7CAxPuI/AAAAAAAAARA/pyH_kpZ7OA4/s320/DSCN8198.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5524865524308197090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TKxE3CL1UfI/AAAAAAAAARI/0xyIk_EWK5w/s1600/DSCN8222.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TKxE3CL1UfI/AAAAAAAAARI/0xyIk_EWK5w/s320/DSCN8222.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5524866555146752498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TKxDQIVk7mI/AAAAAAAAAQ4/Y5LTO3AbFqQ/s1600/DSCN8194.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TKxDQIVk7mI/AAAAAAAAAQ4/Y5LTO3AbFqQ/s320/DSCN8194.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5524864787271708258" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saatnya numpang beraksi bareng DPC PKS Laweyan, dalam Pawai Ramadhan DPD PKS Solo. Damai Soloku, Damai Indonesiaku... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TK1VxJsF_4I/AAAAAAAAARg/AEFGixZ9zPU/s1600/DSCN8245.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TK1VxJsF_4I/AAAAAAAAARg/AEFGixZ9zPU/s320/DSCN8245.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525166620756279170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TK1WYuBaAAI/AAAAAAAAARo/b0Yf-WWiX_E/s1600/DSCN8267.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TK1WYuBaAAI/AAAAAAAAARo/b0Yf-WWiX_E/s320/DSCN8267.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525167300524244994" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TK1XAx3mFlI/AAAAAAAAARw/7Qb5X0g_uzg/s1600/DSCN8277.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TK1XAx3mFlI/AAAAAAAAARw/7Qb5X0g_uzg/s320/DSCN8277.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525167988751603282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TK1XmpRU9fI/AAAAAAAAAR4/l049Z7Ma4Qo/s1600/DSCN8252.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TK1XmpRU9fI/AAAAAAAAAR4/l049Z7Ma4Qo/s320/DSCN8252.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525168639278642674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TK1YO-jUeeI/AAAAAAAAASA/nAPlT6oD05A/s1600/DSCN8255.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TK1YO-jUeeI/AAAAAAAAASA/nAPlT6oD05A/s320/DSCN8255.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525169332186020322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TK1YmuFAf6I/AAAAAAAAASI/WcGa5aVwj5M/s1600/DSCN8265.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TK1YmuFAf6I/AAAAAAAAASI/WcGa5aVwj5M/s320/DSCN8265.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525169740080775074" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;TALK SHOW PRA NIKAH&lt;/span&gt; bareng Ust.Hatta Syamsuddin&lt;br /&gt;Inilah hari saat-saat melelahkan.. pagi ada tarhib Ramadhan, siangnya kerja bakti masjid, jam 1 baru talk show, sore ada tastqif. &lt;br /&gt;Tapi banyak pelajaran yang bisa kuambil, meski ku cuma bisa nemeni pembicara di depan, setidaknya banyak peserta yang antusias mengikuti acara ini, sampe-sampe ada beberapa peserta yang rela duduk ditikar dan berdiri karna ga kebagian tempat duduk.&lt;br /&gt;Mungkin karena memang tema/kajian Pra Nikah amat menarik bagi kalangan muda saat ini. Termasuk Anda dan saya... ha..ha...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEMORY TERKAIT:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2010/10/berbagi-ceria-bersama.html"&gt;Berbagi Ceria Bersama&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2010/10/aadw-voice.html"&gt;AADW voice&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6819922398516650042-1210217418098638206?l=smartcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartcerdas.blogspot.com/feeds/1210217418098638206/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2010/10/solo-in-action.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/1210217418098638206'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/1210217418098638206'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2010/10/solo-in-action.html' title='SOLO IN ACTION'/><author><name>Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03589176621357999187</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-QA_JfNsAl34/TWi5gsV1D1I/AAAAAAAAAVc/lUCawG3zKbc/s220/P1210222.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TK1izzGd8mI/AAAAAAAAAS4/kvpscrE_p_M/s72-c/DSCN2154.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6819922398516650042.post-7010297961940133573</id><published>2010-10-03T22:09:00.000-07:00</published><updated>2011-01-15T06:36:13.458-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Memory'/><title type='text'>Berbagi Ceria Bersama</title><content type='html'>TAWANGMANGU TENTERAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TKljOZkWZcI/AAAAAAAAAQI/wGWCVCNuGRw/s1600/IMG_0085.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TKljOZkWZcI/AAAAAAAAAQI/wGWCVCNuGRw/s320/IMG_0085.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5524055516979291586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Waahhh... enaknya.... bisa kumpul-kumpul berbagi kopi, meski gak jadi kopi hangat.Soalnya dikawasan dingin, jadi menikmati kopi dingin... ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TKlisI1VZrI/AAAAAAAAAQA/kDSGgnUJDI8/s1600/IMG_0130.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TKlisI1VZrI/AAAAAAAAAQA/kDSGgnUJDI8/s320/IMG_0130.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5524054928371574450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kenangan Senat El Rahma, Maret 2007 di Vila Telkom tawangmangu reuni juga rapat. Podo gaya kabeh..he..he...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TKllcrn-TlI/AAAAAAAAAQQ/bRWKFBTBVIs/s1600/100_1506.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TKllcrn-TlI/AAAAAAAAAQQ/bRWKFBTBVIs/s320/100_1506.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5524057961367752274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Nah, ki juga di tawangmangu, tpi beda orang... bareng temen2 STMIK duta bangsa... baru ada yang nikah. Jadi ke walimahan sekalian dolan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TKsBQVpgdGI/AAAAAAAAAQg/xzAaHWKmOYo/s1600/IMG_0076.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TKsBQVpgdGI/AAAAAAAAAQg/xzAaHWKmOYo/s320/IMG_0076.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5524510748100818018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Nah yang ni juga ditawangamangu tapi beda tempat dan acara juga "Saat-saat jadi panitia Sekolah Politik"... ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TKw_lkqk9LI/AAAAAAAAAQo/fTMlboByNlA/s1600/100_5172.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TKw_lkqk9LI/AAAAAAAAAQo/fTMlboByNlA/s320/100_5172.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5524860757606724786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Numpang nampang bareng biar tambah seneng... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TKxAtGd7WYI/AAAAAAAAAQw/xsrSeNJpxPg/s1600/PIC_0057.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TKxAtGd7WYI/AAAAAAAAAQw/xsrSeNJpxPg/s320/PIC_0057.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5524861986451184002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hiking nyambi Riyadhoh meski cuman setahun sekali... ha..ha..ha...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEMORY TERKAIT:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2010/10/solo-in-action.html"&gt;Solo in Action&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2010/10/aadw-voice.html"&gt;AADW Voice-Nasyid Minimalis&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6819922398516650042-7010297961940133573?l=smartcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartcerdas.blogspot.com/feeds/7010297961940133573/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2010/10/berbagi-ceria-bersama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/7010297961940133573'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/7010297961940133573'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2010/10/berbagi-ceria-bersama.html' title='Berbagi Ceria Bersama'/><author><name>Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03589176621357999187</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-QA_JfNsAl34/TWi5gsV1D1I/AAAAAAAAAVc/lUCawG3zKbc/s220/P1210222.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TKljOZkWZcI/AAAAAAAAAQI/wGWCVCNuGRw/s72-c/IMG_0085.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6819922398516650042.post-3072542058922294701</id><published>2010-09-21T21:38:00.000-07:00</published><updated>2011-01-15T06:37:32.854-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>SABAR DALAM PENANTIAN (Bagian 2)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TJmK9P6KZKI/AAAAAAAAAP4/2AhHZEI3dpM/s1600/36007_133764889988297_100000643598927_213006_4293456_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 142px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TJmK9P6KZKI/AAAAAAAAAP4/2AhHZEI3dpM/s200/36007_133764889988297_100000643598927_213006_4293456_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5519595603166389410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;“Allaahuakbar…. Allaahuakbar….” Suara adzan subuh memecahkan alam sunyi. Terdengar kokok ayam yang ikut menghiasi dini hari. Aku masih mengenakan mukenah, tersungkur tidur di atas sajadah yang menemaniku bermunajat, berdo’a disepertiga malam tadi. Segera ku beranjak dari kamar ingin membangunkan ibu dan adik untuk shalat subuh berjamaah di masjid. &lt;br /&gt;Subhanallah… kulihat ibu masih duduk diatas sajadahnya, sementara adikku masih tertidur diatas dipan yang terbuat dari anyaman bambu. Pelan-pelan kusapa beliau, “Bu… ibu…” Ternyata ibu juga tertidur diatas sajadahnya hingga tidak mendengar suaraku. Kudekati beliau, tapi hati ini sepertinya tak kuasa membangunkan beliau. Kupandangai mukenah ibu terlihat basah karena cucuran air mata yang beliau keluarkan. Aku masih teringat mukenah yang ibu kenakan adalah pemberian ayahanda saat kelahiran adikku Dani 15 tahun yang lalu. Dan kini mukenah itu sudah terlihat lusuh, warnanya pun sudah berubah. Tapi ibu masih saja senang mengenakan mukenah itu untuk sholat. Meski ibu tidak bisa membaca al Qur’an, tapi beliau adalah orang yang jarang meninggalkan shalat tahajud. Kadang beliau juga berkata kepadaku; “Rin… tiap selesai sholat jangan lupa do’akan ayahmu, dan untuk keluarga. Semoga Allah selalu memberikan kebaikan untuk keluarga kita. Ibu juga akan selalu mendo’akan untuk anak-anak ibu, agar Rin cepat mendapatkan pendamping hidup.”&lt;br /&gt;Mungkin kini aku baru tahu, mukenah yang terlihat lusuh itu nampak basah karena cucuran air matanya mendo’akanku dan untuk kebaikan keluarga.&lt;br /&gt;“Pyarrrrrr…..” tak sengaja tanganku menyenggol gelas di atas meja, membuat ibu dan adikku terbangun. &lt;br /&gt;“Ada apa Rin…?” &lt;br /&gt;“Engg… ini… bu… ee…. ga sengaja tadi tanganku nyenggol gelas ibu.” Jawabku sambil terbata-bata. “Maaf ya bu…”&lt;br /&gt;“Tidak apa-apa, tapi lain kali hati-hati?! Oh ya… sudah subuh belum?”&lt;br /&gt;“Baru selasai adzan bu…” &lt;br /&gt;“Kita ke masjid yuk. Dani sayang,… ayo ambil sarung dan pecinya.” Kata ibu sambil melipat sajadahnya. &lt;br /&gt;Begitulah perangai ibu. Beliau orang yang sabar, yang dengan kesabarannya beliau bisa membesarkan dan merawat kami tanpa ayah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Perjalanan hidup seorang ibu&lt;br /&gt;Penuh derita susah nan payah&lt;br /&gt;Bersabar menapaki takdir-Nya&lt;br /&gt;Tulusnya hati cinta Ibunda….&lt;br /&gt;(Nasyid: Tazakka – Kasih Ibunda)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Usai shalat subuh, aku bantu ibu menyiapkan sayur-sayuran yang akan di jual ke pasar. Meski hasil dagangan tak begitu besar, tapi alhamdulillah bisa mencukupi kebutuhan keluarga sehari-hari. Disudut lain nampaknya jalan juga sudah mulai ramai oleh orang-orang yang akan pergi ke pasar. Pasar Bestari, sebuah pasar Tradisional yang lumayan terkenal di daerah Sidoarjo. Selain tempatnya tertata dengan rapi dan terjaga akan kebersihannya, pasar Bestari juga pasar terlengkap sehingga membuat pembeli mudah mendapatkan apa yang diinginkan. &lt;br /&gt;“Rin… ibu berangkat ke pasar dulu ya. Jangan lupa sebelum berangkat Dani suruh sarapan dulu.”&lt;br /&gt;“Iya bu…” &lt;br /&gt;Perlahan, ibu beralalu dari bayanganku, dengan sepeda tua dan “beronjong” yang penuh sayuran ibu kayuh ke pasar. Diusianya yang lumayan tua, ibu masih rela melakukan rutinitas berdagang di pasar hanya untuk mencukupi kehidupan keluarga. Tapi mungkin inilah takdirnya sebagai kepala keluarga dan ibu rumah tangga. &lt;br /&gt;Ungkapan “Kasih Ibu sepanjang masa” memang benar-benar hanya pantas diberikan kepada beliau. Cinta kasihnya yang beliau berikan kepada anak-anaknya tiada pernah habis meski kami selaku anak banyak mengecewakan dan belum bisa memberikan kebahagiaan buat beliau. Terbukti waktu ibu mengandung, dengan cintanya ibu menjaga kandungannya. Ketika usia kehamilan semakin membesar, beliau susah sekali untuk tidur. Dan ketika yang ada di dalam kandungannya lahir, begitu bahagianya ia menanti saat-saat itu. Sungguh sapaan tangisan sang bayi membuat ibu menitik-nitik air mata kebahagiaan. Dalam kehangatan dekapannya membuat sang bayi merasa nyaman di sisinya. Pantas saja ketika Rasulullah di tanya “Kepada siapakah yang lebih berhak aku berbakti?” beliau menyebut “Ibumu…” sampai tiga kali. Maka persaksikanlah ibu, surga ada di bawah telapak kakimu. &lt;br /&gt;Setalah sarapan aku pun berangkat kerja. Beginilah nasibku, salah seorang yang kerja di sebuah Toko Pakaian, meski hari minggu tetap masuk. Tapi di hari minggu aku biasa pulang jam 12.00, setelah itu aku bisa jaga kios ibu di Pasar Bestari. Sudah menjadi kebiasaan beberapa ibu-ibu muslimah yang punya kios di Pasar Bestari, adalah pengajian rutin ibu-ibu di masjid Al Huda Bestari ba’da sholat dhuhur tiap hari minggu. &lt;br /&gt;Panas matahari terasa menyengat, merasuk keseluruh sendi-sendi. Ku kayuh sepeda mini peninggalan ayahanda menuju kios ibu di Pasar Bestari. &lt;br /&gt;Tiba jua di kios ibu. Kios ibu memang tidak seluas dengan kios-kios yang lain. Tapi meskipun demikian, kios inilah yang memberikan hasil penghidupan bagi keluarga kami. &lt;br /&gt;“Assalamu’alaikum….” Ku sapa ibuku yang sedang melayani pembeli. &lt;br /&gt;“Wa’alaikumussalam...” terlihat ibu dan para pembeli serentak membalas salamku. &lt;br /&gt;Kusalami ibu dan kucium tangannya sebagai ungkapan bakti anak kepada ibunya. &lt;br /&gt;“Ini anak ibu Mirah?” tanya salah satu pembeli kepada ibuku.&lt;br /&gt;“Iya benar. Ini anakku yang pertama.” Jawab ibuku sambil membungkus sayur yang mau dibeli. &lt;br /&gt;“Ternyata ibu punya anak perawan ya, cantik lagi. Sudah nikah belum nak?”&lt;br /&gt;“Hmmm…. dia masih suka bekerja.” Sela ibuku dengan senyumnya.&lt;br /&gt;“Bagaimana kalau saya kenalkan dengan putraku bu? Putraku sekarang kerja sebagai manajer di salah satu perusahaan Garment lho.”&lt;br /&gt;Tiba-tiba ibu mengalihkan pandangannya kepadaku. &lt;br /&gt;“Terima kasih bu atas tawarannya. Masalahnya Rin masih senang bantu-bantu ibunya di pasar. Mungkin anak bu Mirna bisa dikenalkan dulu dengan wanita yang sudah siap untuk menikah.” Dengan senyumannya yang mengembang, spontan ibu belum bisa menerima tawaran bu Mirna. &lt;br /&gt;“Ya sudah bu, ga pa pa. Semoga anak ibu mendapatkan yang terbaik.” Sela bu Mirna dengan perlahan-lahan sambil meninggalkan kios ibu bersama para pembeli yang lain. &lt;br /&gt;Hatiku semakin galau, seakan-akan ada kesempatan yang hilang begitu saja dariku. Meski aku belum tau anak bu Mirna seperti apa, tapi setidaknya bisa di nilai dari bu Mirna yang begitu lembut dan santun. Beliau pun juga sudah mengenakan kerudung. Tapi kenapa ibu tidak menerima tawarannya?!&lt;br /&gt;“Riin… Nanti ada yang mau ambil gula. Barangnya ibu taruh di atas meja, di dalam plastik hitam. Namanya pak Salamun. Jumlah total uangnya Rp. 56.000.”&lt;br /&gt;“Ya bu…!!” jawabku dengan ketus.&lt;br /&gt;“Eeh… kamu kenapa Rin, kok jawabnya seperti itu??!!”&lt;br /&gt;“Gak kenapa-napa kok bu...!?” &lt;br /&gt;“Marah ya sama ibu? Buktinya kamu kelihatan cemberut?!”. Perlahan ibu mendekatiku, mengelus-elus pundakku, kemudian mendekapku… seakan aku merasakan kasih sayangnya… seperti air yang menyirami taman di hati. Dengan lirih ku mencoba berkata kepadanya…. “Bu… kenapa ibu tidak menerima tawaran ibu Mirna? Ibu sendiri kan yang selalu berdo’a agar Rin bisa cepat menemukan pasangan hidup Rin…?”&lt;br /&gt;“Rin…. Ibu tau kamu ingin sekali cepat menemukan pasangan hidupmu. Tapi Ibu juga ingin Rin mendapatkan yang terbaik.”&lt;br /&gt;Aku tak bisa berkomentar terhadap apa yang ibu katakan kepadaku. Selama ini Ibu sudah kupercaya sebagai wanita yang begitu baik. Barangkali ibu mengharapkan agar pendamping hidupku nanti setidaknya orang yang bisa menjadi sosok menantu juga sebagai kepala keluarga menggantikan almarhum ayahanda. Toh aku juga belum tau anak bu Mirna seperti apa, meski dia seorang manajer di sebuah perusahaan, barangkali akhlaknya tidak sesuai dengan yang ibu harapkan. Tapi itulah ibu… beliau jarang mengutarkan kejelekan orang lain. Setidaknya aku bangga bisa menjadi anaknya. &lt;br /&gt;“Rin… ibu berangkat pengajian dulu ya. Sudah jam 12.45. Takutnya ibu telah pengajian. Jangan lupa pesan ibu tadi.” &lt;br /&gt;Seketika bayangan ibu kian memudar dari pandanganku. &lt;br /&gt;Sungguh aku bersyukur diciptakan-Nya dari sosok wanita mulia. Meski kehidupan kami cukup sederhana, tapi kesederhanaan itulah yang membawa butir-butir cinta. &lt;br /&gt;Udara yang panas seakan-akan membuat badan terasa “gerah”, dan seisi ruangan pun ikut menjadi saksi atas cuaca siang ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Hadirnya tanpa kusadari, menggamit kasih cinta bersemi&lt;br /&gt;Hadir cinta insan padaku ini, anugerah kurniaan Ilahi…”&lt;br /&gt;(Dehearty – Permata yang Dicari)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“Assalamu’alaikum…” terdengar sapaan salam seorang laki-laki dari depan kios. &lt;br /&gt;“Wa’alaikumussalam…” &lt;br /&gt;Kemudian dia masuk kios berjalan mendekatiku. Mata kami saling memandang. Entah mengapa hati ini berdebar dan lidah ini sulit untuk berucap. Didepanku ada seorang pemuda yang begitu tampan, dengan wajah agak bulat dan berjenggot tipis. Kacamata yang dikenakannya menambah kemanisan raut wajahnya yang putih. Sesekali hanya senyuman menipis yang ku berikan untuk sedikit mencairkan kekakuan. Diapun juga membalas senyuman untukku. Hatiku serasa semakin tenteram dan bahagia. Seakan aku menemukan sebuah harapan. Tapi kemudian dia memberanikan diri berkata kepadaku, “Maaf saya putranya pak Salamun, di suruh Abah untuk mengambil gula yang sudah kami pesan”.&lt;br /&gt;“e…e…eh… ya… sudah kami siapkan.” Dengan gugup ku mencoba mencari gula yang sudah ibu siapkan tadi. Sesegera ku berikan gula itu kepadanya. Pandangaku tak bisa menipu. Tapi kuberusahan menundukkan padangan untuk menjaga perasaanku.  &lt;br /&gt;“Uangnya berapa mbak?” …. &lt;br /&gt;Duuh… kenapa tiba-tiba aku jadi lupa pesan ibu. Berapa tadi uang yang harus dibayarnya. Sejenak, kumengingat-ingatnya.&lt;br /&gt;“Engg… ini… totalnya Rp. 86.000.” &lt;br /&gt;Sesegara dia mengambil uang dari dompetnya dan memberikannya kepadaku. Kemudian dia mengucapkan terima kasih serta salam lalu dan berlalu meninggalkan kios. &lt;br /&gt;Rabbi… ada apa dengan hati ini? Apakah ini namanya cinta? Baru pertama kali melihatnya ada getar jiwa yang begitu dalam. Kenapa tadi aku tidak menanyakan namanya? “Ya Allah… jika dia benar untukku dekatkanlah hatinya dengan hatiku. Jika dia bukan milikku damaikanlah hatiku dengan ketentuan-Mu.”&lt;br /&gt;“Assalamu’alaikum…” Salam ibu memecahkan ketermenunganku. &lt;br /&gt;Wa’alaikumussalam…” &lt;br /&gt;Sudah jam 16.00, pantesan ibu sudah pulang. Rasanya hari ini begitu cepat beralalu. &lt;br /&gt;“Gimana Rin… pesanan pak Salamun sudah diambil?” &lt;br /&gt;“Alhamdulillah sudah bu, ini uangnya.”&lt;br /&gt;Dengan raut wajah yang senang ku berikan uang tadi kepada ibu. &lt;br /&gt;“Lho kok uangnya lebih? Pak Salamun nambah gulanya lagi ya?”&lt;br /&gt;“Eemmm… tidak tu bu. Memang total sebenarnya berapa bu?” selaku sambil membela diri. “Tadi ibu kan sudah bilang sama Rin, kalau totalnya Rp. 56.000. Ini yang Rin berikan sama ibu ada Rp. 86.000.”&lt;br /&gt;“Astaghfirullaahal’adzim… maaf bu Rin lupa.”&lt;br /&gt;“Ya sudah besok biar ibu kembalikan sisanya ke rumah Pak Salamun. Kan uang yang sisa bukan hak kita, dan haram bagi kita mengambil barang yang bukan hak kita.”&lt;br /&gt;“Ee… biar Rin saja bu besok yang ngantar sisanya ke rumah Pak Salamun. Tapi rumah Pak Salamun mana ya bu?” &lt;br /&gt;“Rumahnya di kampung Asri. Beliau ketua RW. 04. Kampungnya sebelah area pasar Bestari. Paling cuma setengah kilo dari sini.”  &lt;br /&gt;Kumenawarkan diri kepada ibu mengantarkan kembalian uang ke rumah Pak Salamun hanya ingin bisa bertemu dengan Pemuda yang sekarang bayangannya selalu hadir dalam pikiranku. ......... &lt;span style="font-style:italic;"&gt;(bersambung)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by: Akh Ye&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Klik disini untuk mendownload senandung:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/-wENFNXY/DansPenantian.html"&gt;1. Dans-Penantian&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/6BJ0x_jW/10_Kasih_Ibunda.html"&gt;2. Kasih Ibunda-Tazakka&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/aEPPymxa/Permata_Yang_Dicari.html"&gt;3. Permata yang Dicari-Dehearty&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ARTIKEL TERKAIT:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2010/08/sabar-dalam-penantian.html"&gt;SABAR DALAM PENANTIAN (Bagian 1)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2010/10/sabar-dalam-penantian-bagian-3.html"&gt;SABAR DALAM PENANTIAN (Bagian 3)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2010/10/sabar-dalam-penantian-bagian-4.html"&gt;SABAR DALAM PENANTIAN (Bagian 4)&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6819922398516650042-3072542058922294701?l=smartcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartcerdas.blogspot.com/feeds/3072542058922294701/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2010/09/sabar-dalam-penantian-bagian-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/3072542058922294701'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/3072542058922294701'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2010/09/sabar-dalam-penantian-bagian-2.html' title='SABAR DALAM PENANTIAN (Bagian 2)'/><author><name>Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03589176621357999187</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-QA_JfNsAl34/TWi5gsV1D1I/AAAAAAAAAVc/lUCawG3zKbc/s220/P1210222.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TJmK9P6KZKI/AAAAAAAAAP4/2AhHZEI3dpM/s72-c/36007_133764889988297_100000643598927_213006_4293456_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6819922398516650042.post-3814374082045461690</id><published>2010-08-24T21:45:00.000-07:00</published><updated>2011-02-03T00:05:27.155-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen'/><title type='text'>SABAR DALAM PENANTIAN (Bagian 1)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/THSgJLdsMVI/AAAAAAAAAPo/P32FU9TvZS8/s1600/sasapedahan+alone+akhwat+gelap.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 244px; height: 223px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/THSgJLdsMVI/AAAAAAAAAPo/P32FU9TvZS8/s320/sasapedahan+alone+akhwat+gelap.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5509204323737547090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Penantian adalah suatu ujian&lt;br /&gt;Tetapkanlah ku selalu dalam harapan&lt;br /&gt;Karena keimanan tak hanya diucapkan &lt;br /&gt;Adalah ketabahan menghadapi cobaan….&lt;br /&gt;(Nasyid: Dans-Penantian)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktivitas hari ini rasanya membuatku terasa letih. Hari Sabtu memang berbeda dari hari biasanya. Sepulang kerja aku harus memberi privat di sebuah bimbingan belajar yang letaknya lumayan jauh dari tempat kerjaku. Selasai memberikan privat aku juga masih harus mengajar adik-adik TPA di masjid kampungku. Alhamdulillah Allah masih memberiku kekuatan untuk menjalani semua rutinitas yang memang harus aku lakukan untuk mencukupi kebutuhanku dan setidaknya sedikit bisa membantu keluargaku dan biaya sekolah adikku.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Di atas singgasana cahaya mentari kian memudar, senjapun kian merona. Ah… ternyata sudah hampir maghrib. Selesai shalat maghrib aku langsung menuju kamar. Ingin sesekali merebahkan tubuh ini melepas segala lelah.&lt;br /&gt;Sejenak kupandang cermin dikamarku. Ada sosok wajah yang hadir dalam kaca itu. Ku cermati perlahan-lahan wajah itu. Ku coba elus-elus sosok bayangan yang hadir dalam kaca itu. “Itukah wajahku yang sudah nampak layu?” Ku alihkan pandanganku ke sebuah foto di sebelah cermin dinding. Yah, fotoku sepuluh tahun silam bersama teman-teman sekolah di Rohis. Tiba-tiba aku terbawa dalam lamunan, mengingat masa-masa sepuluh tahun yang lalu. Saat aku rasakan indahnya kebersamaan dan kekeluargaan bersama teman-teman seperjuangan. Saat itu kami baru semangat-semangatnya belajar ilmu agama. Bagaimana berjilbab yang sesungguhnya, bagaimana harus bergaul dengan lawan jenis dan terlebih bagaimana agar aku bisa menjadi sosok akhwat sejati. Begitu indahnya saat-saat itu, saat tertawa, saat berduka, itulah bagian dari lika-liku perjuangan yang harus aku jalani. Tiga tahun kami bersama menikmati masa-masa mencari jati diri. Lulus sekolah aku dan teman-teman berpisah karena amanah kehidupan yang berbeda-beda. Ada yang melanjutkan kuliah, ada yang kerja ke Luar Negeri, ada juga yang mencari kerja di kota ternama. Dan aku saat itu memutuskan untuk membantu ibu berdagang di pasar sambil mencari pekerjaan. Alhamdulillah selang enam bulan aku sudah mendapatkan pekerjaan yang tak jauh dari tempat tinggalku. Meski kami jauh, aku akan selalu mengingat teman-temanku, karena mereka sudah ku anggap keluargaku sendiri. Aku juga masih teringat lima tahun yang lalu, teman-temanku banyak yang sudah menyempurnakan separoh diennya. Begitu bahagianya hatiku kala menerima undangan pernikahan mereka. Hanya aku yang kala itu mungkin belum memikirkan pernikahan, karena aku ingin bekerja untuk membantu biaya sekolah adikku. Saat ditinggal ayah, ibulah yang menggantikan nahkoda di keluarga ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rin… rin…” Suara ibu tiba-tiba menggugah lamunanku. “Kenapa kamu pandangi foto itu terus, kangen ya dengan teman-teman lamamu?” tanya ibu yang suaranya terlihat letih karena habis pulang dari pasar. “Nggak kenapa-napa kok bu…” jawabku sambil gugup. “Rin… orang-orang kampung sudah banyak menanyakan, kenapa Rin kok belum menikah? Padahal usia Rin juga sudah tua? Teman-teman Rin yang ada di foto itu juga sudah pada nikah semua kan?” kata ibu sambil berlalu dariku. Aku hanya diam saja sambil ku elus-elus foto didepanku, dan tak terasa butiran-butiran kristal keluar dari mataku. Inginku mengadu kehadirat-Nya, “Ya Allah kenapakah Engkau juga belum mempertemukanku dengan pendamping hidupku?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sabarkanlahku menanti pasangan hati&lt;br /&gt;Tulus kan kusambut sepenuh jiwa ini&lt;br /&gt;Di dalam asa diri menjemput berkah-Mu&lt;br /&gt;Tibalah izin-Mu atas harapan ini….&lt;br /&gt;(Nasyid: Dans-Penantian)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini selasai isya’ suasana terasa sangat hening. Ingin rasanya sesekali mengajak adik untuk jalan-jalan keluar rumah menikmati suasana malam minggu. Kupandangi sekeliling, banyak orang-orang yang juga memanfaatkan malam akhir pekannya bersama keluarga dengan naik mobil, ada juga yang naik motor bersama pasangannya. Kunikmati suasana malam itu bersama adikku pergi ke pasar malam, dengan naik sepeda mini peninggalan Ayah. Ada banyak jenis mainan, mulai dari kereta mini, pesawat putar, dan berbagai macam jenis makanan juga ada. “Mbak, aku mau naik kereta mini boleh kan?” “Boleh. Yuk kita ke pembelian karcis”. Ku penuhi keinginan adikku, meski kini uangku sudah menipis. Dani adalah adikku satu-satunya yang kadang selalu menghiburku dikala aku dalam kesedihan. Seharusnya aku yang menghiburnya. Karena di usianya yang masih belia nan imut-imut, ia sudah ditinggal ayah pergi untuk selama-lamanya, disaat ia seharusnya membutuhkan sentuhan dan kasih sayang seorang Ayah. &lt;br /&gt;Aku Cuma duduk saja sambil menunggu Dani selesai naik mainan kereta mini. Ku coba-coba mengamati apa yang ada di pasar minggu. “Hmm… Bau nasi goreng yang sedap.” Sejenak ku alihkan pandanganku ke sebuah warung nasi goreng. Inginku merasakannya, tapi apa boleh buat, uangku sudah menipis. Tiba-tiba aku termenung melihat pasangan muda makan dengan saling menyuapi. Makan sepiring untuk berdua, sungguh menyenangkan. Aku membayangkan, andai itu aku dan pendamping hidupku, alangkah indahnya. Tak terasa perlahan air mata ini menitik-nitik hingga menetes dijilbabku. Sesekali ku hembuskan nafas untuk menahan air mata ini. &lt;br /&gt;“Mbak,…. Mbak nangis ya….”. &lt;br /&gt;“Eh….  Nggak… nggak napa-napa. Sudah selasai ya.” Dengan agak gugup aku menjawab sapaan adikku, untuk mengela atas air mata yang tiba-tiba keluar. &lt;br /&gt;“Dik, kita pulang yuk… sudah malam nanti ibu malah marah lagi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di rumah aku langsung ke kamar. Tak taunya, pandangan di warung nasi goreng tadi masih terangan-angan di benakku. &lt;br /&gt;Jam di dinding menunjukkan pukul 00.30, sementara aku belum juga bisa tidur. Perkataan ibu sore tadi membuatku resah dan gelisah. Tapi apa boleh buat, aku hanya bisa berikhtiar kehadirat-Nya dan bersabar atas cobaan ini. Biarkan semua orang mengatakan aku sebagai perawan tua, asal aku bisa menjaga kehormatanku ini. Malam ini aku ingin bermunajat kepada-Nya. Memohon ketenangan hati, agar segala harapanku selama ini cepat terpenuhi. Dalam do’a ku mohon kepada-Nya:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Rabbi teguhkanlah ku dipenantianku ini&lt;br /&gt;Berikanlah cahaya terang-Mu selalu&lt;br /&gt;Rabbi do’a dan upaya hamba-Mu ini&lt;br /&gt;Hanyalah bersandar semata kepada-Mu&lt;br /&gt;(Senandung: Dans-Penantian)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lika-liku kehidupan seiring dengan rentangnya waktu ku telusuri dengan pasti tiada henti. Walau aral rintang kan menghadang, mengekang, menembus sepi. Kan kusandarkan amal dan pintaku kehadirat Ilahi Rabbi yang mengukir elok nan indah masa depanku. Rabbi…. kuatkanlah ku dalam menghadapi penantian ini. Ijinkan aku tuk selalu mencintai-Mu, walau apa yang selama ini yang ku harapkan belum jua kutemui. Tapi, bisa mencintai-Mu adalah sebuah kebahagiaan bagiku tersendiri. &lt;br /&gt;(Bersambung.....)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;By: Akh Ye&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ARTIKEL TERKAIT:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2010/09/sabar-dalam-penantian-bagian-2.html"&gt;Sabar dalam Penantian (Bagian 2)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2010/10/sabar-dalam-penantian-bagian-3.html"&gt;SABAR DALAM PENANTIAN (Bagian 3)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2010/10/sabar-dalam-penantian-bagian-4.html"&gt;SABAR DALAM PENANTIAN (Bagian 4)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2010/11/menjemput-bidadari.html"&gt;SABAR DALAM PENANTIAN (Ending)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;KLIK UNTUK MENDOWNLOAD:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/audio/-wENFNXY/DansPenantian.html "&gt;Nasyid dans-Penantian&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6819922398516650042-3814374082045461690?l=smartcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartcerdas.blogspot.com/feeds/3814374082045461690/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2010/08/sabar-dalam-penantian.html#comment-form' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/3814374082045461690'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/3814374082045461690'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2010/08/sabar-dalam-penantian.html' title='SABAR DALAM PENANTIAN (Bagian 1)'/><author><name>Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03589176621357999187</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-QA_JfNsAl34/TWi5gsV1D1I/AAAAAAAAAVc/lUCawG3zKbc/s220/P1210222.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/THSgJLdsMVI/AAAAAAAAAPo/P32FU9TvZS8/s72-c/sasapedahan+alone+akhwat+gelap.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6819922398516650042.post-4553978453651849998</id><published>2010-07-22T01:14:00.000-07:00</published><updated>2011-01-15T06:41:51.474-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Mencari Kesegaran Hati</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TEf-JOC9BGI/AAAAAAAAAPg/LC3632J-PB8/s1600/pena.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 128px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TEf-JOC9BGI/AAAAAAAAAPg/LC3632J-PB8/s200/pena.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496641304571741282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Agama ini kukuh dan kuat. Masukilah dengan lunak, dan jangan sampai timbul kejenuhan dalam beribadah kepada Rabbmu.” (Al-Baihaqi)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maha Suci Allah yang menggilirkan siang dan malam. Kehidupan pun menjadi dinamik, seimbang, dan berkesinambungan. Ada hamba-hamba Allah yang menghidupkan siang dan malamnya untuk sentiasa dekat dengan Yang Maha Rahman dan Rahim. Tapi, tidak sedikit yang akhirnya menjauh, dan terus menjauh.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Seperti tanaman, rohani perlu siraman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekuat apa pun sebatang pohon, tidak akan pernah terlepas dari kebergantungan kepada air. Siraman air menjadi tenaga baru buat pohon. Dari tenaga itulah pohon mengukuhkan tajakan akar, meninggikan batang, mencambahkan cabang, menumbuhkan daun baru dan menghasilkan buah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti itu pula siraman rohani buat hati manusia. Tanpa kesegaran rohani, manusia cuma sebatang pohon kering yang berjalan. Tak ada keteduhan, apalagi buah yang boleh dimanfaatkan. Hati menjadi begitu kering. Persis seperti ranting-ranting kering yang mudah terbakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt. memberikan teguran khusus buat mereka yang beriman. Dalam surah Al-Hadid ayat 16, Yang Maha Rahman dan Rahim berfirman, “Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka). Janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka. Lalu, hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati buat orang-orang yang beriman adalah ladang yang harus dirawat dan disiram dengan zikir. Dari zikirlah, ladang hati menjadi hijau segar dan tumbuh subur. Akan banyak buah yang boleh dihasilkan. Sebaliknya, jika hati jauh dari zikir; ia akan tumbuh liar. Jangankan buah, ladang hati seperti itu akan menjadi sarang ular, kelabang dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamba-hamba Allah yang beriman akan sentiasa menjaga kesegaran hatinya dengan lantunan zikrullah. Seperti itulah firman Allah swt. dalam surah Ar-Ra’d ayat 28. “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allahlah hati menjadi tenteram.“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. pernah memberi nasihat, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Perumpamaan orang yang berzikir kepada Rabbnya dan yang tidak, seumpama orang hidup dan orang mati.” &lt;/span&gt;(Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Siapapun kita, ada masa lengahnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia bukan makhluk tanpa khilaf dan dosa. Selalu sahaja ada lupa. Ketika rohani dan jasad berjalan tidak seimbang, di situlah berbagai kealpaan terjadi. Saat itulah, pengawasan terhadap nafsu menjadi lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Al-Ghazali mengumpamakan nafsu seperti anak kecil. Apa saja ingin diraih dan dikuasai. Ia akan terus menuntut. Jika dituruti, nafsu tidak akan pernah berhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada titik tertentu, nafsu boleh menjadi dominan. Bahkan sangat dominan. Nafsu pun akhirnya memegang nakhoda hidup seseorang. Nalar dan hatinya menjadi lumpuh. Saat itu, seorang manusia sedang bertuhankan nafsunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt. berfirman, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya.” &lt;/span&gt;(Al-Jatsiyah: 23)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Seburuk apapun seorang muslim, ada pintu kebaikannya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya manusia lain, seorang muslim pun punya nafsu. Bezanya, nafsu orang yang beriman lebih terkawal. Namun, kelengahan dapat memberi peluang buat nafsu untuk tampil dominan. Dan seorang hamba Allah pun melakukan dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dosa buat seorang mukmin seperti kotoran busuk. Dan solat serta istighfar adalah di antara pencuci. Kian banyak usaha penyucian, kotoran pun lenyap: warna dan baunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt. berfirman dalam surah Ali Imran ayat 133 hingga135. “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa….Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah. Lalu, memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khilaf buat hamba Allah seperti mata air yang tersumbat. Dan zikrullah adalah penghilang sumbat. Ketika zikrullah terlantun dan tersiram dalam hati, air jernih pun mengalir, menyegarkan wadah hati yang pernah kering.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Sekecil Apapun kebaikan dan keburukan, ada ganjarannya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu perkara yang dapat menyegarkan kesedaran rohani adalah pemahaman bahawa apa pun yang dilakukan manusia akan dibalasan. Di dunia dan akhirat. Dan di akhirat ada balasan yang jauh lebih dahsyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah swt., &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, nescaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, nescaya dia akan melihat (balasan)nya pula.”&lt;/span&gt; (Al-Zilzaal: 7-8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman inilah yang sentiasa membimbing hamba Allah untuk sentiasa beramal. Keimanannya terpancar melalui perbuatan nyata. Lantunan zikirnya hidup dalam segala keadaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), ‘Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.”&lt;/span&gt; (Ali Imran: 191)&lt;br /&gt;(Sumber:Halaqahonline)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6819922398516650042-4553978453651849998?l=smartcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartcerdas.blogspot.com/feeds/4553978453651849998/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2010/07/mencari-kesegaran-hati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/4553978453651849998'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/4553978453651849998'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2010/07/mencari-kesegaran-hati.html' title='Mencari Kesegaran Hati'/><author><name>Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03589176621357999187</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-QA_JfNsAl34/TWi5gsV1D1I/AAAAAAAAAVc/lUCawG3zKbc/s220/P1210222.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TEf-JOC9BGI/AAAAAAAAAPg/LC3632J-PB8/s72-c/pena.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6819922398516650042.post-8176672293017509638</id><published>2010-07-21T06:51:00.000-07:00</published><updated>2011-01-15T06:42:24.670-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Taujih'/><title type='text'>Dakwah Memang Begini</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TEb8Q8O4mWI/AAAAAAAAAPY/2FdAE8awhPc/s1600/Allah_G.sized.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 147px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TEb8Q8O4mWI/AAAAAAAAAPY/2FdAE8awhPc/s200/Allah_G.sized.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496357763228932450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;(Teruntuk Saudara-saudaraku yang berada di jalan Da'wah... semoga teguh di jalan ini dan cinta akan da'wah ini. Saudaraku... Kenapa Perjuangan itu pahit? karena Surga itu manis.)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sejenak mengingat nasehat Syaikhut Tarbiyah, Ust. Rahmat Abdullah, tentang dakwah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Memang seperti itu dakwah. Dakwah adalah cinta. Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu. Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu. Berjalan, duduk, dan tidurmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. Tentang umat yg kau cintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi memang seperti itu. Dakwah. Menyedot saripati energimu. Sampai tulang belulangmu. Sampai daging terakhir yg menempel di tubuh rentamu. Tubuh yg luluh lantak diseret-seret. .. Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti itu pula kejadiannya pada rambut Rasulullah. Beliau memang akan tua juga. Tapi kepalanya beruban karena beban berat dari ayat yg diturunkan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana tubuh mulia Umar bin Abdul Aziz. Dia memimpin hanya sebentar. Tapi kaum muslimin sudah dibuat bingung. Tidak ada lagi orang miskin yg bisa diberi sedekah. Tubuh mulia itu terkoyak-koyak. Sulit membayangkan sekeras apa sang Khalifah bekerja. Tubuh yang segar bugar itu sampai rontok. Hanya dalam 2 tahun ia sakit parah kemudian meninggal. Toh memang itu yang diharapkannya; mati sebagai jiwa yang tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di etalase akhirat kelak, mungkin tubuh Umar bin Khathab juga terlihat tercabik-cabik. Kepalanya sampai botak. Umar yang perkasa pun akhirnya membawa tongkat ke mana-mana. Kurang heroik? Akhirnya diperjelas dengan salah satu luka paling legendaris sepanjang sejarah; luka ditikamnya seorang Khalifah yang sholih, yang sedang bermesra-mesraan dengan Tuhannya saat sholat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dakwah bukannya tidak melelahkan. Bukannya tidak membosankan. Dakwah bukannya tidak menyakitkan. Bahkan juga para pejuang risalah bukannya sepi dari godaan kefuturan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak… Justru kelelahan. Justru rasa sakit itu selalu bersama mereka sepanjang hidupnya. Setiap hari. Satu kisah heroik, akan segera mereka sambung lagi dengan amalan yang jauh lebih “tragis”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justru karena rasa sakit itu selalu mereka rasakan, selalu menemani… justru karena rasa sakit itu selalu mengintai ke mana pun mereka pergi… akhirnya menjadi adaptasi. Kalau iman dan godaan rasa lelah selalu bertempur, pada akhirnya salah satunya harus mengalah. Dan rasa lelah itu sendiri yang akhirnya lelah untuk mencekik iman. Lalu terus berkobar dalam dada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula rasa sakit. Hingga luka tak kau rasa lagi sebagai luka. Hingga “hasrat untuk mengeluh” tidak lagi terlalu menggoda dibandingkan jihad yang begitu cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupun Umar. Saat Rasulullah wafat, ia histeris. Saat Abu Bakar wafat, ia tidak lagi mengamuk. Bukannya tidak cinta pada abu Bakar. Tapi saking seringnya “ditinggalkan” , hal itu sudah menjadi kewajaran. Dan menjadi semacam tonik bagi iman..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu kamu tahu. Pejuang yg heboh ria memamer-mamerkan amalnya adalah anak kemarin sore. Yg takjub pada rasa sakit dan pengorbanannya juga begitu. Karena mereka jarang disakiti di jalan Allah. Karena tidak setiap saat mereka memproduksi karya-karya&lt;br /&gt;besar. Maka sekalinya hal itu mereka kerjakan, sekalinya hal itu mereka rasakan, mereka merasa menjadi orang besar. Dan mereka justru jadi lelucon dan target doa para mujahid sejati, “ya Allah, berilah dia petunjuk… sungguh Engkau Maha Pengasih lagi maha Penyayang… “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka satu lagi seorang pejuang tubuhnya luluh lantak. Jasadnya dikoyak beban dakwah. Tapi iman di hatinya memancarkan cinta… Mengajak kita untuk terus berlari…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.&lt;br /&gt;Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu.&lt;br /&gt;Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu.&lt;br /&gt;Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu.&lt;br /&gt;Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(alm. Ust Rahmat Abdullah)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6819922398516650042-8176672293017509638?l=smartcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartcerdas.blogspot.com/feeds/8176672293017509638/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2010/07/dakwah-memang-begini.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/8176672293017509638'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/8176672293017509638'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2010/07/dakwah-memang-begini.html' title='Dakwah Memang Begini'/><author><name>Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03589176621357999187</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-QA_JfNsAl34/TWi5gsV1D1I/AAAAAAAAAVc/lUCawG3zKbc/s220/P1210222.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TEb8Q8O4mWI/AAAAAAAAAPY/2FdAE8awhPc/s72-c/Allah_G.sized.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6819922398516650042.post-3900653325461192143</id><published>2010-07-21T06:29:00.000-07:00</published><updated>2011-01-15T06:43:59.128-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Tersenyumlah Saudaraku....</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TEb2yq6b15I/AAAAAAAAAPQ/qDV_QtJqo1c/s1600/smile.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 197px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TEb2yq6b15I/AAAAAAAAAPQ/qDV_QtJqo1c/s200/smile.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496351745625544594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Senyum&lt;/span&gt; adalah ekspresi yang menceritakan sebuah kebahagiaan, kesenangan dan ketenangan. Sebuahanugerah yang diberikan kepada siapa saja. Tidak mengenal kelas, status sosial, ras dan warna kulit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bedanya barangkali terletak pada pemicu senyum bagi masing-masing individu. Bagi petani yang hidup di desa terpencil pada sebuah lereng gunung, mungkin derai dedaunan, rintik hujan atau sekedar tumbuhnya padi yang ia tebar cukup untuk menjadi pemicu sebuah senyuman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping ekspresi dari sebuah kebahagiaan, senyum juga merupakan simbol dari rasa syukur. Dimana kata syukur dalam bahasa yang lebih kita fahami adalah "pengakuan dari sebuah kenikmatan". Senyum adalah wujud minimal dari pengakuan itu. Dari senyum maka lahirlah kalimat " alhamdulillah". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari senyum maka lahirlah rasa berbagi dan lain sebagainya. &lt;br /&gt;Jika demikian, maka sebenarnya kita memiliki stok senyum yang tidak terbatas. Karena kita dilingkupi nikmat yang tidak terbatas. Mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi, semuanya penuh dengan kenikmatan. &lt;br /&gt;Bahkan kesedihan sekalipun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya pernah ada sebuah cerita tentang seorang teman yang sudah ia anggap adik menangis, ia tersenyum dan ia katakan sama teman nya. "Teruskanlah menangis, tapi kalau sudah selesai menangisnya,.. tersenyum ya". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spontan saja teman nya tersenyum meski masih diiringi isakan, lalu protes,"aku masih sedih kok disuruh tersenyum tow bang". Spontan iakatakan, " Ya harus senyum,...coba kalau kamu tidak bisa sedih, tidak bisa menangis,... karenanya tersenyumlah karena kamu masih dikaruniai nikmat sedih dan nikmat menangis". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mungkin tidak akan bisa melihat indahnya pelangi jika tanpa hujan dan indahnya matahari, tersenyumlah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita mampu menangkap segala kenikmatan yang kita rasakan, kenikmatan setiap udara yang kita hirup, setiap tatapan mata kita, setiap pendengaran kita, setiap denyut nadi dan detak jantung kita, setiap tapak kaki yang kita ayunkan, setiap gerakan dari anggota badan kita. Maka hidup kita akan penuh dengan senyum. Lalu kita akan melihat betapa banyak kenikmatan yang kita rasakan. Bahkan kenikmatan itu terasa bertambah dan bertambah setiap kita mengurai sebuah senyuman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan ketika masalah terus saja mendera kita, cobalah untuk tetap tersenyum dan bersyukur tetaplah berfikir positif bahwa ALLAH sangat sayang dengan kita, Dia disana sedang memperhatikan kita dengan seksama. Insya ALLAH masalah yang kita hadapi akan terasa lebih ringan dan bahkan akan menemukan banyak sekali jalan keluar. Tetaplah bersyukur (^_^) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sebenarnya yang telah digariskan Allah dalam al-Qur'an: "Jika kalian semua bersyukur maka akan kami tambah, namun jika kalian mengingkari segala nikmat yang telah kami berikan, maka sesungguhnya azabku sangatlah pedih" ( QS. Ibrahim: 7 ) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Tersenyumlaah (^_^) (----PH-----)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6819922398516650042-3900653325461192143?l=smartcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartcerdas.blogspot.com/feeds/3900653325461192143/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2010/07/tersenyumlah-saudaraku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/3900653325461192143'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/3900653325461192143'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2010/07/tersenyumlah-saudaraku.html' title='Tersenyumlah Saudaraku....'/><author><name>Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03589176621357999187</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-QA_JfNsAl34/TWi5gsV1D1I/AAAAAAAAAVc/lUCawG3zKbc/s220/P1210222.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TEb2yq6b15I/AAAAAAAAAPQ/qDV_QtJqo1c/s72-c/smile.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6819922398516650042.post-6057154718571403073</id><published>2010-07-21T05:55:00.001-07:00</published><updated>2012-03-02T21:38:19.817-08:00</updated><title type='text'>Daftar Artikel</title><content type='html'>Assalamu'alaikum warahamtullahi wabarakatuh.&lt;br /&gt;Ikhwati fillah, Saudara-saudaraku yang tercinta... Silahkan bagi Antum wa Antunna yang ingin mendownload atw copas artikel-artikel yang ada diblog ini,dengan free (tapi kalau mau transfer uang ke rekening pribadi juga boleh kok... he6x). Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2008/03/perjalanan-ini.html"&gt;001. Perjalanan Ini...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2008/06/betapa-indahnya-berumah-tangga.html"&gt;002. Betapa Indah Berumah Tangga&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2009/02/sekuntum-cinta-pengantin-surga.html"&gt;003. Sekuntum Cinta Penganti Surga&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2009/03/biarkan-hadiah-bicara.html"&gt;004. Biarkan Hadiah Bicara&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2009/03/empat-istri.html"&gt;005. Empat Istri??&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2009/04/gairah-cinta-dan-kelesuan-ukhuwah.html"&gt;006. Gairah Cinta dan Kelesuan Ukhuwah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2009/10/untaian-nasihat-sahabatku.html"&gt;007. Kumpulan Nasihat-nasihat&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2009/11/cinta.html"&gt;008. Tentang CINTA&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2009/12/kandungan-cinta-dalam-ukhuwah.html"&gt;009. Kandungan Cinta dalam Ukhuwah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2010/01/pilihlah-karena-agamanya.html"&gt;010. Pilihlah Karena Agamanya&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2010/01/ketika-ikhwah-jatuh-cinta-akwah.html"&gt;011. Ketika IKHWAH Jatuh Cinta, AKHWAT Bicara&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2010/01/dialog-hati.html"&gt;012. Dialog Hati(Qolbu)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2010/01/jiwa-rabithah-yang-hilang.html"&gt;013. Jiwa Rabithah Yang Hilang&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2010/03/antara-dua-cinta.html"&gt;014. Antara Dua Cinta&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2010/03/kuliah-kerja-nikah-mungkinkah.html"&gt;015. Kuliah, Kerja, Nikah... Mungkingkah?&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2010/07/cintanya-rasulullah.html"&gt;016. Cintanya Rasulullah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2010/07/hadiah-itu-bermakna-cinta.html"&gt;016. Hadiah Itu Bermakna Cinta&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2010/07/ketika-mencintai-tak-bisa-menikahi.html"&gt;017. Ketika Mencintai tak Bisa Menikahi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2010/07/sebuah-dialog-selepas-malam.html"&gt;018. Sebuah DIALOG SELEPAS MALAM (renungan buat Ikhwah)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2010/07/mudzakirat-syaikhut-tarbiyah-rahmat.html"&gt;019. Mudzakirat Syaikhut Tarbiyah Rahmat Abdullah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2010/07/tersenyumlah-saudaraku.html"&gt;020. Tersenyumlah Saudaraku&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2010/07/dakwah-memang-begini.html"&gt;021. Dakwah Memang Begini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2010/07/mencari-kesegaran-hati.html"&gt;022. Mencari Kesegaran Hati&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2010/08/sabar-dalam-penantian.html"&gt;023. Sabar Dalam Penantian (Bagian 1)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2010/09/sabar-dalam-penantian-bagian-2.html"&gt;024. Sabar Dalam Penantian (Bagian 2)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2010/10/sabar-dalam-penantian-bagian-3.html"&gt;025. Sabar Dalam Penantian (Bagian 3)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2010/10/sabar-dalam-penantian-bagian-4.html"&gt;026. Sabar dalam Penantian (Bagian 4)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2010/11/menjemput-bidadari.html"&gt;027. Sabar dalam Penantian (Ending)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2011/01/wajah-lelaki-akherat.html"&gt;028. Wajah Lelaki Akherat - sebuah kesaksian-&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2010/12/berbuka-puasa-bersama-bidadari.html"&gt;029. Berbuka Puasa Bersama Bidadari&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2010/12/hangatnya-kebersmaan.html"&gt;030. Hangatnya Kebersamaan_My Memory&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2011/01/wajah-lelaki-akherat.html"&gt;031. Wajah Lelaki Akherat&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2011/02/malam-semakin-larut-angin-berbisik.html"&gt;032. Menyamuderakan Cinta "Si Pecinta"&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2011/02/di-saat-kita-bersamagenlaweyan.html"&gt;033. Disaat Kita Bersama&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2011/03/dialah-ibumu.html"&gt;034. Dialah Ibumu&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2011/09/untaian-nasihat-ke-2.html"&gt;035. Untaian Nasihat Ke-2&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2011/10/nyanyian-rinduku-part-1.html"&gt;036. Nyanyian Rinduku (Part 1)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2011/10/nyanyian-rinduku-part-2.html"&gt;037. Nyanyian Rinduku (Part 2)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2011/10/nasihat-luqman-al-hakim.html"&gt;038. Nasihat Luqman al Hakim&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2011/10/karena-hidup-adalah-amanah.html"&gt;039. Karena Hidup Adalah Amanah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2011/10/nyanyian-rinduku-part-3.html"&gt;040. Nyanyian Rinduku (Part 3)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2011/11/misteri-jodoh.html"&gt;041. Misteri Jodoh&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2011/11/biarkan-kukembalikan-cinta-ini-kepada.html"&gt;042. Biar Kukembalikan Cinta Ini Kepada-Nya.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2011/11/pernak-pernik-download.html"&gt;043. Pernak-pernik Download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2011/11/tidak-dikenal-di-bumi-tapi-sangat.html"&gt;044. Tidak Dikenal Di Bumi Tapi Sangat Terkenal Di Langit&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2011/11/senandung-rindu-ukhuwah.html"&gt;045. Senandung Rindu Ukhuwah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2011/12/seperti-sang-pelangi-selepas-gerimis.html"&gt;046. Seperti Sang Pelangi Selepas Gerimis&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2011/12/kisah-cinta-khadijah-dengan-rasulullah.html"&gt;047. Kisah Cinta Khadijah dengan Rasulullah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2012/01/karena-hanya-bunda-yang-mau-mengerti.html"&gt;048. Karena Hanya Bunda yang Mau Mengerti&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://smartcerdas.blogspot.com/2012/02/ketika-cinta-membuatmu-menangis.html"&gt;049. Ketika Cinta Membuatmu Menangis&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6819922398516650042-6057154718571403073?l=smartcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartcerdas.blogspot.com/feeds/6057154718571403073/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2010/07/daftar-artikel.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/6057154718571403073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/6057154718571403073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2010/07/daftar-artikel.html' title='Daftar Artikel'/><author><name>Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03589176621357999187</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-QA_JfNsAl34/TWi5gsV1D1I/AAAAAAAAAVc/lUCawG3zKbc/s220/P1210222.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6819922398516650042.post-7408719847278502468</id><published>2010-07-21T05:53:00.000-07:00</published><updated>2011-01-15T06:45:20.112-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Taujih'/><title type='text'>Mudzakirat Syaikhut Tarbiyah Rahmat Abdullah</title><content type='html'>Jadilah kalian orang-orang yang …&lt;br /&gt;atsbatuhum mauqiifan .. yang paling kokoh atau tsabat sikapnya&lt;br /&gt;arhabuhum shadran .. yang paling lapang dadanya&lt;br /&gt;a'maquhum fikran .. yang paling dalam pemikirannya&lt;br /&gt;ausa'uhum nazharan .. yang paling luas cara pandangnya&lt;br /&gt;ansyatuhum 'amalan .. yang paling rajin amal-amalnya&lt;br /&gt;aslabuhum tanzhiman .. yang paling solid penataan organisasinya&lt;br /&gt;aktsaruhum naf'an .. yang paling banyak manfaatnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Atsbatuhum mauqiifan (tsabat sikapnya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tsabat adalah nafas rijalul haq sepanjang zaman. Ia adalah nafas Al Khalil Ibrahim as yang selalu sehat berenergi bahkan ketika menghadapi gunungan kayu yang akan melahapnya, Bilal yang tegar ditindih batu, Sumayyah martir syahidah muslimah, dan sahabat yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Orang-orang yang tsabat harus bersabar atas anggapan bahwa perjuangan mereka dibayar, cita-cita mereka disetir, dan tujuan mereka dunia, sehingga semua tak ada yang tabu. Sogok, suap, kolusi, penyalahgunaan kekuasaan, fitnah, pemutarbalikan fitnah mereka halalkan, tak peduli bendera apapun yang mereka kibarkan : demokrasi, kekyaian ataupun HAM. .. Maka diperlukan ketsabatan untuk sampai pada saatnya masyarakat memahami kiprah da'i yang sesungguhnya, jauh dari prasangka mereka yang selama ini terbangun oleh kerusakan perilaku da'wah oleh sebagian kalangan." (Untukmu Kader Dakwah, Rahmat Abdullah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tsabat artinya memiliki kekokohan sikap dan keteguhan prinsip, amanah, dan profesional dalam segala hal. Tidak menggadaikan prinsip dengan materi, tidak menukar keyakinan dengan jabatan. Bekerjalah dan berkaryalah dengan keyakinan sikap dan prinsip untuk membuktikan janji, meneguhkan komitmen untuk meraih taqwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakinlah dengan jaminan Allah, "Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu."" (QS Fushshilat 41:30)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Arhabuhum shadran (lapang dadanya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap paling menonjol dari Nabi saw adalah lapang dada, selalu ridha, optimis, berpikir positif, tidak mempersulit diri dan orang lain, memudahkan, menggembirakan, menebar kebaikan dan senyuman. Teladanilah Rasulullah, untuk mendidik diri agar lebih rahmat, penuh kelembutan dan berlimpah kasih sayang terhadap siapa saja. Itulah keshalihan sosial yang kekuatannya luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka.." (QS Al Imran 3:159)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. A'maquhum fikran (dalam pemikirannya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Ausa'uhum nazharan (luas cara pandangnya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Point ke tiga dan ke empat ini digabungkan dalam satu frase: spesialis dan berwawasan global. Dengan spesialisasi, diharapkan fokus pada keahlian atau keterampilan tertentu, sehingga memiliki daya saing yang tinggi. Dan dengan berwawasan global, diharapkan tidak berpikiran sempit dan 'terkotak-kotak' pada bidang tertentu, sehingga melupakan kepaduan pemahaman terhadap ilmu dan pengembangan dunia kontemporer. Hal ini dicontohkan oleh pribadi para ilmuwan Islam masa lalu, seperti Ibnu Sina, Ibnu Rusyd, Al Biruni, dan lain-lain. Mereka adalah spesialis pada bidang-bidang tertentu, tetapi memiliki wawasan global terhadap perkembangan dunia di masanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Belajarlah menggabungkan antara pengetahuan yang komprehensif, bersifat lintas disiplin dan generalis dengan penguasaan yang tuntas terhadap satu bidang ilmu sebagai spesialisasinya. Dengan begitu, sebagai seorang dai, Anda senantiasa berbicara dengan isi yang luas dan dalam, integral dan tajam, berbobot dan terasa penuh." (Menikmati Demokrasi, Anis Matta)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Ansyatuhum 'amalan (rajin amal-amalnya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya amal yang dicintai Allah adakah yang berkelanjutan, meski itu sedikit."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah bukan perkara mudah untuk istiqomah dalam amal ibadah, tapi mungkin dan bisa, asalkan kita membiasakan. At first we make habbit, at last habbit make you. Keseriusan, ketekunan dan kerja keras itulah yang mengantarkan seseorang pada derajat mulia, seperti ketekunan Bilal bin Rabbah yang menjaga dengan istiqomah kondisi suci dengan wudhu dan sholat 2 rakaat setelahnya yang berbuah surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Aslabuhum tanzhiman (solid penataan organisasinya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh." (QS Ash Shaff 61:4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita hidup dalam sebuah zaman yang oleh ahli-ahlinya dicirikan sebagai masyarakat jaringan, masyarakat organisasi. Semua aktivitas manusia dilakukan di dalam dan melalui organisasi; pemerintahan, politik, militer, bisnis, kegiatan sosial kemanusiaan, rumah tangga, hiburan, dan lain-lain. Itu merupakan kata kunci yang menjelaskan, mengapa masyarakat modern menjadi sangat efektif, efisien, dan produktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat modern bekerja dengan kesadaran bahwa keterbatasan- keterbatasan yang ada pada setiap individu sesungguhnya dapat dihilangkan dengan mengisi keterbatasan mereka itu dengan kekuatan-kekuatan yang ada pada individu-individu yang lain." (Dari Gerakan ke Negara, Anis Matta)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun, kata Imam Ali bin Abi Thalib r.a "Kebenaran yang tak terorganisir akan terkalahkan oleh kebatilan yang terorganisir" . Musuh-musuh kita mengelola dan mengorganisasi pekerjaan-pekerjaan mereka dengan rapi, sementara kita bekerja sendiri-sendiri, tanpa organisasi, dan kalau ada, biasanya tanpa manajemen. Seorang penumpang bis kalah 'sukses' dengan 'jamaah' penjambret.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Copet-copet bisa 'sukses' karena organisasinya solid, jibakunya luar biasa. Jaringan narkoba 'sukses' karena ketaatan dan kedisiplinan menjaga 'amanah' jaringan mereka. Maka bila mereka bisa bersatu dalam dosa dan kejahatan, apatah lagi yang berjuang di jalan Allah, harus lebih rapi dan solid lagi dalam penaatan organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Aktsaruhum naf'an (banyak manfaatnya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya."(HR. Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raihlah bahagia dengan berkiprah, ringan membantu sesama dan senang membahagiakan orang. Jadilah pribadi andal layaknya bibit yang baik. Bibit yang baik, kata Imam Syahid Hasan Al-Banna dalam "Mudzakirat Da'wah wa Ad Da'iyah", di manapun ia ditanam akan menumbuhkan pohon yang baik pula. Itulah sebaik-baik manusia, shalih linafsihi hingga naafi'un lighairihi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Perumpamaan mukmin itu seperti lebah. Ia hinggap di tempat yang baik dan memakan yang baik, tetapi tidak merusak." (HR. Thabrany)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Perumpamaan seorang mukmin adalah seperti sebatang pohon kurma. Apapun yang kamu ambil darinya akan memberikan manfaat kepadamu." (HR. Ath-Thabrani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Milikilah Allah dengan selalu dekat dengan-Nya. Milikilah Rasulullah dengan mantaati dan meneladaninya. Milikilah syafaat Al Qur'an dengan membaca(tilawah) , merenungkan( tadabbur) , menghafalkan( tahfidz), mengamalkan dan mendakwahkannya. Miliki dengan memberi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu 'alam bish showab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutipan dari Mbak Diana di Bumi Allah, do'a kita untuk Almarhum Ust Rahmat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6819922398516650042-7408719847278502468?l=smartcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartcerdas.blogspot.com/feeds/7408719847278502468/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2010/07/mudzakirat-syaikhut-tarbiyah-rahmat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/7408719847278502468'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/7408719847278502468'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2010/07/mudzakirat-syaikhut-tarbiyah-rahmat.html' title='Mudzakirat Syaikhut Tarbiyah Rahmat Abdullah'/><author><name>Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03589176621357999187</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-QA_JfNsAl34/TWi5gsV1D1I/AAAAAAAAAVc/lUCawG3zKbc/s220/P1210222.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6819922398516650042.post-8446921418071157659</id><published>2010-07-21T05:52:00.000-07:00</published><updated>2011-01-15T06:46:35.920-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Taujih'/><title type='text'>Sebuah Dialog Selepas Malam</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Itulah yang benar, yang datang dari Tuhanmu, karena itu janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu-ragu" (Ali imran :60&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Akh, dulu ana merasa semangat saat aktif dalam da'wah. Tapi belakangan rasanya semakin hambar. Ukhuwah makin kering. Bahkan ana melihat ternyata ikhwah banyak pula yang aneh-aneh."Begitu keluh kesah seorang mad'u kepada seorang murobbinya di suatu malam. Sang murobbi hanya terdiam, mencoba terus menggali semua kecamuk dalam diri mad'unya. "lalu apa yang ingin antum lakukan setelah merasakan semua itu ? " sahut sang murobbi setelah sesaat termenung. " Ana ingin berhenti saja, keluar dari tarbiyah ini. Ana kecewa dengan prilaku beberapa ikhwah yang justru tidak Islami. Juga dengan organisasi dakwah yang Ana geluti; kaku dan sering mematikan potensi anggota-anggotanya. Bila begini terus, Ana mendingan sendiri saja." Jawab mad'u itu. &lt;br /&gt;Sang murobbi termenung kembali. Tidak tampak raut terkejut dari roman di wajahnya. Sorot matanya tetap terlihat tenang, seakan jawaban itu memang sudah diketahuinya sejak awal. " Akhi, bila suatu kali antum naik sebuah kapal mengarungi lautan luas. Kapal itu ternyata sudah sangat bobrok. Layarnya banyak berlubang, kayunya banyak yang keropos bahkan kabinnya bau kotoran manusia. Lalu, apa yang akan antum lakukan untuk tetap sampai pada tujuan?". Tanya sang murobbi dengan kiasan bermakna dalam. Sang mad'u terdiam dan berfikir. Tak kuasa hatinya mendapat umpan balik sedemikian tajam melalui kiasan yang amat tepat. " Apakah antum memilih untuk terjun kelaut dan berenang sampai tujuan?". Sang murobi mencoba memberi opsi.&lt;br /&gt;"Bila antum terjun ke laut, sesaat antum akan merasa senang. Bebas dari bau kotoran manusia, merasa kesegaran air laut, atau bebas bermain dengan ikan lumba-lumba . tapi itu hanya sesaat. Berapa kekuatan antum untuk berenang hingga tujuan?. Bagaimana bila ikan hiu datang. Darimana antum mendapat makan dan minum? Bila malam datang, bagaimanan antum mengatasi hawa dingin?" serentetan pertanyaan dihamparkan dihadapan sang mad'u.&lt;br /&gt;Tak ayal, sang mad'u menangis tersedu. Tak kuasa rasa hatinya menahan kegundahan sedemikian. Kekecewaannya kadung memuncak, namun sang murobbi yang dihormati justru tidak memberi jalan keluar yang sesuai dengan keinginannya. &lt;br /&gt;"Akhi, apakah antum masih merasa bahwa jalan dakwah adalah jalan yang paling utama menuju ridho Allah? &lt;br /&gt;" Bagaimana bila ternyata mobil yang antum kendarai dalam menempuh jalan itu ternyata mogok? Antum akan berjalan kaki meninggalkan mobil itu tergeletak dijalan, atau mencoba memperbaikinya? . Tanya sang murobbi lagi.&lt;br /&gt;Sang mad'u tetap terdiam dalam sesenggukan tangis perlahannya. Tiba-tiba ia mengangkat tangannya:"Cukup akhi, cukup. Ana sadar.. maafkan Ana…. ana akan tetap Istiqomah. Ana berdakwah bukan untuk mendapatkan medali kehormatan. Atau agar setiap kata-kata ana diperhatikan… " .&lt;br /&gt;Biarlah yang lain dengan urusan pribadinya masing-masing. Biarlah ana tetap berjalan dalam dakwah. Dan hanya Allah saja yang akan membahagiakan ana kelak dengan janji-janji- Nya. Biarlah segala kepedihan yang ana rasakan menjadi pelebur dosa-dosa ana". Sang mad'u berazzam dihadapan sang murobbi yang semakin dihormatinya.&lt;br /&gt;Sang murobbi tersenyum "Akhi, jama'ah ini adalah jamaah manusia. Mereka adalah kumpulan insan yang punya banyak kelemahan. Tapi dibalik kelemahan itu, masih amat banyak kebaikan yang mereka miliki. Mereka adalah pribadi-pribadi yang menyambut seruan Allah untuk berdakwah. Dengan begitu, mereka sedang berproses menjadi manusia terbaik pilihan Allah."&lt;br /&gt;"Bila ada satu dua kelemahan dan kesalahan mereka, janganlah hal itu mendominasi perasaan antum. Sebagaimana Allah ta'ala menghapus dosa manusia dengan amal baik mereka, hapuslah kesalahan mereka dimata antum dengan kebaikan-kebaikan mereka terhadap dakwah selama ini. Karena di mata Allah, belum tentu antum lebih baik dari mereka."&lt;br /&gt;"Futur, mundur, kecewa atau bahkan berpaling menjadi lawan bukanlah jalan yang masuk akal. Apabila setiap ketidak-sepakatan selalu disikapi dengan jalan itu, maka kapankah dakwah ini dapat berjalan dengan baik?" sambungnya panjang lebar.&lt;br /&gt;"Kita bukan sekedar pengamat yang hanya bisa berkomentar. Atau hanya pandai menuding-nuding sebuah kesalahan. Kalau hanya itu, orang kafirpun bisa melakukannya. Tapi kita adalah da'i. kita adalah khalifah. Kitalah yang diserahi amanat oleh Allah untuk membenahi masalah-masalah di muka bumi. Bukan hanya mengeksposnya, yang bisa jadi justru semakin memperuncing masalah."&lt;br /&gt;"Jangan sampai, kita seperti menyiram bensin ke sebuah bara api. Bara yang tadinya kecil.tak bernilai, bisa menjelma menjadi nyala api yang yang membakar apa saja. Termasuk kita sendiri!"&lt;br /&gt;"Bekerjalah dengan ikhlas. Berilah taushiah dalam kebenaran, kesabaran dan kasih sayang kepada semua ikhwah yang terlibat dalam organisasi itu. Karena peringatan selalu berguna bagi orang beriman. Bila ada isyu atau gosip tutuplah telinga antum dan bertaubatlah. Singkirkan segala ghil antum terhadap saudara antum sendiri. Dengan itulah, Bilal yang mantan budak hina menemui kemuliaannya. "&lt;br /&gt;Suasana dialog itu mulai mencair. Semakin lama, pembicaraaan melebar dengan akrabnya. Tak terasa, kokok ayam jantan memecah suasana. Sang mad'u bergegas mengambil wudhu untuk berqiyamu lail. Malam itu. Sang mad'u sibuk membangunkan mad'u yang lain dari asyik tidurnya.&lt;br /&gt;Malam itu sang mad'u menyadari kesalahannya. Ia bertekad untuk tetap berputar bersama jama'ah dalam mengarungi jalan dakwah. Pencerahan diperolehnya. Demikian yang kami harapkan dari antum sekalian……&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6819922398516650042-8446921418071157659?l=smartcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartcerdas.blogspot.com/feeds/8446921418071157659/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2010/07/sebuah-dialog-selepas-malam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/8446921418071157659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/8446921418071157659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2010/07/sebuah-dialog-selepas-malam.html' title='Sebuah Dialog Selepas Malam'/><author><name>Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03589176621357999187</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-QA_JfNsAl34/TWi5gsV1D1I/AAAAAAAAAVc/lUCawG3zKbc/s220/P1210222.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6819922398516650042.post-2030395680182806826</id><published>2010-07-02T06:35:00.000-07:00</published><updated>2011-10-16T23:02:22.410-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><title type='text'>KETIKA MENCINTAI TAK BISA MENIKAHI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TC3sakGltjI/AAAAAAAAAOo/OESiQEYPLyU/s1600/2327.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 155px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TC3sakGltjI/AAAAAAAAAOo/OESiQEYPLyU/s200/2327.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5489303461946570290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita sudah menyempurnakan Ikhtiar..&lt;br /&gt;Dengan Niat menjaga kesucian diri dari dosa&lt;br /&gt;Menjaga kesucian pandangan..&lt;br /&gt;Bahkan sampai dengan proses Ta’aruf yang Terjaga..&lt;br /&gt;Ketika kita juga sudah berdoa setiap hari..&lt;br /&gt;Sholat Istikharah sampai meneteskan airmata bercucuran..&lt;br /&gt;Dan sepertinya Dialah yang terbaik buat kita..&lt;br /&gt;Dialah yang akan menjadi pendamping hidup kita..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun..&lt;br /&gt;Ternyata dirinya tidak bersedia menerima kita..&lt;br /&gt;Ternyata dirinya menolak cinta kita..&lt;br /&gt;Oh My God.:(&lt;br /&gt;Dunia sepertinya mau Kiamat..&lt;br /&gt;Hati teriris-iris..diri jadi melankolis..^^&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saudaraku..&lt;br /&gt;Memang Alangkah bahagianya jika cinta yang hendak kita bingkai&lt;br /&gt;dalam nuansa indah PERNIKAHAN, mendapatkan Sapaan lembut..&lt;br /&gt;Sambutan hangat serta Sunggingan senyum dari dia yg kita dambakan.&lt;br /&gt;Namun betapa nestapanya ketika CINTA TULUS  yang kita ungkapkan..&lt;br /&gt;ternyata harus BERTEPUK SEBELAH TANGAN..&lt;br /&gt;Cinta Memang Tak Harus Memiliki..&lt;br /&gt;Mungkin kita sering mendengar ungkapan itu..&lt;br /&gt;Mudah diucapkan..&lt;br /&gt;Tapi kenyataannya..&lt;br /&gt;Sulit dilaksanakan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku..&lt;br /&gt;Janganlah bersedih&lt;br /&gt;Yakinilah bahwasanya kegagalan cinta yang kita alami.&lt;br /&gt;Tertolaknya cinta yang kita ajukan..&lt;br /&gt;Sudah dirancang,dan ditulis sedemikian rupa oleh Allah..&lt;br /&gt;Semuanya ada hikmahnya saudaraku..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saudaraku..&lt;br /&gt;Yakinlah bahwa Allah pasti akan memilihkan yang terbaik buat kita.&lt;br /&gt;Jika kita ditolak saat ini..&lt;br /&gt;Berarti Allah sudah menyiapkan buat kita yang lebih baik..&lt;br /&gt;Dari yang Sekarang Menolak kita..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku..&lt;br /&gt;Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah..&lt;br /&gt;Allah ingin menguji kita ,seberapa besar kita terhadap komitmen pernikahan..&lt;br /&gt;Allah ingin lebih mendewasakan kita dan memantapkan kepribadian kita dalam menghadapi kegagalan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku..&lt;br /&gt;Kita mungkin kecewa,frustasi,trauma,sedih serta kehilangan semangat..&lt;br /&gt;Tapi jangan sampai Rasa SEDIHMU itu..memakan hari-harimu..&lt;br /&gt;Ketika engkau terlalu larut dalam kesedihan.&lt;br /&gt;Maka dirimu akan menjadi lemah..&lt;br /&gt;Ya..lemah dalam beribadah..malas dalam bekerja..&lt;br /&gt;Menggiringmu untuk berburuk sangka terhadap Allah..&lt;br /&gt;Dan Syetan akan menggunakan perangkapnya untuk menipumu..&lt;br /&gt;Sehingga gaya hidup kamu bisa menjadi bebas..tak ada aturan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saudaraku..&lt;br /&gt;Dijamin hari-harimu TIDAK AKAN BAHAGIA..selama engkau LARUT DALAM KESEDIHAN..&lt;br /&gt;Dunia tak selebar daun kelor..(kata orang dulu^^)&lt;br /&gt;Apa kamu tak tahu bahwa dunia ini begitu luas..&lt;br /&gt;Bertebaranlah dibumi Allah yang Luas..&lt;br /&gt;Jodohmu bisa saja ada diseberang Pulau..&lt;br /&gt;Dilain Kota..dilain Provinsi..&lt;br /&gt;tapi bisa juga dekat Rumahmu..&lt;br /&gt;Carilah dengan Jalan yang diridhoi oleh-Nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kata Imam Hasan Al Banna&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“Mimpimu hari ini adalah kenyataan esok hari,Kenyataan hari ini adalah mimpimu hari kemarin”&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Raihlah mimpimu ..Yakinlah Saudaraku Harapan itu Masih Ada&lt;br /&gt;Carilah Gantinya dengan menjaga Niat Saudaraku..&lt;br /&gt;Carilah seseorang yang bisa melabuhkan cintanya kepada Allah&lt;br /&gt;Agar bertambah kekuatan cintamu kepada Allah..&lt;br /&gt;Agar bertambah imanmu ,ketika engkau bersamanya..&lt;br /&gt;Bukan hanya sekedar Melampiaskan Kekecewaan atau Nafsu belaka..&lt;br /&gt;Karena dengan Niat yang Lurus mencari Ridho Allah.&lt;br /&gt;insya Allah akan membawa keberkahan..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saudaraku..&lt;br /&gt;Sambil kita mencari..&lt;br /&gt;Jangan lupa memperbaiki diri..&lt;br /&gt;Perbaiki kekurangan kita dalam segala hal..&lt;br /&gt;Siapkan dari sisi ruhiyah kita,sisi ekonomi kita,kematangan kita,keilmuan kita&lt;br /&gt;Kalau kita ingin mendapat pasangan yang berkualitas bagus..&lt;br /&gt;Tentunya kita harus berkualitas bagus juga.&lt;br /&gt;“Wanita yang baik-baik..untuk Lelaki yang baik-baik..”&lt;br /&gt;begitulah Allah berfirman dalam Surat An-Nuur:26&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku..&lt;br /&gt;Cobalah hadapi dengan tersenyum..^^&lt;br /&gt;Ya..Karena senyuman menghilangkan tegangnya pikiran..&lt;br /&gt;Senyuman itu menggerakkan 17 otot wajah..&lt;br /&gt;Sementara cemberut atau marah membutuhkan tarikan 32 otot wajah(kata seorang dokter)&lt;br /&gt;Tersenyumlah Saudaraku..&lt;br /&gt;Karena senyuman membuat peredaran darah menjadi lebih baik&lt;br /&gt;Karena senyuman membuat hati menjadi lebih ceria..&lt;br /&gt;Karena senyuman warisan Rasulullah.&lt;br /&gt;Karena senyuman adalah sedekah..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saudaraku..&lt;br /&gt;Jika kita sudah menyikapi kegagalan dengan bijaksana.&lt;br /&gt;Buatlah suatu prestasi indah yang dikenang sejarah&lt;br /&gt;Buatlah dirimu bermanfaat juga buat orang lain..&lt;br /&gt;Buktikanlah..&lt;br /&gt;Bahwa kegagalanmu..malah membuatmu menjadi cambuk..&lt;br /&gt;Cambuk yang akan melejitkan potensi dalam diri..&lt;br /&gt;Membangunkan kita dari tidur lelap.&lt;br /&gt;Membukakan mata hati kita..&lt;br /&gt;Agar lebih arif dan bijak memandang kehidupan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;TETAPLAH SEMANGAT..YAKINLAH SAUDARAKU..HARAPAN  ITU  MASIH  ADA^^&lt;br /&gt;Ibnu AlJauzy:”Jika anda tidak mampu menangkap hikmah,bukan karena hikmah itu tidak ada,namun semua itu diakibatkan kelemahan daya ingat anda sendiri,Anda kemudian harus tahu bahwa para Rajapun memiliki rahasia yang tidak diketahui setiap orang,Bagaimana mungkin anda dengan segala kelemahan ada akan mengungkap seluruh hikmahnya?”&lt;br /&gt;“Ya Allah,Berilah kami kekuatan dalam menjalani lika-liku kehidupan ini.Limpahkan belas kasih sayang-Mu kepada kami,sehingga kami bisa mengambil hikmah dalam setiap kejadian yang selalu membawa kebaikan buat kami..”Amiinnn..&lt;br /&gt;Smoga kita bisa mengambil hikmah dalam setiap kejadian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sonny AbiFatih..insipired don’t cry bro..)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6819922398516650042-2030395680182806826?l=smartcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartcerdas.blogspot.com/feeds/2030395680182806826/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2010/07/ketika-mencintai-tak-bisa-menikahi.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/2030395680182806826'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/2030395680182806826'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2010/07/ketika-mencintai-tak-bisa-menikahi.html' title='KETIKA MENCINTAI TAK BISA MENIKAHI'/><author><name>Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03589176621357999187</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-QA_JfNsAl34/TWi5gsV1D1I/AAAAAAAAAVc/lUCawG3zKbc/s220/P1210222.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TC3sakGltjI/AAAAAAAAAOo/OESiQEYPLyU/s72-c/2327.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6819922398516650042.post-5085989003110228291</id><published>2010-07-02T06:23:00.000-07:00</published><updated>2011-01-15T06:49:08.923-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Titip Ibuku Ya ALLAH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TC3pSsZhgVI/AAAAAAAAAOY/NJkDL6Qcubw/s1600/Ibu1.bmp"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 181px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TC3pSsZhgVI/AAAAAAAAAOY/NJkDL6Qcubw/s200/Ibu1.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5489300028199633234" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Nak, bangun... sudah adzan subuh. Sarapanmu sudah ibu siapin di meja...". Tradisi ini sudah berlangsung 20 tahun, sejak pertama kali aku bisa mengingat. Kini usiaku sudah kepala 3 dan aku jadi seorang karyawan disebuah Perusahaan Tambang, tapi kebiasaan Ibu tak pernah berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ibu sayang... nggak usah repot-repot Bu, aku dan adik-adikku sudah dewasa" pintaku pada Ibu pada suatu pagi. Wajah tua itu langsung berubah. Pun ketika Ibu mengajakku&lt;br /&gt;makan siang di sebuah restoran. Buru-buru ku keluarkan uang dan kubayar semuanya. Ingin kubalas jasa Ibu selama ini dengan hasil keringatku. Raut sedih itu tak bisa disembunyikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa Ibu mudah sekali sedih ?. Aku hanya bisa mereka-reka, mungkin sekarang fasenya&lt;br /&gt;aku mengalami kesulitan memahami Ibu karena dari sebuah artikel yang kubaca, orang yang lanjut usia bisa sangat sensitif dan cenderung untuk bersikap kanak-kanak. Tapi entahlah.... Niatku ingin membahagiakan malah membuat Ibu sedih. Seperti biasa, Ibu tidak akan pernah mengatakan apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari kuberanikan diri untuk bertanya, "Bu, maafin aku kalau telah menyakiti perasaan Ibu. Apa yang bikin Ibu sedih ?". Kutatap sudut-sudut mata Ibu, ada genangan air mata di sana. Terbata-bata Ibu berkata " Tiba-tiba Ibu merasa kalian tidak lagi membutuhkan Ibu. Kalian sudah dewasa, sudah bisa menghidupi diri sendiri. Ibu tidak boleh lagi menyiapkan sarapan untuk kalian, Ibu tidak bisa lagi jajanin kalian. Semua sudah bisa kalian lakukan sendiri".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, Ya Allah, ternyata buat seorang Ibu... bersusah payah melayani putra-putrinya adalah sebuah kebahagiaan. Satu hal yang tak pernah kusadari sebelumnya. Niat membahagiakan bisa jadi malah membuat orang tua menjadi sedih karena kita tidak berusaha untuk saling membuka diri melihat arti kebahagiaan dari sudut pandang masing-masing. Diam-diam aku bermuhasabah, apa yang telah kupersembahkan untuk Ibu dalam usiaku sekarang ?. Adakah Ibu bahagia dan bangga pada putera putrinya ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu ku tanya pada Ibu, Ibu menjawab "Banyak sekali nak kebahagiaan yang telah kalian berikan pada Ibu. Kalian tumbuh sehat dan lucu ketika bayi adalah kebahagiaan. Kalian berprestasi di sekolah adalah kebanggaan buat Ibu. Kalian berprestasi di pekerjaan adalah kebanggaan buat Ibu. Setelah dewasa, kalian berperilaku sebagaimana seharusnya seorang hamba, itu kebahagiaan buat Ibu. Setiap kali binar mata kalian mengisyaratkan kebahagiaan di situlah kebahagiaan orang tua".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi aku hanya bisa berucap "Ampunkan aku ya Allah kalau selama ini sedikit sekali ketulusan yang kuberikan kepada Ibu. Masih banyak alasan ketika Ibu menginginkan sesuatu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa sabarnya Ibuku melalui liku-liku kehidupan. Sebagai seorang wanita karier, seharusnya banyak alasan yang bisa dilontarkan Ibuku untuk "cuti" dari pekerjaan rumah atau menyerahkan tugas itu kepada pembantu. Tapi tidak!. Ibuku seorang yang idealis. Menata keluarga, merawat dan mendidik anak-anak adalah hak prerogatif seorang ibu yang takkan bisa dilimpahkan kepada siapapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 3 dinihari Ibu bangun dan membangunkan kami untuk tahajud. Menunggu subuh, Ibu ke dapur menyiapkan sarapan sementara aku dan adik-adik sering tertidur lagi. Ah, maafin kami Ibu... 18 jam sehari sebagai "pekerja" seakan tak pernah membuat Ibu lelah. Sanggupkah aku ya Allah ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nak... bangun nak, sudah azan subuh... sarapannya sudah Ibu siapin dimeja...". Kali ini aku lompat segera. Kubuka pintu kamar dan kurangkul Ibu sehangat mungkin, kuciumi pipinya yang mulai keriput, kutatap matanya lekat-lekat dan kuucapkan "Terimakasih Ibu, aku beruntung sekali memiliki Ibu yang baik hati, ijinkan aku membahagiakan Ibu...".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulihat binar itu memancarkan kebahagiaan. Cintaku ini milikmu, Ibu... Aku masih sangat membutuhkanmu. Maafkan aku yang belum bisa menjabarkan arti kebahagiaan buat dirimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Allah, cintai Ibuku, beri aku kesempatan untuk bisa membahagiakan Ibu..., dan jika saatnya nanti Ibu Kau panggil, panggillah dalam keadaan khusnul khatimah. Ampunilah segala dosa-dosanya dan sayangilah ia sebagaimana ia menyayangi aku selagi aku kecil". "Titip Ibuku ya Allah".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6819922398516650042-5085989003110228291?l=smartcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartcerdas.blogspot.com/feeds/5085989003110228291/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2010/07/titip-ibuku-ya-allah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/5085989003110228291'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/5085989003110228291'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2010/07/titip-ibuku-ya-allah.html' title='Titip Ibuku Ya ALLAH'/><author><name>Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03589176621357999187</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-QA_JfNsAl34/TWi5gsV1D1I/AAAAAAAAAVc/lUCawG3zKbc/s220/P1210222.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TC3pSsZhgVI/AAAAAAAAAOY/NJkDL6Qcubw/s72-c/Ibu1.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6819922398516650042.post-6957096537371095332</id><published>2010-07-02T06:11:00.000-07:00</published><updated>2011-01-15T06:50:41.317-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>HADIAH ITU BERMAKNA CINTA</title><content type='html'>Setiap tanggal terakhir di setiap bulan ada rasa bahagia yang membuncah di hati. Pada tanggal terakhir tersebut aku mendapatkan slip gaji yang artinya kartu ATM ku sudah kembali terisi full. Hasil kerja selama satu bulan seperti terbayarkan dengan bertambahnya saldo tabungan jika dibandingkan dengan hari sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bukan hanya sekedar pada waktu itu aku gajian. Ada hal lain yang membuatku bahagia. Hal in yang membuatku mengkhususkan untuk pulang tepat waktu dari hari biasanya. Mengingat pada hari itu mesin ATM akan penuh oleh para pekerja lainnya yang mempunyai tujuan yang sama yaitu menarik uang gajinya. Ya, aku pun bermaksud ingin mengambil bagian diantara antrian para pekerja yang hendak mengambil uang gajinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya tidak harus hari itu jika ingin mengambil uang di ATM. Masih bisa di hari yang lain dimana keadaannya bisa lebih sepi sehingga tidak perlu antri berlama-lama. Tapi entahlah antrian di depan ATM tidak membuat hasratku menurun untuk menunda mengambil uang. Bahkan membuat aku berfikir untuk mencari dimana mesin ATM yang sepi pengunjung agar aku mudah menarik uangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan kenapa tepat pada hari aku gajian aku menarik uang karena aku ingin dengan segera memberikan hasil keringatku untuk Ibu. Aku tidak sabar memberikannya karena aku ingin Ibu yang pertama kali merasakan uang hasil keringatku. Ada rasa bahagia yang tidak terkira ketika tangan ini memberikan uang tersebut kepada Ibu. Ada rasa syukur kepada Ar-Razzaq ketika Ibu mengucapkan alhamdulillah. Melihat senyum senang Ibu menerima uang hasil keringat ini hatiku merasa disinggahi sebuah nirwana yang penuh dengan kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya ingin berbakti kepada Ibu. Sedikit demi sedikit membalas kasih dan sayangnya meski sampai kapan pun tidak akan pernah terbayarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain waktu seorang teman pernah bercerita bahwa ia membeli sebuah sandal dari uang gajinya. Teman tersebut bermaksud ingin menghadiahkan sandal tersebut untuk ayahnya. Menurutnya ia sudah cukup lama tidak pernah memberikan apapun dari hasil keringatnya untuk diberikan kepada ayahnya. Maka dikirimkanlah sandal tersebut kepada ayahnya yang tinggal di kampung yang cukup jauh jaraknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari temanku tersebut mendapat kabar dari adiknya bahwa ayahnya itu sangat senang dengan sandal yang dibelikannya. Bahkan berceloteh seandainya setiap bulan ayahnya itu diberikan hadiah maka sangat senang sekali beliau. Temanku yang mendapat berita tersebut terharu dan berkaca-kaca matanya. Sebuah sandal sangat menyenangkan hati ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada hal yang aku tangkap dari cerita temanku ini. Rasa bahagia orang tua ketika menerima pemberian anaknya bukanlah karena benda yang diberikannya. Tetapi ada cinta dibalik benda yang diberikan. Cinta itulah yang diharap dan ditunggu oleh orang tua dari anak-anaknya. Sedikit perhatian yang diharapkan bisa mengisi sebuah ruang kosong di hati mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah sandal dapat menyenangkan hati seorang ayah. Aku dulu pernah marah kepada ayah ketika tidak dibelikan sepatu bermerk dan mahal.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6819922398516650042-6957096537371095332?l=smartcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartcerdas.blogspot.com/feeds/6957096537371095332/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2010/07/hadiah-itu-bermakna-cinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/6957096537371095332'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/6957096537371095332'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2010/07/hadiah-itu-bermakna-cinta.html' title='HADIAH ITU BERMAKNA CINTA'/><author><name>Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03589176621357999187</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-QA_JfNsAl34/TWi5gsV1D1I/AAAAAAAAAVc/lUCawG3zKbc/s220/P1210222.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6819922398516650042.post-2566587855825741497</id><published>2010-07-02T05:57:00.000-07:00</published><updated>2010-07-21T07:00:26.149-07:00</updated><title type='text'>UNGKAPAN SYUKUR</title><content type='html'>Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh\&lt;br /&gt;Alhamdulillahirabbali'alamin, ku ungkapkan rasa syukur ini kehadirat Ilahi Rabbi yang telah menciptakan kehidupan dan kematian. Tiada Ilah yang patut disembah kecuali Dia (Allah SWT). Semoga shalawat dan salam senantiasa tersenandungkan kepada Nabi yang Ummi dari Bani Hasyim, Sang Qudwatuna wa Qurata'ayunina, Nabi tercinta Muhammad Saw, keluarga dan sahabatnya serta orang-orang yang senantiasa istiqomah di jalan da'wah.&lt;br /&gt;Ikhwati fillah... Ada sebuah harapan ketika pertama kali saya membuat blog ini, ialah agar setiap artikel-artikel yang saya postkan, baik karangan saya pribadi maupun dari millist akan membawa manfaat bagi Anda yang membacanya. Tak hanya itu, saya berharap melalui media ini, saya, Anda dan kita semua bisa bersilaturahim, saling bertukar pengalaman, karena sejatinya dakwah haruslah menyentuh seluruh dimensi.&lt;br /&gt;Dan blog ini saya dedikasikan teruntuk saudaraku-saudaraku semua yang berada dalam bingkai ukhuwah, ikhwah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di seluruh dunia, istiqomahlah dan bersiap siagalah, karena sejatinya engkau menempuh jalan yang mulia. Bila ada banyak orang yang tak suka, ketahuilah bahwa dulu Rasulullah ketika berda'wah dengan caranya juga banyak tidak menyukainya. Tapi karena kegigihan beliau akhirnya Islam bangkit dan keindahannya bisa kita rasakan sampai sekarang ini. Juga teruntuk teman-teman di Forspent HIZ FM Solo, Qolbu Sahabat MH Fm Solo, FORMASJA dan semuanya yang selalu menjadi bagian dari hidupku, semoga perjalanan kita di dunia yang singkat ini akan berarti untuk akhirat nanti. &lt;br /&gt;Terakhir teruntuk pembaca/ para tamu yang telah sudi singgah di blog sederhana ini, saya ucapkan jazakumullah khairan katsira atas kunjungannya. Bila ada kekurangan mohon dimaafkan, dan bila ada masukkan silahkan bisa Anda titipkan di buku tamu. Semoga Allah SWT selalu membimbing tiap derap langkah kita. Amin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhukum Wahyudi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6819922398516650042-2566587855825741497?l=smartcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartcerdas.blogspot.com/feeds/2566587855825741497/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2010/07/ungkapan-syukur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/2566587855825741497'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/2566587855825741497'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2010/07/ungkapan-syukur.html' title='UNGKAPAN SYUKUR'/><author><name>Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03589176621357999187</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-QA_JfNsAl34/TWi5gsV1D1I/AAAAAAAAAVc/lUCawG3zKbc/s220/P1210222.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6819922398516650042.post-776478095657456390</id><published>2010-07-02T05:43:00.000-07:00</published><updated>2011-01-21T02:04:14.279-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Siroh'/><title type='text'>Cintanya Rasulullah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TC3q1bMf_DI/AAAAAAAAAOg/W81RcW1impU/s1600/muhammad_saw.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 194px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TC3q1bMf_DI/AAAAAAAAAOg/W81RcW1impU/s200/muhammad_saw.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5489301724388654130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah kisah tentang cinta yang sebenar-benar cinta yang dicontohkan Allah melalui kehidupan Rasul-Nya. Pagi itu, walaupun langit telah mulai menguning, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap. Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbatas memberikan kutbah, &lt;br /&gt;"Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Ku wariskan dua perkara pada kalian, Al-Quran dan sunnahku. Barang siapa mencintai sunnahku, bererti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan masuk syurga bersama-sama aku". &lt;br /&gt;Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang tenang dan penuh minat menatap sahabatnya satu persatu.&lt;br /&gt;Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar adanya naik turun menahan nafas dan tangisnya. Usman menghela nafas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba. Rasulullah akan meninggalkan kita semua, keluh hati semua sahabat kala itu. Manusia tercinta itu, hampir selesai menunaikan tugasnya di dunia. Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan cergas menangkap Rasulullah yang berkeadaan lemah dan goyah ketika turun dari mimbar. Disaat itu, kalau mampu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu.&lt;br /&gt;Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah Rasulullah masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya. Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam", kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?"&lt;br /&gt;"Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya", tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang. &lt;br /&gt;"Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malakul maut", kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya. Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.&lt;br /&gt;"Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?" Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. "Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu", kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. &lt;br /&gt;"Engkau tidak senang mendengar khabar ini?" Tanya Jibril lagi.&lt;br /&gt;"Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?"&lt;br /&gt;"Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: Ku haramkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya", kata Jibril.&lt;br /&gt;Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan roh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini. Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. "Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. "Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal", kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik, kerana sakit yang tidak tertahankan lagi. "Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku". Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya&lt;br /&gt;"Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku", (peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu). Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.&lt;br /&gt;"Ummatii, ummatii, ummatiii?" &lt;br /&gt;Dan berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? Allahumma sholli ala Muhammad wa baarik wa salim alaihi. Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6819922398516650042-776478095657456390?l=smartcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartcerdas.blogspot.com/feeds/776478095657456390/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2010/07/cintanya-rasulullah.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/776478095657456390'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/776478095657456390'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2010/07/cintanya-rasulullah.html' title='Cintanya Rasulullah'/><author><name>Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03589176621357999187</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-QA_JfNsAl34/TWi5gsV1D1I/AAAAAAAAAVc/lUCawG3zKbc/s220/P1210222.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/TC3q1bMf_DI/AAAAAAAAAOg/W81RcW1impU/s72-c/muhammad_saw.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6819922398516650042.post-520115088099348117</id><published>2010-03-26T22:22:00.000-07:00</published><updated>2011-01-21T02:06:37.789-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><title type='text'>Kuliah, Kerja, Nikah... Mungkinkah?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/S62Whj2EtsI/AAAAAAAAAOI/ycikkJ0EoM4/s1600/1_690057132l.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 175px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/S62Whj2EtsI/AAAAAAAAAOI/ycikkJ0EoM4/s320/1_690057132l.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453180227117430466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pembicaraan mengenai pernikahan tidak pernah ada basinya. Romantika di dalamnya amat mengasyikkan. Hanya orang-orang yang berjalan tidak bersesuaian dengan fitrahnya sahaja akan bosan membicarakan masalah pernikahan. Mungkin bagi sesetengah pihak tertimbul persoalan di benak hatinya, mengapa ya pernikahan menjadi suatu elemen penting? Dan mengapa ia menjadi sebahagian daripada kehidupan seorang muslim? Rasulullah telah pun menjawab persoalan ini dalam sabdanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang dikurniai seorang isteri(atau suami) yang solehah,bererti dia telah menyempurnakan setengah dari ad-Dinnya. Maka hendaklah dia bertakwa kepada Allah setengah lainnya”.(Hadith riwayat ath-Thabrani,al-hakim dan al-Baihaqi dari Anas bin Malik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernikahan merupakan jambatan seseorang untuk meraih kesempurnaan separuh dinnya. Kalau seandainya kita mengungkap kembali sirah, kemiskinan tidak sedikit pun membuat Ali bin Abi Talib takut untuk menikahi puteri Rasulullah, Fatimah, sehinggakan baju besi Ali sendiri dijadikan mas kahwin kerana beliau tidak punya apa-apa selain itu. Melihatkan daripada kisah sahabat tersebut, tentunya dalam kondisi kita sekarang ini semakin panasaran mengapa sahabat yang semiskin itu tetap bersemangat untuk menikah, kita bagaimana? Yang perlu kita fahami adalah mereka adalah pemuda-pemuda Islam yang mampu bekerja untuk memenuhi kewajipan keluarga dan tidak perlu mengumpulkan ekonomi yang mapan baru berani untuk menyunting bunga. Mereka mempunyai azam dan matlamat yang jelas dalam pernikahan, iaitu bagi menyempurnakan sebahagian agamanya dan kemudian itu lahirlah generasi-generasi mujahid yang tegar untuk membela Islam. Mereka mendambakan sebuah keluarga Islami yang mampu melahirkan geneasi mujahid untuk akan datang. &lt;br /&gt; Saudaraku, untuk itu janganlah kita memandang sebelah mata sahaja mengenai erti pentingnya pernikahan itu dan janganlah dikhuatiri kalau pernikahan akan membebankan lagi kehidupan ini kerana harus kita ingat bahawa dahulunya mungkin kita berjuang seorang diri, namun setelah menikah kita telah mempunyai kombinasi dua kekuatan juga teman seperjuangan yang cukup hebat yang dapat menjadi tempat penyokong dan lonjakan paradigma untuk terus menggerakkan kita kehadapan. Selain itu, Allah juga telah berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan janganlah kamu menghampiri zina, (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk” (Q.s al-Isra’ 17:32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam merupakan agama yang paling mengerti akan fitrah manusia, termasuk fitrah nafsu kita sendiri. Dapat kita lihat di sini ramai mahasiswa juga siswi masa kini kecundang dengan fitrah ini. Amat mudah untuk kita melihat ‘couple’ di sana sini berpacaran, tidak cukup dengan berjalan sama, makan sama di café-café malah yang lebih dahsyat sekali berpelukan sambil si perempuannya membonceng di belakang di atas motor..astaghfirullah... Selain itu, mampukah seseorang yang masih belum menikah itu mampu menjaga pandangannya dengan baik? Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kemudian aku (syaitan) akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur”(Q.s al-A’raf 7:17)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lintasan anak mata yang terlihat tidak akan hilang begitu sahaja bukan? Sedikit sebanyak pasti akan tetap tebayang di pelupuk mata, akhirnya akan berpengaruh pada gelojak hati sehingga semakin resah dan gelisah. Inilah gejala yang sepatutnya kita hindari tambahan pula diri kita digelar sabagai seorang daie Allah dan solusi kepada permasalahan ini adalah dengan menikah yang mana kita dapat menyalurkan fitrah ini dengan cara yang suci dan mengikut syari’at Islam yang sebenar. Imam Muslim meriwayakan sebuah hadith Rasulullah SAW:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bahawasanya Rasulullah pernah melihat sorang wanita(baginda melihatnya di jalanan secara tiba-tiba atau tidak sengaja). Kemudian baginda mendatangi isterinya Zainab yang ketika itu sedang sibuk menyamak kulit binatang miliknya, dan kemudian baginda bersama membantu isterinya. Setelah itu, baginda menemui sahabatnya lalu berkata “ Sesungguhnya wanita itu menghadap ke depan dank e belakang dalam bentuk syaitan. Oleh kerana itu, barangsiapa salah seorang kamu melihat seorang wanita, maka hendaklah mendatangi isterinya kerana yang demikian itu akan dapat mengusir apa yang bergelojak dalam dirinya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama berpendapat Rasulullah melakukan sedemikian dalam rangka untuk memberikan penjelasan kepada sahabat sekaligus sebagai teladan untuk diikuti jika menghadapi masalah yang sama. Dengan menikah seseorang akan menjadi dewasa dalam berfikir dan lebih mampu mengawal emosinya. Kita akan terlatih untuk memimpin yang bertanggungjawab ke atas komuniti kecilnya iaitu keluarga, sehingga mampu menjadi pemimpin yang baik dalam komuniti yang lebih besar bagi menyempurnakan tugas sebagai khalifah di muka bumi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering kali orang mengertikan kuliah itu untuk mencari kerja dan setelah itu barulah layak untuk menikah. Sememangnya logik jikalau ketiga aturan ini diterima oleh semua pihak, namun demikian jika anda telah memahami makna kuliah, kerja dan nikah dengan sebenarnya, sudah tentu anda akan menemukan keasyikan tersendiri saat menjalaninya. Harus kita sedari jika seseorang itu mampu menjalankan ketiga,iaitu kuliah kerja dan nikah ini dalam masa yang sama, semestinya ada nilai yang lebih besar akan anda dapati. Kehidupan yang bergelar mahasiswa akan lebih bermakna. Pernikahan bagi seorang muslim diumpamakan seperti sebuah kenderaan yang harus segera dinaiki dalam rangka mnyempurnakan sebahagian dinnya. Maka ayuhlah sahabatku, usah biarkan masa berlalu begitu kerana sudah tiba masanya untuk kita mewujudkan baitul muslim bagi melahirkan generasi rabbani yang mampu menggencarkan lagi Islam di masa depan..InsyaAllah.. Segalanya terletak di tangan anda. wassalam (halaqah-online)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6819922398516650042-520115088099348117?l=smartcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartcerdas.blogspot.com/feeds/520115088099348117/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2010/03/kuliah-kerja-nikah-mungkinkah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/520115088099348117'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/520115088099348117'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2010/03/kuliah-kerja-nikah-mungkinkah.html' title='Kuliah, Kerja, Nikah... Mungkinkah?'/><author><name>Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03589176621357999187</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-QA_JfNsAl34/TWi5gsV1D1I/AAAAAAAAAVc/lUCawG3zKbc/s220/P1210222.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_EJswDE6b2Gw/S62Whj2EtsI/AAAAAAAAAOI/ycikkJ0EoM4/s72-c/1_690057132l.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6819922398516650042.post-4694839476818055114</id><published>2010-03-15T08:19:00.001-07:00</published><updated>2011-01-21T02:06:52.363-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><title type='text'>Antara Dua Cinta</title><content type='html'>Assalamualaikum w.b.t.Bila bercakap soal cinta,maka sering timbul di kepala kita ialah cinta sepasang kekasih,cinta antara makhluk,cinta antara lelaki dan perempuan.Malangnya,jarang sekali kita berfikir mengenai persoalan CINTA yang lebih besarb dan utama.Tak lain dan x bukan adalah CINTA kepada Khaliq kita,CINTA kepada Tuhan yang menciptakan kita,Tuhan yang menciptakan kita dan seluruh alam ini dgn CINTA,Tuhan yang Maha Pemurah lagi Maha PENYAYANG,Tuhan yang mengasihi hamba-hambanya,siapa lagi kalau bukan ALLAH S.W.T,TUHAN SEKELIAN ALAM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Itulah realitinya..saban hari wajah kekasih hati pujaan kita diletakkan tempat paling atas dalam hati kita ni,Tapi wajah Khaliq kita diletakkan di tempat yang bawah dalam hati kita.Tidakkah kita rasa berdosa wahai muslimin dan muslimat?Tidakkah kita merasa berdosa kerana 'mensyirikkan' Allah di dalam hati kita ini?Sepatutnya kita merasa cukup berdosa kerana meletakkan sesuatu yang lain yang lebih tinggi dr Allah di dalam hati kita kerana tujuan kita di jadikan di dunia yang fana ini adalah semata-mata untuk menyembah dan mengabdikan diri kepada Allah S.W.T.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Seringkali bila kita ingin ber'kasih',ber'couple' ,bercinta atau macam-macam nama yang diberi lagi,kita memberi alasan cinta kerana Allah S.W.T.Tahukah kita akan hakikat cinta kerana Allah? Cinta kerana Allah ialah cinta dan kasih-sayang kita kepada makhluk Allah yang lain,baik lelaki mahupun wanita,kerana untuk mendekatkan diri kepada Allah,menjaga syari'at yang telah ditetapkan oleh Allah dan MENGUATKAN CINTA KITA KEPADA ALLAH.Maka,apabila kita memperkatakan mengenai CINTA kerana Allah,maka sepatutnya Allah diletakkan didalam kedudukan paling tinggi di dalam hati kita,bukannya nama dan wajih kekasih 'sementara' kita itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Jadi,disini,marilah kita sama-sama bermuhasabah adakah selama ini pengakuan kita CINTAkan ALLAH itu merupakan satu penghayatan dalam amalan ataupun sekadar retorik semata-mata.Marilah kita membersihkan hati kita daripada CINTA SELAIN ALLAH dan mengukuhkan CINTA ILAHI di carta teratas di dalam Qalbu kita ini.Moga-moga Nur CINTA ILAHi bersinar dengan gemilangnya di hati kita ini insyaAllah.&lt;br /&gt;    Dengan ini,ana mengakhiri artikel ana ini dengan satu syair dari penyair sufi,Abdul Ghani..&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah…Ya Rahman…Ya Rahim…&lt;br /&gt;Allah Rabbi aku minta izin&lt;br /&gt;Bila suatu saat aku jatuh cinta&lt;br /&gt;Jangan biarkan cintaku untuk-Mu berkurang&lt;br /&gt;Hingga membuatkanku lalai akan adanya Engkau....&lt;br /&gt;Allahu Rabbi aku punya pinta&lt;br /&gt;Bila suatu saat aku jatuh cinta&lt;br /&gt;Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu yang tidak terbatas&lt;br /&gt;Biar rasaku pada-Mu tetap utuh....&lt;br /&gt;Allah Rabbi...&lt;br /&gt;Izinkan bila suatu saat aku jatuh hati&lt;br /&gt;Pertemukanlah kami&lt;br /&gt;Berikanlah kami kesempatan untuk lebih mendekati cinta-Mu&lt;br /&gt;Allah Rabbi....&lt;br /&gt;Pintaku yang terakhir adalah seandainya aku jatuh hati&lt;br /&gt;Jangan pernah kau palingkan wajah-Mu dariku&lt;br /&gt;Anugerahkanlah aku cinta-Mu&lt;br /&gt;Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekian...wallahu'lam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6819922398516650042-4694839476818055114?l=smartcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartcerdas.blogspot.com/feeds/4694839476818055114/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2010/03/antara-dua-cinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/4694839476818055114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/4694839476818055114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2010/03/antara-dua-cinta.html' title='Antara Dua Cinta'/><author><name>Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03589176621357999187</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-QA_JfNsAl34/TWi5gsV1D1I/AAAAAAAAAVc/lUCawG3zKbc/s220/P1210222.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6819922398516650042.post-6875577126666643726</id><published>2010-01-20T07:12:00.001-08:00</published><updated>2011-01-21T02:07:09.491-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Taujih'/><title type='text'>JIWA RABITHAH YANG HILANG</title><content type='html'>"Tiga perkara yang barangsiapa terdapat (ketiga-tiga perkara itu) padanya nescaya dia memperolehi kemanisan iman (iaitu) Allah dan Rasul-Nya adalah lebih dia cintai daripada selainnya (Allah dan Rasul), dan dia mencintai seseorang semata-mata kerana Allah, dan dia benci untuk kembali kepada kekufuran (maksiat) sebagaimana dia benci dilemparkan ke dalam api". Hadith yang di atas adalah sebuah hadith yang masyhur, diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim yang seharusnya menggugah kita. Ia mempunyai makna agung yang menjadi landasan keimanan kita, tentang makna kecintaan kepada Allah swt dan Rasulullah saw, kecintaan satu sama lain di antara kita, dan keteguhan kita yang sangat kuat untuk tetap di atas jalan keimanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap paling pertama yang harus tertancap dalam hati kita adalah cinta kepada Allah. Kecintaan yang menjadi salah satu unsur tujuan keberadaan kita di muka bumi, iaitu mengabdikan diri kepada Allah. Pengabdian atau ubudiyah kepada Allah tak mungkin ada sehingga kita memiliki dua sifat yang saling melengkapi, iaitu sifat adz-dzill atau rendah, hina, kerdil di hadapan Allah dan sifat mahabbah atau cinta kepadaNya. Itulah yang pernah dinukilkan oleh Imam Ibnu Taimiyah ra ketika menjelaskan maksud ibadah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ibadah yang diperintahkan Allah swt mengandungi makna dzill dan makna mahabbah. Yang dikehendaki oleh Allah swt adalah kemuncak sikap dzill dan mahabbah kepadaNya."&lt;br /&gt;(Kitab Al-Ubudiyah, Ibnu Taimiyah)&lt;br /&gt;Kerana itu Rasulullah menjelaskan dalam hadith di atas, bahawa manisnya iman itu tak mungkin dirasakan kecuali dengan mencintai Allah dan RasulNya. Itulah asasnya. Huraian Rasulullah yang lanjut dalam hadith ini semuanya kembali kepada kecintaan kepada Allah swt, sebagai landasannya. Cinta kepada Rasulullah adalah buah dari cinta pada Allah. Mencintai saudara seiman adalah buah dari cinta pada Allah. Kekuatan kita berpegang teguh pada petunjuk Allah, bertunjang dari landasan kecintaan pada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecintaan pada seseorang kerana Allah juga berdiri di atas prinsip kedekatan kita kepada Allah. Kedekatan Allah terpencar dari sikap menyerah dan tunduk kepadaNya. Ertinya, semakin dekat dan tunduk kepada Allah, semakin memancarlah kecintaannya pada muslim yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita telusuri apa yang ditulis oleh Imam Ibnu Hajar ra, mengutip apa yang dikatakan Al Baidhawi, "Ketiga-tiga hal dalam hadits itu adalah simbol dan tanda yang jelas bagi sempurnanya keimanan seseorang. Kerana bila seorang Muslim merenungi bahawa yang maha memberi nikmat hanyalah Allah, bahawa tidak ada yang Maha Mengizinkan dan Melarang selain Allah, bahawa Rasulullah saw adalah nabi yang diutus menjelaskan kehendak Allah, maka buah dari itu semua adalah seorang itu tidak akan mencintai yang lain kecuali dicintai Allah. Dia tidak mencintai sesuatu melainkan kerana Allah. Dia juga harus yakin sepenuh hati apa yang dijanjikan Allah. Dia menganggap majlis2 zikir itu taman-taman syurga. Dia lalu menganggap kembali kepada kekufuran seperti menjerumuskan diri ke dalam neraka." (Disarikan dari kitab Fathul Bari Syarh Sohih Bukhori)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, yang dimaksudkan dengan "halawatul iman" dalam hadith ini adalah suasana kenikmatan, ketenangan, lapang, kesejukan jiwa yang muncul dalam diri seorang mukmin ketika dia hal-hal itu.&lt;br /&gt;Perhatikanlah lebih dalam, falsafah dari kata "halawatul iman" itu. Rasa manis, enak dan lazat itu biasanya dikecap oleh lidah dari sesuatu yang lahir atau nyata. Sedangkan dalam hadith ini disebutkan untuk menggambarkan suasana hati dan jiwa kaum beriman terhadap sesuatu yang bersifat batin, tidak nyata. Bayangkanlah betapa dalamnya makna dari halawatul iman dalam hadith ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan latar belakang makna cinta seperti itulah, do'a Rabithah menyebutkan, "hati-hati kami berhimpun dalam cinta kepada-Mu". Itu kerana kecintaan kita kepada Allah, berbanding lurus dengan perhimpunan kita dalam jalan ini, sesama saudara dalam keimanan. Selanjutnya, ungkapan "hati-hati kami berpadu dalam ketaatan kepada-Mu," bererti ketaatan kepada Allah lah yang menyebabkan semakin terikat kuatnya perpaduan hati-hati kita. Atau dengan kata lain, jika jauh dengan Allah, maka ikatan itu akan terlerai. "hati-hati kami bersatu dalam menyeru-Mu" bererti perpaduan hati kami ini juga telah terjadi kerana kami mengajak dan berdakwah untuk kembali kepada-Mu. Berdakwah menjadi syarat yang penting diperhitungkan dalam peranannya mempersatukan kita umat Islam. Amaliyah dakwah yang banyak akan semakin mempersatukan hati dan jiwa. Bila berkurang amaliyah dakwah, bererti potensi hambatan tautan hati dan jiwa akan semakin besar. Kemudian, "hati-hati kami saling berjanji untuk menolong syari'at-Mu", adalah komitmen yang sangat penting untuk menjalin kebersamaan hati dalam saling cinta, dalam ketaatan, dalam do'a, dalam janji setia demi tegaknya syariat Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benang merah seluruh teks dalam do'a Rabithah ini adalah permohonan dan pinta yang merujuk kepada al-quluub, atau hati-hati mereka yang membacanya. Dengan kata lain, seluruh permintaan yang ada dalam do'a Rabithah selanjutnya adalah rangkaian permintaan kepada Allah untuk membina hati-hati para pejuang dakwah, memberi bekal bagi hati para pejuang dakwah, dan meletakkan hati mereka dalam keredhaan Allah, hingga titik akhir kehidupan ini.&lt;br /&gt;Secara tidak langsung, lafaz-lafaz itu menegaskan bahawa raabithatul qulub atau ikatan hati, jalinan jiwa, hubungan batun antara para pejuang dakwah merupakan syarat dan dasar utama yang sangat penting bagi berlangsungnya sebuah misi dakwah itu sendiri. Tanpa itu, dakwah mungkin saja berjalan, tapi akan direntangi fitnah, banyak dicemari konflik, mudah dikotori oleh perasaan mazmumah yang akhirnya menyulitkan tujuan dakwah itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah mempermudahkan urusan orang-orang yang saling mencintai kerana-Nya. Allah mendatangkan jalan keluar dari urusan orang-orang yang saling mencintai kerana-Nya, dari arah yang tidak diduga-duga. Sebelum melangkah lebih jauh, mari tumbuhkan cinta dan kasih sayang sesama kita, sesama kaum muslimin seluruhnya.[Halaqahonline.com]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6819922398516650042-6875577126666643726?l=smartcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartcerdas.blogspot.com/feeds/6875577126666643726/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2010/01/jiwa-rabithah-yang-hilang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/6875577126666643726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/6875577126666643726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2010/01/jiwa-rabithah-yang-hilang.html' title='JIWA RABITHAH YANG HILANG'/><author><name>Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03589176621357999187</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-QA_JfNsAl34/TWi5gsV1D1I/AAAAAAAAAVc/lUCawG3zKbc/s220/P1210222.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6819922398516650042.post-7589036714222875077</id><published>2010-01-16T08:02:00.000-08:00</published><updated>2010-01-16T08:06:28.679-08:00</updated><title type='text'>Dialog Hati</title><content type='html'>Kenapa harus begini…&lt;br /&gt;Kenapa jadi macam ni…&lt;br /&gt;Kenapa aku…&lt;br /&gt;Salahkah aku…&lt;br /&gt;Hinakah aku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soalan sering di ajukan pada diri. Mengenang kesilapan lalu seolah-olah mengundang perasaan yang tiada tepinya. Adakah aku tiada jalan ke syurgaMu wahai Tuhan… aku inginkan belaianMu. Kasih sayangMu. Redhailah hidupku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan orang-orang yang tidak mengetahui berkata, “Mengapa Allah tidak berbicara dengan kita atau datang tanda-tanda (kekuasaanNya) kepada kita? Demikian pula orang yang sebelum mereka telah berkata seperti ucapan mereka itu. Hati mereka serupa. Sesungguhnya telah Kami jelaskan tanda-tanda (kekuasaan Kami) kepada orang-orang yang yakin." (Al Baqarah 2:118)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tercari-cari ketenangan sejati. Mungkin di sini mungkin di situ. Berjam-jam aku habiskan masa di pusat karaoke. Dengan harapan hati dapat tenang dan terubat dari suka dan duka kehidupan. Tapi itu semua hanya mimpi di siang hari. Mencari ketenangan dengan menyanyi? Bunyi pun macam dah lari dari syar'ie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku beralih ke tempat snooker. Dimana ramai manusia di situ. Bermain bola berwarna warni. Kuharapkan kemenangan boleh mengembalikan riak kegembiraan di hati. Tapi itu semua hanya fantasi. Melihat keadaanku yang tiap hari dihabiskan di pusat karaoke mahupun pusat snooker. Aku rasa diri ini kosong. Ruang ini patut diisi. Apakah yang dapat mengisi hati ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah aku kekurangan cinta? Aku mula mencari cinta. Mencari teman di sana sini. Kononnya bahagia dapat berjumpa. Kononnya hebat bila bersua. Kononnya rindu bila tidak bertemu. Kononnya kasih bila terasa sedih. Walaupun begitu. Balasan sms-sms yang mengharukan perasaan. Hadiah-hadiah tersusun menjadi perhiasan. Hanya bertindak seketika sahaja. Menggembirakan hati ini untuk sementara. Dating-dating yang kurasa dapat memberikan bahagia. Tapi ternyata sia-sia. Hati ini masih kosong tak terisi. Mengharapkan satu sinar hakiki. Yang dapat mengisi hati ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin aku kekurangan teman. Aku mula mencari kawan. Beratus-ratus malah beribu-ribu. Tidak kira dari facebook mahupun frienster. Yang datang semua ku sapu. Yang malu ku tunggu. Di kala lepak bersama kawan-kawan di kedai mamak. Walaupun gelak bergegar kedai. Lawak membuat air mata berderai. Ku tetap rasa lompong. Jauh di hati yang mungkin sombong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin selama ini aku sahaja yang lupa. Dilekakan dengan permainan dunia. Lupa siapa kita sebenarnya. Bahawa setiap di jadikan itu pasti ada fitrahnya. Fitrah sebagai hamba. Hamba pada Penciptanya. Siapakah aku soalan ditanya. Akulah manusia. Diciptakan untuk tunduk dan beribadat kepadaNya. Hanya menyerahkan diriku untukNya. Sebagai satu pengabdian yang hakiki lagi suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barang siapa yang menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah, dan dia berbuat baik, dia mendapat pahala di sisi tuhannya dan tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati." (Al Baqarah[2]:112)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa jawapan pada soalan ini lambat ku temui. Mungkin bukan lambat tetapi hati yg tidak mengerti. Erti sebenar hidup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan sungguh, Kami telah menurunkan ayat-ayat yang jelas kepadamu(Muhammad), dan tidaklah ada yang mengingkarinya selain orang-orang yang fasik." (Al Baqarah[2]:99)&lt;br /&gt;Mungkin hati ini dimateri dgn dosa-dosa yang dilakukan tanpa henti. Hati ini terus hitam tanpa ada usaha membersihkannya. Apatah lagi menyucikannya. Aku layu bila terkenang dosa lalu. Aku sepi bila mengenangkan hari-hari tanpa berabdi. Pada tuhan yang satu, Allah ya rabbi.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;[Halaqahonline.com]&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6819922398516650042-7589036714222875077?l=smartcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartcerdas.blogspot.com/feeds/7589036714222875077/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2010/01/dialog-hati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/7589036714222875077'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/7589036714222875077'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2010/01/dialog-hati.html' title='Dialog Hati'/><author><name>Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03589176621357999187</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-QA_JfNsAl34/TWi5gsV1D1I/AAAAAAAAAVc/lUCawG3zKbc/s220/P1210222.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6819922398516650042.post-1578689476459253726</id><published>2010-01-16T07:32:00.000-08:00</published><updated>2011-01-21T02:07:29.733-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Siroh'/><title type='text'>Cinta 'Ukasyah Membawa Ke Surga</title><content type='html'>Masjid penuh sesak dengan kaum Muhajirin dan Ansar. Semua berkumpul setelah Bilal memanggil mereka dengan suara azan. Ada tarikan cinta di sana, kekasih yang baru saja sembuh, yang membuat semua sahabat tidak mahu melepaskan kesempatan ini untuk bertemu dengan kekasih Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nabawi3Setelah mengimami solat, nabi berdiri dengan segak di atas mimbar. Suaranya basah, menyampaikankan kata-kata puji dan kesyukuran kepada Allah yang Maha Pengasih. Suasana menjadi sunyi sepi, mulut para sahabat tertutup rapat, semua menajamkan pendengaran menuntaskan kerinduan pada suara Nabi. Semua menyiapkan hati, untuk disentuh serangkai hikmah. Selanjutnya Nabi bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Duhai sahabat, kalian tahu umurku tidak akan lagi panjang, Siapakah di antara kalian yang pernah merasa teraniaya oleh si lemah ini, bangkitlah sekarang untuk mengambil kisas, jangan kau tunggu hingga kiamat menjelang, kerana sekarang itu lebih baik”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua yang hadir terdiam, semua mata menatap penuh pada Nabi yang terlihat lemah. Tidak akan pernah ada dalam benak mereka perilaku Nabi yang terlihat janggal. Apapun yang dilakukan Nabi, selalu saja indah. Segala hal yang diperintahkannya, selalu membuihkan bening sari pati cinta. Tidak akan rela sampai bilapun, ada yang menyentuhnya meski hanya secuil jari kaki. Apapun akan digadaikan untuk membela Al-Musthafa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat semua yang terdiam, nabi mengulangi lagi ucapannya, kali ini suaranya terdengar lebih keras. Kelihatan para sahabat masih duduk dengan tenang. Hingga ucapan yang ketiga kali, seorang lelaki berdiri menuju Nabi. Dialah ‘Ukasyah Ibnu Muhsin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Rasul Allah, Dulu aku pernah bersamamu di perang Badar. Untaku dan untamu berdampingan, dan aku pun menghampirimu agar dapat menciummu, duhai kekasih Allah, Saat itu engkau menghambatkan cambuk kepada untamu agar dapat berjalan lebih cepat, namun sesungguhnya engkau pukulanmu mengenai lambung samping ku” ucap ‘Ukasyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar ini Nabi pun menyuruh Bilal mengambil cambuk di rumah puteri kesayangannya, Fatimah. Kelihatan rasa keengganan menyelubungi Bilal, langkahnya terayun begitu berat, ingin sekali ia menolak perintah tersebut. Ia tidak ingin, cambuk yang dibawanya melecut tubuh kekasih yang baru saja sembuh. Namun ia juga tidak mahu mengecewakan Rasulullah. Sekembalinya Bilal, cambuk diserahkannya kepada Rasul mulia. Dengan cepat cambuk berpindah ke tangan ‘Ukasyah. Masjid seketika mendengung seperti sarang lebah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas melompatlah dua tokoh mulia dari barisan hadapan. Yang pertama berwajah sendu, janggutnya basah oleh air mata yang menderas sejak dari tadi, dia lah Abu Bakar. Dan yang kedua, tokoh pemberani, yang ditakuti para musuhnya di medan pertempuran, Nabi menyapanya sebagai Umar Ibn Khattab. Gementar mereka berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai ‘Ukasyah, pukullah kami berdua, sesuka yang engkau mahu. Pilihlah bahagian manapun yang paling kau ingin, kisaslah kami, jangan sekali-kali engkau pukul Rasul”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Duduklah kalian sahabatku, Allah telah mengetahui kedudukan kalian”, Nabi memberi perintah secara tegas. Ke dua sahabat itu lemah longlai, langkahnya surut menuju tempat mereka semula. Mereka pandangi  ‘Ukasyah dengan pandangan memohon. ‘Ukasyah tidak berganjak sedikitpun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat Umar dan Abu Bakar duduk kembali, Ali bin Abi Thalib tidak tinggal diam. Berdirilah ia di depan ‘Ukasyah dengan berani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai hamba Allah, inilah aku yang masih hidup siap menggantikan kisas Rasul, inilah punggungku, ayunkan tanganmu sebanyak apapun, deralah aku”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allah Swt sesungguhnya tahu kedudukan dan niat mu duhai Ali, duduklah kembali” ungkap Nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai ‘Ukasyah, engkau tahu, kami adalah cucu Rasulullah, kami darah dagingnya, bukankah ketika engkau mencambuk kami, itu ertinya mengkisas Rasul juga”, kini yang tampil di depan U’kasyah adalah Hasan dan Husain. Tetapi sama seperti sebelumnya Nabi menegur mereka. “Duhai penyejuk mata, aku tahu kecintaan kalian kepadaku. Duduklah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid kembali ditelan senyap. Ramai jantung yang berdegup kian cepat. Tidak terhitung yang menahan nafas. ‘Ukasyah tetap dengan pendirian menghadap Nabi. Kini tidak ada lagi yang berdiri ingin menghalangi ‘Ukasyah mengambil kisas. “Wahai ‘Ukasyah, jika kau tetap berhasrat mengambil kisas, inilah Ragaku,” Nabi selangkah maju mendekatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Rasul Allah, saat Engkau mencambukku, tidak ada sehelai kainpun yang menghalangi pukulan cambuk itu”. Tanpa berbicara, Nabi langsung melepaskan ghamisnya yang telah memudar. Dan tersingkaplah tubuh suci Rasulullah. Seketika pekik takbir menggema, semua yang hadir menangis pedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat tegap badan manusia yang di maksum itu, ‘Ukasyah langsung menanggalkan cambuk dan berhambur ke tubuh Nabi. Sepenuh cinta direngkuhnya Nabi, sepuas keinginannya ia ciumi belakang Nabi begitu mesra. Gumpalan kerinduan yang mengkristal kepada beliau, dia tumpahkan saat itu. ‘Ukasyah menangis gembira, ‘Ukasyah bertasbih memuji Allah, ‘Ukasyah berteriak haru, gementar bibirnya berucap sendu, “Tebusanmu, jiwaku ya Rasul Allah, siapakah yang sampai hati mengkisas manusia indah sepertimu. Aku hanya berharap tubuhku melekat dengan tubuhmu hingga Allah dengan keistimewaan ini menjagaku dari sentuhan api neraka”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tersenyum, Nabi berkata: “Ketahuilah duhai manusia, sesiapa yang ingin melihat penduduk syurga, maka lihatlah lelaki ini”. ‘Ukasyah langsung tersungkur dan bersujud memuji Allah. Sedangkan yang lain berebut mencium ‘Ukasyah. Pekikan takbir menggema kembali. “Duhai, ‘Ukasyah berbahagialah engkau telah dijamin Nabi sedemikian pasti, bergembiralah engkau, kerana kelak engkau menjadi salah seorang yang menemani Rasul di syurga”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruntunglah Engkau Ukasyah, Pencinta Kekasih Allah….&lt;br /&gt;Ya Rasulullah Kami juga ingin mencium tangan dan pipimu dengan penuh kerinduan..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6819922398516650042-1578689476459253726?l=smartcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartcerdas.blogspot.com/feeds/1578689476459253726/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2010/01/cinta-ukasyah-membawa-ke-surga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/1578689476459253726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/1578689476459253726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2010/01/cinta-ukasyah-membawa-ke-surga.html' title='Cinta &apos;Ukasyah Membawa Ke Surga'/><author><name>Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03589176621357999187</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-QA_JfNsAl34/TWi5gsV1D1I/AAAAAAAAAVc/lUCawG3zKbc/s220/P1210222.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6819922398516650042.post-1138359632820185437</id><published>2010-01-08T06:13:00.000-08:00</published><updated>2011-11-07T00:15:30.847-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><title type='text'>Ketika Ikhwan Jatuh Cinta - Akhwat Berbicara</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Artikel&lt;/span&gt; yang menurut saya lumayan bagus. Meski temanya klasik tapi menarik untuk dibaca karena dari sudut pandang akhwat dan bisa jadi renungan kita. Yah.. selama ini kan akhwat cenderung diam kalo udah masuk ke wilayah cinta. Di saat makin banyaknya aktivis-aktivis dakwah yang sudah kebablasan dalam hal cinta. Menjajakan cinta atas nama dakwah. (afwan Sebenarnya rada sarkas juga sih pemilihan katanya, tapi mesti gimana lagi penggambarannya? susah klo mo pake istilah laen, lagian kita sering nggak ngeh kalo penyebutannya terlalu biasa). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soalnya kebanyakan (saya nggak bilang semua lho…,) aktivis dakwah sering TP TP sama lawan jenisnya. Itu bisa dilihat ketika dia sering TP TP lewat fasihnya kata-kata, luasnya ilmu, lewat indahnya untaian nasihat, lewat merdunya suara, dkk. Yang jelas motivasinya secara tidak disadari melenceng jadinya, sayang banget khan? Mungkin dan sangat bisa jadi kita pengumbar nafsu. Wah gimana donk?! Maunya show amal dengan fatwa-fatwa agama ke orang lain, eh gak taunya nyari muka, aduuuh sayang banget yak?! Maunya sih kasih comment di FS dengan taushiyah,nggak taunya??? Biar dianggep paling mantep ruhiyahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hohoho… ini kenyataan lho.. saya sering iseng2 chek comment2 FS “aktivis dakwah”.. yaahh.. lihat aja dari fotonya.. biasanya siy yang ikhwan kalo nggak tampang sholehnya yang dipajang yaa.. gambar mujahid Palestine, atau orang pake sorban (kafiyeh) dengan muka sebagian ditutup. Liat dari gambarnya siy waah.. subhanallah… Militan negh kayaknya! profilenya juga.. mulai dari puisi tentang dakwah, aktiivitasnya dakwahnya yang segambreng, sampe kata-kata mutiara yang bisa bangkitin ghiroh! Tapi pas liat commentnya… hihi… rata2 yang ngisi akhwat.. dengan kata-kata romantis pula..Beberapa contohnya, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“syukron akhi atas tausyiahnya. . jangan bosen-bosen ingetin ana yah…” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(hihi.. nggak ada akhwat yang ingetin anti ya ukh…?) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Salam.. Lama nggak silaturahim, .. gimana kabarnya? Sekarang kegiatannya apa?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(penting gitu? Siapa eloe?!) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Add ana aja akh.. biar nambah ukhuwah… ini alamatnya……, atau kalo mau chating ini alamat YM ana…” (hadooohh… MR-nya nggak marah tuh ukh?!) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehe.. masih banyak lagi dah yang laennya.. di FS akhwat juga nggak jauh beda.. biasanya dengan foto kartun bergambar akhwat, kemudian ngeliat profilenya yang lebih mirip biodata untuk taaruf, sampe puisi-puisi cinta.. (haddooohh…) comment2nya pun nggak kalah vulgar dengan yang di atas… cuma bedanya yang ngirimin ya ikhwan… hohoho…. pernah saya iseng sekali2 comment ke akhwat tsb.. “hihihi… gile bener…!!! ikhwan semua tuh yang comment ukh! Mesra-mesra pula lagi! Kenapa nggak sekalian aja ajak taaruf… terus temen2 akhwatnya mana tuh ukh… lagi marahan yah? Sebenernya siapa yang salah ya? Hohoho…” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah… begitu halusnya… hingga kita tak menyadarinya. Jangan-jangan saya dan kita mungkin sudah terjebak dalam permainan setan ini?! lambat laun karena tidak sadar, akhirnya kita telah jadi korban. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa bermaksud menuduh siapapun, tulisan ini tentunya tidak harus membuat kita berhenti terpaku tuk meneruskan berbuat kebaikan, saling menasehati, bertausyiah, berfastabiqul khoirot. Karena berhenti dan sesuatu harus bersandar pada Allah SWT. Namun sangatlah bijak, jika kita mau berhenti sejenak menengok ke dalam relung hati kita yang paling dalam, sudah luruskah niat kita? adakah benih karat yang mencoba menggerogoti? Kenapa tausyiah kita hanya kepada lawan jenis? Padahal masih banyak saudara2 kita sesama jenis yang butuh nasihat kita. Niat &amp; keikhlasan seutuhnya adalah urusan makhluk dengan sang Kholik langsung, manusia lain manapun tidak mampu menilainya. Jika belum lurus, mari kita sama-sama luruskan. Jika merasa berat meluruskannya, mari sama-sama berdo’a semoga Allah memberikan kekuatan lebih dan senantiasa menjauhkan kita dari keterpedayaan. Selamat membaca artikel singkat di bawah ini. Copas (http://auliyaa.blogdetik.com/2009/01/23/ketika-ikhwah-jatuh-cinta-akhwat-berbicara/)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6819922398516650042-1138359632820185437?l=smartcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartcerdas.blogspot.com/feeds/1138359632820185437/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2010/01/ketika-ikhwah-jatuh-cinta-akwah.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/1138359632820185437'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/1138359632820185437'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2010/01/ketika-ikhwah-jatuh-cinta-akwah.html' title='Ketika Ikhwan Jatuh Cinta - Akhwat Berbicara'/><author><name>Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03589176621357999187</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-QA_JfNsAl34/TWi5gsV1D1I/AAAAAAAAAVc/lUCawG3zKbc/s220/P1210222.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6819922398516650042.post-7058823707226812468</id><published>2010-01-07T06:00:00.000-08:00</published><updated>2011-01-21T02:08:15.878-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><title type='text'>Pilihlah Karena Agamanya</title><content type='html'>Perasaan bahagia menyelimuti hati Faizul Haq-bukan nama sebenarnya. Kebahagiaan yang sulit untuk ia lukiskan. Barangkali, hari itu adalah hari yang paling bersejarah dalam hidupnya, hari yang penuh suka cita. Hari dimana ia telah dipertemukan dengan dambaan hati, 'buruan' cinta.  Senyum mengembang di langit wajahnya.&lt;br /&gt;Bahkan air mata bahagia dan haru menetes mengairi taman hatinya yang rindu akan belaian cinta dan kasih sayang. Ia telah berani melangkah, demi menyelamatkan iman, agama dan hatinya.&lt;br /&gt;Mesjid Assalam di Kairo menjadi saksi bisu akad nikah dan walîmatul 'urs Faizul Haq dengan Sabira Husna-bukan nama sebenarnya. Hari dimana dua makhluk Allah bertemu dalam cinta kasih yang sah, terikat dalam mîtsâqan ghalîzhan. Kepada kedua pengantin setangkai bunga do'a dari hati yang tulus kami persembahkan,  "Bâkarakallâhu laka, wabâraka 'alaika, wajama'a bainakumâ fî khairin." Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah dan rahmah, amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faiz telah menempuh jalan yang lurus, jalan yang selamat dan diridhai Allah. Jalan orang-orang yang merindukan kejernihan hati dan ketentraman jiwa. Berbeda dengan mereka yang menempuh jalan menyimpang.   Jalan orang-orang yang hatinya telah dikotori oleh kotoran setan dan nafsu. Orang-orang tertipu yang memilih kesenangan sesaat. Jalan laki-laki yang pengecut, pengumbar hawa nafsu dan jalan wanita-wanita yang bodoh, yang suka mengobral dan menjual kemuliaan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak dipungkiri, Faizul Haq telah merancang dari jauh hari bagaimana ia menyiapkan hari yang bersejarah dalam hidupnya. Bagaimana ia menyiapkan segala keperluan untuk pernikahan. Mulai dari ilmu, mental, finansial, dan kesehatan fisik. Barangkali keinginan menikah telah menjadi humum Faiz sejak beberapa tahun kebelakang, sebagaimana yang juga bergejolak dalam hati banyak anak muda. Kerinduan yang tak lagi tertahankan untuk berjumpa sang kekasih dambaan jiwa. Kerinduan untuk bisa memadu hati, menumpahkan segala keluh-kesah dan gelora jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Setiap laki-laki yang soleh mendambakan seorang istri yang solehah.  Istri yang ketika dilihat menyenangkan hati, ketika diperintah ia patuh, ketika ditinggalkan ia menjaga harta dan dirinya, dan ketika salah ia mau diingatkan. Istri solihah adalah sebaik-baik perhiasan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia ibarat sebuah madrasah yang kelak didalamnya anak-anak yang lahir akan dibesarkan, dididik dan dibina. Bijak dan tepat memilih calon istri sebelum menikah adalah diantara faktor kebahagiaan rumah tangga.  Salah dalam memilih akan berisiko dikemudian hari. Dengan demikian, jangan tergesa-gesa menentukan pilihan, tapi kalau sudah nampak yang cocok dengan persepsi dan keinginan hendaknya segera mengajukan lamaran. Karena biasanya sesuatu yang berharga dan bernilai tinggi menjadi rebutan banyak orang...  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri solehah akan selalu menjadi sumber kekuatan, tempat bertenang ketika gelisah melanda jiwa, tempat berbagi ketika resah menghimpit hati. Istri solihah bukanlah tipe wanita materialistis, yang ketika ada uang, abang disayang, nggak ada uang abang jangan pulang atau piring melayang. Sabar disaat kesulitan melanda, qana`ah dengan apa yang ada dan bersyukur ketika mendapat kelebihan rezki. Bagi seorang istri solihah keridhaan suami adalah diatas segalanya, walau ia harus melawan keinginannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidupnya seluruhnya ia abdikan untuk suami dalam rangka beribadah dan ketaatan pada Allah Swt. Istri solehah adalah ibarat taman indah nan penuh pesona. Tak lelah mata memandang keindahan budi pekerti dan tingkah lakunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri solehah selalu dirindu dan dikenang. Rindu pada belaian lembutnya, rindu pada teguran halusnya, rindu akan senyum tulusnya, rindu pada wajahnya yang teduh, air mukanya yang jernih dan rindu pada kata-katanya yang mesra. Hati akan resah bila lama tidak berjumpa, bila jarak telah memisahkan. Hati akan gelisah bila satu hari tidak bertemu.  Karena cinta yang telah tenggelam dalam samudera hati, cinta akan kebaikan dan kebagusan akhlaknya. Sungguh benar apa yang disampaikan Rasulullah Saw. bahwa memilih wanita solehah akan membahagiakan seseorang di dunia dan di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk calon suami, pilihlah seorang calon istri yang telah dikenal baik akhlak dan agamanya. Utamakanlah itu atas segalanya. Dan jangan lupa untuk juga mempersiapkan diri menjadi seorang suami yang soleh.  Dan bagi seorang calon istri, bila datang seorang laki-laki yang Anda kenal baik agama dan akhlaknya dan Anda memang telah siap untuk menikah, janganlah menolak, tapi terimalah niat baiknya dengan hati yang terbuka. Dan jangan lupa untuk mempersiapkan diri Anda menjadi bidadari baginya di dunia dan di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri solehah adalah harta yang paling berharga dan bernilai tinggi yang tiada duanya. Sungguh beruntung dan berbahagia seseorang yang dikaruniai seorang Bidadari Dunia. Hidup akan penuh dengan kebaikan dan ketaatan. Hidup yang selalu bersemangat, penuh cinta dan cita-cita mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aa Gym pernah berkata, "Istri solehah adalah sebaik-baik keindahan, kata-katanya menyejukkan kalbu, ia bagaikan bidadari surga yang hadir di dunia. Ia adalah istri yang meneguhkan jihad suami, penebar rahmat bagi rumah tangga, cahaya dunia dan akhirat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa orang pernah datang kepada saya, curhat tentang keinginan mereka untuk menikah. Yang datang pun bervariasi, dengan berbagai permasalahan yang mereka miliki.   Setiap yang datang selalu saya berikan dorongan untuk tidak ragu melangkah ketika melihat diri telah siap.  Siap yang tidak saya artikan sebatas modal kemauan, namun konkritnya ada bekal yang telah dimiliki untuk membina rumah tangga. Juga melihat kesiapan dengan kejernihan hati dan pikiran, bukan dengan kacamata nafsu dan setan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus ada kesadaran yang penuh ketika merespon dorongan-dorongan yang muncul dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta telah banyak berbicara, tentang orang-orang yang menikah hanya untuk melampiaskan hasrat nafsu yang tak lagi bisa ditahan. Apa yang terjadi adalah, hubungan yang tidak pernah harmonis dan sering terjadi cekcok antara suami-istri hanya disebabkan permasalahan sepele. Karena masih didominasi oleh sikap kekanak-kanakan dan sikap yang cenderung egois, emosian, sentiment dan penuh curiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika seseorang ingin ikut serta dalam sebuah perlombaan, kesiapan yang ia miliki menjadi tolak ukur kesuksesannya. Jika ia mempersiapkan diri dengan matang, peluang untuk menang akan terbuka dihadapannya.  Tapi ketika persiapan yang ia miliki apa adanya, maka hasilnyapun akan jauh dari yang diharapkan. Tidak hanya dalam perlombaan, tapi dalam setiap dimensi kehidupan yang kita jalani, adanya kesiapan sangat menentukan kesuksesan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernikahan tidak hanya semata hubungan biologis, kalau kita memaknai demikian, tentu tidak berbeda cara pandang kita dengan hewan. Namun dengan menikah ada nilai-nilai yang ingin kita raih, ada tugas, amanah dan kewajiban yang harus ditunaikan dan dipertanggung jawabkan. Ibarat kita ingin mendirikan sebuah gedung diatas sebidang tanah. Ketika pondasi yang dibangun kuat, pondasi akan tetap kokoh dan gedung tidak akan runtuh. Sedangkan bila pondasi lemah, besar kemungkinan gedung tidak akan bertahan lama dan akan cepat roboh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada intinya, kita perlu mempersiapkan diri, dan itu sudah menjadi keharusan. Siapkan ilmunya, mental, kesehatan dan finansial. Dan yang paling utama kita harus memiliki hubungan yang baik dengan Allah Swt.. Kita harus terus berupaya untuk meraih kedudukan taqwa. Dengan ketaqwaan segala kesulitan akan menemukan jalan keluarnya.  Allah Swt. telah menjanjikan, bahwa barang siapa yang bertaqwa maka Allah Swt. akan memberinya jalan keluar terhadap kesulitan yang ia hadapi dan memberinya rezki dari arah yang tidak ia duga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sekarang, binalah hubungan yang baik dengan Allah Swt. Dan dengan orang lain. Latihlah diri Anda dalam ketaatan, gemar berbuat kebaikan dan rajin beribadah. Latihlah diri Anda dengan perilaku yang mulia sehingga ia menjadi kebiasaan Anda. Dan bila diri Anda telah siap, maka melangkahlah dengan yakin. Adanya kekurangan ekonomi janganlah jadikan penghalang utama. Anda harus yakin rezki setiap hamba telah ditentukan kadarnya oleh Allah Swt. Bukankah itu suatu hal yang menggembirakan. Anda tidak perlu merasa susah, tinggal Anda berusaha untuk menjemput rezki itu.&lt;br /&gt;Dan terakhir, jangan salah pilih, jangan tertipu dengan penampilan luar, pilihlah dengan hati dan pikiran yang jernih. Jangan memilih dengan landasan nafsu dan bisikan setan. Utamakanlah agama diatas segalanya, dengan demikian kita akan bahagia sebagaimana yang dijanjikan oleh Rasulullah Saw. &lt;br /&gt;---Oleh: M.Arif Salman---&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6819922398516650042-7058823707226812468?l=smartcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartcerdas.blogspot.com/feeds/7058823707226812468/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2010/01/pilihlah-karena-agamanya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/7058823707226812468'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/7058823707226812468'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2010/01/pilihlah-karena-agamanya.html' title='Pilihlah Karena Agamanya'/><author><name>Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03589176621357999187</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-QA_JfNsAl34/TWi5gsV1D1I/AAAAAAAAAVc/lUCawG3zKbc/s220/P1210222.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6819922398516650042.post-4123342873055944517</id><published>2009-12-07T01:28:00.000-08:00</published><updated>2011-01-21T02:08:33.636-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Kandungan Cinta dalam Ukhuwah</title><content type='html'>Perasaan cinta adalah fitrah manusia. Tak heran apabila sepanjang hidupnya manusia tidak bisa terlepas dari perkara tersebut. Cinta adalah warna dunia. Dan cinta yang tulus, murni terlahir dari dasar hati yang paling dalam, bukan niscaya bisa menyelamatkan manusia dari jilatan api neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta yang tulus dan hakiki berlandaskan cinta kepada Allah. Dari Anas RA, bahwasannya Rasulullah SAW pernah bersabda, "Ada tiga perkara yang barangsiapa dalam dirinya terdapat ketiga perkara itu, dia pasti merasakan manisnya iman, yaitu Allah dan RasulNya lebih dicintainya daripada yang lain; mencintai seseorang tidak lain hanya karena Allah; dan enggan kembali pada kekafiran setelah diselamatkan Allah, sebagaimana dia tidak ingin kalau tubuhnya dicampakkan ke dalam kobaran api." (HR. Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persaudaraan adalah buah akhlaqul karimah, dan tafarruq (perselisihan) adalah buah dari kerendahan pekerti. Akhlak yang bagus membuahkan rasa saling cinta, saling sayang, dan saling memberikan manfaat. Itulah sebabnya, cinta melahirkan ukhuwah. Ukhuwah yang telah dimanifestasikan begitu syahdu melalui kisah persahabatan Bilal, Amar, dan Zaid, atau Umar, Ali, dan Utsman, yang bersanding dan saling mencintai karena Allah. Kasih sayang di antara mereka merupakan gambaran janin ukhuwah yang terkandung dalam perut iman, terlahir dari ibu yang bernama 'iman'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhuwah berarti bersatunya hati-hati yang ruhnya terikat dengan ikatan akidah. Tak heran apabila persaudaraan merupakan salah satu bentuk keimanan yang terikat oleh akidah yang amat kuat. Sedang perpecahannya adalah gambaran kekufuran, yang menempatkan keimanan dan kasih sayang dalam tempat yang hina. Oleh karena itu, manusia yang benar fikrahnya adalah manusia yang melihat saudaranya lebih utama dibanding dirinya sendiri. Jika perkara ini terjadi, ukhuwah akan terasa sangat indah, nikmat, dan manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persaudaraan dan saling mencintai kerana Allah adalah salah satu ibadah yang paling utama dalam agama kita. Siapapun yang berupaya mewujudkannya, tiada hadiah lain baginya kecuali surga. Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa bersaudara dengan seseorang karena Allah, maka Allah mengangkatnya satu derajat di surga, yang tidak didapatnya dengan sesuatu amalan lainnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Jarir pun meriwayatkan sabda Rasulullah SAW dari Ibnu 'Abbas RA, ia berkata, "Barangsiapa mencintai seseorang karena Allah, membenci seseorang karena Allah, membela seseorang karena Allah, dan memusuhi seseorang karena Allah, maka sesungguhnya kecintaan dan pertolongan dari Allah akan mudah diperolehnya. Seorang hamba tidak akan menemukan nikmatnya iman, sekalipun banyak shalat dan shaum, sehingga dia bersikap demikian. Persahabatan di antara manusia pada umumnya didasarkan atas kepentingan dunia, namun perkara itu tidak berguna sedikit pun bagi mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta seorang Mukmin adalah kekuatan. Ia bagaikan perekat yang mengikat batu kokoh kaum muslimin, dalam sebuah bangunan yang kukuh dan tidak mudah roboh. Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara." (QS. Al-Hujurat : 10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Rasulullah SAW bersabda, "Mukmin yang satu terhadap Mukmin yang lain itu bagaikan bangunan yang mengikat antara sebagian dengan sebagian yang lainnya." (HR. Muttafaqun 'Alaih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persaudaraan Islam bukanlah masalah sampingan dalam agama Islam, ia merupakan salah satu prinsip dasar yang menyertai syahadah (persaksian) terhadap keesaan Allah dan kesaksian terhadap kerasulan Muhammad SAW. Persaudaraan merupakan buah dan konsekuensi keimanan yang amat sangat indah. Karena itu, kita harus sama-sama yakin bahwa keindahanNya qadim, keagunganNya tinggi, kekuasaan dan penguasaanNya Mahadahsyat, keindahanNya berpadu dengan kemuliaan, keagunganNya berpadu dengan keluhuran, kebesaranNya tidak pernah berakhir, keindahanNya mempesona hati, keagunganNya meningkatkan cinta. Sungguh, tiada cinta yang hakiki kecuali cintaNya kepada kita sebagai makhlukNya, dan cinta kita kepadaNya. Adakah kita sadar akan semua itu? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Posted by: Ukhtina Darmiyati Zafanida]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6819922398516650042-4123342873055944517?l=smartcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartcerdas.blogspot.com/feeds/4123342873055944517/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2009/12/kandungan-cinta-dalam-ukhuwah.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/4123342873055944517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/4123342873055944517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2009/12/kandungan-cinta-dalam-ukhuwah.html' title='Kandungan Cinta dalam Ukhuwah'/><author><name>Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03589176621357999187</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-QA_JfNsAl34/TWi5gsV1D1I/AAAAAAAAAVc/lUCawG3zKbc/s220/P1210222.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6819922398516650042.post-1573769850741983184</id><published>2009-11-14T07:19:00.000-08:00</published><updated>2011-01-21T02:09:09.967-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><title type='text'>CINTA</title><content type='html'>Sepasang suami isteri yang tlah menikah selama 11 tahun akhirnya dikaruniai anak pertama. Keduanya saling mencinta dan anak itu adalah buah hati mereka. &lt;br /&gt;Suatu pagi hari, ketika si anak telah berumur dua tahun, sang suami melihat botol obat terbuka. Karena takut terlambat ke kantor, ia berpesan kepada isterinya agar menutup botol obat itu dan menyimpannya di lemari.&lt;br /&gt;Isterinya yang sibuk di dapur sama sekali lupa dengan pesan suaminya. Anaknya yang sedang bermain-main melihat botol obat itu, lalu menghampirinya. Merasa tertarik dengan warna obat yang ada di dalamnya, ia lalu meminum semuanya. Obat dengan dosis tinggi untuk orang dewasa itu membuat si anak tidak sadar. Ibunya segera membawanya ke rumah sakit. Namun, nyawa anak itu tidak tertolong. &lt;br /&gt;Sang isteri terguncang melihat kejadian ini dan merasa takut menghadapi suaminya. Tak lama kemudian suaminya datang ke rumah sakit melihat jasad anaknya. Ia menatap wajah isterinya lalu berkata:&lt;span style="font-weight:bold;"&gt; "Aku cinta kepadamu, sayang!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ucapan tak disangka-sangka dari suaminya ini merupakan sikap proaktif. Anak itu sudah mati. Ia tidak dapat dihidupkan kembali. Tak ada gunanya mencari-cari kesalahan isterinya. Disamping itu, kalau saja ia mau menyempatkan diri menutup botol obat itu, tentu kejadian ini bisa dihindarkan.&lt;br /&gt;Tidak ada seorang pun yang harus disalahkan.Isterinya telah kehilangan anak satu-satunya. yang ia butuhkan sekarang adalah hiburan dan ucapan simpati dari suaminya. &lt;br /&gt;Jika setiap orang melihat kehidupan dari perspektif ini,maka berbagai persoalan di dunia menjadi ringan. Karena itu, tinggalkanlah sifat iri hati, cemburu, sikap tidak pemaaf, egoisme dan kecemasan, niscaya kau akan mendapati segala sesuatu itu tidak sesulit yang kau bayangkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6819922398516650042-1573769850741983184?l=smartcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartcerdas.blogspot.com/feeds/1573769850741983184/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2009/11/cinta.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/1573769850741983184'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/1573769850741983184'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2009/11/cinta.html' title='CINTA'/><author><name>Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03589176621357999187</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-QA_JfNsAl34/TWi5gsV1D1I/AAAAAAAAAVc/lUCawG3zKbc/s220/P1210222.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6819922398516650042.post-6054096197146402174</id><published>2009-10-17T08:04:00.001-07:00</published><updated>2011-01-21T02:09:24.433-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><title type='text'>UNTAIAN NASIHAT SAHABATKU</title><content type='html'>Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. "Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?" Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. "Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Engkau tidak senang mendengar khabar ini?" Tanya Jibril lagi. "Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" "Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: 'Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya," kata Jibril.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. "Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. "Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan llagi. "Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku. "Badan Rasulullah mulai ding! in, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya. "Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku - peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu." Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usah gelisah apabila dibenci manusia karena masih banyak yang menyayangi mu di dunia tapi gelisahlah apabila dibenci Allah karena tiada lagi yang mengasihmu diakhirat.&lt;br /&gt;Dan nikmatilah setiap detik waktu yang berdetak dengan keistiqomahan&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(NOUVI)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(MELANKOLIS)&lt;br /&gt;"seorang mukmin adalah orang yang ramah bergaul,tak ada kebaikan bagi orang yang tidak ramah bergaul dan tidak enak di ajak bergaul." (hadits)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paling banyak ingat mati dan mempersiapkan diri dengan amal sholeh.&lt;br /&gt;hidup ini akan terasa bahagia saat kita berhasil meringankan kesusahan orang lain. (AISYE)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menangislah... menangislah...karena takut sama Allah....    &lt;br /&gt;Demi Allah… Demi Allah… Demi Allah…! Itulah keberuntungan yang sangat besar. Ketika dihadapkan pada Rabbul ‘Alamin, mereka Orang Shalih bangga dengan cara kematian yang mereka alami. Wajah mereka putih berseri dan derajat mereka tinggi dimata Allah. &lt;br /&gt;Orang- Orang shalih menghadapi kematian dengan jiwa yang tenang . Tujuan mereka hanya satu; mati dalam keadaan di ridhai Allah ‘Azza wajalla. Mereka itu, sebagaimana disebutkan Allah dalam firmanNya,&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan muslim ( Q.s Ali ‘Imran 3-102 )&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(ZULFI19)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kita terlena oleh kenikmatan dunia,maka segeralah mengingat kematian karena ia adlah cemeti paling dahsyat untuk menundukkan jiwamu &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(GINGGA_TERTIA)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6819922398516650042-6054096197146402174?l=smartcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartcerdas.blogspot.com/feeds/6054096197146402174/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2009/10/untaian-nasihat-sahabatku.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/6054096197146402174'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/6054096197146402174'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2009/10/untaian-nasihat-sahabatku.html' title='UNTAIAN NASIHAT SAHABATKU'/><author><name>Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03589176621357999187</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-QA_JfNsAl34/TWi5gsV1D1I/AAAAAAAAAVc/lUCawG3zKbc/s220/P1210222.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6819922398516650042.post-4938206764936854364</id><published>2009-06-14T07:10:00.000-07:00</published><updated>2009-06-14T07:14:59.987-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Memory'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Perjuangan.&lt;br /&gt;Alhamdulillahirabbil’alami, teriring rasa syukurku bisa menikmati keindahan alam ini dengan apa yang tlah Allah berikan untukku, terlebih nikmat berIslam dan berukhuwah. &lt;br /&gt;Empat tahun silam aku menyapa kota ini dengan tatapan masa depan. Kota Solo yang di juluki kota santun dan berseri. Aku mulai babak kehidupanku di kota ini di sebuah lembaga pendidikan multi profesi. Hari-hari kulalui dengan harapan-harapan gemilang dalam meraih asa dan cita-cita yang terpendam. Aku ingin kelak aku dapat memperbarui hidupku yang suram menuju cahaya. Aku juga ingin kelak diriku bisa menjadi kebanggaan bagi ayah dan ibuku, saudaraku, keluarga dan orang-orang yang aku cintai agar mereka senantiasa bahagia olehku, dan itulah cita-citaku. Tapi cita-citaku tak sebatas itu, aku ingin mengabdikan diriku untuk dien ini, memberikan kontribusi apapun yang aku miliki. ”Allahu ghoyatuna, Ar Rosul qudwatuna, al Qur’an dustsuruna, al Jihadu sabiluna, al Mautu fisabilillah Asma amanina....”&lt;br /&gt;Selanjutnya tulisan-tulisan yang ada di dalam blog ini aku dedikasikan terutuntuk orang-orang yang berjuang di jalan-Nya demi dakwah ini, untuk temen-temen kader dan simpatisan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang senantiasa memberikan nasihat-nasihat pada jalan kebaikan, untuk temen-temen satu liqo’ pertamaku tahun 2004 lalu: Agung Setia Budi, Aziz Mundarso, Ahmad Arif, Warno, Arya, Nendi, Mustakim, Prawidiono, Candra, Wahyu, Ari Budi, Wisnu dan Mas Didik Hermawan yang kala itu jadi murabbiku. Teruntuk temen-temen satu usarku; Narto, Toni, Arif Purnomo, Endang Priyadi, Prasetyo, Akh Ari, dan Ust. Kumbul serta temen-temenku yang sekarang terpisahkan karena tugas-tugas yang berbeda: Akh Junaidul dan Junaidi (hampir kembar tapi jauh tak serupa), serta akh Afif, saya yakin kita masih terkenang saat mengazzamkan diri kita untuk dakwah ini (Jangan dilupa yao). Dan lagi untuk temen-temen DPC PKS Laweyan, terkhusus bidang Pendidikan dan Pelayanan Sosial (Kesra); Pak Sriyanta, Ardi Murcahya, Mbak Dewi dan mbak Dini, dua periode aku bersama kalian menikmati kesibukan kala bakti sosial, mendengarkan nyanyian dan keluh keluh kesah masyarakat, semoga keringat yang bercucuran adalah investasi kita kelak di akhirat. Dan orang-orang yang tak bisa aku sebutkan tapi selalu dalam hatiku dalam perjuangan ini. Begitupun juga teruntuk kedua orang tuaku yang memberikan kasih sayangnya kepadaku sepenuh hati. Aku tak bisa membalas budi baiknya. Semoga Allah mengumpulkan kami kembali di Surga-Nya.&lt;br /&gt;Dan blog inipun tak terlepas dari harapan-harapan dalam sebuah kebersamaanku bersama temen-temen Forspent; Bapak/Ibu Mas’ud, Bapak/Ibu Ahsan, Mama Reza, Ibu Dewi, Lutfi, Budi Purnomo, Kusmadi, Nuansa, Ahmad, Udin Bunder, Fathur, Ratno, Umar, Hamzah, Amin, Tarto, Aji, Nashrudin, Farist, Ambar, Dzakiyah, Mbak Arifah, Muthmainnah, Wulan, Mbak Iquq, Mbak Ajri, Karsih, Nita, Mbak Tini, Mbak Abel, Mila, Hana, Esta, Wiwid, ’Izzah, Ani, Umi H dan Umi Suswati yang selalu memberi arahan untukku, kalian adalah keluargaku yang aku cintai... dan semua yang mungkin belum bisa aku sebutkan. Sekali lagi ”Hiduplah bersama dakwah. Jika dakwah tak bersama kita, maka dakwah akan bersama dengan yang lain.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6819922398516650042-4938206764936854364?l=smartcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartcerdas.blogspot.com/feeds/4938206764936854364/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2009/06/assalamualaikum-warahmatullahi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/4938206764936854364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/4938206764936854364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2009/06/assalamualaikum-warahmatullahi.html' title=''/><author><name>Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03589176621357999187</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-QA_JfNsAl34/TWi5gsV1D1I/AAAAAAAAAVc/lUCawG3zKbc/s220/P1210222.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6819922398516650042.post-1715741360227862264</id><published>2009-04-13T06:24:00.000-07:00</published><updated>2011-01-21T02:09:44.655-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Taujih'/><title type='text'>Gairah Cinta dan Kelesuan Ukhuwah</title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:100%;" &gt;Sumber : KH Rahmat Abdullah (Alm)&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 17, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mungkin terjadi&lt;/span&gt; seseorang yang dahulunya saling mencintai akhirnya saling memusuhi dan sebaliknya yang sebelumnya saling bermusuhan akhirnya saling berkasih sayang. Sangat dalam pesan yang disampaikan Kanjeng Nabi SAW : "Cintailah saudaramu secara proporsional, mungkin suatu masa ia akan menjadi orang yang kau benci. Bencilah orang yang kau benci secara proporsional, mungkin suatu masa ia akan menjadi kekasih yang kau cintai." (HSR Tirmidzi, Baihaqi, Thabrani, Daruquthni, Ibn Adi, Bukhari). Ini dalam kaitan interpersonal. Dalam hubungan kejamaahan, jangan ada reserve kecuali reserve syar'i yang menggariskan aqidah "La tha’ata limakhluqin fi ma’shiati’l Khaliq". Tidak boleh ada ketaatan kepada makhluq dalam berma'siat kepada Alkhaliq. (HSR Bukhari, Muslim, Ahmad dan Hakim).&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 17, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Doktrin ukhuwah dengan bingkai yang jelas telah menjadikan dirinya pengikat dalam senang dan susah, dalam rela dan marah. Bingkai itu adalah : "Level terendah ukhuwah (lower), jangan sampai merosot ke bawah garis rahabatus’ shadr (lapang hati) dan batas tertinggi tidak (upper) tidak melampaui batas itsar (memprioritaskan saudara diatas kepentingan diri).&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 17, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;b&gt;Bagi kesejatian ukhuwah berlaku pesan mulia yang tak asing di telinga dan hati setiap ikhwah : "Innahu in lam takun bihim falan yakuna bighoirihim, wa in lam yakunu bihi fasayakununa bighoirihi" (Jika ia tidak bersama mereka, ia tak akan bersama selain mereka&lt;/b&gt;. &lt;b&gt;Dan mereka bila tidak bersamanya, akan bersama selain dia)&lt;/b&gt;. Karenanya itu semua akan terpenuhi bila ‘hati saling bertaut dalam ikatan aqidah’, ikatan yang paling kokoh dan mahal. Dan ukhuwah adalah saudara iman sedang perpecahan adalah saudara kekafiran (Risalah Ta'lim, rukun Ukhuwah).&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 17, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Gairah Cinta dan Kelesuan Ukhuwah&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 17, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Karena bersaudara di jalan ALLAH telah menjadi kepentingan dakwah-Nya, maka "kerugian apapun" yang diderita saudara-saudara dalam iman dan da'wah, yang ditimbulkan oleh kelesuan, permusuhan ataupun pengkhianatan oleh mereka yang tak tahan beramal jama'i, akan mendapatkan ganti yang lebih baik. "Dan jika kamu berpaling, maka ALLAH akan gantikan dengan kaum yang lain dan mereka tidak akan jadi seperti kamu" (Qs. 47: 38).&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 17, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Masing-masing kita punya pengalaman pribadi dalam da'wah ini. Ada yang sejak 20 tahun terakhir dalam kesibukan yang tinggi, tidak pernah terganggu oleh kunjungan yang berbenturan dengan jadwal da'wah atau oleh urusan yang merugikan da'wah. Mengapa ? Karena sejak awal yang bersangkutan telah tegar dalam mengutamakan kepentingan da'-wah dan menepiskan kepentingan lainnya. Ini jauh dari fikiran nekad yang membuat seorang melarikan diri dari tanggungjawab keluarga.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 17, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Ada seorang ikhwah sekarang sudah masuk jajaran masyaikh. Dia bercerita, ketika menikah langsung berpisah dari kedua orang tua masing-masing, untuk belajar hidup mandiri atau alasan lain, seperti mencari suasana yang kondusif bagi pemeliharaan iman menurut persepsi mereka waktu itu. Mereka mengontrak rumah petak sederhana. "Begitu harus berangkat (berdakwah-red) mendung menggantung di wajah pengantinku tercinta", tuturnya. Dia tidak keluar melepas sang suami tetapi menangis sedih dan bingung, seakan doktrin da’wah telah mengelupas. Kala itu jarang da’i dan murabbi yang pulang malam apalagi petang hari, karena mereka biasa pulang pagi hari. Perangpun mulai berkecamuk dihati, seperti Juraij sang abid yang kebingungan karena kekhususan ibadah (sunnah) nya terusik panggilan ibu. "Ummi au shalati : Ibuku atau shalatku?" Sekarang yang membingungkan justru "Zauji au da’wati" : Isteriku atau da’wahku ?".&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 17, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Dia mulai gundah, kalau berangkat istri cemberut, padahal sudah tahu nikah dengannya risikonya tidak dapat pulang malam tapi biasanya pulang pagi, menurut bahasa Indonesia kontemporer untuk jam diatas 24.00. Dia katakan pada istrinya : "Kita ini dipertemukan oleh Allah dan kita menemukan cinta dalam da’wah. Apa pantas sesudah da’wah mempertemukan kita lalu kita meninggalkan da’wah. Saya cinta kamu dan kamu cinta saya tapi kita pun cinta Allah". Dia pergi menerobos segala hambatan dan pulang masih menemukan sang permaisuri dengan wajah masih mendung, namun membaik setelah beberapa hari. Beberapa tahun kemudian setelah beranak tiga atau empat, saat kelesuan menerpanya, justru istri dan anak-anaknyalah yang mengingatkan, mengapa tidak berangkat dan tetap tinggal dirumah? Sekarang ini keluarga da’wah tersebut sudah menikmati berkah da’wah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 17, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Lain lagi kisah sepasang suami istri yang juga dari masyarakat da’wah. Kisahnya mirip, penyikapannya yang berbeda. Pengantinnya tidak siap ditinggalkan untuk da’wah. Perang bathin terjadi dan malam itu ia absen dalam pertemuan kader (liqa’). Dilakukan muhasabah terhadapnya sampai menangis-menangis, &lt;b&gt;ia sudah kalah oleh penyakit "syaghalatna amwaluna waahluna : kami telah dilalaikan oleh harta dan keluarga" (Qs. 48:11)&lt;/b&gt;. Ia berjanji pada dirinya : "Meskipun terjadi hujan, petir dan gempa saya harus hadir dalam tugas-tugas da’wah". Pada giliran berangkat keesokan harinya ada ketukan kecil dipintu, ternyata mertua datang. "Wah ia yang sudah memberikan putrinya kepadaku, bagaimana mungkin kutinggalkan?". Maka ia pun absen lagi dan dimuhasabah lagi sampai dan menangis-nangis lagi. Saat tugas da'wah besok apapun yang terjadi, mau hujan, badai, mertua datang dll pokoknya saya harus datang. Dan begitu pula ketika harus berangkat ternyata ujian dan cobaan datang kembali dan iapun tak hadir lagi dalam tugas-tugas dak-wah. Sampai hari ini pun saya melihat jenis akh tersebut belum memiliki komitmen dan disiplin yang baik. Tidak pernah merasakan memiliki kelezatan duduk cukup lama dalam forum da’wah, baik halaqah atau pun musyawarah yang keseluruhannya penuh berkah. Sebenarnya adakah pertemuan-pertemuan yang lebih lezat selain pertemuan-pertemuan yang dihadiri oleh ikhwah berwajah jernih berhati ikhlas ? Saya tak tahu apakah mereka menemukan sesuatu yang lain, "in lam takun bihim falan takuna bighoirihim".&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 17, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Di Titik Lemah Ujian Datang&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 17, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Akhirnya dari beberapa kisah ini saya temukan jawabannya dalam satu simpul. Simpul ini ada dalam kajian tematik ayat QS Al-A’raf Ayat 163 : "Tanyakan pada mereka tentang negeri di tepi pantai, ketika mereka melampaui batas aturan Allah di (tentang) hari Sabtu, ketika ikan-ikan buruan mereka datang melimpah-limpah pada Sabtu dan di hari mereka tidak bersabtu ikan-ikan itu tiada datang. Demikianlah kami uji mereka karena kefasikan mereka". Secara langsung tema ayat tentang sikap dan kewajiban amar ma’ruf nahyi munkar. Tetapi ada nuansa lain yang menambah kekayaan wawasan kita. Ini terkait dengan ujian.&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 17, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Waktu ujian itu tidak pernah lebih panjang daripada waktu hari belajar, tetapi banyak orang tak sabar menghadapi ujian, seakan sepanjang hanya ujian dan sedikit hari untuk belajar. Ujian kesabaran, keikhlasan, keteguhan dalam berda’wah lebih sedikit waktunya dibanding berbagai kenikmatan hidup yang kita rasakan. Kalau ada sekolah yang waktu ujiannya lebih banyak dari hari belajarnya, maka sekolah tersebut dianggap sekolah gila. Selebih dari ujian-ujian kesulitan, kenikmatan itu sendiri adalah ujian. Bahkan, alhamdulillah rata-rata kader da’wah sekarang secara ekonomi semakin lebih baik. Ini tidak menafikan (sedikit) mereka yang roda ekonominya sedang dibawah.&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 17, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Seorang masyaikh da’wah ketika selesai menamatkan pendidikannya di Madinah, mengajak rekannya untuk mulai aktif berda’wah. Diajak menolak, dengan alasan ingin kaya dulu, karena orang kaya suaranya didengar orang dan kalau berda’wah, da’wahnya diterima. Beberapa tahun kemudian mereka bertemu. "Ternyata kayanya kaya begitu saja", ujar Syaikh tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 17, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Ternyata kita temukan kuncinya, "Demikianlah kami uji mereka karena sebab kefasikan mereka". Nampaknya Allah hanya menguji kita mulai pada titik yang paling lemah. Mereka malas karena pada hari Sabtu yang seharusnya dipakai ibadah justru ikan datang, pada hari Jum’at jam 11.50 datang pelanggan ke toko. Pada saat-saat jam da’wah datang orang menyibukkan mereka dengan berbagai cara. Tapi kalau mereka bisa melewatinya dengan azam yang kuat, akan seperti kapal pemecah es. Bila diam salju itu tak akan me-nyingkir, tetapi ketika kapal itu maju, sang salju membiarkannya berlalu. Kita harus menerobos segala hal yang pahit seperti anak kecil yang belajar puasa, mau minum tahan dulu sampai maghrib. Kelezatan, kesenangan dan kepuasan yang tiada tara, karena sudah berhasil melewati ujian dan cobaan sepanjang hari.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 17, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Iman dan Pengendalian Kesadaran Ma’iyatullah&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 17, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Aqidah kita mengajarkan, tak satupun terjadi di langit dan di bumi tanpa kehendak ALLAH. ALLAH berkuasa menahan keinginan datangnya tamu-tamu yang akan menghalangi kewajiban da’wah. Apa mereka fikir orang-orang itu bergerak sendiri dan ALLAH lemah untuk mencegah mereka dan mengalihkan mereka ke waktu lain yang tidak menghalangi aktifitas utama dalam da’wah? Tanyakan kepada pakarnya, aqidah macam apa yang dianut seseorang yang tidak meyakini ALLAH menguasai segalanya? Mengapa mereka yang melalaikan tugas da’wahnya tidak berfikir perasaan sang isteri yang keberatan ditinggalkan beberapa saat, juga sebenarnya batu ujian yang dikirim ALLAH, apakah ia akan mengutamakan tugas da’wahnya atau keluarganya yang sudah punya alokasi waktu ? Yang ia beri mereka makanan dari kekayaan ALLAH ?&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 17, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Karena itu mari melihat dimana titik lemah kita. Yang lemah dalam berukhuwah, yang gerah dan segera ingin pergi meninggalkan kewajiban liqa’, syuro atau jaulah. Bila mereka bersabar melawan rasa gerah itu, pertarungan mungkin hanya satu dua kali, sesudah itu tinggal hari-hari kenikmatan yang luar biasa yang tak tergantikan&lt;/span&gt;&lt;b&gt;.&lt;/b&gt; Bahkan orang-orang salih dimasa dahulu mengatakan "Seandainya para raja dan anak-anak raja mengetahui kelezatan yang kita rasakan dalam dzikir dan majlis ilmu, niscaya mereka akan merampasnya dan memerangi kita dengan pedang". Sayang hal ini tidak bisa dirampas, melainkan diikuti, dihayati dan diperjuangkan. Berda’wah adalah nikmat, berukhuwah adalah nikmat, saling menopang dan memecahkan problematika da’wah bersama ikhwah adalah nikmat, andai saja bisa dikhayalkan oleh mereka menelantarkan modal usia yang ALLAH berikan dalam kemilau dunia yang menipu dan impian yang tak kunjung putus.&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 17, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Ayat ini mengajarkan kita, ujian datang di titik lemah. Siapa yang lemah di bidang lawan jenis, seks dan segala yang sensual tidak diuji di bidang keuangan, kecuali ia juga lemah disitu. Yang lemah dibidang keuangan, jangan berani-berani memegang amanah keuangan kalau kamu lemah di uang hati-hati dengan uang. Yang lemah dalam gengsi, hobi popularitas, riya’ mungkin– dimasa ujian – akan menemukan orang yang terkesan tidak menghormatinya. Yang lidahnya tajam dan berbisa mungkin diuji dengan jebakan-jebakan berkomentar sebelum tabayun.Yang lemah dalam kejujuran mungkin selalu terjebak perkara yang membuat dia hanya ‘selamat’ dengan berdusta lagi. Dan itu arti pembesaran bencana.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 17, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Kalau saja Abdullah bin Ubay bin Salul, nominator pemimpin Madinah (d/h Yatsrib) ikhlas menerima Islam sepenuh hati dan realistis bahwa dia tidak sekaliber Rasulullah SAW, niscaya tidak semalang itu nasibnya. Bukankah tokoh-tokoh Madinah makin tinggi dan terhormat, dunia dan akhirat dengan meletakkan diri mereka dibawah kepemimpinan Rasulullah SAW ? Ternyata banyak orang yang bukan hanya bakhil dengan harta yang ALLAH berikan, tetapi juga bakhil dengan ilmu, waktu, gagasan dan kesehatan yang seluruhnya akan menjadi beban tanggungjawab dan penyesalan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 17, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Seni Membuat Alasan&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 17, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Perlu kehati-hatian – sesudah syukur – karena kita hidup di masyarakat Da’wah dengan tingkat husnuzzhan yang sangat tinggi. Mereka yang cerdas tidak akan membodohi diri mereka sendiri dengan percaya kepada sangkaan baik orang kepada dirinya, sementara sang diri sangat faham bahwa ia tak berhak atas kemuliaan itu. Gemetar tubuh Abu Bakar RA bila disanjung. "Ya ALLAH, jadikan daku lebih baik dari yang mereka sangka, jangan hukum daku lantaran ucapan mereka dan ampuni daku karena ketidaktahuan mereka", demikian ujarnya lirih. Dimana posisi kita dari kebajikan Abu Bakr Shiddiq RA ? "Alangkah bodoh kamu, percaya kepada sangka baik orang kepadamu, padahal engkau tahu betapa diri jauh dari kebaikan itu", demikian kecaman Syaikh Harits Almuhasibi dan Ibnu Athai'Llah.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 17, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Diantara nikmat ALLAH ialah sitr (penutup) yang ALLAH berikan para hamba-Nya, sehingga aibnya tak dilihat orang. Namun pelamun selalu mengkhayal tanpa mau merubah diri. Demikian mereka yang memanfaatkan lapang hati komunitas da’wah tumbuh dan menjadi tua sebagai seniman maaf, "Afwan ya Akhi".&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 17, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Tetapi ALLAH-lah Yang Memberi Mereka Karunia Besar&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 17, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Kelengkapan Amal Jama’i tempat kita ‘menyumbangkan’ karya kecil kita, memberikan arti bagi eksistensi ini. Kebersamaan ini telah melahirkan kebesaran bersama. Jangan kecilkan makna kesertaan amal jama’i kita, tanpa harus mengklaim telah berjasa kepada Islam dan da’wah. "Mereka membangkit-bangkitkan (jasa) keislaman mereka kepadamu. Katakan : ‘Janganlah bangkit-bangkitkan keislamanmu (sebagai sumbangan bagi kekuatan Islam, (sebaliknya hayatilah) bahwa ALLAH telah memberi kamu karunia besar dengan membimbing kamu ke arah Iman, jika kamu memang jujur" (Qs.. 49;17).&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 17, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;ALLAH telah menggiring kita kepada keimanan dan da’wah. Ini adalah karunia besar. Sebaliknya, mereka yang merasa telah berjasa, lalu – karena ketidakpuasan yang lahir dari konsekwensi bergaul dengan manusia yang tidak maksum dan sempurna – menung-gu musibah dan kegagalan, untuk kemudian mengatakan : "Nah, rasain !" Sepantasnya bayangkan, bagaimana rasanya bila saya tidak bersama kafilah kebahagiaan ini?..&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 17, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;b&gt;Saling mendo’akan sesama ikhwah telah menjadi ciri kemuliaan pribadi mereka, terlebih doa dari jauh. Selain ikhlas dan cinta tak nampak motivasi lain bagi saudara yang berdoa itu. ALLAH akan mengabulkannya dan malaikat akan mengamininya, seraya berkata : "Untukmu pun hak seperti itu", seperti pesan Rasulullah SAW. Cukuplah kemuliaan ukhuwah dan jamaah bahwa para nabi dan syuhada iri kepada mereka yang saling mencintai, bukan didasari hubungan kekerabatan, semata-mata iman dan cinta fi'Llah.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 17, 51);font-size:100%;" &gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Ya ALLAH, kami memohon cinta-Mu, cinta orang-orang yang mencintai-Mu dan cinta kepada segala yang akan mendekatkan kami kepada cinta-Mu.&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6819922398516650042-1715741360227862264?l=smartcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartcerdas.blogspot.com/feeds/1715741360227862264/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2009/04/gairah-cinta-dan-kelesuan-ukhuwah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/1715741360227862264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/1715741360227862264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2009/04/gairah-cinta-dan-kelesuan-ukhuwah.html' title='Gairah Cinta dan Kelesuan Ukhuwah'/><author><name>Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03589176621357999187</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-QA_JfNsAl34/TWi5gsV1D1I/AAAAAAAAAVc/lUCawG3zKbc/s220/P1210222.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6819922398516650042.post-5309698877239392674</id><published>2009-03-21T07:13:00.001-07:00</published><updated>2011-01-21T02:10:05.032-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>EMPAT ISTRI???</title><content type='html'>&lt;meta equiv="CONTENT-TYPE" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;title&gt;&lt;/title&gt;&lt;meta name="GENERATOR" content="OpenOffice.org 2.2  (Win32)"&gt;&lt;meta name="AUTHOR" content="PKS Laweyan"&gt;&lt;meta name="CREATED" content="20090321;16170000"&gt;&lt;meta name="CHANGEDBY" content="PKS Laweyan"&gt;&lt;meta name="CHANGED" content="20090321;17060000"&gt;&lt;style type="text/css"&gt; 	&lt;!-- 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } 	--&gt; 	&lt;/style&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;Suatu ketika ada seorang pedagang kaya yang mempunyai 4 isteri. Dia mencintai istri ke-4 dan menganugerahinya harta dan kesenangan, sebab ia yang TERCANTIK diantara semua isterinya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;Pria ini juga mencintai isterinya yang ke-3. Ia sangat bangga dengan sang isteri dan selalu berusaha untuk memperkenalkan wanita cantik ini kepada semua temannya. Namun ia juga selalu khawatir kalau isterinya ini lari dengan pria lain. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;Begitu juga dengan isteri yang ke-2, sang pedagang sangat menyukainya karena ia isteri yang SABAR DAN PENUH PENGERTIAN. Kapanpun sang pedagang mendapat masalah, ia selalu minta pertimbangan isteri yang ke-2 ini, yang selalu menolong dan mendampingi sang suami melewati masa-masa sulit dalam hidupnya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;Sama halnya dengan isteri PERTAMA. Ia adalah pasangat yang SANGAT SETIA dan selalu membawa perbaikan bagi kehidupan keluarganya. Wanita ini yang merawat dan mengatur semua kekayaan dan bisnis sang suami. Akan tetapi sang pedagang kurang mencintainya, meski isteri pertama ini begitu sayang kepadanya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;Suatu hari sang pedagang sakit dan menyadari bahwa ia akan segara meninggal dunia. Ia meresapi semua kehidupan indahnya dan berkata dalam hatinya, “Saat ini aku punya 4 isteri, namun saat aku meninggal, aku akan sendiri, betapa menyedihkan.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;ISTERI KE-4: NO WAY&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;Lalu pedagang itu memanggil semua isteri dan bertanya pada isteri yang ke-4: “Engkaulah yang paling ku cintai, kuberikan kau gaun dan perhiasan indah. Sekarang aku akan mati, maukah kamu mendampingi dan menemaniku?” Isterinya ini hanya diam… “Tentu saja tidak!” jawab isteri ke-4 dan pergi begitu saja tanpa berkata apa-apa lagi. Mendengar jawaban itu, sang pedagang sakit hati, seakan-akan ada pisau yang mengiris-iris hatinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;ISTERI KE-3: MENIKAH LAGI,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;Pedagang itu sedih lalu bertanya pada isteri ke-3; “Aku pun mencintaimu sepenuh hati dan saat ini hidupku akan berakhir. Maukah kau ikut denganku dan menemani akhir hayatku?” isterinya menjawab; “Hidupku begitu indah disini, aku berencana akan menikah lagi jika kau mati.” Bagai disambar petir di siang bolong, sang pedagang sangat terpukul dengan jawaban tersebut. Badannya mendadak terasa demam tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;ISTERI KE-2: SAMPAI LIANG KUBUR,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;Kemudian ia memanggil isteri ke-2; “Aku selalu berpaling kepadamu setiap kali aku mendapat masalah dank au selalu membantuku sepenuh hati. Kini aku butuh sekali bantuanmu kalau aku mati, maukah kau mendampingiku?” Jawab sang isteri; “Maafkan aku, kali ini aku tak bias menolongmu. Aku hanya bisa mengantarmu hingga ke liang kubur. Nanti akan kubuatkan makam yang indah untukmu.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;ISTERI KE-1: SETIAP BERSAMA SUAMI,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;Pedagang ini merasa putus asa. Dalam kondisi kecewa itu, tiba-tiba terdengar suara; “aku akan tinggal bersamamu dan menemanimu kemanapun kau pergi. Aku tak akan meninggalkanmu, aku akan setia bersamamu.” Pedagang itu lalu menoleh ke samping, dan melihat isteri pertamanya disana. Ia tampak begitu kurus, badannya seperti orang kelaparan. Sang pedagang merasa menyesal, lalu bergumam; “Kalau saja aku bisa merawatmu lebih baik saat aku mampu, aku takkan membiarkanmu kurus seperti ini, wahai isteriku.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="center" lang="en-US"&gt; &lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;****&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;Ketahuilah, sesungguhnya kita memiliki 4 isteri dalam hidup ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;ISTERI KE-4 ADALAH TUBUH KITA. Seberapa banyak waktu dan biaya yang kita keluarkan untuk tubuh kita agar tampak indah dan gagah. Semua itu akan hilang dalam suatu batas ruang dan waktu. Tak ada keindahan dan kegagahan yang tersisa saat kita menghadap kepada-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;ISTERI KE-3 ADALAH STATUS SOSIAL DAN KEKAYAAN. Saat kita meninggal, semuanya akan pergi kepada yang lain. Mereka akan berpindah dan melupakan kita yang pernah memilikinya. Setinggi apapun kedudukan kita dalam masyarakat dan sebanyak apapun harta kita, semua itu akan berpindah tangan dalam waktu sekejap ketika kita tiada. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;ISTERI KE-2 ADALAH KERABAT DAN TEMAN. Seberapa pun dekat hubungan kita dengan mereka, kita tak akan bisa terus bersama mereka. Hanya sampai liang kuburlah mereka menemani kita. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;Dan sesungguhnya ISTERI PERTAMA ADALAH JIWA DAN AMAL KITA. Sebenarnya hanya jiwa dan amal kita sajalah yang mampu untuk terus setia mendampingi kemanapun kita melangkah. Hanya amal kitalah yang mempu menolong kita diakhirat kelak. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:Calibri, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;font-size:85%;" &gt;Bisa jadi amal-amal kita yang kecil, meski hanya member sedikit sedekah kepada fakir miskin, keringat-keringat kita yang keluar di jalan dakwah, sesungguhnya itulah yang akan menjadi teman setia kita diakhirat nanti. Semakin banyak kita beramal, maka akan semakin cantik dan harum teman setia ktia di sana. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6819922398516650042-5309698877239392674?l=smartcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartcerdas.blogspot.com/feeds/5309698877239392674/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2009/03/empat-istri.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/5309698877239392674'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/5309698877239392674'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2009/03/empat-istri.html' title='EMPAT ISTRI???'/><author><name>Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03589176621357999187</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-QA_JfNsAl34/TWi5gsV1D1I/AAAAAAAAAVc/lUCawG3zKbc/s220/P1210222.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6819922398516650042.post-8852758110193022312</id><published>2009-03-21T07:10:00.000-07:00</published><updated>2009-05-12T07:19:06.917-07:00</updated><title type='text'>EMPAT ISTRI???</title><content type='html'>&lt;meta equiv="CONTENT-TYPE" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;title&gt;&lt;/title&gt;&lt;meta name="GENERATOR" content="OpenOffice.org 2.2  (Win32)"&gt;&lt;meta name="AUTHOR" content="PKS Laweyan"&gt;&lt;meta name="CREATED" content="20090321;16170000"&gt;&lt;meta name="CHANGEDBY" content="PKS Laweyan"&gt;&lt;meta name="CHANGED" content="20090321;17060000"&gt;&lt;style type="text/css"&gt; 	&lt;!-- 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } 	--&gt; 	&lt;/style&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;font style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;font face="Calibri,sans-serif"&gt;&lt;font size="2"&gt;Suatu ketika ada seorang pedagang kaya yang mempunyai 4 isteri. Dia mencintai istri ke-4 dan menganugerahinya harta dan kesenangan, sebab ia yang TERCANTIK diantara semua isterinya. &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;font style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;font face="Calibri,sans-serif"&gt;&lt;font size="2"&gt;Pria ini juga mencintai isterinya yang ke-3. Ia sangat bangga dengan sang isteri dan selalu berusaha untuk memperkenalkan wanita cantik ini kepada semua temannya. Namun ia juga selalu khawatir kalau isterinya ini lari dengan pria lain. &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;font style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;font face="Calibri,sans-serif"&gt;&lt;font size="2"&gt;Begitu juga dengan isteri yang ke-2, sang pedagang sangat menyukainya karena ia isteri yang SABAR DAN PENUH PENGERTIAN. Kapanpun sang pedagang mendapat masalah, ia selalu minta pertimbangan isteri yang ke-2 ini, yang selalu menolong dan mendampingi sang suami melewati masa-masa sulit dalam hidupnya. &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;font style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;font face="Calibri,sans-serif"&gt;&lt;font size="2"&gt;Sama halnya dengan isteri PERTAMA. Ia adalah pasangat yang SANGAT SETIA dan selalu membawa perbaikan bagi kehidupan keluarganya. Wanita ini yang merawat dan mengatur semua kekayaan dan bisnis sang suami. Akan tetapi sang pedagang kurang mencintainya, meski isteri pertama ini begitu sayang kepadanya. &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;font style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;font face="Calibri,sans-serif"&gt;&lt;font size="2"&gt;Suatu hari sang pedagang sakit dan menyadari bahwa ia akan segara meninggal dunia. Ia meresapi semua kehidupan indahnya dan berkata dalam hatinya, “Saat ini aku punya 4 isteri, namun saat aku meninggal, aku akan sendiri, betapa menyedihkan.”&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;font style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;font face="Calibri,sans-serif"&gt;&lt;font size="2"&gt;ISTERI KE-4: NO WAY&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;font style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;font face="Calibri,sans-serif"&gt;&lt;font size="2"&gt;Lalu pedagang itu memanggil semua isteri dan bertanya pada isteri yang ke-4: “Engkaulah yang paling ku cintai, kuberikan kau gaun dan perhiasan indah. Sekarang aku akan mati, maukah kamu mendampingi dan menemaniku?” Isterinya ini hanya diam… “Tentu saja tidak!” jawab isteri ke-4 dan pergi begitu saja tanpa berkata apa-apa lagi. Mendengar jawaban itu, sang pedagang sakit hati, seakan-akan ada pisau yang mengiris-iris hatinya.&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;font style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;font face="Calibri,sans-serif"&gt;&lt;font size="2"&gt;ISTERI KE-3: MENIKAH LAGI,&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;font style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;font face="Calibri,sans-serif"&gt;&lt;font size="2"&gt;Pedagang itu sedih lalu bertanya pada isteri ke-3; “Aku pun mencintaimu sepenuh hati dan saat ini hidupku akan berakhir. Maukah kau ikut denganku dan menemani akhir hayatku?” isterinya menjawab; “Hidupku begitu indah disini, aku berencana akan menikah lagi jika kau mati.” Bagai disambar petir di siang bolong, sang pedagang sangat terpukul dengan jawaban tersebut. Badannya mendadak terasa demam tinggi.&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;font style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;font face="Calibri,sans-serif"&gt;&lt;font size="2"&gt;ISTERI KE-2: SAMPAI LIANG KUBUR,&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;font style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;font face="Calibri,sans-serif"&gt;&lt;font size="2"&gt;Kemudian ia memanggil isteri ke-2; “Aku selalu berpaling kepadamu setiap kali aku mendapat masalah dank au selalu membantuku sepenuh hati. Kini aku butuh sekali bantuanmu kalau aku mati, maukah kau mendampingiku?” Jawab sang isteri; “Maafkan aku, kali ini aku tak bias menolongmu. Aku hanya bisa mengantarmu hingga ke liang kubur. Nanti akan kubuatkan makam yang indah untukmu.”&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;font style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;font face="Calibri,sans-serif"&gt;&lt;font size="2"&gt;ISTERI KE-1: SETIAP BERSAMA SUAMI,&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;font style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;font face="Calibri,sans-serif"&gt;&lt;font size="2"&gt;Pedagang ini merasa putus asa. Dalam kondisi kecewa itu, tiba-tiba terdengar suara; “aku akan tinggal bersamamu dan menemanimu kemanapun kau pergi. Aku tak akan meninggalkanmu, aku akan setia bersamamu.” Pedagang itu lalu menoleh ke samping, dan melihat isteri pertamanya disana. Ia tampak begitu kurus, badannya seperti orang kelaparan. Sang pedagang merasa menyesal, lalu bergumam; “Kalau saja aku bisa merawatmu lebih baik saat aku mampu, aku takkan membiarkanmu kurus seperti ini, wahai isteriku.”&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="center" lang="en-US"&gt; &lt;font style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;font face="Calibri,sans-serif"&gt;&lt;font size="2"&gt;****&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;font style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;font face="Calibri,sans-serif"&gt;&lt;font size="2"&gt;Ketahuilah, sesungguhnya kita memiliki 4 isteri dalam hidup ini.&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;font style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;font face="Calibri,sans-serif"&gt;&lt;font size="2"&gt;ISTERI KE-4 ADALAH TUBUH KITA. Seberapa banyak waktu dan biaya yang kita keluarkan untuk tubuh kita agar tampak indah dan gagah. Semua itu akan hilang dalam suatu batas ruang dan waktu. Tak ada keindahan dan kegagahan yang tersisa saat kita menghadap kepada-Nya.&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;font style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;font face="Calibri,sans-serif"&gt;&lt;font size="2"&gt;ISTERI KE-3 ADALAH STATUS SOSIAL DAN KEKAYAAN. Saat kita meninggal, semuanya akan pergi kepada yang lain. Mereka akan berpindah dan melupakan kita yang pernah memilikinya. Setinggi apapun kedudukan kita dalam masyarakat dan sebanyak apapun harta kita, semua itu akan berpindah tangan dalam waktu sekejap ketika kita tiada. &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;font style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;font face="Calibri,sans-serif"&gt;&lt;font size="2"&gt;ISTERI KE-2 ADALAH KERABAT DAN TEMAN. Seberapa pun dekat hubungan kita dengan mereka, kita tak akan bisa terus bersama mereka. Hanya sampai liang kuburlah mereka menemani kita. &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;font style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;font face="Calibri,sans-serif"&gt;&lt;font size="2"&gt;Dan sesungguhnya ISTERI PERTAMA ADALAH JIWA DAN AMAL KITA. Sebenarnya hanya jiwa dan amal kita sajalah yang mampu untuk terus setia mendampingi kemanapun kita melangkah. Hanya amal kitalah yang mempu menolong kita diakhirat kelak. &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;font style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;font face="Calibri,sans-serif"&gt;&lt;font size="2"&gt;Bisa jadi amal-amal kita yang kecil, meski hanya member sedikit sedekah kepada fakir miskin, keringat-keringat kita yang keluar di jalan dakwah, sesungguhnya itulah yang akan menjadi teman setia kita diakhirat nanti. Semakin banyak kita beramal, maka akan semakin cantik dan harum teman setia ktia di sana. &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt; &lt;/p&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6819922398516650042-8852758110193022312?l=smartcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://smartcerdas.blogspot.com/feeds/8852758110193022312/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2009/03/empat-istri_21.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/8852758110193022312'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6819922398516650042/posts/default/8852758110193022312'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://smartcerdas.blogspot.com/2009/03/empat-istri_21.html' title='EMPAT ISTRI???'/><author><name>Wahyudi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03589176621357999187</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-QA_JfNsAl34/TWi5gsV1D1I/AAAAAAAAAVc/lUCawG3zKbc/s220/P1210222.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6819922398516650042.post-4480986125735910872</id><published>2009-03-21T07:02:00.000-07:00</published><updated>2009-05-12T07:19:06.921-07:00</updated><title type='text'>EMPAT ISTRI??!!</title><content type='html'>&lt;meta equiv="CONTENT-TYPE" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;title&gt;&lt;/title&gt;&lt;meta name="GENERATOR" content="OpenOffice.org 2.2  (Win32)"&gt;&lt;meta name="AUTHOR" content="PKS Laweyan"&gt;&lt;meta name="CREATED" content="20090321;16170000"&gt;&lt;meta name="CHANGEDBY" content="PKS Laweyan"&gt;&lt;meta name="CHANGED" content="20090321;17060000"&gt;&lt;style type="text/css"&gt; 	&lt;!-- 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } 	--&gt; 	&lt;/style&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;font style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;font face="Calibri,sans-serif"&gt;&lt;font size="2"&gt;Suatu ketika ada seorang pedagang kaya yang mempunyai 4 isteri. Dia mencintai istri ke-4 dan menganugerahinya harta dan kesenangan, sebab ia yang TERCANTIK diantara semua isterinya. &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;font style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;font face="Calibri,sans-serif"&gt;&lt;font size="2"&gt;Pria ini juga mencintai isterinya yang ke-3. Ia sangat bangga dengan sang isteri dan selalu berusaha untuk memperkenalkan wanita cantik ini kepada semua temannya. Namun ia juga selalu khawatir kalau isterinya ini lari dengan pria lain. &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;font style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;font face="Calibri,sans-serif"&gt;&lt;font size="2"&gt;Begitu juga dengan isteri yang ke-2, sang pedagang sangat menyukainya karena ia isteri yang SABAR DAN PENUH PENGERTIAN. Kapanpun sang pedagang mendapat masalah, ia selalu minta pertimbangan isteri yang ke-2 ini, yang selalu menolong dan mendampingi sang suami melewati masa-masa sulit dalam hidupnya. &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;font style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;font face="Calibri,sans-serif"&gt;&lt;font size="2"&gt;Sama halnya dengan isteri PERTAMA. Ia adalah pasangat yang SANGAT SETIA dan selalu membawa perbaikan bagi kehidupan keluarganya. Wanita ini yang merawat dan mengatur semua kekayaan dan bisnis sang suami. Akan tetapi sang pedagang kurang mencintainya, meski isteri pertama ini begitu sayang kepadanya. &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;font style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;font face="Calibri,sans-serif"&gt;&lt;font size="2"&gt;Suatu hari sang pedagang sakit dan menyadari bahwa ia akan segara meninggal dunia. Ia meresapi semua kehidupan indahnya dan berkata dalam hatinya, “Saat ini aku punya 4 isteri, namun saat aku meninggal, aku akan sendiri, betapa menyedihkan.”&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="justify" lang="en-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;font style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;font face="Calibri,sans-serif"&gt;&lt;font size="2"&gt;ISTERI KE-4: NO WAY&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;font style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;font face="Calibri,sans-serif"&gt;&lt;font size="2"&gt;Lalu pedagang itu memanggil semua isteri dan bertanya pada isteri yang ke-4: “Engkaulah yang paling ku cintai, kuberikan kau gaun dan perhiasan indah. Sekarang aku akan mati, maukah kamu mendampingi dan menemaniku?” Isterinya ini hanya diam… “Tentu saja tidak!” jawab isteri ke-4 dan pergi begitu saja tanpa berkata apa-apa lagi. Mendengar jawaban itu, sang pedagang sakit hati, seakan-akan ada pisau yang mengiris-iris hatinya.&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="justify" lang="en-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;font style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;font face="Calibri,sans-serif"&gt;&lt;font size="2"&gt;ISTERI KE-3: MENIKAH LAGI,&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;font style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;font face="Calibri,sans-serif"&gt;&lt;font size="2"&gt;Pedagang itu sedih lalu bertanya pada isteri ke-3; “Aku pun mencintaimu sepenuh hati dan saat ini hidupku akan berakhir. Maukah kau ikut denganku dan menemani akhir hayatku?” isterinya menjawab; “Hidupku begitu indah disini, aku berencana akan menikah lagi jika kau mati.” Bagai disambar petir di siang bolong, sang pedagang sangat terpukul dengan jawaban tersebut. Badannya mendadak terasa demam tinggi.&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="justify" lang="en-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;font style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;font face="Calibri,sans-serif"&gt;&lt;font size="2"&gt;ISTERI KE-2: SAMPAI LIANG KUBUR,&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;font style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;font face="Calibri,sans-serif"&gt;&lt;font size="2"&gt;Kemudian ia memanggil isteri ke-2; “Aku selalu berpaling kepadamu setiap kali aku mendapat masalah dank au selalu membantuku sepenuh hati. Kini aku butuh sekali bantuanmu kalau aku mati, maukah kau mendampingiku?” Jawab sang isteri; “Maafkan aku, kali ini aku tak bias menolongmu. Aku hanya bisa mengantarmu hingga ke liang kubur. Nanti akan kubuatkan makam yang indah untukmu.”&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="justify" lang="en-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;font style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;font face="Calibri,sans-serif"&gt;&lt;font size="2"&gt;ISTERI KE-1: SETIAP BERSAMA SUAMI,&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;font style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;font face="Calibri,sans-serif"&gt;&lt;font size="2"&gt;Pedagang ini merasa putus asa. Dalam kondisi kecewa itu, tiba-tiba terdengar suara; “aku akan tinggal bersamamu dan menemanimu kemanapun kau pergi. Aku tak akan meninggalkanmu, aku akan setia bersamamu.” Pedagang itu lalu menoleh ke samping, dan melihat isteri pertamanya disana. Ia tampak begitu kurus, badannya seperti orang kelaparan. Sang pedagang merasa menyesal, lalu bergumam; “Kalau saja aku bisa merawatmu lebih baik saat aku mampu, aku takkan membiarkanmu kurus seperti ini, wahai isteriku.”&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="justify" lang="en-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="center" lang="en-US"&gt; &lt;font style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;font face="Calibri,sans-serif"&gt;&lt;font size="2"&gt;****&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="justify" lang="en-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;font style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;font face="Calibri,sans-serif"&gt;&lt;font size="2"&gt;Ketahuilah, sesungguhnya kita memiliki 4 isteri dalam hidup ini.&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;font style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;font face="Calibri,sans-serif"&gt;&lt;font size="2"&gt;ISTERI KE-4 ADALAH TUBUH KITA. Seberapa banyak waktu dan biaya yang kita keluarkan untuk tubuh kita agar tampak indah dan gagah. Semua itu akan hilang dalam suatu batas ruang dan waktu. Tak ada keindahan dan kegagahan yang tersisa saat kita menghadap kepada-Nya.&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;font style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;font face="Calibri,sans-serif"&gt;&lt;font size="2"&gt;ISTERI KE-3 ADALAH STATUS SOSIAL DAN KEKAYAAN. Saat kita meninggal, semuanya akan pergi kepada yang lain. Mereka akan berpindah dan melupakan kita yang pernah memilikinya. Setinggi apapun kedudukan kita dalam masyarakat dan sebanyak apapun harta kita, semua itu akan berpindah tangan dalam waktu sekejap ketika kita tiada. &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;font style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;font face="Calibri,sans-serif"&gt;&lt;font size="2"&gt;ISTERI KE-2 ADALAH KERABAT DAN TEMAN. Seberapa pun dekat hubungan kita dengan mereka, kita tak akan bisa terus bersama mereka. Hanya sampai liang kuburlah mereka menemani kita. &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;font style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;font face="Calibri,sans-serif"&gt;&lt;font size="2"&gt;Dan sesungguhnya ISTERI PERTAMA ADALAH JIWA DAN AMAL KITA. Sebenarnya hanya jiwa dan amal kita sajalah yang mampu untuk terus setia mendampingi kemanapun kita melangkah. Hanya amal kitalah yang mempu menolong kita diakhirat kelak. &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in; widows: 2; orphans: 2;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;font style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;font face="Calibri,sans-serif"&gt;&lt;font size="2"&gt;Bisa jadi amal-amal kita yang kecil, meski hanya member sedikit sedekah kepada fakir miskin, keringat-keringat kita yang keluar di jalan dakwah, sesungguhnya itulah yang akan menjadi teman setia kita diakhirat nanti. Semakin banyak kita beramal, maka akan semakin cantik dan harum teman setia ktia di sana. &lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/font&gt; &lt;/p&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6819922398516650042-4480986125735910872?l=smartcerdas.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='
